Kelompok Sosial: Pengertian, Macam, Klasifikasi, Fungsi

6 min read

Kelompok Sosial

Jumpa lagi bareng kita, yuksinau.id yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian pelajari. Dan kali ini yuksinau.id berkesempatan untuk membahas kelompok sosial lengkap.

Yuk langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Kelompok Sosial

pengertian kelompok sosial menurut para ahli

Secara Umum

Kelompok sosial merupakan sekumpulan atau segolongan manusia yang saling berinteraksi satu dengan yang lain serta mempunyai kesadaran terhadao suatu keanggotaan di dalam sebuah kelompok bersama.

Kelompok dalam sosial ini dapat tercipta sebab adanya pertumbuhan perasaan yang sama lantaran terdapat interaksi yang sering terjadi pada tiap-tiap individu.

Sebagai sekedar informasi, hingga sekarang jumlah dari kelompok social di masyarakat amat banyak serta dasar pembentukannya pun tidak sama. Sehingga kita harus dapat menghormati satu sama lain.

Menurut Para Ahli

Adapun beberapa pendapat dari pengertian kelompok social menurut para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut:

George Homans

Menurut pendapat yang disampaikan oleh George Homans, pengertian dari Kelompok Sosial yaitu sebuah kumpulan individu yang melaksanakan kegiatan atau interaksi serta mempunyai perasaan untuk membentuk sebuah keseluruhan yang terorganisir serta berhubugan dengan timbal balik.

Hendropuspito

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Hendropuspito, Kelompok Sosial merupakan sebuah kumpulan yang sifatnya nyata serta teratur dari seorang individu yang melakukan perannya secara berhubungan guna meraih tujuan bersama.

Willa Huky

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Willa Huky, Kelompok Sosial merupakan sebuah unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang saling berinterkasi dan juga berkomunikasi.

Joseph S.Roucek

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Joseph S.Roucek, Kelompok Sosial merupakan sebuah kelompok yang meliputi dua orang individu maupun lebih yang diantara mereka terdapat pola interaksi yang bisa dipahami oleh pihak lawan atau orang lain ataupun anggotanya secara keseluruhan.

Giddens

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Giddens, Kelompok Sosial merupakan sejumlah orang yang salaing berinteraksi satu sama lain dengan cara teratur.

Johnson

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Johnson, Kelompok Sosial merupakan seorang individu atau lebih yang saling berinteraksi satu sama lain secarayang terpola sebagai suatu kelompok mereka sendiri dan orang lain.

Mac Iver Dan Charles H.Page

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Mac Iver dan Charles H.Page, Kelompok Sosial merupakan sebuah kesatuan atau himpunan manusia yang hidup bersama sebab terdapat interaksi diantara mereka.

Robert K.Merton

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Robert K.Merton, Kelompok Sosial merupakan sejumlah orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang sudah ada.

Soerjono Soekanto

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Soerjono Soekanto, Kelompok Sosial merupakan suatu kesatuan atau himpunan manusia yang saling berkaitan diantara mereka dengan adanya timbal balik serta akansaling memengaruhi.

Roland Freedman Cs

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Roland Freedman Cs, Kelompok Sosial merupakan suatu organisasi yang terdiri atas dua atau lebih individu yang saling bergantung dengan adanya ikatan – ikatan dalam suatu sistem ukuran – ukuran kelakuan yang bisa diterima sekaligus disetujui oleh semua pihak anggotanya.

Sherif

Menurut pendapat yang disampaikan oleh Sherif, Kelompok Sosial merupakan suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua atau lebih individu yang sudah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan juga teratur, sehingga diantara individu tersebut telah terdapat pembagian tugas, struktur dan juga norma-norma tertentu, yang khas untuk kesatuan sosial tersebut.

Macam-macam Kelompok Sosial & Contoh

macam macam kelompok sosial

Berikut merupakan beberapa macam dari kelompok social sekaligus contoh yang akan yuksinau.id berikan buat kalian semua, yuk langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah:

Kelompok Statistik

Kelompok Statistik yaitu kelompok yang bukan tergolong ke dalam organisasi, tidak mempunyai kaitan atau hubungan sosial serta kesadaran jenis di antaranya.

Contoh:  kelompok penduduk yang usianya 15-20 tahun di suatu kecamatan.

Kelompok Kemasyarakatan

Kelompok kemasyarakatan merupakan suatu kelompok yang mempunya citi persamaan, namun tidak mempunyai organisasi serta hubungan sosial di antara para anggotanya.

Kelompok Sosial

Kelompok social merupakan suatu kelompok di mana para anggotanya mempunyai kesadaran jenis serta berhubungan satu dengan yang lainnya, namun mereka tidak terikat dalam suatu ikatan organisasi.

Contoh:  kelompok pertemuan, kerabat dan yang lainnya.

Kelompok Asosiasi

Kelompok asosiasi merupakan suatu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran akan jenis dan juga terdapat persamaan kepentingan bersama ataupun kepentingan pribadi.

Dalam asosiasi, setiap anggotanya akan melaksanakan hubungan sosial, kontak, komunikasi, dan juga mempunyai ikatan organisasi yang sifatnya formal.

Contoh: negara, sekolah dan yang lainnya.

Berdasarkan jumlah anggota, sifat dari hubungan antar anggota, serta tujuannya, kelompok yang terdapat di dalam masyarakat terbagi menjadi dua macam, diantaranya yaitu:

  • Kelompok Primer

Kelompok primer merupakan segolongan atau kelompok yang mempunyai sedikit anggota, walaupun tak setiap kelompok yang anggotanya sedikit merupakan sebuah kelompok primer.

Hubungan antar anggota ini sifatnya personal atau saling kenal secara pribadi dan juga mendalam, diwarnai oleh kerja sama, sering bertatap muka dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga akan membangun keterlibatan perasaan yang dalam atau saling terikat.

Hubungan dalam kelompok primer sifatnya informal, intim atau akrab, personal, dan juga total.

Contoh kelompok primer: keluarga, kelompok teman, sepermainan sahabat, dan yang lainnya.

  • Kelompok Sekunder

Kelompok sekunder merupakan sekelompok orang yang mempunyai banyak anggota. Hubungan antar anggota di dalamnya bersifat impersonal atau tidak saling kenal secara pribadi sebab lebih diwarnai oleh kompetisi, jarang bertatap muka dalam kurun waktu yang lama, sehingga tidak akan membangun hubungan yang emosional atau ikatan.

Hubungan dalam kelompok sekunder ini sifatnya formal, impersonal, parsial, serta didasari dengan pemanfaatan kelompok semata.

Atau juga bisa disebut sebagai suatu hubungan dalam kelompok sekunder yang sifatanya lebih fungsional atau bermanfaat yang berarti orang bukan dilihat dari segi siapanya, tetapi lebih dilihat dari segi apa manfaat dalam meraih tujuan kelompok yang bersangkutan.

Contoh kelompok sekunder: organisasi buruh, universitas, sekolah, dan yang lainnya.

Berdasarkan cara pandang seseorang pada berbagai kelompok yang melingkupi hidupnya, kelompok dibedakan menjadi dua macam, diantaranya adalah sebagai berikut:

    • In-group

Semua kelompok yang mana seorang individu akan merasa menjadi anggota serta mengharapkan pengakuan, kesetiaan, dan juga pertolongan.

    • Out-group

Semua kelompok yang mana seorang individu merasa bukan lagi sebagai anggota serta mungkin akan menunjukkan permusuhan, kompetisi damai, atau hanya sekedar merasa berbeda.

Klasifikasi

klasifikasi kelompok sosial

Berikut merupakan klasifikasi dari kelompok sosial, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Berdasarkan atas cara terbentuknya, terdapat kelompok semu sebagai contoh: kerumunan, massa dan juga publik. Adapun kelompok nyata, sebagai contoh kelompok sosial jenis ini yaitu: kelompok statistik, kelompok kemasyarakatan serta kelompok asosiasi.
  • Berdasarkan kualitas dari hubungan tiap anggotanya, terdapat kelompok primer di mana hubungan tiap anggota bersifat informal. Adapun kelompok sekunder di mana hubungan dari tiap anggotanya bersifat formal.
  • Berdasar ikatan dari para anggotanya, terdapat paguyuban dan juga patembayan.
  • Berdasar pencapaian tujuannya, terdapat kelompok formal yang mempunyai aturan sendiri serta kelompok informal yang mempunyai tujuan atau kepentingan bersama meski bersifat tidak resmi.

Syarat

syarat kelompok sosial

Adapun syarat dari suatu keompok sosial, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tiap-tiap anggotanya mempunyai kesadaran apabila dirinya adalah bagian dari suatu kelompok yang berkaitan.
  • Terdapat kesamaan faktor yang terdapat dalam tiap anggota dari kelompok tersebut sehingga akan membuat hubungan para anggotanya bertambah erat. Sebagai contoh terdapay persamaan nasib, kepentingan, tujuan, ideologi, fisik dan persamaan lainnya.
  • Struktur yang terdapat di dalam kelompok social ini mempunyai kaidah serta pola perilaku tertentu.
  • Kelompok social ini juga mempunyai suatu sistem dan juga berproses.

Ciri-ciri Kelompok Sosial

klasifikasi kelompok sosial menurut para ahli

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa ciri dari kelompok social ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Motif antara satu anggota dengan anggota yang lain merupakan motif yang sama, yaitu demi menjadikan kerjasama sekaligus interaksi guna meraih tujuan sehingga dapat mudah tercipta.
  • Anggota kelompok juga mempunyai kesadaran bahwa dirinya merupakan bagian dari sebuah kelompok social yang berkaitan satu sama lain.
  • Hubungan timbal balik yang terjadi antar sesama anggota.
  • Terdapat struktur sosial di mana menjadikan kelangsungan hidup dari kelompok yang tergantung dari tiap anggotanya.
  • Terdapat norma, aturan serta kesatuan di kelompok.

