Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Seni Patung: Sejarah, Pengeritan, Teknik, Unsur, Contoh

9 min read

Seni Patung

Karya Seni Patung

Seni patung merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang hasilnya berupa karya berwujud tiga dimensi. Biasanya seni patung sendiri merupakan ciptaan yang berasal dari teknik memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (menggunakan alat cetak).

Pengertian Seni Patung

pengertian seni patung dan contohnya

Menurut Bentuknya

Seni patung merupakan hasil dari ekspresi jiwa manusia yang dicurahkan ke dalam bentuk 3D (Tiga Dimensi) karena memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi (volume) serta dan juga dapat dinikmati dari segalas sudut.

Patung ini gunanya tak lain untuk manampilka nilai estetika dari patung tersebut. Patung sendiri dapat ditemukan dengan mudah disetiap sudut jalan, biasanya bentuk dari patung sendiri dapat berupa tugu atau monumen guna untuk mengenang peristiwa bersejarah di tempat monumen atau tugu itu berdiri.

Menurut ensiklopedia indonesia ( 1990 : 215 )

seni patung sculpture berarti seni pahat atau bentuk badan yang padat yang diwujudkan dalam tiga dimensional yang ciptaanya bisa berupa gambar-gambar timbul (relief) atau patung yang di buat dari media kayu maupun logam.

Menurut Mikke Susanto (2011: 296)

seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak).

Menurut Soenarso dan Soeroto dalam bukunya ( 1996: 6)

Seni Patung adalah semua karya dalam bentuk meruang.

Menurut Kamus Besar Indonesia

Seni patung adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat.

B.S Myers (1958: 131-132)

Seni patung adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar belakang apa pun atau bidang manapun pada suatu bangunan.

Karya ini diamati dengan cara mengelilinginya, sehingga harus nampak mempesona atau terasa mempunyai makna pada semua seginya.

Mayer (1969: 351)

seni patung berdiri sendiri dan memang benar-benar berbentuk tiga dimensi sehingga dari segi manapun kita melihatnya, kita akan dihadapkan kepada bentuk yang bermakna.

Sehingga berdasarkan beberapa pendapat diatas, karya seni sendiri memiliki media yang luas.

Segala hal dapat menjadi aspek yang mendukung dari terciptanya sebuah karya seni, yang dimana perwujudan dari karya seni tersebut salah satunya adalah seni patung.

Cabang seni rupa tiga dimensi yang disebut dengan seni patung ini adalah perwujudan ekspresi serta kreasi dari manusia kreatif.

Sejarah

teknik seni patung

Asia

Patung ini memang telah ada di Asia sejak berabad-abad lalu, dan biasanya berada di wilayah yang kental dengan agama Hindu dan Buddha. Sejumlah patung raksasa juga terdapat di beberapa negara besar seperti Kamboja, Thailand, dan Indonesia.

Karya seni patung pertama kali ditemukan di negara India di dalam peradaban Lembah Indus sekitar tahun 3300-1700 SM.

Hal tersebut juga menjadi contoh awal mula keberadaan karya seni patung di dunia.

Lalu, setelah adat Buddhisme, Hinduisme, dan Jainisme  berkembang, India membuat patung dari tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang tinggi, hal ini dapat kita lihat dari iasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.

Selanjutnya, setelah Dinasti Ming pada akhir abad ke 17 berakhir, sedikit sekali patung yang dikoleksi di dalam museum, kebanyakan museum yang ada hanya menyimpan benda berupa perhiasan, batu mulia, atau gerabah.

Di abad ke 20 dengan gagap gempita tak ada satu pun karya yang dikenali sebagai seni patung, walaupun pada abad itu telah ada sebuah sekolah patung yang mempunyai corak sosial realis dimana mendapatkan pengaruh dari Soviet di awal dekade rezim komunis.

Hingga pada awal pergantian abad, para pengrajin patung dari Tiongkok mulai mendominasi genre karya patung komersial seperti patung figur miniatur dan mainan.

Serta seniman garda yang berada di depan Tiongkok juga ulai berpartisipasi dalam seni kontemporer Eropa Amerika.

Sedangkan di negara Jepang, banyak patung yang merupakan sponsor dari pemerintah.

Kebanyakan dari patungnya berkaitan dengan urusan agama, namun seiring dengan berkurangnya tradisi Buddhisme, jenis dari penggunaan bahan patung pun berkurang.

Pada abad ke tiga atau selama periode Kofun, patung yang terbuat dari tanah liat yang disebut dengan haniwa didirikan di luar makam/ Dalam Kondo yang terletak di Horyu-ji terdapat  Trinitas Shaka (623) yang merupakan patung Buddha berupa dua bodhisattva dan patung yang disebut dengan Para Raja Pengawal Empat Arah.

