Tiyas Pembelajar yang ingin bermanfaat untuk orang banyak

Valuta Asing

6 min read

Valuta Asing

Pernakah kamu mendengar kata valuta asing sebelumnya?

Bagi kamu yang sering kali mondar-mandir di dunia ekonomi ataupun ikut terlibat dalam informasi pasar saham. Pastinya istilah valuta asing ini sudah tidak asing lagi di telinga kalian ya.

Namun, banyak juga orang awam yang tidak tahu istilah kata tersebut sehingga cukup absurd bila di dengar.

Lalu, apa sih sebenernya valas ini? Tenang, kali ini yuksinau.id berkesempatan untuk membahas secara tuntas mengenai materi valuta asing.

Yuk simak ulasan di bawah ini.

Pengertian

valuta asing hari ini

Secara Umum

Valuta asing atau juga dikenal dengan istilah valas merupakan mata uang yang digunakan dalam dunia perdagangan internasional serta telah diterima oleh banyak negara yang terlibat di dalamnya.

Masih bingung?

Contoh gampangnya gini deh.

Ketika kalian berlibur ke negara tetangga, pastinya kalian membutuhkan barang dan jasa di negara itu dong.

Nah, untuk memenuhi barang dan jasa tersebut, pastinya kalian harus membayar pakai uang yang berlaku di negara tersebut.

Tetapi, dengan menggunakan valuta asing (valas) kita bisa menggunakan mata uang asing yang bisa diterima di dalam dunia perdagangan antarnegara.

Untuk uang yang banyak diterima di berbagai negara adalah Dollar. Sehingga, ketika kita berlibur di negara itu, kita dapat menggunakan dollar sebagai uang pengganti.

Valuta asing bisa ditukar serta dibeli di berbagai perusahaan atau bank yang memiliki izin jual beli valuta asing.

Adapun pendapat lain yang menyebutkan tentang pengertian valas sebagai bagian dari devisa.

Devisa sendiri adalah semua kekayaan yang asalnya dari sebuah negara di luar negeri yang berupa barang atau jasa atau mata uang asing yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan telah diterima di dunia internasional.

Nah, devisa ini yang berwujud mata uang asing disebut sebagai valuta asing guys.

Menurut Para Ahli

Hamdy Hadi

Valuta asing merupakan mata uang asing yang mempunyai fungsi sebagai alat pembayaran untuk membiayai setiap transaksi dalam kegiatan ekonomi keuangan internasional serta mempunyai catatan kurs resmi di dalam bank sentral.

Eng, Lees, dan Mauer

Valuta asing merupakan sebuah mata uang asing yang berlaku sebagai klaim keuangan atau aset dalam sebuah perusahaan dalam bentuk mata uang asing.

Jose Rizal Joesoef

Valuta asing merupakan mata uang asing yang dipakai sebagai alat pembayaran di luar negeri.

Beams, Anthony, Clement dan Lowensohn

Terdapat 3 sistem valuta asing yang berlaku di dalam sebuah negara, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Sistem Kurs Bebas (Floating)
Sistem kurs bebas tidak ada campur tangan dari pihak pemerintah untk menjaga kestabilan nilai kurs. Hal itu disebabkan nilai tukar kurs pada umumnya telah ditentukan oleh terdapatnya penawaran dan permintaan atas valuta asing.
2. Sistem Kurs Tetap (Fixed)
Dalam sistem kurs tetap, pihak pemerintah serta pihak bank sentral bisa ikut campur dan juga terlibat secara aktif pada kegiatan transaksi pasar valas. Dengan cara membeli ataupun menjual valuta asing apabila nilainya tidak sesuai dengan standar yang sebelumnya telah ditetapkan.
3. Sistem Kurs Terkendali atau Terkontrol (Controlled)
Pihak pemerintah maupun pihak bank sentral dari negara yang bersangkutan memiliki kekuasaan yang eksklusif untuk menentukan nilai dari alokasi pemakaian valuta asing yang tersedia. Sementara warga negara tidak memiliki kebebasan untuk ikut campur dalam transaksi valas itu. Hal tersebut dikarenakan oleh Capital Inflows serta aktivitas ekspor barang yang menimbulkan ketersediaan atas valuta asing.

