Pengertian Bunga

Share
Comment 0 reply
Pengertian Bunga

Dalam kehidupan sehari-hari, bunga sering dimanfaatkan manusia sebagai hiasan, misalnya seperti Karangan Bunga.

Pembuatan karangan bunga tentunya tidak mudah, untuk itulah biasanya setiap kota menyediakan jasa pembuatan karangan bunga. Misalnya di Makassar, ada jasa Karangan Bunga Makassar dari Alicia Florist yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun.

Mereka menggunakan bunga-bunga pilihan yang berkualitas dan karangan bunga dibuat oleh para profesional

Berbicara mengenai bunga, fungsi dari adanya bunga di bumi sendiri adalah untuk memediasi fusi sperma (gamet jantan) dengan ovula (gamet betina) agar dapat memproduksi benih.

Susunan bunga yang ada pada tangkai disebut sebagai pembungaan. Bunga juga memiliki organ reproduksi yang disebut sebagai benang sari dan putik.

Pengertian Bunga

pengertian bunga dan contohnya

Bunga adalah batang serta daun yang termodifikasi. Modifikasi tersebut berasal dari sejumlah enzim yang dirangsang oleh fitohormon tertentu.

Pembentukan bunga juga dikendalikan secara genetik oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti lama pencahayaan, suhu rendah, serta ketersediaan air.

Hampir setiap bunga berbentuk simetris, yang kerap dipakai sebagai penciri sebuah takson.

Terdapat dua bentuk bunga berdasarkan bentuknya yang simetris, yaitu:

  • Aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial). Bentuk yang lebih banyak dijumpai.
  • Aigomorf (simetri cermin).

Bunga dapat dikatakan sempurna jika mempunyai alat jantan (benang sari) serta alat betina (putik) dalam satu organ.

Dengan kedua organ tersebut, bunga juga kerap disebut sebagai bunga banci atau hermafrodit.

Sebuah bunga dapat disebut sebagai bunga lengkap jika memiliki seluruh bagian utama bunga seperti di bawah ini.

Bagian Utama Bunga

pengertian bunga sempurna

Berikut ini adalah bagian – bagian yang ada pada sebuah bunga, antara lain:

1. Kelopak Bunga (Calix)

Keterangan:

  • Bagian terluar dari sebuah bunga.
  • Pada umumnya berwarna hijau seperti daun, namun ada juga yang berwarna selain hijau.
  • Terlihat seperti mahkota bunga.
  • Kelopak berwarna kerap ditemukan pada bunga bugenvil.
  • Setiap helaian kelopak bunga disebut sebagai sepal.
  • Beberapa bunga memiliki kelopak tambahan yang disebut (epicalyx) (Anonim, 2016).

Fungsi:

  • Melindungi bunga ketika bunga masih muda yang berbentuk kuncup.

2. Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (Corolla)

Keterangan:

  • Merupakan hiasan pada bunga yang ada di sebelah dalam kelopak.
  • Pada umumnya, mempunyai ukuran yang lebih besar daripada kelopak.
  • Memiliki beragam warna.
  • Memiliki bau harum.
  • Setiap helaian tajuk bunga disebut sebagai petala.

Fungsi:

  • Warna yang indah dan baunya yang harum menjadi daya tarik untuk serangga atau binatang lain agar mendatangi bunga.
  • Melindungi alat – alat kelamin pada bunga sebelum berlangsungnya proses penyerbukan.

3. Benang Sari atau Stamen (Alat Kelamin Jantan)

Keterangan:

  • Merupakan alat kelamin jantan pada sebuah tumbuhan.
  • Merupakan hasil dari metamorfosis daun.
  • Dibedakan menjadi tiga bagian, yakni tangkai sari (filamentum), kepala sari (antera), serta penghubung ruang sari (conektivum).
  • Tangkai sari merupakan bagian yang berbentuk benang melintang yang pada umumnya berbentuk bulat.
  • Kepala sari merupakan bagian benang sari yang ada pada ujung tangkai sari.
  • Mempunyai dua ruang sari (theca) yang mana masing – masing ruang sari terdiri dari dua ruang kecil (loculumentum).
  • Di dalam ruang sari memiliki serbuk sari(polen), yakni sel – sel kelamin jantan (gamet jantan) yang berfungsi untuk penyerbukan.
  • Penghubung ruang sari (conektivum) merupakan bagian dari lanjutan tangkai sari yang menjadi penghubung kedua bagian kepala sari (ruang sari) yang berada di kanan kiri penghubung.