Patung kayu di abad 9 mengambarkan Shakyamuni, yang merupakan salah satu bentuk Buddha, patung tersebut menghiasi bangunan sekunder yang ada di Muro-ji.

Ciri dari khas dari patung awal periode Heian yaitu bertubuh berat, dibalut lipatan draperi tebal yang dipahat dengan gaya hompa-shiki atau ombak bergulung, dan mempunyai ekspresi yang serius serta menarik diri.

Sekolah seni patung Kei memang terkenal dalam menciptakan patung dengan gaya baru serta terkesan lebih realisitis.

Afrika

Para seniman yang ada di Afrika lebih menyukai seni karya tiga dimensi dibandingkan dengan dua dimensi. Patung disana diciptakan sebagai simbol dari asal patung itu dibuat.

Dilihat dari bahan dan juga teknik yang digunakan dalam membuat patung, di Afrika sendiri karya patung berlainan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Di Afrika bagian barat, seni patung kebanyakan berupa tubuh yang memanjang, bentuk bersudut, serta tampilan dari wajahnya lebih ke bentuk yang ideal daripada individual.

Figur dari patung-patung tersebut digunakan dalam ritual keagamaan.

Serta berlawanan dari karakteristik tersebut, patung yang berbahasa Mande dari Afrika Barat terbuat dari kayu serta mempunyai permukaan melebar serta lengan yang sama rata, dan kaki yang berbentuk menyerupai silinder.

Di Afrika Tengah seni patungnya memiliki ciri khas berupa bentuk wajah yang menyerupai hati yang melengkung ke dalam dan berpola lingkaran serta titik.

Meskipun beberapa kelompok juga lebih memilih penciptaan wajah dengan bentuk yang geometris dan bersudut. Bahan yang digunakan adalah kayu, gading, tulang, batu, tanah liat dan logam.

Afrika Timur memiliki seni patung berupa patung tiang.

Tiang tersebut dipahat hingga menyerupai manusia serta dihias dengan motif geometris, dan dibagian pucuk dari tiang terdapat pahatan dengan figur seseorang, binatang, atau lainnya.

Biasanya patung tiang ini diletakan di dekat makam dan dihubungkan dengan kematian.

Sedangkan di Afrika Selatan terdapat patung figur tertua dari tanah liat yang berasal dari tahun 400 hingga 600 AD dengan ciri khas mempunyai kepala yang berupa silindris.

Figur dari patung ini merupakan perpaduan dari manusia dan binatang.

Tak hanya itu, patung dari tanah liat yang berupa sandaran kepala juga kerap dikuburkan bersama pemiliki dari patung tersebut.

Patung sandaran kepala tersebut memiliki bentuk geometris atau figur binatang..

Mesir

Seni patung di Mesir pada jaman dahulu merupakan presentasi dari dewa-dewa mesir kuno, serta Fir’aun.

Pada pembuatan patungnya pun terdapat aturan ketatnya, diantaranya : patung laki-laki waranya lebih gelap daripada patung perempuan,  patung berposisi duduk , tangan harus diletakkan pada lutut dan serta aturan tertentu yang menggambarkan para dewa.

Peringkat dari tingkat keindahan patung didasari atas kesesuaiannya dengan aturan yang ada, dan aturan tersebut telah diikuti selama ribuan tahun lamanya.

Sehingga penampuilan dari patung mesir tidak mengalami banyak perubahan.

Kecuali saat periode singkat masa pemerintahan Akhenaten dan Nefertiti yang dimana para seniman diizinkan untuk menggambarnya secara naturalistik.

 Eropa

Romawi Yunani Klasik

Seni patung klasik di eropa mendapatkan pengaruh dari zaman Yunani Kuno, Romawi kuno dan juga peradaban Helenisasi serta Romanisasi yang berada di sekitar tahun 500 SM hingga tahun 476 AD (masa kejatuhan roma).

Istilah dari patung klasik juga digunakan dalam patung modern yang bergaya klasik.

Patung klasik dari eropa sendiri mempunyai ciri-ciri khusus, diantaranya :

  1. Figur badan penuh : berupa laki-laki muda atletis atau wanita telanjang.
  2. Portrait : menunjukkan tanda-tanda usia atau karakter yang kuat.
  3. Memakai kostum serta atribut dewa-dewi klasik
  4. Peduli dengan naturalisme didasari dengan observasi, seringkali memakai model sungguhan.