Pasar valuta asing merupakan tempat pertukaran uang dari berabgai macam nilai mata uang yang beragam.

Harga dari valuta asing telah ditentukan lewat berabgai proses permintaan dan juga penawaran yang berlangsung di dalam sebuah mekanisme pasar atau yang juga dikenal dengan istilah kurs (nilai tukar).

Kurs merupakan harga dari mata uang asing tertentu yang telah dinyatakan melalui mata uang yang berlaku pada sebuah negara.

Contoh: 1 dollar ($) mata uang Amerika Serikat apabila di negara Indonesia brenilai seharga Rp.14.319,50,-

Sejarah Singkat Valuta Asing (Valas)

contoh valuta asing

Pada awalnya, manusia dalam kegiatan ekonominya menggunakan sistem barter. Namun kemudian, sistem tersebut perlahan ditinggalkan sebeb dinilai memiliki banyak kelemahan.

Sehingga, munculah emas dan perak yang dijadikan sebagai standar uang di dalam pasar. Dari situlah, awal mula kemunculan uang di berbagai daerah.

Dari ulasan di atas, dapat kita ketahui bahwa aktivitas pertukaran mata uang atau valuta asing sudah di mulai sejak berabad-abad yang lalu.

Tetapi, baru di lirik dengan serius di tahun 1880 hingga  Perang Dunia I. Dan pada saat itu, emas murni menjadi nilai standar uang.

Namun, pada masa perang, standar uang emas tersebut dinilai memiliki banyak sekali kelemahan serta menimbulkan semakin banyak jumlah pengangguran.

selepas perang dunia usai, dunia mengharapkan standar ekonomi yang lebih stabil dan juga lebih baik.

Sehingga, di tanggal 22 Juli 1944 dilaksanakanlah Konferensi Moneter Internasional “The Bretton Woods Confernce”.

Konferensi tersebut dihadiri oleh 44 negara serta dalam pertemuan ini ditetapkan sistem pertukaran mata uang tetap “Fixed Exchange Rate System”.

Adapun ketetapan dasar yang telah disetujui pada konferensi monter itu, diantaranya yaitu:

  • Masing-masing negera menentukan nilai tukarnya kepada mata uang USD (Amerika)
  • Amerika menentukan nilai USH terhadap emas (USD 35/once)
  • Amerika menjual emas dengan harga tetap terhadap pemegang resmi mata uang USD
  • Perubahan nilai tukar mata uang dalam USD tidak bisa melebihi 1%, jika terpaksa melebihi 1%, maka batas maksimalnya yaitu 10%.

Seusai konferensi tersebut dilaksanakan, pertumbuhan ekonomi di dunia mulai meningkat pesat.

Sampai 2 tahun selanjutnya Lembaga Moniter Internasional serta Bank Dunia dibentuk sebagai pengawas sistem tersebut.

Tetapi pada tahun 1960, perekonomian di negara Amerika mengalami penuruan, sehingga menjadikan kepercayaan negara lain terhadap USD juga mulai menurun.

Hingga pada akhirnya Presiden Nixon yang saat itu sedang menjabat, mengumumkan sistem nilai tukar terhadap USD di tanggal 15 Agustus 1971.

Amerika kemudian memutuskan untuk menggunakan nilai tukar mengambang terhadap mata uang mereka (Floating Exchange Rate System).

Di mana nilai mata uang USD tidak lagiditentukan dengan jumlah tertentu. Tetapi dapat berubah-ubah tergantung dengan mekanisme pasar (permintaan dan penawaran).

Selanjutnya, negara lain turut menggunakan sistem mata uang mengambang dan hingga saat in hampir seluruh negara menggunakan sistem tersebut.

