SEPARATISME: Pengertian, Penyebab, Dampak, Contoh

Share
Comment 0 reply
SEPARATISME: Pengertian, Penyebab, Dampak, Contoh
Loading...

Istilah separatisme sudah cukup familiar di telinga masyarakat Indonesia. Pada dasarnya, separatisme adalah sebuah istilah yang mengacu pada suatu golongan atau individu tertentu, yang ingin berpisah dari suatu kelompok lainnya tertentu, yang dalam hal ini bisa diartikan sebagai negara.

Ketika gerakan separatisme seperti ini timbul ke permukaan, akan menjadikan ancaman tersendiri bagi suatu negara tertentu. Maka dari itu, semua orang wajib mengetahui dengan benar apa yang menjadi penyebab dan apa saja dampak yang bisa terjadi ketika suatu negara diserang gerakan separatisme.

Pengertian Separatisme

Pengertian Separatisme

Informasi terkait separatisme dan contohnya memang akan selalu menjadi salah satu jenis informasi yang wajib diketahui oleh masyarakat Indonesia. Sebab, gerakan seperti ini tidak hanya akan merugikan negara itu sendiri, tapi juga akan merugikan beberapa pihak tertentu yang ada di dalamnya.

Untuk memulai pembahasan tentang separatisme ini, kami akan memberikan informasi terkait pengertiannya terlebih dahulu. Pada dasarnya, separatisme adalah suatu gerakan (paham) yang di dalamnya memiliki tujuan untuk memisahkan diri dari suatu kelompok atau pun negara tertentu.

Istilah ini berasal dari bahasa Inggris ‘separate’, yang artinya berpisah/terpisah. Jika melihat dari arti yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka separatisme adalah paham yang bertujuan untuk mendirikan negara sendiri dengan cara memisahkan diri dari negara asal mulanya.

Nantinya, seseorang atau sekelompok orang yang melakukan gerakan ini akan disebut dengan nama separatis. Perlu kamu  ketahui, bahwa gerakan seperti ini akan sangat merugikan negara, sehingga hal ini harus segera diatasi dengan cara yang tepat.

Baca: Nilai Nilai Pancasila

Penyebab Separatisme

Penyebab Separatisme

Gerakan seperti ini tentu tidak akan terjadi tanpa penyebab atau alasan yang jelas. Maka dari itu, kamu  perlu mengetahui secara jelas, apa saja faktor yang bisa menjadi penyebab dari suatu gerakan separatisme seperti ini.

Sekarang, untuk membantu banyak orang dalam mengetahui apa saja penyebab yang dimaksud tersebut, berikut kami sampaikan 5 penyebab dari gerakan separatisme, yaitu:

1. Konflik Vertikal

Penyebab separatisme yang paling pertama adalah karena adanya konflik vertikal di dalam sebuah negara tertentu. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan konflik vertikal adalah suatu konflik atau permasalahan yang terjadi antara rakyat dan juga pemerintah.

Jika membahas tentang penyebab atau faktor paling utama dari munculnya gerakan separatisme seperti ini, maka konflik vertikal bisa menjadi jawaban yang paling tepat. Apalagi, konflik seperti ini juga sudah sering dialami oleh setiap negara manapun.

2. Konflik Horizontal

Selain konflik vertikal, konflik horizontal juga bisa menjadi penyebab terjadinya gerakan separatisme di suatu negara tertentu. Berbeda dengan konflik vertikal itu sendiri, untuk konflik horizontal adalah sebuah permasalahan yang muncul di antara rakyat dengan rakyat, kelompok dengan kelompok, yang memiliki tingkat setara.

Yang menjadi persamaan antara konflik vertikal dengan konflik horizontal adalah, kedua jenis konflik ini bisa menjadi penyebab paling utama atas terjadinya gerakan separatisme di suatu negara.

3. Faktor Ekonomi

Selain beberapa faktor yang ada di atas, faktor ekonomi juga bisa menjadi penyebab atas munculnya gerakan separatisme. Sering kali faktor-faktor seperti krisis ekonomi ini dapat menimbulkan gerakan separatisme di suatu negara tertentu.

Ketika perekonomian di suatu negara sedang melemah, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai macam jenis tindakan kriminal yang dilakukan oleh setiap warganya.

Advertisement

Selain itu, pemulihan dari krisis ekonomi yang lamban dan tidak efektif untuk negara itu sendiri juga bisa menjadi penyebab atas munculnya separatisme, sehingga hal ini perlu dihindari oleh setiap negara yang ada.

4. Faktor Politik

Hampir sebagian besar negara di dunia ini bisa berjalan karena adanya sistem politik di dalamnya. Namun, perlu kamu  ketahui bahwa sebenarnya faktor politik yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab dari terjadinya gerakan separatisme.

Salah satu perbuatan pemerintah dan pejabat yang sering membuat rakyat marah adalah korupsi. Sebab, perbuatan ini dapat diartikan sebagai keegoisan yang dimiliki pemerintah dan pejabat tersebut.

Dengan kemarahan yang ada di dalam diri rakyat ini, membuat gerakan separatisme di negara tersebut kemungkinan terjadi dalam waktu dekat.

5. Faktor Sosial

Untuk faktor kelima dari terjadinya gerakan separatisme adalah bisa disebabkan karena faktor sosial yang tidak berjalan sesuai aturan.

Untuk mengatasi permasalahan seperti ini, sebenarnya bisa dilakukan dengan memperkuat dan meningkatkan kualitas hukum serta Hak Asasi Manusia (HAM) yang ada di negara tersebut. Dengan begitu, permasalahan seperti ini tidak akan semakin membesar dan dapat menimbulkan gerakan separatisme.

Baca: Manfaat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Dampak Separatisme

Dampak Separatisme

Selain penyebab dari gerakan ini, kamu  juga perlu mengetahui apa saja yang bisa menjadi dampak dari kejadian separatisme seperti ini, dan dampak-dampak yang dimaksud tersebut adalah:

  • Negara yang sedang mengalami serangan separatisme seperti ini dapat membuat sistem perekonomian di dalamnya menjadi tidak stabil.
  • Pemulihan ekonomi yang harus dilakukan oleh suatu negara dapat berjalan semakin lamban, karena adanya gerakan separatisme yang sedang berlangsung di dalamnya.
  • Negara akan mengalami krisis sosial yang parah, jika permasalahan seperti ini tidak segera diatasi dengan baik dan benar.
  • Negara akan mengalami krisis politik, sehingga permasalahan seperti ini bisa semakin besar jika terus diabaikan.

Baca: Prinsip Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Gerakan Separatisme di Indonesia

Gerakan Separatisme antara Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia

Agar kamu  bisa semakin memahami tentang apa yang dimaksud dengan separatisme ini, kamu  perlu mengetahui tentang apa saja peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia, yang dianggap sebagai gerakan separatisme, yaitu:

1. Pemberontakan PKI di Madiun

Di tahun 1948, Indonesia mengalami kondisi seperti ini karena muncul peristiwa pemberontakan PKI yang terjadi di wilayah Madiun. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan aturan Pancasila, dan menggantinya menjadi negara komunis.

2. Gerakan Separatisme antara Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia

Tidak hanya itu saja, contoh lain dari gerakan separatisme adalah terjadinya pemberontakan Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia di tahun 1949.

Pemberontakan ini disebabkan karena tidak semua komponen menyetujui dan menaati isi dari perjanjian renville yang dirasanya sangat merugikan bangsa Indonesia.

3. Republik Maluku Selatan

Gerakan separatisme di Indonesia tidak hanya berhenti sampai di tahun 1949 saja, tapi di tahun 1950 juga masih ada gerakan seperti ini, yaitu Republik Maluku Selatan.

Pada dasarnya, Republik Maluku Selatan ini adalah suatu daerah yang diproklamasikan merdeka dengan maksud untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur, yang pada saat itu masih berupa Republik Indonesia Serikat.

Baca: Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia

Cara Mengatasi Separatisme

Cara Mengatasi Separatisme

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh setiap negara dalam mengatasi permasalahan seperti separatime ini. Dan disini, kami akan membagikan informasi terkait hal itu juga, yaitu:

  • Melakukan pemulihan kondisi keamanan dan ketertiban di dalam negara.
  • Menindak secara tegas para pelaku bersenjata dari gerakan separatisme tersebut, karena sudah melanggar hak-hak masyarakat sipil lainnya.
  • Melakukan peningkatan kualitas pelaksanaan otonomi pada setiap daerah.
  • Menerapkan sistem desentralisasi dan demokratisasi yang tepat.
  • Melakukan peningkatan deteksi dini untuk mencegah gerakan separatisme terjadi sejak awal.

Baca: Landasan Hukum Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Contoh Separatisme

Contoh Separatisme

Selain beberapa contoh yang sudah kami sebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa jenis contoh gerakan separatisme lainnya, yaitu:

  • Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)
  • Pemberontakan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta)
  • Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
  • Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Sampai disini bisa disimpulkan bahwa separatisme adalah sebuah gerakan yang ditujukan untuk memisahkan diri dari suatu negara tertentu. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa gerakan seperti ini harus bisa diatasi dengan baik sejak sebelum permasalahan ini semakin membesar.

X CLOSE
Advertisements
ADVERTISEMENT
X CLOSE
Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.