Sistem Pencernaan

Share
Comment 0 reply
Sistem Pencernaan

Saat kita makan, makanan yang masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut kemudian akan diproses kembali oleh organ sistem pencernaan yang lainnya.

Melalui proses tersebut, makanan nantinya akan diubah menjadi sebuah zat atau energi yang bermanfaat untuk tubuh serta kemudian dibuang menjadi kotoran.

Sebuah penelitian menyebutkan, apabila sistem pencernaan manusia dibentangkan dari mulut hingga ke proses pembuangan melalui anxs, maka panjangnya mencapai sekitar 30 kaki. Menakjubkan bukan?

Pengertian

sistem pencernaan

Sistem Pencernaan pada manusia merupakan suatu sistem di dalam tubuh yang membantu manusia untuk mengolah makanan serta minuman yang masuk ke tubuh melalui mulut hingga menjadi zat yang lebih mudah untuk diolah oleh tubuh serta kemudian diambil kandungan di dalamnya yang bermanfaat bagi organ dalam serta bagian tubuh secara keseluruhan.

Atau, ada juga yang menyebutkan jika sistem pencernaan adalah proses perubahan makanan serta penyerapan sari makanan yang berwujud nutrisi yang diperlukan bagi tubuh dengan melalui bantuan enzim yang memecah molekul makanan kompleks hingga menjadi bagian sederhana yang mudah untuk dicerna oleh tubuh.

Terdapat beberapa organ yang turut bekerja untuk memproses makanan dan juga minuman. Organ tersebut dimulai dari organ paling luar sampai ke organ inti.

Organ luar dimulai dari mulut -kerongkongan – lambung – pankreas – hati – usus – anus.

Atau jika kita tarik kesimpulannya, maka sistem pencernaan pada manusia meliputi:

  • Injesti: Proses memasukan minuman serta makanan ke dalam mulut
  • Pencernaan mekanik: Proses mengubah makanan menjadi bagian kecil yang lebih lembut oleh gigi.
  • Pencernaan Kimiawi: Proses mengubah molekul makanan kompleks menjadi sederhana oleh asam, enzim, air serta ‘bile’.
  • Proses Penyingkiran: Proses pembuangan kotoran serta penyerapan nutrisi.

Proses Pencernaan Makanan

sistem pencernaan pada manusia

1. Proses Injesti

Proses pencernaan makanan yang pertama merupakan proses memasukan makanan dan juga minuman ke dalam mulut dengan menggunakan bantuan tangan dan juga alat makanan layaknya sendok dan juga garpu.

Proses awal ini bertujuan untuk mengubah molekul makanan yang kasar menjadi molekul yang lebih sederhana. Sehingga makanan tersebut dapat dilanjutkan ke dalam ke tenggorokan.

2. Pencernaan mekanik

Proses mekanik merupakan sebuah proses yang mengubah makanan kecil menjadi lebih lembut dengan menggunakan bantuan gigi serta alat bantu lainnya di dalam mulut.

Tujuan dari pencernaan mekanik ini sebetulnya untuk mempermudah atau membantu pada proses selanjutnya. Dan proses inilah yang dilakukan secara sadar dan sesuai dengan keinginan kita.

3. Pencernaan Kimiawi

Pencernaan kimiawi merupakan proses yang mana mengubah makanan yang masih dalam bentuk kompleks ke dalam bentuk yang lebih sederhana lagi. Serta kemudian dibuat menjadi berbagai molekul yang lebih sederhana untuk mempermudah bagian sistem pencernaan dalam memprosesnya.

Dalam proses pencernaan ini dibantu dengan sam, enzim, air dan juga ‘bile’. Proses ini dilakukan secara tidak sadar karena menggunakan bantuan unsur tersebut.

4. Proses penyerapan

Proses penyerapan merupakan gerakan nutrisi dari sistem pencernaan menuju sistem sirkulator serta lymphatic capallaries lewat osmosis, transport aktif serta difusi.

5. Proses penyingkiran

Proses penyingkiran merupakan proses terakhir dari serangkaian proses sistem pencernaan manusia.

Di dalam proses ini keseluruhan material yang tidak dicerna dari “tract” pencernaan kemudian akan dibuang oleh tubuh lewat bagian defekasi.

Dengan begitu, manusia akan mengalami pembuangan zat sisa lewat buang air besar melalui anus.