Dengan penerapan sistem mata uang mengambang, pasar valuta asing mulai muncul dengan memakai fluktuasi harga dalam menciptakan keuntungan.

Pada awalnya hanya dipakai untuk kepentingan individu, namun saat ini telah berkembang sangat pesat.

Walaupun sangat spekulatif serta tidak stabil, perdagangan valuta asing sudah menjadi pasar dengan nilai transaksi yang terbesar di dunia.

Fungsi Valuta Asing

fungsi valuta asing

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat kita ketahui bahwa fungsi dari valuta asing yang utama yaitu sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional.

Tapi tak hanya itu lho, ada beberapa fungsi penting lainnya dari valas ini, diantaranya yaitu:

1. Alat Tukar Internasional

Valuta asing difungsikan sebagai uang yang digunakan sebagai alat tukar menukar barang dalam dunia perdagangan internasional.

2. Alat Pengendali Kurs

Kurs dalam ssebuah negara bisa saja menguat atau melemah sewaktu-waktu. Nah, dengan pengelolaan tingkat dari pemakaian suatuvaluta asing asing tertentu, suatu negara bisa mengendalikan nilai tukar mata uang mereka dengan lebih mudah.

3. Alat Pembayaran Internasional

Sesuai dengan pengertian di atas, valuta asing memiliki peranan yang penting dalam dunai dagan internasional.

Pasalnya, valuta asing telah menjadi i alat pembayaran yang sah serta telah diakui oleh kedua belah pihak (negara).

4. Alat untuk Memperlancar Perdagangan Internasional

Dengan memanfaatkan valuta asing, tiap-tiap negara yang ada di seluruh belahan dunia bibsa dengan gampang melaksanalan kegiatan jual beli tanpa harus mengalami kendala atau masalah dari pemakaian mata uang.

Tujuan Valuta Asing

kurs valuta asing

Adapun beberapa tujuan dari pemberlakuan valuta asing atau valas, diantaranya yaitu:

  • Sebagai media untuk bertransaksi.
  • Sebagai media untuk mempertahankan daya beli.
  • Bisa mengirimkan uang ke luar negeri dengan mudah.
  • Untuk mendapatkan keuntungan.
  • Untuk pemagaraan resiko (hedging).
  • Mempermudah kegiatan belanja di negara lain.

Jenis Valas

makalah valuta asing

Dilihat dari jenisnya, valuta asing atau valas dibagi menjadi dua macam, diantaranya yaitu:

1. Valuta Asing Fisik 

Pengertian: uang asing dalam pengertian uang yang sebenarnya, yakni uang yang berupa karta, baik itu dalam wujud logam, kertas negara, maupun kertas bank yang dapat digunakan dalam perdagangan internasional.

2. Valuta Asing Non-Fisik

Pengertian: uang asing yang berupa uang giral atau berbagai macam surat berharga lainnya.

Contoh: wesel, cek, travelers, cheque, internasional money order, dan yang lainnya.

Dilihat dari segi bentuknya, jenis valas atau valuta asing dibagi lagi menjadi beberapa macam, diantaranya yaitu:

1. Mata Uang Asing

Mata uang asing diantaranya seperti: mata uang Yen Jepang, Euro Dollar, Dollar Amerika Serikat, dan yang lainnya.

2. Saldo Kredit 

Saldo Kredit yang terdapat di dalam berbagai bank devisa dalam sebuah negara di luar negeri.

3. Surat-surat Wesel Luar Negeri

Adanya berbagai surat wesel luar negeri ini bisa diketahui dengan cara seperti: adanya seorang eksportir Indonesia yang menarik wesel atas Importir (dari negara lain).

4. Hak-Hak Penerimaan Pembayaran

Berasal dari penduduk sebuah negara dalam bentuk yang beragam dengan tingkat likuiditas yang terbilang cukup tinggi.

Pelaku Pasar Valuta Asing

transaksi valuta asing

1. Dealer (Market Maker)

Pengertian: pihak yang membuat pasar mata uang menjadi semakin hidup.

Dealer ini tak jarang akan menentukan tingkat dari persediaan mata uang tertentu. Dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan juga harga beli valuta asing.

Dan yang berperan menjadi dealer ini adalah Bank yang ada di dunia.

2. Perorangan atau Perusahaan

Pengertian: pihak swasta yang juga terlibat dalam kegiatan transaksi perdaganagn valuta asing.

Tujuan dari pelaku ini yaitu untuk melancarkan bisnisnya. Contohnya: importir, eksportir, investor dan yang lainnya.

3. Arbitrator dan Spekulan

Pengertian:

Arbitrator pihak ketiga pada sebuah perundingan yang bisa memaksakan suatu kesepatakan untuk mendapatkan keuntungan dengan memakai perbedaan harga.

Sementara Spekulan adalah orang yang menspekulasikan perubahan dari nilai mata uang tertentu untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan atau fluktuasi harga umum.

Arbitrator serta spekulan ini melakukan tindakannya atas kemauannya sendiri dan seringkali mereka tidak memiliki kewajiban untuk melayani pembeli serta tidak menjamin terhadap kelangsungan pasar.

4. Pialang

Pengertian: pihak yang bertugas untuk menjadi perantara di dalam pertemuan penawaran (penjual) dan permintaan (pembeli) atas harga sebuah mata uang tertentu.

Tak jarang, pialang memiliki akses untuk bisa berkomunikasi dengan dealer serta bank yang ada di seluruh dunia.

5. Bank Sentral

Pengertian: pihak yang memiliki peran sebagai pengontrol pasar.

Bank sentral berupaya untuk melaksanakan pengendalian mata uang, inflasi, maupun suku bunga.

Bank sentral bisa melaksanakan pengendalian kondisi ekonomi dengan memanfaatkan adanya cadangan devisanya.

6. Pemerintah

Dengan memakai berbagai instrumen di dalam negara, pemerintah ikut turun tangan di dalam perdagangan valas.

Yang memiliki tujuan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyak demi menambah pendapatan nasional serta membayar hutang luar negeri.

Dan kemudian, pendapatan dari pasar nantinya akan ditukarkan ke mata uang negara tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Valas

fungsi pasar valuta asing

Berikut merupakan kelebihan dari valas:

  • Transaksi bisa dilaksanakan dalam waktu 24 jam.
  • Harga jual yang stabil kepada setiap mata uang yang ada (tidak mengalami penurunan drastis).
  • Biaya transaksi akan jauh lebih murah.
  • Penurunan atau kenaikan harga dalam mata uang dapat dijadikan keuntungan jika bisa mengambil kesempatan.
  • Daya beli investor akan melebihi jumlah modal yang ada.

Berikut merupakan kekurangan dari valas:

  • Resiko kurs pertukaran tidak dapat dipastikan serta susah untuk dipredisksi.
  • Sangat susah untuk dilakukan oleh masyarakat menengah ke bawah.
  • Asal negara akan menjadi pengaruh kesuksessan sebab adanya resiko yang timbul sebab campur tangan dari pemerintah dalam mata uang yang diperdagangkan.

Demikianlah ulasan singkat mengenai valas. Ternyata valas atau valuta asing ini memiliki peran yang sangt penting dalam dunia dagang internasional ya.

Bayangin deh, kalo ngga ada valas ini, pasti kita akan diribetkan dengan berbagai proses untuk melakukan transaksi di luar negeri.

Dengan adanya valuta asing ini, kita bisa memakai uang tersebut sebagai alat pembayaran berbagai kebutuhan yang kita inginkan selama di negara lain.

Dan ingat, valuta asing juga merupakan salah satu dari bentuk Devisa ya guys.

Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung :)).

 

Tiyas Pembelajar yang ingin bermanfaat untuk orang banyak