Ahmad Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama

Sholat Jenazah

8 min read

Sholat Jenazah

Kullu nafsin zaikatul maut atau setiap yang bernyawa pasti akan mati. Sebab dunia ini bukanlah tempat tinggal tetapi tempat untuk meninggal. Maka dari itu, sebagai umat muslim, kita harus mengetahui cara melakukan sholat jenazah tatkala ada sesama muslim yang meninggal. Sehingga kita bisa merawatnya.

Hukum Sholat Jenazah

Hukum Sholat Jenazah

Shalat jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah, hal tersebut didasari dengan perintah Rasulullah SAW untuk menyalati jenazah sesama muslim.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata:

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كان يُؤتى بالرجلِ الميتِ ، عليه الدين . فيسأل ( هل ترك لدَينه من قضاءٍ ؟ ) فإن حدث أنه ترك وفاءً صلَّى عليه . وإلا قال ( صلُّوا على صاحبِكم)

Artinya:

“Rasulullah SAW sempat didatangkan terhadap beliau seorang jenazah lelaki. Lelaki itu masih mempunyai hutang. Lantas beliau pun bertanya: “Apakah ia mempunyai harta peninggalan yang dapat melunasi hutangnya?”. Apabila ada yang menyampaikan jika orang itu mempunyai harta peninggalan yang dapat melunasi hutangnya, maka Nabi pun akan menyalatkannya. Apabila tidak ada, maka beliau bersabda: “Shalatkanlah saudara kalian” (HR Muslim no. 1619).

Bahkan sangat dianjurkan sebanyak mungkin kaum Muslimin untuk menshalatkan orang yang telah meninggal. Supaya ia memperoleh syafa’at.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang muslim yang meninggal, kemudian ia dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah yang mencapai seratus orang, seluruhnya berdoa untuknya, niscaya mereka dapat memberikan syafa’at untuk si mayit itu” (HR. Muslim no. 947).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga pernah bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أرْبَعُونَ رَجُلا، لا يُشْرِكُونَ بِالله شَيْئاً إِلا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ

“Tidaklah seorang Muslim yang meninggal, kemudian ia dishalatkan oleh empat puluh orang yang tak berbuat syirik terhadap Allah sedikit pun, terkecuali Allah akan memberikan syafaat terhadap jenazah tersebut dengan karena mereka” (HR. Muslim no. 948).

Keutamaan Sholat Jenazah

Keutamaan Sholat Jenazah

Berikut ini adalah beberapa keutamaan dari sholat jenazah berdasarkan beberapa dalil dan hadist, antara lain:

1. Menyegerakan kebaikan bagi jenazah

Seperti yang sudah diterangkan pada HR. Muttafaq ‘alaih di atas jika menyegerakan pengurusan jenazah, termasuk menyolatinya adalah menyegerakan kebaikan untuk jenazah. Hal tersebut berlaku untuk mereka yang meninggal dalam kondisi yang beriman (shalih).

Tetapi jika sang jenazah itu pada selama hidupnya berbuat zalim, maka menyegerakan pengurusannya adalah sama saja dengan meletakkan keburukan.

2. Memberikan syafa’at kepada mayit

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasul SAW bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

Artinya:

“Tidaklah ada seorang mayit yang dishalatkan (dengan shalat jenazah) oleh segerombol kaum muslimin yang mencapai 100 orang, kemudian seluruhnya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (do’a mereka) akan diberikan.” (HR. Muslim no. 947)

3. Memperoleh banyak kebaikan/ pahalanya besar

Dari Abu Hurairah, beliau berkata jika Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

“Barangsiapa yang melihat jenazah hingga ia menyolatkannya, maka untuknya satu qiroth. Kemudian barangsiapa yang melihatnya sampai dimakamkan, maka untuknya dua qiroth.” Lalu ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dengan dua qiroth?” Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Dua qiroth tersebut seperti dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Dalam riwayat Muslim:

« مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ ».

