Senyawa: Pengertian, Jenis, Contoh

Share
Comment 0 reply
Senyawa: Pengertian, Jenis, Contoh
Loading...

Tanpa disadari, manusia sering bersinggungan berbagai jenis senyawa dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun mungkin tidak semua orang menyadari apalagi memahami apa itu arti senyawa. Padahal, ada banyak contoh senyawa yang sering ditemukan seperti, garam, gula, air, dan sebagainya.

Secara umum, senyawa diklasifikasikan atas beberapa jenis berdasarkan unsur-unsur pembentuknya. Sedangkan proses penguraian senyawa dilakukan melalui sebuah reaksi kimia. Hal tersebut pula yang membedakan wujud, tekstur, rasa, dan bau setiap jenis senyawa.

Penamaan Rumus Senyawa

Penamaan Rumus Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal yang bisa diurai menjadi dua zat atau lebih melalui reaksi kimia. Contoh dari senyawa yang sering ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah air. Dalam prosesnya, air merupakan kombinasi unsur oksigen (O) dan hidrogen (H) dengan rumus kimia H20.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, disebutkan bahwa bagian terkecil dari unsur adalah atom. Jika dua buah atom bergabung melalui suatu reaksi kimia, maka akan membentuk molekul atau bagian terkecil dari senyawa.

Sementara itu, proses pembentukan senyawa melalui pencampuran zat kimia dan penguraian secara termal atau elektrik. Senyawa memiliki sifat berbeda dengan unsur penyusunnya.

Contoh, sifat air berbeda dengan sifat dari unsur-unsur yang membentuknya, yakni oksigen dan gas hidrogen. Perbedaan wujudnya juga sangat nyata. Sebab air berwujud cairan, sementara hidrogen wujudnya adalah gas. Selain itu, air bisa dipakai untuk memadamkan api.

Namun, hidrogen merupakan zat mudah terbakar. Sedangkan oksigen adalah zat yang dibutuhkan dalam proses pembakaran. Jadi, bisa dilihat, kalau antar unsur penyusun dengan senyawa yang dihasilkan memiliki sifat, wujud, dan juga fungsi yang sangat bertolak belakang.

Lantas, apa perbedaan senyawa dengan campuran dan unsur? Meskipun senyawa dan unsur adalah zat tunggal. Namun, terdapat perbedaan antara senyawa dengan unsur dan juga campuran.

Hal tersebut dikarenakan unsur merupakan zat tunggal yang tidak bisa diubah jadi zat lebih sederhana, dan unsur akan tetap mempertahankan sifat-sifat atau karakteristik aslinya.

Contoh unsur:

  • Emas
  • Timah
  • Besi
  • Tembaga
  • Seng
  • Nikel

Campuran adalah material yang tersusun dari dua zat atau lebih, namun masih memiliki sifat zat asal. Contoh campuran antara lain adalah:

  • Udara
  • Air sungai
  • Batuan
  • Susu coklat
  • Garam yodium
  • Kopi
  • Teh manis

Baca: Zat Cair

Jenis Jenis Senyawa

Sebelum membahas lebih jauh mengenai contoh absolut dari senyawa dalam kehidupan sehari-hari. Ada baiknya jika kamu juga bisa membedakan jenis-jenis senyawa.

Berdasarkan unsur pembentuknya, senyawa dikategorikan menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

1. Senyawa Organik

Senyawa Organik

Berasa dari makhluk hidup maupun proses fotosintesis. Senyawa organik mengandung unsur karbon (C) sebagai rangkaian utamanya. Jenis senyawa organik memiliki karakteristik sifat berupa tidak mudah larut air, dan hanya dapat larut jika dicampur pelarut bersifat organik.

Karena terbentuk dari unsur karbon (C), hal tersebut menyebabkan senyawa jenis organik menjadi cenderung lebih mudah terbakar. Contoh senyawa organik adalah gula (C12H22011)

2. Senyawa Anorganik

Advertisement

Senyawa Anorganik

Jenis senyawa ini berasal dari sumber daya mineral. Senyawa anorganik mempunyai titik didih relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan organik. Akan tetapi, jenis senyawa anorganik memiliki sifat cenderung tidak mudah terbakar dan mudah larut di dalam air. Contohnya, silikon dioksida (SiO2).

3. Asam

Asam

Molekul yang bisa memberikan ion Hidrogen H+ dan membentuk ikatan kovalen dengan asam lewis. Dalam ilmu kimia, senyawa asam terdiri dari tiga definisi, yaitu Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis.

Secara umum, asam mempunyai sifat sebagai berikut:

  • Masam saat dilarutkan dalam air.
  • Bereaksi hebat jika dicampurkan dengan logam.
  • Terasa menyengat jika disentuh dan berpotensi merusak kulit.
  • Memiliki pH kurang dari 7.
  • Asam adalah cairan elektrolit meskipun tidak selalu ionik.
  • Bisa mengubah kertas lakmus biru menjadi warna merah.