Proses Terbentuk Kelompok Sosial

kelompok sosial sosiologi

Suatu kelompok social terdipta dengan adanya naluri manusia yang tidak bisa hidup sendiri disertai dengan rasa ingin bersatu dengan manusia yang lain.

Oleh karena itu, bersatunya atau bergabungnya seseorang dengan sebuah kelompok seringkali merupakan sebuah hal yang murni timbul dari kehendaknya sendiri tanpa adanya paksaan dari siapa dan mana pun.

Faktor utama yang menjadikan seorang individu may bergabung dalam sebuah kelompok sosial yaitu adanya kedekatan dan juga kesamaan pada individu yang lain.

Kelompok sosial akan tercipta dengan diawali adanya kontak sosial serta komunikasi sosial yang akan menghasilkan proses sosial di dalam interaksi sosial.

Selain itu, adapun beberapa proses yang telah kami rangkum buat kalian, diantaranya yaitu:

  1. Terdapat motivasi guna meraih tujuan bersama.
  2. Interaksi sosial akan membantu perkembangan dari suatu kelompok sosial.
  3. Adanya tujuan dari masing-masing individu di dalam kelompok sosial itu sendiri.
  4. Pengorganisasian guna mempermudah koordinasi di dalam kelompok sosial.
  5. Persepsi ikut mendasari terbentuknya dari sebuah kelompok sosial.
  6. Kebebasan individu dalam menyampaikan ide gagasan atau pendapatnya.

Nilai dan Norma dalam Kelompok Sosial

jenis kelompok sosial

Sebuah kelompok sosial akan sangat dipengaruhi dari nilai, norma serta peraturan yang diberlakukan dalam kelompok itu sendiri.

Kegiatan yang ada dalam kelompok tidak akan berlangsung secara acak dan juga bebas, namun harus tetepa sesuai dengan norma dan juga nilai yang ada.

Norma dan nila tersebut muncul dari adanya suatu proses interaksi yang terjadi pada anggota kelompok. Penilaian tersebut  muncul dengan cara menilai kepantasan dan ketidakpastian suatu perbuatan yang terjadi di dalam kelompok yang bersangkutan.

Fungsi

fungsi

Berikut beberapa fungsi dari kelompok sosial, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sarana untuk tiap individu dalam melakukan berbagai macam hal.
  • Memenuhi kebutuhan dari tiap-tiap individu yang bergabung dalam suatu kelompok tersebut.
  • Membantu dalam mengembangkan diri sekaligus perspektif dalam individu.
  • Meningkatkan produktivitas dan juga semangat dari tiap-tiap individu.
  • Menyediakan tempat untuk semua individu yang tergabung di dalamnya.
  • Menyatukan anggota dengan tujuan atau pemikiran yang sama.
Pelajari juga materi Konflik Sosial yang tentunya lengkap dan pernah kami bahas sebelumnya.

Konflik yang Mungkin Terjadi

konflik

Bagaimana mungkin konflik dapat muncul dalam suatu kelompok sosial yang terorganisir? Sehingga, yuksinau.id merangkum beberapa hal yang dapat memicu terjadinya konflik dalam suatu kelompok sosial.

Diantaranya adalah sebagai berikut:

Perbedaan antar masing-masing individu.

Perbedaan ini dapat berupa perbedaan pendirian serta perasaan dan juga pemikiran.

Penyebab konflik yang kedua yaitu perbedaan kepentingan.

Walaupin kita mempunyai kesamaan dalam suatu hal dengan individu yang lain dalam kelompok sosial, kita pastinya juga jadi mempunyai kepentingan yang berbeda.

Sebagai salah satu contoh, kita mungkin mempunyai kepentingan atau tujuan ekonomi tetapi anggota lain mempunyai kepentingan budaya, politik, maupun sosial.

Perbedaan dalam ini akan dapat memicu terjadinya konflik yang berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik.

Perbedan kebudayaan dan latar belakang

Perbedaan ini adalah penyebab lain terjadinya konflik yang terjadi di dalam kelompok sosial. Setiap kebudayaan mempunyai norma dan juga nilai yang berbeda dari kebudayaan lain.

Peraturan yang baik menurut suatu budaya dapat menjadi buruk dimata budaya yang lain. Latar belakang dari tiap-tiap individu yang berbeda dengan individu lain dapat memicu terjadinya konflik di masa depan.

Hal lain yang juga tentunya sangat berbahaya untuk persatuan kelompok sosial.

Perbedaan ini pada umumnya berupa perbedaan tujuan dari tiap-tiap individu, perbedaan persepsi atau nilai, hambatan komunikasi, perubahan sosial yang tidak dapat diterima oleh semua pihak, dan juga munculnyasemangat persaingan dalam diri tiap-tiap individu.

Setiap individu perlu adanya mempunyai kesadaran dalam hal pengendalian diri dari munculnya konflik demi menjagai persatuan di dalam kelompok.

Demikianlah ulasan mengenai kelompok sosial, semoga dapat membantu kegiatan belajar kalian ya. Terima kasih telah berkunjung :)).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *