Pengertian Dakwah

Share
Comment 0 reply
Pengertian Dakwah

Pengertian dakwah merupakan suatu aktivitas yang sifatnya menyeru, mengajak serta memanggil orang untuk beriman serta taat terhadap Allah sesuai dengan garis aqidah, syari’at serta akhlak Islam.

Pengertian Dakwah

pengertian dakwah menurut para ahli

Pengertian kata dakwah sendiri adalah masdar (kata benda) yang berasal dari kata kerja da’a yad’u yang artinya panggilan, seruan maupun ajakan.

Kata dakwah juga kerap kali dirangkaikan dengan menggunakan kata “Ilmu” serta kata “Islam”, sehingga menjadi “Ilmu dakwah” serta Dakwah Islam” atau ad-dakwah al-Islamiyah.

Tujuan Utama Dakwah

tujuan dakwah

Tujuan utama dari mengadakan dakwah yaitu untuk mewujudkan kebahagiaan serta kesejahteraan hidup di dunia serta di akhirat agar di ridhoi oleh Allah SWT.

Nabi Muhammad  SAW telah mencontohkan melakukan dakwah terhadap umatnya dengan berbagai cara lewat tulisan, lisan, dan juga perbuatan.

Dimulai dari istrinya, kemudian keluarganya, serta teman – teman karibnya sampai kepada raja – raja yang sedang berkuasa pada waktu itu.

Di antara raja – raja yang memperoleh surat atau risalah nabi antara lain:

  • Kaisar Heraklius dari Byzantium.
  • Mukaukis dari Mesir.
  • Kisra dari Persia (Iran).
  • Raja Najasyi dari Habasyah (Ethiopia).

Dakwah Islamiyah merupakan cara untuk mengajak orang lain untuk meyakini serta mengamalkan aqidah dan juga syariah Islamiyyah yang terlebih dahulu sudah dipercaya oleh pendakwah itu sendiri.

Ilmu Dakwah

metode dakwah

Ilmu dakwah merupakan sebuah ilmu yang isinya berupa cara serta tuntunan untuk menarik perhatian orang lain agar mau mengikuti, menganut, menyetujui dan juga melaksanakan sebuah ideologi, agama, pendapat maupun pekerjaan tertentu.

Orang yang memberikan dakwah tersebut dikenal sebagai “da’i”. Sementara untuk orang yang menjadi objek dakwah dikenal sebagai “mad’u”.

Setiap muslim yang menjalankan fungsi dari dakwah Islam merupakan seorang “da’i”.

Fiqhud -Dakwah

Fiqhud

Fighud dakwah merupakan suatu ilmu yang memahami mengenai aspek hukum serta tatacara yang berhubungan dengan dakwah.

Maka dari itu, para mubaligh tak hanya paham mengenai kebenaran mengenai Islam, melainkan mereka juga didukung dengan kemampuan yang baik untuk menyampaikan Risalah al Islamiyah.

Berikut ini adalah beberapa macam dari fughud dakwah, antara lain:

1. Dakwah fardiah

Dakwah Fardiah adalah suatu metode dakwah yang dikerjakan oleh seseorang terhadap orang lain (satu orang) atau terhadap beberapa orang di dalam jumlah yang terbatas atau kecil.

Pada umumnya, dakwah fardiah berlangsung tanpa adanya persiapan yang matang serta tersusun dengan tertib.

Yang termasuk ke dalam kelompok dakwah ini yaitu: teguran, menasihati teman sekerja, dan anjuran memberi contoh.

Termasuk pada hal ini pada waktu kalian:

  • Mengunjungi orang sakit.
  • Acara tahniah (ucapan selamat).
  • Upacara kelahiran (tasmiyah).

2. Dakwah bil-lisan

Dakwah bil-lisan merupakan dakwah yang cara penyampaian informasi atau pesan dakwah lewat lisan (ceramah atau komunikasi secara langsung antara subjek dengan objek dakwah).