Terdapat beberapa bunga yang serbuk sarinya tidak terbentuk atau disebut benang sari mandul.

4. Putik atau Pistilum (Alat Kelamin Betina)

Keterangan:

  • Putik adalah bagian bunga yang memiliki letak paling dalam.
  • Merupakan alat kelamin betina pada bunga.
  • Tersusun atas daun – daun yang sudah mengalami metamorfosis.
  • Daun penyusun putik disebut sebagai daun buah (karpelum) yang secara keseluruhan disebut sebagai gynaecium.
  • Putik adalah alat kelamin betina yang mengandung sel telur.
  • Bagian putik yang memiliki sel telur disebut bakal biji (ovulum) yang akhirnya akan berubah menjadi biji (semen).
  • Bagian putik yang memiliki bakal biji hasil produksi, yaitu bakal buahnya (ovarium), akan berbuah menjadi buah (fructus).
  • Putik terdiri atas tiga bagian, yakni bakal buah (ovarium), tangkai kepala putik (stilus), serta kepala putik (stigma).
    • Bakal buah (ovarium) adalah bagian putik yang nampak membesar serta beraga di dasar bunga.
    • Tangkai kepala putik (stilus) adalah bagian putik yang sempit serta berada di atas bakal buah, pada umumnya berbentuk benang. Berfungsi sebagai tempat untuk melekatnya kepala putik.
    • Kepala putik (stigma) merupakan bagian dari putik paling atas yakni berada di ujung tangkai kepala putik

Struktur Bunga

Berdasarkan pada kelengkapan bagian bunga, yakni perhiasan bunga serta alat kelamin, bunga dibedakan menjadi dua, yakni bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.

Berikut penjelasannya:

1. Bunga Lengkap

bunga adalah

Disebut sebagai bunga lengkap juga karena di dalamnya memiliki dua macam alat kelamin, oleh karena itu disebut juga sebagai bunga berkelamin ganda (hermafrodit).

Tetapi ada juga bunga berkelamin ganda yang belum tentu disebut sebagai bunga lengkap.

Berikut adalah struktur bunga lengkap:

A. Kelopak Bunga

Kelopak bunga adalah bagian bunga terluar yang berfungsi untuk menyelimuti mahkota pada waktu masih kuncup yang akan terbuka apabila mahkota mekar.

Kelopak bunga pada umumnya memiliki warna dan bentuk menyerupai daun.

B. Mahkota bunga

Mahkota bunga atau perhiasan adalah bagian bunga paling indah serta berwarna – warni.

Dengan adanya mahkota bunga ini untuk menarik serangga agar hinggap kemudian membantu proses penyerbukan.

C. Tangkai bunga

Tangkai bunga adalah bagian bunga yang terletak di bagian bawah bunga.

Berfungsi untuk menopang dan menghubungkan tangkai bunga dengan ranting.

D. Dasar bunga

Dasar bunga terletak di bagian bawah yakni atas tangkai bunga. Bagian ini berfungsi sebagai area melekatnya mahkota bunga.

E. Benang Sari

Benang sari adalah alat kelamin jantan untuk perkembangbiakan bunga yang terdiri atas tangkai sari, kepala sari dan juga serbuk sari.

Pada umumnya berada di tengah – tengah mahkota bunga.

Benang sari terdiri dari tiga bagian utama, antara lain:

  • Antheral atau disebut sebagai kepala sari.
  • Polen atau disebut sebagai serbuk sari.
  • filament atau disebut sebagai Tangkai sari.

Bagian pendukung dari kepala sari:

  • Putik Bunga
  • Carpel

F. Putik

Putik adalah alat kelamin betina, dimana pada bagian ujung putik disebut sebagai kepala putik.

Pada bagian putik yang panjang disebut sebagai tangkai putik. Bakal buah berada di bagian bawah putik. Bakal biji berada di dalam buah yang memiliki dua inti, yakni sel telur serta calon lembaga.

2. Bunga Tidak Lengkap

pengertian tangkai bunga

Bunga disebut sebagai bunga tidak lengkap jika tidak memiliki salah satu maupun beberapa bagian pada struktur bunga, baik itu perhiasan maupun alat kelamin bunga.