Seluruh organ sistem pencernaan akan bekerja silih berganti serta memainkan perannya dengan baik. Namun apabila tubuh tidak memiliki kandungan serat yang cukup, maka membuat kinerja sistem pencernaan akan berat untuk mencerna jenis makanan keras serta berpotensi untuk membuat bagian organ mengalami masalah.

Penerapan pola makanan sehat dengan rutin memakan buah dan sayuran akan membantu melancarkan sistem pencernaan.

Sistem Bagian Pencernaan

Terdapat susunan organ di dalam sistem pencernaan manusia yang tersusun secara urut. Mulai dari bagian yang terluar, hingga bagian yang ke bagian dalam.

Proses pencernaan bagian luar sebagian akan dapat dirasakan oleh manusia, atau juga dilakukan secara sadar. Namun apabila sudah memasuki ke proses yang lebih dalam, maka hal tersebut akan dicerna dengan organ ini di dalam tubuh.

Dalam proses tersebut, enzim kemudian mengambil alih, sehingga proses pencernaan tidak dapat kita sadari.

Berikut ini adalah beberapa bagian pada sistem pencernaan manusia, antara lain:

urutan sistem pencernaan

Keterangan:

  1. Kelenjar ludah (bagian terluar dari sistem pencernaan manusia dan juga saluran pencernaan tambahan)
  2. Parotis
  3. Submandibularis (posisinya berada di bawah rahang)
  4. Sublingualis (posisinya berada di bawah lidah)
  5. Rongga mulut (terdapat gigi dan juga lidah)
  6. Tonsil (Amandel)
  7. Lidah
  8. Esofagus
  9. Pankreas (salah satu bagian dalam sistem pencernaan)
  10. Lambung
  11. Saluran pankreas
  12. Hati
  13. Kantung empedu
  14. Duodenum
  15. Saluran empedu
  16. Kolon
  17. Kolon transversum
  18. Kolon ascenden
  19. Kolon descenden
  20. Ileum
  21. Sekum
  22. Appendiks atau Umbai cacing
  23. Rektum atau Poros usus
  24. Anus (merupakan bagian paling akhir dari sistem pencernaan manusia)
Bagi kamu yang mempunyai gelaja diare, demam, dan tubuh menggigil, maka perlu hati-hati, bisa jadi itu adalah gejala infeksi saluran kemih.

Kelompok Organ

gambar sistem pencernaan

Terdapat beragam organ yang turut terlibat di dalam sistem pencernaan manusia, termasuk di dalamnya sistem pencernaan yang terbagi menjadi dua kelompok, antara lain:

1. Saluran pencernaan

Saluran pencernaan merupakan bagian saluran yang bentuknya menyerupai tabung yang dikelilingi dengan otot yang membentang.

Saluran pencernaan bekerja secara terus menerus atau kontinyu.

Fungsi dari kinerja saluran pencernaan ini yaitu:

  • Mencerna makanan.
  • Memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil.
  • Menyerap bagian itu menuju pembuluh darah.

Organ yang termasuk ke dalam saluran pencernaan antara lain:

  • Mulut
  • Faring
  • Esofagus
  • Lambung
  • Usus halus
  • Usus besar.

Mulai dari bagian usus besar makanan kemudian akan dibuang keluar tubuh melalui anus yang menjadi organ paling luar dari sistem pencernaan.

Zat sisa makanan yang telah dibuang melalui anus merupakan material yang tidak lagi diperlukan oleh tubuh.

2. Organ pencernaan tambahan

Adapun fungsi dari organ pencernaan tambahan ini yaitu bekerja untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan fungsinya.

Beberapa organ pencernaan tambahan antara lain:

  • Gigi
  • Lidah yang berada dalam rongga mulut
  • Kantung empedu
  • Dan bagian pada kelenjar pencernaan yang akan dikaitkan secara langsung menuju bagian saluran pencernaan lewat sebuah saluran.

Kelenjar pencernaan tambahan nantinya akan memproduksi sekret yang bekerja sama untuk memecah bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Gigi, kantung empedu, lidah, serta berbagai kelenjar pencernaan seperti halnya kelenjar ludah, hati dan juga bagian pankreas.

Alat Pencernaan Manusia

Pada dasarnya, sistem pencernaan adalah gabungan dari berbagai organ tertentu di dalam tubuh.

