Teks Editorial

Share
Comment 3 reply
Teks Editorial

Secara tidak sadar, teks editorial atau teks opini sering kita jumpai di dalam kehidupan sehari – hari lho. Contoh sederhananya adalah ketika kita sedang membaca teks yang isinya berupa pendapat pribadi dari seseorang terkait suatu permasalahan.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

Pengertian Teks Editorial

ciri-ciri teks editorial

1. Secara Umum

Teks editorial merupakan suatu artikel yang ada di dalam surat kabar berisikan pendapat maupun pandangan redaksi kepada suatu kejadian aktual atau tengah menjadi perbincangan hangat pada saat surat kabar tersebut diterbitkan.

Pendapat atau opini yang ditulis oleh redaksi dianggap sebagai pandangan resmi suatu media atau penerbit pada isu yang diangkat tersebut.

Walaupun berupa opini atau pendapat, tetapi penulisannya harus dilengkapi dengan bukti, fakta dan argumentasi yang logis.

Isu atau masalah aktual tersebut bisa berupa: Politik, sosial, dan ekonomi yang juga berhubungan dengan politik.

Contoh isu: Kenaikan bbm, kebijakan impor, reshuffle kabinet dan lainnya.

2. Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian teks editorial menurut para ahli, antara lain:

1. Dja’far H Assegaf (1991)

Di dalam bukunya yang berjudul “Jurnalistik Masa Kini” yang dikutip dari Lyle Spencer pada “Editoril Writing” menyebutkan bahwa:

“Teks editorial / tajuk rencana adalah suatu pernyataan terkait fakta & opini secara logis, singkat, menarik ditinjau dari segi penulisan serta memiliki tujuan untuk mempengaruhi pendapat / memberikan interpretasi pada sebuah berita yang hangat sehingga akan banyak pembaca surat kabar yang menyimak pentingnya arti berita yang diuraikan tersebut”.

2. Wikipedia

“Teks editorial adalah suatu pikiran atau gagasan guna menguraikan kehendak tertentu terkait perspektif serta ideologi, tetapi bersifat tidak objektif sebab belum memiliki penetapan / pembuktian”.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

“Teks editorial adalah sebuah gagasan, ide atau pendirian dari seseorang yang ditulis lewat kaidah kebahasaan teks opini, sehingga apa yang diuraikan mampu untuk memberikan wawasan serta dapat memberikan dampak untuk orang yang membacanya”.

Manfaat Teks Editorial

isi teks editorial

Berikut adalah beberapa manfaat dari teks editorial, antara lain:

  • Untuk menyampaikan berita atau informasi kepada para pembaca.
  • Teks editorial terkadang dapat menggerakkan pembaca agar mau bertindak.
  • Memberikan motivasi untuk pembaca.
  • Untuk mempengaruhi pemikiran si pembaca.

Tujuan Teks Editorial

kaidah kebahasaan teks editorial

Ada dua tujuan utama dari teks editorial, diantaranya yaitu:

  • Untuk memberikan pandangan atau opini sang redaksi terhadap para pembaca pada isu yang tengah berkembang atau hangat dibicarakan.
  • Untuk mengajak pembaca agar turut berpikir terkait isu aktual yang tengah hangat diperbincangkan atau di kehidupan sekitar.

Fungsi Teks Editorial

sifat teks editorial

Berikut adalah beberapa fungsi dari teks editorial, antara lain:

  • Sebagai sarana informasi
  • Memberi latar belakang berita tersebut dengan menyertakan kenyataan sosial serta faktor yang dapat mempengaruhi secara lebih lengkap dan menyeluruh.
  • Fungsi umumnya adalah untuk menerangkan berita serta akibatnya kepada masyarakat secara dialog tanpa kekerasan.
  • Meneruskan penilaian moral terkait berita tersebut.
  • Terkadang terdapat analisis kondisi yang fungsinya untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang dapat terjadi.
  • Sebagai sebuah kritikan pada suatu permasalahan rangkuman / penyampain pada pendapat serta gagasan.
  • Pendapat dari publik yang berupa fakta pada penulisan kalimat yang tidak berupa berita.