“Barangsiapa shalat jenazah serta tak ikut mengiringi jenazahnya, maka untuknya (pahala) satu qiroth. Apabila ia hingga mengikuti jenazahnya, maka untuknya (pahala) dua qiroth.” Lalu ada juga yang bertanya, “Apa yang dimaksud dengan dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth merupakan gunung Uhud”, jawab beliau SAW. (HR. Muslim no. 945).

4. Melaksanakan perintah rasul

Rasulullah pernah bersabda: “shalatkanlah mayat-mayatmu”.

Dengan begitu, melaksanakan sholat jenazah, itu artinya kita sudah mengamalkan salah satu perintah Rasulullah SAW.

5. Memberikan kemudahan untuk mayit

Dari Malik bin Hubairah, beliau berkata jika Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

Artinya:

“Tidaklah ada seorang muslim yang meninggal kemudian dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan do’a mereka akan segera dikabulkan.” (HR. Tirmidzi no. 1028 dan Abu Daud no. 3166. Imam Nawawi menyebutkan di dalam Al Majmu’ 5/212 jika hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menyebutkan hadits ini hasan apabila sahabat yang mengatakan).

6. Faedah yang besar

Dengan mengerjakan shalat jenazah secara benar, maka kita akan memperoleh faedah yang besar. Dengan beitu kit telah menunaikan hak keluarganya, menghibur perasaan mereka yang tentunya akan mendapatkan pahala yang besar.

Syarat Sah Sholat Jenazah

Syarat Sah Sholat Jenazah

Berikut ini adalah beberapa syarat sah sholat jenazah, antara lain:

  • Orang yang mengerjakan sholat Jenazah haruslah seorang Muslim.
  • Dalam kondisi yang suci dari hadas kecil dan juga besar, suci badan, pakaian, serta tempat.
  • Menutup aurat seperti layaknya mengerjakan sholat yang lainnya.
  • Mayat sudah dimandikan.
  • Menghadap ke arah kiblat, terkecuali jika shalat dikerjakan di atas kubur atau shalat ghaib.
  • Jenazah yang dishalati merupakan seorang yang muslim atau beragama islam.
  • Jenazah yang akan disholati telah dalam kondisi yang bersih atau telah dimandikan.
  • Sementara dalam membungkus jenazah dengan kain kafan tak termasuk ke dalam syarat sah sholat jenazah. Maka dari itu boleh mengerjakan sholat jenazah terhadap jenazah yang telah dimandikan meski belum dikafani.

Rukun Sholat Jenazah

Rukun Sholat Jenazah

Rukun shalat jenazah terdiri dari 7 rukun, antara lain:

  1. Niat
  2. Takbir dengan empat takbiran
  3. Berdiri bagi yang mampu
  4. Membaca surat Al-Fatihah
  5. Membaca shalawat terhadap Nabi Muhammad selepas takbir kedua
  6. Doa kepada jenazah selepas takbir ketiga
  7. Salam

Menyolatkan jenazah artinya mengerjakan shalat untuk jenazah dengan cara melaksanakan 4 takbir.

Setiap orang muslim berhak untuk mensholati jenazah, namun terdapat orang yang paling berhak untuk menshalatkan jenazah itu, antara lain:

  • Orang yang diwasiatkan, dengan syarat, orang yang diwasiatkan tersebut bukan orang yang fasik atau ahli bid’ah.
  • Ulama/ pemimpin agama
  • Orang tua dari jenazah
  • Anak – anak dari jenazah ke bawah
  • Keluarga terdekat
  • Kaum muslimin

Posisi Sholat Jenazah

Menyolati jenazah perempuan dengan laki – laki tidaklah sama. Hal tersebut berdasarkan posisi dan juga bacaan doanya.

Berikut ini adalah posisi jenazah nya, antara lain:

1. Jenazah Perempuan

posisi jenazah perempuan

Tata cara shalat jenazah untuk jenazah perempuan, posisi imam ada di searah tali pusar. Sementara untuk makmum posisinya ada di belakang imam dengan urutan makmum laki – laki dewasa, lalu perempuan dewasa. Sementara untuk jumlah shaf -nya jika bisa ganjil.