Bentuk patung telanjang biasanya sangat diterima oleh masyarakat luas, namun ada juga yang menantang hal ini dan biasanya berasal dari golongan fundamentalis moral dan relijius.

Sehingga eberapa patung Yunani yang merupakan koleksi dari Vatikan dihilangkan penisnya.

Periode Gothik

Pada periode Gothik seni patung merupakan perpaduan dari gaya arsitektur Eropa zaman pertengahan (Gothik) dengan seni arsitektur Romawi  yang disebut dengan periode Romanesque.

Seni patung gothik pada awalnya mendapatkan pengaruh dari agama Kristen sehingga banyak terdapat di dinding gereja dan biara.

Karya patung awal zaman Gothik terdapat di dalam Chartres Cathedral (sekitar th. 1145) di negara Perancis. Di negara Jerman juga terdapat patung serupa tepatnya ada di Cathedral Bamberg dari tahun 1225.

Di negara Inggris sendiri, seni patus hanya digunakan sebagai batu nisan dan dekorasi non figur, sebagian hal itu dikarenakan adanya ikonoklasme Cistercian.

Dan yang terakhir di Italia, seni patung banyak dipengaruhi dengan gaya klasik, contohnya seperti yang ada di Pisa dan Siena berupa mimbar Baptistery.

Renaissance

Tokoh penting pada masa renaissance adalah Donatello dengan karyanya yakni patung perunggu, dan david. Patung yang mereka buat menjadi patung yang pertama dimasa itu.

Demikian juga Michelangelo dengan karyanya berupa patung David danPietà.

Patung david yang dibuat Michelangelo adalah contoh patung yang bergaya kontraposto yang menggambarkan figur manusia.

Selain itu, ada beberapa periode lainnya yang ada dari masa renaissance ke modernisme yang telah dipengaruhi oleh perubahan politik, gerakan kebudayaan atau lainnya, yakni periode mannerisme, baroque serta neo klasik.

Modernisme

Pada abad 20 adal salah satu seniman patung yang terkenal bernama Auguste Rodin, ia disebut juga sebagai seniman patung Impresionis. Di masa ini, seni patung modern kalsik kurang diminati pada naturalisme, detail anatomi atau kostum serta lebih tertarik pada stilisasi bentuk, irama volume dan ruang.

Seiring dengan perkembangnya zaman, gaya seni patung klasik modern diadopsi oleh dua penguasa besar totalitarian Eropa, yakni Nazi Jerman dan Uni Soviet.

Sementara itu, di bagian Eropa yang lain, gaya tersebut telah berubah menjadi bersifat dekoratif/art deco (Paul Manship, Carl Milles), stilisasi abstrak (Henry Moore, Alberto Giacometti) atau lebih ekspresif.

Gerakan modernis dari dalam karya seni patung menghasilkan karya Kubisme, Futurisme, Minimalisme, Instalasi dan Pop art.

Jenis – Jenis Patung

makalah seni patung

Berdasarkan Bentuknya

Jenis patung berdasarkan dari bentuknya terbagi dalam dua kategori, yaitu :

1. Figuratif

Jenis patung figuratif adalah patung yang memiliki bentuk menyerupai benda-benda yang ada di kehidupan nyata. Contoh : patung manusia, hewan, tumbuhan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk aslinya.

2. Non Figuratif

Kebalikan dari patung jenis figuratif, patung non figuratif bentuknya tidak menyerupai aslinya. Patung jenis non figuratif biasanya hanya menampilkan garis, lekukan atau bagian tertentu dari sebuah objek.

Berdasarkan Jenisnya

Berdasarkan jenisnya, seni patung juga terbagi dalam dua kategori, yaitu :

1.  Zonde Bosse

Patung jenis zonde bosse adalah patung yang berdiri sendiri dimana kanan kirinya lepas serta tidak menempel pada satu sisi.

2. Relief

Kebalikan dari zonde bosse, jenis patung relief menempel pada permukaan dinding. Biasanya patung jenis ini menceritakan peristiwa atau kejadian penting dalam sebuah adegan.

Unsur-Unsur Rupa dalam Seni Patung

pengertian seni patung menurut para ahli

Untuk memperoleh hasil yang baik dalam suatu karya seni maka diperlukan unsur-unsur pendukung yang kerap dinamai sebagai unsur-unsur rupa (visual). Diantaranya unsur rupa dalam seni patung yaitu :

1. Garis

Unsur rupa garis merupakan pertemuan dari satu titik ke titik yang lain. Menurut pendapat Yudoseputro garis merupakan unsur yang paling penting yang berfungsi sebagai pembatas, pemberi kesan dimensi serta pemberi kesan tekstur pada bidang.