Asam mempunyai berbagai macam kegunaan, termasuk menghilangkan karat dari benda logam melalui proses pengawetasaman atau pickling. Selain itu, asam juga bisa digunakan sebagai elektrolit pada baterai sel basah. Asam sulfat dapat difungsikan sebagai katalis untuk membuat bensin.

Baca: Asam Basa

4. Senyawa Ionik

Senyawa Ionik

Istilah ini merujuk pada senyawa kimia yang terdiri dari ion-ion yang disatukan elektrostatik (ikatan ionik). Meskipun senyawa ini secara keseluruhan netral, namun tersusun dari ion bermuatan positif (kation) dan ion bermuatan negatif (anion), baik dalam bentuk Natrium, Klorida, hingga Karbonat.

Sifat-sifat senyawa ionik:

  • Memiliki titik didih sangat tinggi dengan tekanan uap rendah.
  • Alkalinitas atau kesamaan dengan senyawa asam.
  • Sebagian besar jenis senyawa ionik sangat rapuh.
  • Kompresibilitas senyawa ionik ditentukan oleh struktur.
  • Mudah larut dalam cairan polar, seperti air. Namun, cenderung sulit larut dalam bensin.
  • Konduktivitas rendah dan umumnya tidak mengalirkan listrik berarti.

Senyawa ionik memiliki ragam kegunaan dan umum digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Contoh senyawa ionik antara lain adalah, susu magnesia, boraks, hingga kapur mati.

5. Garam

Garam

Dalam ilmu Kimia, garam dikategorikan dalam senyawa ionik yang terdiri dari ion negatif (anion) dan ion positif (kation), sehingga membentuk senyawa tanpa muatan atau netral. Garam terbentuk dari reaksi basa dan asam, seperti Klorida, Asetat, Fluorida, Sulfat, hingga Natrium Klorida.

Dari semua jenis garam yang ada, masing-masing garam memiliki rasa berbeda, yaitu:

  • Manis (timbal & asetat)
  • Asin (natrium klorida)
  • Asam (kalium bitartrat)
  • Gurih (monosodium glutamat)
  • Pahit (magnesium sulfat).

6. Oksida

Oksida

Senyawa oksida mengandung atom oksigen dan unsur lain. Tahukah kamu, bahwa sebagian besar kerak bumi terdiri dari oksida? Senyawa ini terbentuk saat unsur-unsur dioksidasi oksigen. Oksida cenderung memiliki struktur ionik dengan titik didih tinggi.

7. Basa

Basa

Senyawa yang menyerap ion hidronium (H3O) saat dilarutkan dalam air. Basa merupakan dual dari asam atau unsur kimia yang mempunyai pH lebih dari 7. Secara umum, Basa dibagi menjadi dua jenis, yaitu basa lemah dan basa kuat. Tergantung pada kemampuannya dalam melepaskan ion OH.

Basa memiliki beberapa karakteristik umum, yakni sebagai berikut:

  • Memiliki rasa pahit.
  • Tekstur basa licin seperti sabun.
  • Bisa mengubah warna lakmus merah jadi biru.
  • Mampu menghantarkan arus listrik.
  • Dapat menetralkan asam.
  • Menyebabkan pelapukan.
  • Nilai pH melebihi angka 7.

Baca: Zat Padat

Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari

Di dalam kehidupan sehari-hari, makhluk hidup memang tidak dapat dipisahkan dari senyawa. Apalagi, ada banyak sekali senyawa yang dikonsumsi manusia untuk bisa terus bertahan hidup.

Berikut dibawah ini adalah contoh dari senyawa yang sering digunakan oleh manusia:

Contoh SenyawaRumus Kimia
Gas Karbon MonoksidaCO
Gas KarbondioksidaCO2
Gas Nitrogen MonoksidaNO
AirH2O
Garam DapurNatrium Klorida / NaCI
Asam KloridaHCI
Asam SulfatH2SO4
Asam Asetat (Cuka)CH3COOH
Gas AmoniaNH3
Natrium HidroksidaNaOH
GulaC12H22011
UreaCO(NH2)2
AlkoholC2H3OH
KalsiumCaCo3

Dengan mengetahui contoh senyawa beserta jenis-jenisnya. Sekarang kamu bisa lebih memahami senyawa jenis apa yang terkandung dalam makanan, minuman, dan benda yang digunakan sehari-hari. Jadi, kamu juga bisa lebih berhati-hati memilih apa saja yang harus dikonsumsi dan dipakai.

X CLOSE
Advertisements
ADVERTISEMENT
X CLOSE
Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.