2. Jenazah Laki-laki

posisi jenazah laki laki

Tata cara shalat untuk jenazah laki – laki posisi berada sejajar dengan kepala jenazah.

Untuk menyolati jenazah lokasinya di masjid adalah yang diutamakan. Apabila letak masjid jauh, dapat dikerjakan di rumah ataupun mushola terdekat.

Barang siapa yang ketinggalan untuk mengikuti sholat jenazah, yang utama ialah menyolati selepas dimakamkan. Serta barang siapa yang dikuburkan serta belum disholatkan, maka dishalatkan di atas kuburannya.

Niat Bacaan Doa Sholat Jenazah

1. Niat jenazah perempuan

perempuan

Bacaan:

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan melakukan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum sebab Allah taala.”

2. Niat jenazah laki – laki

laki laki

Bacaan:

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Ushalli’alaahadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati ma’muuman lillahit ta’aala”

Artinya:

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan melakukan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum sebab Allah taala.”

Tata cara shalat Jenazah

1. Jenazah perempuan

1. Didahului dengan niat.

2. Sholat jenazah ada 5 takbir.

3. Selepas melakukan takbir pertama membaca Surat Al Fatihah. Lalu melakukan takbir kembali, selepas takbir kedua, kemudian membaca sholawat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid.”

“Allahumma baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamidun majiid.”

Artinya:

“Ya Allah, anugerahkan shalawat kepada Nabi Muhammad serta keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau sudah memberikan shalawat terhadap Nabi Ibrahim. Berikanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad serta keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau sudah memberkahi terhadap keluarga Nabi Ibrahim dengan keluarganya. Di dalam alam inilah Engkau Tuhan yang Maha Terpuji serta Maha Mulya.”

4. Lalu takbir ketiga. Selepas takbir kemudian membaca:

“Allahummagh firlahaa waa warhamhaa wa’aafihaa wa’fuanhaa.

5. Selepas itu, takbir keempat serta sesudah takbir kemudian membaca:

“Allahumma la tahrim naa ajrahaa walaa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa.”

6. Lalu salam ke kanan dan juga ke kiri pada posisi berdiri.

2. Jenazah Laki – laki

1. Didahului dengan niat.

2. Sholat jenazah terdapat 4 takbir.

3. Selepas melakukan takbir pertama kemudian membaca Surat Al Fatihah.

4. Lalu takbir kembali, dan selepas takbir kedua, kalian membaca sholawat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid.”

“Allahumma baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamidun majiid.”

Artinya:

“Ya Allah, anugerahkan shalawat kepada Nabi Muhammad serta keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau sudah memberikan shalawat terhadap Nabi Ibrahim. Berikanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad serta keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau sudah memberkahi terhadap keluarga Nabi Ibrahim dengan keluarganya. Di dalam alam inilah Engkau Tuhan yang Maha Terpuji serta Maha Mulya.”

5. Lalu takbir yang ketiga. Selepas takbir kemudian membaca:

“Allahummagh firlahu waa warhamhu wa’aafihu wa’fuanhu.”

6. Selepas itu, takbir keempat dan selepas takbir kemudian membaca:

“Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.”

7. Berikutnya salam ke kanan dan ke kiri pada posisi masih berdiri.

*)Semua tata cara sholat jenazah di atas adalah tata cara sholat jenazah yang benar menurut peraturan sunnah.

Takbir ketiga

Pada bacaan takbir ketiga kalian juga dapat membaca doa untuk mayit. Hal tersebut berdasarkan hadits dari Abu Umamah. Diantara doa yang dapat kalian baca yaitu:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahummaghfirlahu wahamhu wa’aafihi wa’fu anhu, wa akrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu wa aghsilhu minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubulabyadlu minad danas. Wa abdilhu daaraan khairam mind daarihi wa ahlan khairam min ahlihi wa ad khilhul jannata waaidzhu min ‘adsaabil qabri wa min ‘adsaabin naar.”