Dakwah jenis satu ini akan sangat efektif jika:

  • Disampaikan yang berhubungan dengan hari ibadah, sebagai contoh: khutbah Jumat maupun khutbah hari Raya.
  • Kajian yang diberikan menyangkut ibadah yang praktis.
  • Konteks sajian yang terprogram.
  • Disampaikan dengan cara dialog dengan para hadirin.

3. Dakwah ammah

Dakwah Ammah adalah jenis dakwah yang dikerjakan oleh seseorang dengan menggunakan media lisan dengan yang ditujukan untuk orang banyak dengan upaya untuk menanamkan pengaruh terhadap mereka.

Media yang digunakan pada umumnya berupa khotbah (pidato).

Dakwah Ammah satu ini jika ditinjau dari segi subjeknya, maka ada yang dikerjakan oleh perorangan serta ada juga yang dikerjakan oleh organisasi tertentu yang terjun dalam dunia dakwah.

Baca juga: Fungsi Al-Quran

4. Dakwah bil-Haal

Dakwah bil al-hal merupakan dakwah yang mengedepankan pada aksi yang nyata.

Hal tersebut bertujuan supaya yang menerima dakwah (al-Mad’ulah) dapat mengikuti jejak dari hal ihwal si Da’i (juru dakwah).

Dakwah jenis satu ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap diri dari penerima dakwah.

Pada waktu pertama kali rasulullah SAW sampai di kota Madinah, beliau memberikan contoh dakwah bil-haal ini dengan cara mendirikan Masjid Quba, serta mempersatukan kaum Anshor dengan kaum Muhajirin pada ikatan ukhuwah Islamiyah.

5. Dakwah bit-tadwin

Memasuki zaman global yang seperti waktu ini, pola dari dakwah bit at-tadwin (dakwah lewat tulisan) baik dengan cara menerbitkan kitab – kitab, internet, majalah, koran, serta berbagai tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan juga efektif. Misalnya membuat situs seperti DakwahSahabat.com.

Keuntungan lain dari model dakwah satu ini yaitu tidak menjadi musnah walaupun sang dai, atau penulisnya telah wafat.

Menyangkut dari dakwah bit-Tadwim ini, rasulullah SAW sempat bersabda, “Sesungguhnya tinta dari para ulama merupakan hal yang lebih baik dari darahnya para syuhada”.

6. Dakwah bil hikmah

Dakwah bil hikmah merupakan cara menyampaikan dakwah dengan yang arif dan bijaksana.

Yang dimaksud disini dengan melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga para pihak objek dakwah dapat mengerjakan dakwah atas kehendaknya sendiri, tidak merasa dipaksa, ditekan atau terjadi konflik.

Dengan sebutan lain, dakwah bi al-hikmah adalah sebuah metode pendekatan dari komunikasi dakwah yang dikerjakan atas dasar yang persuasif.

Di dalam kitab al-Hikmah fi ad-Dakwah Ilallah Ta’ala oleh Said bin Ali bin Wahif al-Qathani menyebutkan lebih jelas mengenai pengertian al-Hikmah, diantaranya seperti:

  • Adil, kenabian, sabar, ilmu, Al-Qur’an serta Injil
  • Memperbaiki (membuat sesuatu menjadi lebih pas atau baik) serta terhindar dari kerusakan
  • Ungkapan dalam mengetahui sesuatu yang utama dengan menggunakan ilmu yang utama
  • Objek kebenaran (al-haq) yang diperoleh lewat ilmu serta akal
  • Pengetahuan (ma’rifat).

Menurut istilah yang Syar’i:

  • Sesuai dengan perkataan serta perbuatan, mengetahui yang benar serta mengamalkannya.
  • Wara’ dalam dinullah.
  • Meletakkan sesuatu di dalam tempatnya serta menjawab dengan tegas dan juga tepat.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.