Tentunya organ tersebut termasuk di dalamnya sistem pencernaan yang mempunyai peran masing – masing.

Untuk lebih jelasnya berikut merupakan penjelasan singkat tentang organ yang ada pada sistem pencernaan manusia mulai dari bagian terluar, antara lain:

1. Gigi

gambar sistem pencernaan manusia

Gigi memiliki fungsi sebagai proses pencernaan mekanik.

Fungsi utama dari gigi yaitu guna menghancurkan makanan kasar menjadi molekul yang lebih lembut.

Di dalam dunia kesehatan, kita dianjurkan dalam mengunyah setiap makanan yang masuk ke dalam mulut kita sebanyak 20 sampai 30 kali.

Karena hal itu bermanfaat baik pada kesehatan lambung. Sebab, semakin halus makanan yang kita telan, maka hal tersebut akan mengurangi kinerja dari lambung.

Menurut fungsinya, gigi terbagi ke dalam 3 bagian, setiap bagian gigi manusia mempunyai bentuk serta perannya masing-masing. Berikut penjelasan selengkapnya:

  • Gigi Seri

Jumlah normal gigi seri yang tumbuh di dalam mulut manusia yakni sebanyak 8 buah. Gigi seri ini mempunyai permukaan yang berbentuk kapak.

Fungsi utama dari gigi seri yaitu untuk memotong-motong makanan.

  • Gigi Taring

Jumlah normal gigi seri yang tumbuh di dalam mulut manusia yakni sebanyak 4 buah. Gigi taring ini mempunyai bentuk yang runcing menyerupai tombak.

Karena bentuknya yang runcing itulah, fungsi utama dari gigi taring yakni untuk merobek makanan.

  • Gigi Geraham

Gigi geraham merupakan salah satu jenis gigi yang memiliki fungsi dalam mengunyah makanan.

Gigi geraham mempunyai permukaan yang lebar serta bergelombang.

Jumlah normal gigi seri yang tumbuh di dalam mulut manusia yakni sebanyak 8 buah gigi geraham yang berada di samping kanan dan kiri kiri mulut.

Baca juga: Otot Lurik

2. Lidah

sistem pencernaan makanan

Lidah adlaah salah satu organ yang masuk ke dalam kategori indera manusia, tepatnya menempati posisi indera perasa. Oleh karena itu, seluruh makanan yang masuk ke dalam mulut kita dapat kita kenali rasanya dan tidak terasa hambar.

Dalam sistem pencernaan, lidah memiliki fungsi sebagai pengatur posisi makanan pada waktu di dalam mulut. Serta untuk membantu proses penelanan sekaligus percampuran makanan yang berlangsung di dalam mulut.

Lidah ini lah yang nantinya akan mengarahkan makanan untuk berada di antara gigi, sehingga makanan yang masuk bisa di hancurkan dan menjadi bentuk makanan yang lebih lembut.

Bentuk makanan juga biasa disebut sebagai bolus.

Perlu untuk kalian ketahui, pada dasarnya lidah terbagi menjadi 4 kelompok, karena pada tiap-tiap bagian lidah mempunyai perannya masing-masing.

Berikut ini adalah uraian singkat tentang bagian lidah beserta fungsinya:

  • Bagian ujung lidah
    Fungsinya guna merasakan sesuatu yang terasa manis.
  • Bagian tepi depan lidah
    Fungsinya guna merasakan sesuatu yang terasa asin.
  • Bagian samping lidah
    Fungsinya guna merasakan sesuatu yang terasa asam.
  • Bagian belakang lidah
    Fungsinya guna merasakan sesuatu yang terasa pahit.

3. Kelenjar Ludah

anatomi sistem pencernaan

Kelenjar ludah merupakan salah satu sistem pencernaan manusia yang mempunyai fungsi yang sangat vital.

Kelenjar ludah merupakan salah satu bagian organ yang berada di bagian mulut, selain gigi dan juga lidah.

Kelenjar ludah merupakan suatu organ yang memiliki fungsi sebagai penghasil ludah.

Fungsi tersebut sebagai pelumas makanan. Tak hanya itu saja, ludah juga memiliki fungsi sebagai penjaga supaya agar tetap dalam kondisi basah.

Dalam waktu sehari, kelenjar ludah mampu menghasilkan ludah sebanyak 1 -2,5 liter.

Ludah yang dihasilkan oleh kelenjar ludah di dalamnya mengandung beberapa zat. Antara lain seperti: mucus, air, enzim amilasi serta enzim ptyalin.

4. Kerongkongan

sistem pencernaan manusia dan fungsinya

Kerongkongan merupakan suatu organ yang berperan sebagai penyalur makanan dari mulut menuju arah lambung.

Kerongkongan terbagi menjadi dua macam, yakni bagian faring serta esophagus.

  • Faring

Faring atau yang juga disebut sebagai tekak merupakan bagian kerongkongan yang berwujud saluran panjang yang mengaitkan antara mulut dengan lambung.

Di dalam bagian faring ada satu bagian penting pada sistem pencernaan, yakni klep epiglottis.

Bagian tersebut mempunyai peran untuk mengatur perjalanan makanan antar makanan tersebut supaya tetap berada di dalam kerongkongan. Supaya makanan tersebut tidak masuk ke dalam saluran lain seperti saluran pernapasan atau laring.

  • Esophagus

Sedangkan esophagus merupakan suatu organ yang mempunyai bentuk menyerupai tabung yang lurus, serta mempunyai otot dan juga dinding yang tebal.

Pada kerongkongan juga terdapat suatu gerakan meremas yang terjadi akibat adanya konstruksi dari otot kerongkongan.

5. Lambung

Lambung

Menurut dari salah satu sumber, lambung mampu menampung makanan sebanyak 1 hingag 2 liter.

Lambung mempunyai dinding yang terbentuk dari adanya otot-otot polos yang memiliki fungsi sebagai penggerus makanan.

Otot-otot tersebutlah yang nantinya akan menghancurkan makanan, sehingga makanan itu bisa bercampur dengan getah lambung.

Proses dari penghancuran makanan nantinya akan dilakukan secara kontraksi-kontraksi oleh otot lambung yang berlangsung secara mekanik.

Tak hanya itu saja, proses pencernaan di dalam lambung juga dibantu oleh berbagai enzim yang dihasilkan oleh lambung.

6. Usus Halus

Usus Halus

Selepas makanan dihaluskan di dalam lambung, selanjutnya makanan itu akan diteruskan menuju ke usus halus.

Menurut para ahli menyebutkan jika usu halus kira-kira mempunyai panjang antara 6 hingga 8 meter. Usus halus sendiri pada hakikatnya terbagi ke dalam 3 bagian, yaitu duodenum, jejunum serta ileum.

  • Duodenum atau juga biasa disebut dengan usus 12 jari merupakan usus yang mempunyai panjang sekitar 25 cm.
  • Jejunum atau juga disbeut sebagai usus tengah mempunyai panjang hingga 250 cm atau sekitar 2,5 meter.
  • Ileum atau juga disebut sebagai usus penyerapan mempunyai panjang sekitar 3,6 meter.

Usus halus yang ada di dalam sistem pencernaan memiliki fungsi utama sebagai tempat pencernaan dan juga penyerapan nutrisi makanan.

Pencernaan makanan terjadi di dalam usus 12 jari serta usus tengah kemudian diteruskan ke proses penyerapan nutrisi makanan yang terjadi di usus penyerapan.

Pada waktu makanan ada di dalam usus halus, proses pencernaan yang berlangsung yakni proses kimiawi.

Proses kimiawi yang terjadi di usus halus dibantu dengan enzim-enzim yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas serta usus halus itu sendiri.

Dinding bagian yang ada pada usus kecil ditutupi oleh jutaan villi serta mikrovilli. Kombinasi keduanyalah yang  meningkatkan luas permukaan usus halus secara besar-besaran sehingga memungkinkan terjadinya penyerapan nutrisi terjadi.

7. Usus Besar

Usus Besar

Sesudah makanan diserap nutrisinya di dalam usus halus, selanjutnya makanan akan diteruskan menuju usus besar.

Usus besar sendiri terbagi menjadi 3 kelompok, yakni usus besar naik, usus besar melintang serta usus besar turun.

Usus besar memiliki peran sebagai tempat pembusukan sisa-sisa makanan yang sebelumnya sudah diserap nutrisinya oleh usus halus.

Proses pembusukan yang berlangsung di dalam usus besar dibantu dengan bakteri yang bernama Escheichia coli (E – Coli).

Untuk sisa makanan seperti air, mineral serta garam kemudian akan kembali diserap oleh usus.

Sesudah kandungan nutrisi yang terdapat di dalam makanan benar-benar sudah habis, maka makanan itu kemudian akan dikeluarkan lewat anus.

8. Anus

Anus

Sesudah nutrisi yang ada di dalam makanan benar-benar diserap secara sempurna atau habis, maka sisa makanan tersebut kemudian akan membusuk serta dikeluarkan oleh anus.

Dalam sistem pencernaan, anus adalah organ atau pintu terakhir dari proses pencernaan makanan. Anus memiliki fungsi sebagai tempat untuk pembuangan feses atau kotoran.

Enzim Pencernaan

enzim

Setelah membahas panjang lebar mengenai alat pencernaan pada manusia , alangkah baiknya apabila kita juga memperlajari tentang enzim-enzim pencernaan. Berikut beberapa penjelasan mengenai enzim pencernaan.

1. Enzim di Mulut

  • Enzim ptialin berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltose, enzim ini dihasilkan oleh kelenjar ludah.

2. Enzim di Lambung

  • Enzim Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi pepton.
  • Enzim Renin merupakan sejenis enzim yang berfungsi sebagai enzim untuk mengubah kaseinogen menjadi protein susu sekaligus memiliki fungsi untuk mengendapkan kasein susu.
  • Enzim Lipase Sastik berfungsi untuk mengubah trigliserida menjadi asam lemak.

3. Enzim di Pangkreas

  • Enzim Amilase berfungsi untuk mengubah amilun menjadi glukosa atau maltose.
  • Enzim Tripsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi asam amino.
  • Enzim Lipase berfungsi untuk mengubah lemak menjadi gliserol atau asam lemak.

Enzim Pada Kelenjar Usus

  • Enzim Disakarase berfungsi untuk mengubah disakarida menjadi monosakarida.
  • Enzim Erepsin atau juga dipaptidase berfungsi untuk mengubah zat dipeptide menjadi asam amino.
  • Enzim Lipase Usus berfungsi untuk mengubah lemak menjadi gliserol atau asam lemak.
  • Enzim Paptidase berfungsi untuk mengubah polipeptida menjadi asam amino.
  • Enzin Sukrase berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan juga galaktosa.
  • Enzim Laktase berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan juga galaktosa.
  • Enzim Maltase merupakan sejenis enzim yang berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan juga galaktosa.
  • Enzim Enterokinase berfungsi untuk mengubah tripsinogen menjadi tripsi yang bermanfaat untuk saluran pankreas.

Penyakit & Gangguan

gangguan sistem pencernaan

Beriktu ini adalah beberapa penyakit atau gangguan yang dapat menyerang sistem pencernaan manusia, antara lain:

1. Diare

Diare adalah salah satu gangguan sistem pencernaan yang paling banyak dialami. Gejalanya akan membuat penderita merasalam mulas serta feses menjadi encer.

Penyebab:

  • Selaput dinding pada usus besar mengalami iritasi.
  • Konsumsi makanan yang tidak higienis atau yang mengandung kuman.

Apabila feses penderita bercampur dengan darah atau nanah, maka gejala itu menunjukan jika penderita telah mengalami desentri.

Di mana desentri tersebut disebabkan adanya infeksi bakteri Shigella yang terjadi di dalam dinding usus besar.

2. Gastirtis

Gastritis adalah penyakit yang mana dinding lambung mengalami peradangan.

Asal usul:

  • Kadar asam klorida atau Hcl terlalu tinggi
  • Penderita mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kuman.

Gejala:

  • Cepat merasa kenyang ketika makan
  • Gangguan saluran cerna
  • Nyeri dan panas pada lambung
  • BAB dengan feses berwarna hitam pekat
  • Hilang nafsu makan
  • Muntah darah
  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Cegukan
  • Muntah
  • Mual

Segera temui dokter apabila kalian merasakan:

  • gejala sakit maag selama satu minggu lebih
  • BAB dengan tekstur tinja berwarna hitam pekat
  • muntah darah.

Penyebab:

  • Infeksi bakteri H. pylori
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Efek samping konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) secara berkala
  • Stres
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Reaksi autoimun
  • Anemia pernisiosa
  • Refluks empedu
  • Muntah kronis
  • Pertambahan usia
  • Infeksi bakteri dan virus
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit HIV/AIDS

3. Maag

Maag adlaah gangguan dari sistem pencernaan yang ditandai dengan adanya rasa perih di bagian dinding lambung, serta perasaan mual dan juga perut menjadi kembung.