Ciri – Ciri Teks Editorial

pengertian teks editorial menurut para ahli

Berikut adalah beberapa ciri dari teks editorial, antara lain:

  • Teks editorial diawali dengan pemaparan umum atas isu yang sedang hangat diperbincangkan.
    Pemaparan dianalisis secara mendalam dengan mengandung persepsi sampai menghasilkan suatu kesimpulan. Pemaparan bisa berupa pendapat redaksi pada masalah, pentingnya masalah, saran, kritik, dan harapan penulis akan masalah. Tak hanya itu, biasanya penulis juga akan memberikan solusi atas permasalahan yang tengah dianalisis secara mendalam.
  • Tidak dicantumkan nama penulisnya, sebab teks editorial adalah pandangan redaksi bukan pandangan si penulis secara individu.
  • Isi berupa persepsi, analisis serta konklusi dari redaksi pada isu yang diangkat.
  • Ada bagian yang khusus untuk menguraikan fakta serta bagian untuk menguraikan opini yang disusun secara sistematis, logis, serta menarik agar dapat membentuk opini publik.
  • Opini yang ditulis diasumsikan mewakili redaksi sekaligus dapat mencerminkan pendapat serta sikap resmi dari media yang bersangkutan.
  • Topik yang ditulis sedang hangat diperbincangkan atau sedang berkembang serta dibicarakan secara luas oleh masyarakat yang bersifat aktual dan faktual baik berupa politik, isu sosial, budaya, ataupun ekonomi. Isu ini bisa berskala nasional dan internasional.
  • Bersifat argumentatif yang isinya pemaparan argumen, pendapat maupun pandangan serta gagasan.
  • Tulisannya menarik untuk dibaca, sebab ditulis dengan singkat, padat dan jelas.
  • Berisikan fakta umum, pandangan serta pendapat pribadi dari si penulis.
  • Merupakan sebuah opini atau pendapat yang sifatnya argumentative.
  • Memakai pemikiran yang logis untuk menyampaikan pendapat.
  • Bertujuan guna mengungkapkan kebenaran pendapat.
  • Bersifat logis dan sistematis (dari hal umum menuju khusus dengan rapi & berurutan).
  • Bersifat analisis.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

jenis teks editorial

Kaidah kebahasaan pada teks editorial tak jauh berbeda dengan kaidah kebahasaan pada teks prosedur kompleks karena sama – sama memakai verba material.

Berikut penjelasannya:

1. Konjungsi

Konjungsi merupakan kata penghubung yang ada di dalam teks. Contoh: Bahkan dan yang lain sebagainya.

2. Adverbia

Adverbia memberikan tujuan supaya para pembaca percaya akan topik yang tengah dibahas dengan memakai kata keterangan seperti sering, selalu, kadang – kadang, biasanya, jarang dan yang lainnya.

3. Verba Mental

Verba mental merupakan verba yang merujuk kepada persepsi (melihat), afeksi (khawatir), serta kognisi (mengerti).

Di dalam verba mental terdapat partisi pengindra dan fenomena.

4. Verba Rasional

Verba rasional merupakan verba yang menunjukan suatu hubungan intensitas A dan B yang mempunyai kandungan kalimat A tergolong pada kalimat B.

5. Verba Material

Verba material merupakan verba yang menunjukan suatu perbuatan fisik / peristiwa.

Struktur Teks Editorial

structure

Dalam penulisan teks editorial, kalian perlu memperhatikan tiga struktur berikut ini:

1. Tesis / Pernyataan pendapat

Merupakan bagian yang isinya berupa sudut pandang dari si penulis terkait masalah yang tengah dibahas. Biasanya bagian ini diisi dengan suatu teori yang akan diperkuat dengan argumen.

2. Argumentasi

Merupakan bukti atau alasan yang dipakai untuk memperkuat pernyataan di dalam tesis.

Argumentasi yang diuraikan bisa berwujud pertanyaan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, hingga berbagai fakta yang didasari dengan referensi yang dapat dipercaya.

3. Reiteration / Pernyataan / Penegasan Ulang Pendapat

Merupakan bagian yang isinya berupa penegasan ulang pendapat yang telah disertai dengan adanya fakta pada bagian argumentasi untuk memperkuat atau menegaskan.

Penegasan ulang ini posisinya ada di bagian akhir teks.

Jenis – Jenis Teks Editorial

text

Berikut adalah beberapa jenis dari teks editorial, antara lain:

1. Interpretative Editorial

Jenis teks editorial satu ini memiliki tujuan untuk menerangkan isu dengan cara menyajikan fakta serta figur untuk memberikan pengetahuan.

2. Explanatory Editorial

Explanatory editorial menyajikan suatu isu atau masalah supaya dapat dinilai oleh pembaca.