Artinya:

“Ya Allah, berilah ampunan untuknya serta rahmatilah dia. Selamatkanlah serta maafkanlah ia. Berilah kehormatan baginya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan menggunakan air, es dan juga salju. Bersihkanlah ia dari kesalahannya sebagaimana Engkau telah bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya semula, istri yang lebih baik dari istrinya yang semula. Masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari adzab kubur serta adzab neraka” (HR Muslim no. 963).

Jika jenazahnya perempuan maka kalian ganti lafadz “hu” menjadi “ha“, seperti contoh di atas.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah orang yang hidup di antara kami serta orang yang sudah mati, yang hadir serta yang tak hadir, (juga) anak kecil serta orang dewasa, lelaki serta wanita di antara kami” (HR At Tirmidzi no. 1024, ia berkata: “hasan shahih”).

Takbir keempat

Dalam takbir ke empat ini jika jenazahnya belum baligh, maka diganti dengan doa di bawah ini:

Bacaan:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

“Allaahummaj ‘alhu farothon wa dzukhron liwaalidaihi, wa syafii’an mujaaban. Allaahumma tsaqqil bihi mawaaziinahumaa wa a’zhim bihi ujuurohumaa, wa alhiqhu bishoolihil mu’miniin, waj ‘alhu fii kafaalati ibroohiim, wa qihi birohmatika ‘adzaabal jahiim, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoiron min ahlihi. Allaahummaghfir li-aslaafinaa, wa afroothinaa wa man sabaqonaa bil iimaan.”

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah kematian dari anak ini sebagai pahala yang dimuliakan, simpanan untuk kedua orang tuanya serta pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan adanya musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka serta beri pahala yang agung.”

“Kumpulkan anak ini bersama orang – orang yang shalih serta jadikanlah ia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia bersama rahmat Mu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik daripada rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik dibandingkan keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu – pendahulu kami, anak – anak kami, beserta orang – orang yang mendahului kami dalam keimanan.”

C. Doa Selesai Sholat Jenazah

Bacaan:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّى عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ.اِعْتِقْ رِقَابَنَاوَرِقَابَ هٰذَاالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) مِنَ النَّارِ٣× اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَعَلٰى هٰذَالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهٗ(هَا)رَوْضَةًمِنَ الْجَنَّةِ.وَلاَتَجْعَلْهُ لَهٗ (لَهَا) حُفْرَةًمِنَ النِّيْرَانِ.وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى خَيْرِخَلْقِهٖ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin.”

“Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Artinya:

“Ya Allah, curahkanlah rahmat di atas junjungan kami Nabi Muhammad serta terhadap keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah kami dari dosa dan dosa mayat ini siksaan dari api neraka (3 kali).”

“Ya Allah, curahkanlah rahmat serta berikanlah ampunan terhadap mayat ini. Serta jadikanlah tempat kuburnya taman yang nyaman dari surga serta janganlah Engkau jadikan kuburnya tersebut menjadi lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat terhadap semulia – mulia makhluk -Nya yakni junjungan kami Nabi Muhammad serta keluarganya dan juga para sahabat – sahabatnya sekalian. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Baca juga: Doa Bepergian

Sholat Jenazah Ghaib

Jika kalian memperoleh kabar bahwa kerabat, saudara ataupun teman dekat kalian meninggal dunia serta sebab jarak kalian tak dapat melayat. Maka di dalam islam kalian bisa mengerjakan sholat ghaib untuk tetap mengirimkan doa.

Perbedaan antara shalat jenazah dengan shalat ghaib antra lain:

  • Shalat ghaib dikerjakan tanpa adanya jenazah, sementara shalat jenazah dikerjakan di depan jenazah.
  • Bacaan niat.

Untuk kesamaan antara sholat jenazah dengan sholat ghaib terletak di dalam gerakan serta bacaannya.

Berikut adalah bacaan niatnya:

Untuk Imam

A. Jenazah perempuan

imam ghaib perempuan

“Ushalli alal mayyitati (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba’a takbiroti fardhol kifaayati imaaman lillahi ta’ala”

Artinya:

“Saya niat untuk mengerjakan shalat ghaib atas mayat (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam sebab Allah ta’ala.”