Pada bunga tidak lengkap juga terbagi menjadi 2 (dua) kategori, yakni:

  • Perhiasan bunga tidak lengkap
    Adalah bunga yang tidak mempunyai mahkota atau kelopak atau disebut juga sebagai bunga telanjang.
    Contoh: Bunga rambutan, bunga kelapa, serta jepung bali.
  • Berdasarkan kelengkapan alat kelamin, yang juga dibagi menjadi dua bagian, yakni:
    • Bunga sempurna (memiliki dua alat kelamin, yakni benang sari dan putik).
    • Bunga tidak sempurna (hanya memiliki satu macam alat kelamin).
      Contoh: Bunga mentimun dan bunga salak.
      Atau bunga yang tidak memiliki alat kelamin yang disebut sebagai bunga mandul (bunga tidak berkelamin).
      Contoh: Bunga pita dan bunga matahari.

Jenis – Jenis Bunga

pembahasan tentang bunga

Berikut ada beberapa jenis jenis bunga yang terbagi menjadi beberapa kategori, antara lain:

1. Berdasarkan Kelengkapan Bagian Bunga

  • Bunga lengkap (Bunga Sepatu, Mawar, Tembakau, Melati, dan Terung)
  • Bunga tidak lengkap
    *)penjelasan ada di atas.

2. Berdasarkan Kelengkapan Alat Kelamin

Dilihat dari kelengkapan alat kelaminnya, bunga dibagi menjadi 2 macam, yakni bunga sempurna serta bunga tidak sempurna.

A. Bunga Sempurna

Merupakan bunga yang mempunyai dua macam alat kelamin, yakni benang sari dan putik.

Perhiasan bunganya berupa kelopak serta mahkota bunga yang tidak selalu harum.

Contoh: Bunga mawar, kamboja, alamanda.

B. Bunga Tidak Sempurna

Bunga tidak sempurna jika ia hanya mempunyai satu macam alat kelamin, benang sari saja ataupun putik saja.

Ada juga yang disebut sebagai monoesis dan diesis.

  • Monoesis merupakan suatu bunga yang hanya memiliki satu alat kelamin jantan, atau bunga yang hanya memiliki satu alat kelamin betina pada satu tumbuhan.
    Contoh: Tumbuhan jagung serta mentimun.
  • Diesis merupakan suatu bunga jantan serta bunga betina terdapat pada sebuah individu tumbuhan yang berlainan, sehingga maka disebut sebagai tumbuhan berumah dua.
    Contoh: Tumbuhan salak dan siwalan.

Proses Reproduksi Bunga

bee and flower

Tumbuhan berbunga melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji.

Biji terjadi karena adanya jalan reproduksi seksual yakni bergabungnya sel kelamin jantan dari serbuk sari dengan sel kelamin betina yang berasal dari bakal buah. Serbuk sari kemudian harus masuk ke dalam bagian bunga betina (putik) supaya berlangsung pembuahan.

Namun ada juga beberapa bunga yang mengerjakan penyerbukan sendiri, dimana benang sari berasal dari bunga yang sama.

Dan ada juga penyerbukan yang berasal dari bunga lain yang sejenis seperti proses reproduksi yang dibantu dengan lebah yang mana serbuk sari menempel di seluruh bulu lebah dan juga kakinya, pada saat hinggap di bunga lain serbuk sari kemudian akan jatuh ke dalam kepala putik dan membuahi nya.

Fungsi Bunga

flower and butterfly

Berikut adalah beberapa fungsi dari bunga, antara lain:

  • Sebagai organ seksual, sebab bunga menjadi tempat menyatunya gamet jantan dengan gamet betina pada sebuah tumbuhan.
  • Untuk alat reproduksi sekaligus penyebarannya.
  • Sebagai organ untuk bertahan pada keadaan yang tidak menguntungkan. Sebagai contoh pada sebuah tanaman yang biasa tumbuh di lokasi kering, yang mana tumbuhan tersebut akan membentuk suatu bunga pada saat mengalami kekurangan air.
  • Untuk menarik serangga, supaya mau hinggap dan kemudian membantu proses penyerbukan.
  • Untuk meneruskan sebuah proses perkembangbiakan, sebab pada bunga berlangsung proses pembentukan biji, yang kemudian dapat ditanam kembali.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.