2. Warna

Warna adalah unsur rupa yang menentukan kualitas rupa dengan membedakan kedua gambar atau bentuk yang identik raut, ukuran, serta nilai gelap terangnya.

3. Tekstur

Tekstur merupakan unsur rupa yang menyampaikan rasa permukaan bahan, yang sengaja dibentuk serta disampaikan di dalam susunan untuk mencapai bentuk rupa, sebagai salah satu usaha untuk meyampaikan rasa tertentu pada sebuah permukaan bidang.

4. Raut

Raut atau shape adalah sebuah bidang kecil yang muncul karena dibatasi oleh sebuah kontur atau garis dan atau dibatasi sebab adanya warna yang berbeda atau gelap terangnya pada suatu arsiran atau dapat juga disebabkan oleh adanya tekstur.

Di dalam sebuah karya seni, shape digunakan sebagai tanda perasaan seorang seniman di dalam menggambarkan sebuah objek hasil subjek matter.

5. Bentuk

Pada dasarnya pengertian dari bentuk adalah wujud fisik yang dapat dilihat  (Bastomi, 1992 : 55).

Bentuk tak lepas dari hubungannya dengan elemen garis. Bidang merupakan suatu bentuk dataran yang dibatasi oleh garis, dengan kata lain bentuk juga disebut sebagai bidang yang bertepi.

Bentuk merupakan wujud, contohnya terdapat pada sebuah karya seni patung yang selalu memiliki bentuk yang berbeda.

6. Ruang

Space atau ruang merupakan daerah atau unsur yang mengitari sosok bentuknya. Unsur ruang sendiri sebenarnya tidak dapat dilihat atau dalam kata lain disebu juga “khayal”.

Namun ruang tersebut dapat kita temui di dalam sebuah benda dalam gambar gars dan bidang di atas kertas.

7. Volume

Volume merupakan sebuah ruang yang dibatasi dengan adanya bidang.

Volume dalam sebuah seni patung terdapat dalam bagian-bagian dari keseluruhan massanya, terbentuk oleh keluasan dan kedalaman.

Volume dalam sebuah patung juga disebut sebagai isi, patung memiliki unsur trimatra serta memiliki unsur ruang di dalamnya yang menjadikan volume ada di dalam karya seni patung.

8. Gelap Terang

Unsur gelap terang juga disebut sebagai cahaya, yang dimana berasal dari cahaya matahari yang berubah-ubah derajat intensitasnya, dan juga sudut jatuhnya yang menghasilkan bayangan dengan keanekaragaman kepekatannya setiap waktu yang berbeda.

Seperti namanya, unsur ini menciptakan sebuah bayangan yang dapat mempengaruhi bentuk dari karya seni itu sendiri.

Teknik Seni Patung

patung free standing

Berdasarkan dari bahan pembuatan patung sendiri, maka ada beberapa teknik yang digunakan dalam proses pembuatan patung, diantaranya :

1. Memahat (Carving)

Teknik carving atau memahat ini merupakan teknik dengan mengurangi bagian tertentu yang tidak dibutuhkan sehingga membentuk sebuah patung yang sesuai dengan yang diharapkan.

2. Membentuk (Modeling)

Teknik ini merupakan teknik yang digunakan dengan memanfaatkan bahan plastis, contohnya seperti tanah liat dan plastisin.

Tentunya bahan yang menggunakan teknik ini memiliki sifat yang elastis, jadi bentuk yang diinginkan nantinya diperoleh dari tambahan bahan baru pada bentuk yang hendak dibuat patung.

3. Menuang (Casting) atau Cor

Teknik ini berupa teknik centak untuk bahan yang bersifat cari dengan menggunakan cetakan untuk membuat bentuk yang diinginkan. Bahan yang dipakai biasanya adalah emen, gipsum, logam, fiber glass dan lainnya.

4. Merangkai (Assembling)

Teknik ini merupakan pembentukan dengan cara merangkai dari berbagai macam bahan. Bahan yang digunakan dalam teknik ini diantaranya kain bekas, logam, karet, kulit, kaca, plastik, kayu dan lainnya.

5. Menyusun (Constructing)

Teknik yang satu ini mempunyai kecenderungan pada karya arsitektural atau kerap dikenal dengan seni bangunan.

Tekni ini merupakan teknik dengan cara merakit atau menyusun komponen dari logam atau besi dengan menggunakan alat las sebagai penyambung.

Fungsi Seni Patung

sejarah patung

Seni patung dibuat bukan hanya semata-mata untuk dinikmati keindahannya, melainkan ada fungsi lain dibaliknya.