Pada umumnya, jenis teks editorial satu ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi suatu masalah serta membuka mata masyarakat dalam memperhatikan sebuah isu.

3. Controversial Editorial

Controversial editorial memiliki tujuan untuk meyakinkan para pembaca pada keinginan atau menumbuhkan keyakinan para pembaca pada sebuah isu.

Di dalam editorial satu ini biasanya pendapat yang berlawanan akan digambarkan menjadi yang lebih buruk.

Contoh Teks Editorial di Koran

Berikut adalah contoh teks editorial yang ada di dalam koran, antara lain:

Sedia Mitigasi Sebelum Bencana
Tim Redaksi Lampung Post 09 Aug 2018 – 1:30 199

Sedia Mitigasi Sebelum Bencana

Sedia payung sebelum hujan telah menjadi jargon yang diajarkan oleh nenek moyang untuk menjadi agar dapat mengantisipasi setiap problem yang nantinya akan datang. Maka dari itu, pemerintah mengagungkan program mitigasi di dalam setiap daerah yang rawan bencana.

Menag sudah sepatutnya pemerintah ini mengadakan serangkaian upaya pencegahan, peringatan dini, kesiapsiagaan, antisipasi dan mitigasi sampai penanggulangan bencana. UU No 24/2007 terkait Penanggulangan Bencana, Pasal 5 menyebutkan bahwa pemerintah serta pemerintah daerah merupakan penanggung jawab untuk penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Tolok ukur dari kesiapsiagaan serta mitigasi yang dikerjakan oleh pemerintah tersebut tercermin dari musibah gempa dua kali yang ada di di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa pertama berlangsung pada tanggal 28 Juli 2018 yang berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) serta tidak memakan korban jiwa. Tak hanya itu, tsunami juga tidak terjadi di sepanjang pantai Lombok Utara.

Sepekan kemudian, pada tanggal 5 Agustus 2018 gempa kembali terjadi di Lombok Utara, ketika warga tengah menunaikan ibadah sholat magrib. Pada kali ini gempa memiliki kekuatan semakin dahsyat, yaitu 7 SR. Meski tidak terjadi tsunami, namun memakan korban jiwa yang sangat banyak. Ratusan warga meninggal dunia sebab terkena reruntuhan bangunan ketika gempa terjadi.

BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mencatat bahwa sebagian besar korban yang meninggal itu karena tertimpa bangunan roboh. Sedangkan BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memiliki teori jika gempa pertama adalah awal mula, sedangkan gempa utama atau main earthquake terjadi pada tanggal 5 Agustus yang berkekuatan 7 SR. Kemudian disusul dengan gempa susulan berkekuatan relatif lebih kecil.

Apabila disimak dari uraian dua badan pemerintah yang diyakini untuk menanggulangi bencana tersebut, berarti telah ada prediksi jika wilayah Lombok Utara merupakan kawasan rawan gempa. Karena, daerah tersebut terletak di atas patahan lempeng bumi, sehingga mestinya pada jauh hari sudah bisa ditindak mitigasi bencana.

Pengertian mitigasi sendiri menurut UU 24/2007 merupakan usaha dalam mengurangi risiko bencana untuk masyarakat yang ada di daerah rawan bencana. Yang berarti di kawasan Lombok Utara semestinya telah dilakukan upaya tersebut, setidaknya sosialisasi terhadap masyarakat untuk menghadapi gempa. Sosialisasi konstruksi bangunan anti gempa serta berbagai jalur evakuasi telah disiapkan.

Kini Lampung juga menjadi daerah yang rawan bencana gempa bumi, terkait dengan posisi Bumi Ruwa Jurai di atas patahan lempeng Eurasia dengan Indo-Australia. Sehingga akan terdapat ancaman korban jiwa apabila pemerintah lalai dalam memberikan layanan mitigasi sebelum bencana datang, penderitaan untuk masyarakat banyak juga akan menjadi pemandangan tragis yang tidak bisa terelakkan lagi.

Jangan sampai akibat kurangnya upaya mitigasi, bencana yang datang akan semakin banyak memakan korban jiwa. Terlebih lagi apabila mitigasi serta penanggulangan bencana hanya dijadikan sebagai proyek. Maka, korban yang sudah sangat terluka justru akan semakin menjerit dalam sakitnya. Sedia mitigasi sebelum bencana datang menerjang merupakan suatu keharusan.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.