Maag ini disebabkan adanya bakteri dari Helicobakter pylori.

Penyebab:

  • Tingginya kadar asam lambung
  • Pola makan yang tidak baik atau tidak teratur
  • Stres
  • Dan yang lainnya.

4. Sembelit atau Konstipasi

Sembelit adalah gangguan pada sistem pencernaan di mana feses yang dikeluarkan menjadi keras.

Penyebab:

  • Menyerap air terlalu banyak
  • Kurang mengkonsumsi makanan berserat
  • Kebiasaan menunda buang air besar.

5. Wasir atay Hemaroid

Hemaroid atau juga akrab dengan sebutan wasir merupakan pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar.

Pembuluh darah ini berada di  area atau di dalam bokong, entah itu ada di dalam anus maupun di dalam rektum.

Pada umumnya penyakit ini tidak menimbulkan adanya gejala. Apabila seseorang terkena gajala wasir, maka hal yang sering terjadi berupa:

  • Pendarahan sesudah buang air besar, yang mana warna darah berupa warna merah terang.
  • Terdapat benjolan yang menggantung di luar anus. Biasanya benjolan tersebut harus didorong kembali ke dalam anus sesudah melakukan buang air besar.
  • Ras gatal di area anus.

Sering dialami oleh orang yang terlalu lama duduk maupun wanita yang sedang hamil.

6. Apendistis

Apendisitis adalah gangguan sistem pencernaan di mana umbai cacing atau usus buntu terjadi peradangan.

Apabila umbai cacing tidak segera dibuang, maka lama kelamaan kemudian akan pecah.

Jika peradangan usus buntu sudah ditandai dengan adanya nanah, maka harus segera pergi ke dokter. karena jika penyakit ini tidak terawat dengan baik akan menyebabkan kematian.

7. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah kondisi yang mana dinding bagian lambung terluka.

Gangguan ini pada umumnya disebabkan terkikisnya lapisan dinding pada lambung itu sendiri.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa adanya batasan usia. Tetapi, orang di atas usia 60 tahun mempunuai resiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit ini.

Gejala:

  • Nyeri atau perih di bagian perut
  • Rasa nyeri kemudian muncul dan menyebar ke leher.
  • Terasa semakin perih pada waktu perut kosong, muncul pada waktu malam hari, akan hilang serta kambuh lagi di minggu selanjutnya.

8. Radang Usus Buntu

Penyakit ini berlangsung sebab usus buntu terinfeksi oleh bakteri. Radang usus buntu terjadi sebab adanya lubang antara usus buntu dengan usus besar yang tersumbat oleh lendir ataupun biji cabai.

9. Sariawan

Sariawan adalah gangguan sistem pencernaan yang pada umumnya muncul di area mulut.

Pada waktu kita mengalami gangguan ini, maka pada saat makan akan mulut akan terasa perih.

Sariawan terjadi sebab panas di dalam rongga lidah atau rongga mulut. Yang mana penyebab yang paling mendasar adalah kekurangan vitamin C.

10. Kolik

Gejala:

Rasa nyeri yang timbul karena saluran pada rongga perut tersumbat, seperti usus, saluran kencing, empedu dan serta saluran telur wanita.

Salah satu penyebab gangguan ini yakni sebab penderita mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam maupun makan terlalu banyak.

11. Gizi Buruk atau Mallnutrisi

Gizi buruk berlangsung sebab adanya pembentukan enzim mengalami gangguan. Gizi buruk ini dikarenakan sel-sel pankreas atropi mengalami kehilangan reticulum endoplasma yang terlalu banyak.

12. Keracunan

Keracunan pada umumnya dikarenakan salah dalam mengkonsumsi makanan.

Yang mana biasanya terjadi sebab adanya pengaruh dari bakteri Salmonela, yang akan menyebabkan penyakit tipus serta paratipus.

13. Cacingan

Hampir 80 % orang Indonesia mengalami penyakit cacingan.

Cacingan adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia. Penyakit ini pada umumnya dialami oleh anak-anak, meski demikian bukan berarti orang dewasa juga tidak akan terserang cacingan.

Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.