B. Jenazah laki – laki

imam ghaib laki laki

“Ushalli alal mayyiti (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba’a takbiroti fardhol kifaayati imaaman lillahi ta’ala”

Artinya:

“Saya niat untuk mengerjakan shalat ghaib atas mayat (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam sebab Allah ta’ala.”

Untuk Makmum

A. Jenazah perempuan

Niat Sholat Ghaib Jenazah Perempuan

“Ushalli alal mayyitati (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba’a takbiroti fardhol kifaayati ma’muuman lillahi ta’ala”

Artinya:

“Saya niat untuk mengerjakan shalat ghaib atas mayat (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi makmum sebab Allah ta’ala.”

B. Jenazah laki – laki

ghaib laki laki

“Ushalli alal mayyiti (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba’a takbiroti fardhol kifaayati ma’muuman lillahi ta’ala”

Artinya:

“Saya niat untuk mengerjakan shalat ghaib atas mayat (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi makmum sebab Allah ta’ala.”

Untuk Jenazah Tidak Diketahui Identitasnya

Imam

imam

“Usholli ala man shola alaihi arba’a takbiroti fardhol kifayati imaaman lillahi ta’ala”

Artinya:

“Saya niat untuk mengerjakan shalat ghaib sebagai imam atas mayat yang dishalati dengan empat kali takbir fardhu kifayah sebab Allah ta’ala.”

Makmum

Jenazah Tidak Diketahui Identitasnya

“Usholli ala man shola alaihi arba’a takbiroti fardhol kifayati ma’muuman lillahi ta’ala”

Artinya:

“Saya niat untuk mengerjakan shalat ghaib sebagai makmum atas mayat yang dishalati dengan empat kali takbir fardhu kifayah sebab Allah ta’ala.”

Tata Cara Mengurus Jenazah Bayi

jenazah bayi

Bayi yang lahir lalu langsung meninggal dunia dan kelahirannya sebelum waktu 6 bulan kandungan. Bayi 6 bulan ini sudah bernyawa namun di dalam dirinya masih belum sempurna.

Untuk mengurus kematian bayi dengan kasus seperti ini terdapat beberapa ketentuan yang harus kalian perhatikan, karena tak lamanya bayi meninggal di urus dengan tata kewajiban muslim terhadap jenazah.

Ketentuan mengurus jenazah seorang bayi:

  1. Jika bayi telah lahir serta bayi sempat menjerit sebentar lalu meninggal, maka hukumnya seperti anak yang meninggal. Perlu untuk dimandikan, dikafani, dishalati lalu kemudian dikubur.
  2. Bayi yang lahir tanpa adanya jeritan serta langsung meninggal, sedangkan bentuk tubuhnya telah sempurna, maka hanya diwajibkan untuk memandikan, mengkafani lalu mengubur.
  3. Bayi yang lahir tanpa adanya jeritan serta langsung mati dan bentuknya belum sempurna, maka berkewajiban untuk mengubur saja.

Kesimpulan

Sholat jenazah untuk perempuan dan laki laki berbeda pada posisi dan bacaan. Begitu juga dengan shalat ghaib. Serta untuk jenazah bayi ada beberapa ketentuan yang perlu untuk diketahui sebelum mengurus jenazahnya.

Pahala bagi orang yang mengerjakan shalat jenazah sangatlah besar, terlebih lagi jika orang tersebut juga ikut hingga menuju pemakamannya.

Pertanyaan

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan terkait sholat jenazah, antara lain:

Niat sholat jenazah perempuan?

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Niat sholat jenazah laki – laki?

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Posisi imam sholat jenazah perempuan?

Adadi searah tali pusar. 

Posisi imam sholat jenazah laki – laki?

Berada sejajar dengan kepala jenazah.

Perbedaan antara shalat jenazah dengan shalat ghaib?

Shalat ghaib dikerjakan tanpa adanya jenazah, sementara shalat jenazah dikerjakan di depan jenazah. Serta beda bacaan niatnya.

Ahmad Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama

Doa Bangun Tidur

Ahmad
8 min read

Sholat Taubat

Ahmad
8 min read

Doa Selamat

Ahmad
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *