Rumah Adat Sulawesi Selatan

Share
Comment 0 reply
Rumah Adat Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki beberapa rumah adat lain selain rumah adat Tongkonan yang memang sudah sangat terkenal.

Diantaranya yaitu rumah adat suku Makassar, rumah adat suku Luwuk, rumah adat suku Bugis, dan rumah adat suku Mandar.

Dimana masing-masing rumah adat tersebut melambangkan identitas dan nilai kehidupan dari masing-masing suku.

Namun, dari setiap rumah adat tersebut memiliki satu kesamaan yaitu dianggap sebagai tempat yang sakral dengan filosofi tinggi.

Daftar Rumah Adat Sulawesi Selatan Berdasarkan Suku

Daftar Rumah Adat Sulawesi Selatan Berdasarkan Suku

Berikut ini ulasan lengkap mengenai keunikan, ciri khas, nilai kehidupan, dan bentuk 5 rumah adat Indonesia

yang ada di provinsi Sulawesi Selatan.

1. Rumah Adat Suku Makassar

rumah adat suku makassar

Rumah adat Suku Makassar disebut dengan rumah adat Balla.

Rumah Balla ini memiliki desain bentuk panggung dengan tinggi sekitar 3 meter dari tanah.

Rumah panggung tersebut disangga dengan menggunakan kayu dimana masing-masing sisinya disangga oleh 5 tiang.

Sementara itu, pada desain bagian atapnya, atap rumah adat Balla ini berbentuk pelana dengan sudut yang lancip menghadap ke bawah.

Atap rumah tersebut biasanya dibuat dengan menggunakan bambu, ijuk, rumbia, alang-alang, ataupun nipah.

Keunikan dari rumah adat Suku Makassar ini yaitu pada bagian puncak atap yang berbatasan dengan dinding rumah berbentuk segitiga yang dinamakan dengan timbaksela.

Timbaksela yang berada di puncak atap ini mengandung makna tersendiri bagi masyarakat Makassar, yaitu menandakan derajat kekayaan atau kebangsawanan mereka.

Timbaksela yang bersusun tiga ke atas berarti rumah tersebut milik bangsawan, sedangkan Timbaksela yang bersusun lima keatas berarti milik bangsawan yang juga mengemban jabatan pemerintahan.

Selain Timbaksela, ada juga bagian yang dinamakan tukak, yaitu bagian tangga yang digunakan pada rumah tersebut.

Bagi bangsawan, tukak yang ada biasanya berjumlah genap dimulai dari empat anak tangga yang juga dilengkapi dengan pegangan (coccorang).

Sedangkan bagi masyarakat biasa, tukak yang ada biasanya berjumlah ganjil dan tidak dilengkapi dengan pegangan (coccorang).

Terdapat juga beberapa bagian lain pada rumah Balla, yaitu:

  • Dego-dego
    Dego-dego yaitu ruangan kecil seperti teras yang berada di luar rumah.
  • Kala Balla
    Kala Balla yaitu bagian tubuh rumah dimana terdiri dari beberapa ruangan yang terletak pada keseluruhan rumah.
  • Paddaserang Dallekang
    Paddaserang Dallekang berarti ruang tamu yang terletak dibagian dalam setelah pintu masuk.
  • Paddaserang Tangnga
    Paddaserang Tangnga yaitu ruang keluarga atau ruang tengah yang bersifat privat, dimana hanya anggota keluarga saja yang boleh berada di ruangan tersebut.
  • Paddaserang Riboko
    Paddaserang Riboko yaitu ruang belakang dimana biasanya terdapat sebuah kamar yang diperuntukkan bagi anak perempuan yang masih gadis di keluarga tersebut.
  • Balla Pallu
    Balla Pallu yaitu bagian dapur yang letaknya berada di bagian belakang rumah dan posisinya lebih rendah dari ruangan lainnya.
  • Pammakkang
    Pammakkang yaitu ruangan yang biasa digunakan sebagai gudang atau loteng, yang letaknya ada di bagian bawah atap.
  • Siring
     Siring yaitu ruangan gudang yang terletak di bagian bawah rumah.

2. Rumah Adat Suku Bugis

rumah adat suku bugis

Rumah adat Suku Bugis sendiri memiliki nilai Islam dan Budaya yang sangat tinggi.

Hal tersebut karena memang agama Islam sudah berkembang pesat di masyarakat Bugis.

Sehingga saat membangun rumah adat, Suku Bugis membangun rumah tersebut dengan menghadapkannya ke arah kiblat.

Keunikan dari rumah adat Suku Bugis yaitu dibuat tanpa menggunakan satupun paku, dan digantikan dengan menggunakan kayu atau besi.

Selain itu, keunikan lain dari rumah adat Suku Bugis yaitu dibuat berdasarkan status sosial mereka.

Terdapat dua jenis rumah adat Suku Bugis, yaitu rumah adat Saoraja yang digunakan oleh kalangan bangsawan, dan rumah adat Bola yang digunakan oleh rakyat biasa.

Kedua jenis rumah adat Suku Bugis tersebut terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  • Rakkaeng
    Bagian rakkaeng ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang berharga dan barang yang dianggap keramat.
  • Kalle Bala atau Bola
    Kalle Bala yaitu ruangan khusus di dalam rumah yang digunakan untuk semua keperluan, seperti ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur.
  • Passiringan atau Awasao
    Bagian ini digunakan sebagai kandang untuk ternak, seperti ayam, sapi, kerbau, dan kambing. Selain itu bagian ini juga berfungsi untuk menyimpan hasil dan alat pertanian.
Info: Biasanya ada proses membuat denah sebelum membuat rumah adat , prosesnya hampir sama dengan pembuatan denah rumah minimalis.

3. Rumah Adat Suku Luwuk

rumah adat suku luwuk

Rumah adat Suku Luwuk Sulawesi Selatan dulunya merupakan rumah Raja Luwu.

Keunikan dari rumah adat ini yaitu, rumah tersebut dibangun dengan menggunakan 88 tiang dari kayu.

Rumah adat ini berbentuk persegi empat dimana antara jendela dan pintu memiliki ukuran yang sama.

Selain itu, rumah adat Suku Luwuk ini memiliki tiga hingga 5 bubungan untuk digunakan sebagai penanda pemilik rumah tersebut.

Rumah adat Suku Luwuk ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • Bagian Pertama
    Pada bagian pertama ini terdapat ruangan yang cukup luas, dimana pada zaman dahulu biasanya digunakan sebagai tempat untuk rapat dan membahas masalah kerajaan dengan rakyat.
    Namun untuk masa sekarang ini, bagian pertama yang juga disebut dengan tudang sipulung ini digunakan untuk menerima tamu.
  • Bagian Kedua
    Pada bagian kedua yang terletak setelah bagian pertama terdapat dua kamar yang digunakan sebagai kamar raja dan kamar datuk.
  • Bagian Ketiga
    Pada bagian terakhir ini juga terdapat dua buah kamar yang memiliki ukuran lebih kecil.

Selain itu, yang membedakan rumah adat Suku Luwuk dengan rumah adat lain yang ada di Sulawesi Selatan yaitu terletak pada bagian ornamen dan ukirannya.

Ornamen yang ada pada rumah adat ini disebut dengan nama bunga prengreng, dimana melambangkan filosofi hidup yang menjalar sulur.

Menjalar sulur tersebut berarti hidupnya akan terus tersambung dan tidak akan terputus-putus.

Ornamen tersebut biasanya digunakan pada bagian tangga, anjong (tutup bangunan), dan jendela.

4. Rumah Adat Suku Mandar

rumah adat suku mandar

Rumah adat Suku Mandar memiliki bentuk yang hampir sama dengan rumah adat Suku Bugis dan Suku Makassar.

Meski mirip, terdapat perbedaan yang terletak dibagian teras (lego) yang memiliki ukuran lebih besar.

Selain itu, pada bagian atapnya juga membentuk seperti ember yang miring ke depan dan menjadi keunikan tersendiri dari rumah adat ini.

Rumah adat Suku Mandar pada umumnya memiliki warna yang gelap, bahkan tidak sedikit juga yang lebih memilih untuk mempertahankan warna asli kayu yang digunakan.

5. Rumah Adat Suku Toraja

rumah adat suku toraja

Rumah adat Sulawesi Selatan yang terakhir yaitu rumah adat yang berasal dari Suku Toraja yang dinamakan Tongkonan.

Keunikan dari rumah adat Tongkonan yaitu berdiri di atas tumpukan kayu yang diberi ukiran berwarna hitam, merah, dan kuning.

Selain bentuknya yang unik, rumah adat Tongkonan juga memiliki filosofi yang melambangkan hubungan dengan leluhur mereka.

Sehingga tidak salah jika rumah adat ini biasa digunakan sebagai tempat pusat spiritual Suku Toraja.

Rumah adat Tongkonan ini dibagi menjadi 3 bagian, yang terdiri dari bagian atap (ulu banua), bagian badan rumah (kalle banua, dan bagian kaki rumah (suluk banua).

Sementara untuk tata ruangnya sendiri, rumah adat Suku Toraja memiliki ruang utara (ruang tamu), ruang tengah (ruang keluarga), dan ruang selatan (ambung).

Rumah adat Tongkonan juga dibagi kedalam tiga jenis, yaitu:

  • Tongkonan Layuk
    Rumah adat Tongkonan Layuk memiliki fungsi sebagai tempat kekuasaan tertinggi yang biasanya digunakan sebagai pusat pemerintahan.
  • Tongkonan Pekanberan
    Tongkonan Pekanberan yang disebut juga dengan Tongkonan Pekaindoran yaitu rumah adat Tongkonan yang dimiliki oleh keluarga yang memiliki kedudukan dalam adat Suku Toraja.
  • Tongkonan Batu
    Tongkonan Batu merupakan rumah adat Tongkonan yang dimiliki oleh warga atau masyarakat Toraja biasa.

Kesimpulan

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki rumah adat lain selain rumah adat Suku Toraja yang bernama rumah adat Tongkonan.

Rumah adat tersebut diantaranya yaitu, rumah adat Suku Makassar, rumah adat Suku Bugis, rumah adat Suku Luwuk, dan rumah adat Suku Mandar.

Dimana setiap rumah adat yang ada di provinsi Sulawesi Selatan tersebut memiliki masing-masing nilai kehidupan, filosofi, keunikan, kegunaan, dan bentuk yang berbeda-beda.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.