Secara umum, seni patung berdarkan pembuatannya terbagi menjadi 6 macam, yaitu :

  1. Patung religi, selain dinikmati keindahannya tujuan utama dari pembuatan patung macam ini yaitu sebagai sarana beribadah yang bermakna relijius.
  2. Patung monument, keindahan serta bentuk patung yang dibuat sebagai tanda atau peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
  3. Patung arsitektur, berfungsi dalam kontruksi bangunan yang memiliki nilai estetis.
  4. Patung dekorasi, sebagai hiasan dari sebuah bangunan atau lingkungan taman.
  5. Patung seni, yang hanya untuk dinikmati keindahannya.
  6. Patung kerajian, selain digunakan untuk dinikmati keindahnnya juga sengaja untuk dijual.

Berdasarkan Coraknya

1. Corak Imitatif (Realis/ Representatif)

Corak yang satu ini merupakan tiruan dari bentuk alam (manusia, binatang dan tumbuhan). Perwujudan corak ini didasarkan pada fisio plastis atau bentuk fisik baik anatomi proporsi, maupun gerak. Corak seperti ini nampak pada karya Hendro, Trubus, saptoto dan Edy Sunarso.

Setelah belajar mengenai seni patung, pelajari juga apresiasi seni rupa yang tentunya lengkap dan pernah kami bahas sebelumnya.

2. Corak Deformatif

Berbeda dengan corak di atasnya, corak yang satu ini telah banyak mengalami perubahan dari tiruan alam. Bentuk dari alam diubah sesuai dengan imajinasi si pematung.

Perubahan dari bentuk alam menghasilkan bentuk baru. Dari imajinasi dan geometris memunculkan corak kubsistis yang nampak pada karya dari But Mochtar, G Sidharta, dan lain-lain.

Contoh patung corak deformatif “Dewi Kebahagiaan” karya G. Sidharta

3. Corak nonfiguratif (abstrak)

Secara umum, corak seperti ini telah meninggalkan bentuk alam sebagai perwujudannya (abstrak). Corak ini dipengaruhi oleh aliran konstruksi.

Sebab, patung dipandanga sebagai bentuk konstruksi, yakni susunan material seperti besi, plat, kawat, kayu, plastik, dan lainnya.

Corak seperti ini dapat kita lihat di dalam karya patung nonfiguratif “Tonggak Samudra” dari G. Sidharta.

Contoh Seni Patung

kliping seni patung

Ada 5 contoh seni patung yang akan yuksinau.id berikan, diantaranya :

1. Relief

Relief merupakan lukisan atau gambar yang dibuat dalam bentuk 3 dimensi serta diletakan pada bidang dua dimensi.

Pada umumnya, relief ini ditemukan pada tugu atau candi yang di dalamnya menceritakan sejarah melalui sebuah adegan berbentuk gambar.

2. Patung

Patung merupakan sebuah ekspresi manusia yang dicurahkan dalam seni 3 dimensi. Umumnya bentuk dari patung sediri berupa manusia, hewan, tumbuhan, atau lainnya.

3. Kerajinan Keramik

Kerajinan keramik juga masuk ke dalam kategori seni patung. Bentuknya biasanya berupa guci, kendi, keramik, dan lainnya.

4. Mozaik

Mozaik merupakan seni merangkai potongan batu, keramik atau kaca menjadi sebuah bentuk gambar atau lukisan yang utuh atau lengkap.

5. Ukiran

Ukiran merupakan batu atau kayu yang memang sengaja dipahat menjadi bentuk khusus yang memiliki keindahan. Umumnya bentuk ukiran ini dapat berupa manusia, hewan, atau bunga, dan juga sering dijadikan sebagai hiasan di rumah atau tempat kerja.

Contoh Seni Patung yang Menjadi Ikon Negara di Dunia

Patung memang mempunayi nilai estetika tersendiri dibandingkan dengan jenis karya seni lainnya.

Terdapat banyak sekali patung-patung buatan dari tangan manusia kreatif yang terkenal akan keindahan dan kemegahan patungnya.

Bahkan diantaraya ada yang menjadi ikon dari sebuah negara. Berikut ini merupakan beberapa patung yang paling terkenal di dunia, yaitu :

1. Patung Liberty

2. Christ The Redeemer, Rio de Janeiro

3. Sphinx, Mesir

4. Spring Temple Budha

5. Garuda Wisnu Kencana

6. Candi Borobuddur

Demikianlah pembahasan Seni Patung secara lengkap oleh yuksinau.id, semoga dengan ulasan diatas dapat memberikan wawasan lebih serta pengetahuan kepada kalian semua.

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat, selamat belajar…

Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!