Contoh Puisi

Share
Comment 2 reply
Contoh Puisi

Puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang terikat dengan rima, irama, serta penyusun bait dan baris dimana bahasanya nampak indah dan penuh makna, pada umumnya, puisi ini digunakan untuk mengungkapkan isi hati si penyair yang dikemas dengan bahasa imajinatif, supaya lebih jelasnya, berikut kami berikan beberapa contoh puisi di bawah ini.

Contoh Puisi Anak

Inginku

Tuhan
Aku tak ingin hal yang macam – macam
Tak wajib pula untuk memperoleh suatu hadiah mewah

Tidak pula memiliki mainan yang mahal
Maupun berbagai baju bagus layaknya punya kawan  – kawanku

Aku hanya menginginkan menjadi orang yang berguna
Berguna untuk bunda dan ayah

Berguna untuk saudara – saudaraku
Dan juga berguna untuk tanah airku tercinta

Ini adalah janjiku
Akan saya lakukan segala upaya

Dan juga panjatkan semua doa
Untuk membuat semua orang bangga kepadaku

Contoh Puisi Lama

contoh puisi pendek tema bebas

Puisi lama dibagi ke dalam beberapa jenis, berikut adalah contohnya masing – masing:

a. Pantun

Berjalan di tengah terik sampai lena
Haruslah beristirahat supaya tiada mati
Gerutu tersebut tidak berguna
Rasa syukurlah yang membuat hidup lebih berarti

b. Mantra

Assalammu’alaikum putri satulung yang besar
Yang sedang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemarilah
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

c. Syair

Syair Perahu

Inilah gerangan sebuah madah,
Mengarangkan syair sangat indah,
Membenarkan jalan untuk tempat berpindah,
Di sanalah iktikat dibenarkan sudah

Wahai anak muda, kenalilah dirimu,
Ialah perahu tamsil tubuhmu,
Takadalah berapa lama di dalam hidupmu,
Ke akhirat jua kekal akan diammu.

Hai anak muda yang arif-budiman,
Hasilkan kemudi dengan menggunakan pedoman,
Alat perahumu jua akan kerjakan,
Itulah jalan untuk membenarkan insan.

Perteguh jua alat perahumu,
Hasilkan bekal air serta kayu,
Dayung pengayuh taruh dari arah situ,
Supaya laju perahumu itu.

c. Karmina

Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

d. Talibun

Mencari batu sepanjang lima centi
Batu diambil kemudian diletakkan dengan sejajar
Jangan lupa untuk diatur mengelilingi gelas
Apabila setiap hari bermain tidak berhenti
Tak pernah ada waktu guna belajar
Jangan kaget nantinya akan tinggal kelas

e. Gurindam

Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa yang tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah yang tiada bertiang ( b )
Apabila suami tidak berhati lurus ( c )
Istri jua kelak akan menjadi kurus ( c )

f. Seloka

Warna merah nampak menghias kuku
Cantik sangat ketika dipandang
Sang istri menjadi sendu
Sebab mertua tidak kunjung bertandang

g. Talibun

Jika anak pergi ke pekan
Yu beli belanak jua beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Jika anak pergi berjalan
Ibu cari sanak juga cari isi
Induk semang cari dahulu

Contoh Puisi Pendek

Butir Mutiara dari Pendosa

Aku pendosa, hilangkan taat dalam khianat

Memilih pergi dari tinggal guna mati

Naluri memaksa daku agar tetap seperti koloni

Brutal dan liar

Aku adalah pendosa

Mengemis, di dalam iba yang dipandang sebelah mata

Takut, kecil tak memiliki arti

Mengais ampunan pada sisa yang sangat memuakkan

Aku adalah pendosa

Menitikkan air mata mutiara di dalam kalut hati yang penuh emosi

Contoh Puisi Rakyat

contoh puisi ibu

Puisi rakyat dibagi menjadi tiga macam, berikut contohnya masing – masing:

a. Syair

Jangan risau akan cobaan
Jangan bersedih sebab adanya kesulitan
Berdoa saja kepada Tuhan
Insya Allah Dia akan mengabulkan

b. Gurindam

Ilmu jangan hanya dihafalkan
Tetapi juga harus diamalkan

c. Pantun

Jika keladi telah ditanam
Janganlah lagi meminta talas
JIka budi telah ditanam
Janganlah lagi meminta balas

Contoh Puisi Pendidikan

Guruku

Ikhlas nan suci adalah bantuan mu
Mulai dari kita yang buta menjadi tau
Ikhlas dan suci adalah pengorbanan mu
TIdak ternilai jasa baikmu

Engkau bagai laksana lampu yang ada di dalam kegelapan
Yang dapat menerangi alam kalbuku
Engkau seperti angin
Yang selamanya berbisik mengenai hal kebaikan

Namamu akan selamanya bergelora
Di dalam hatiku
Jasa serta benih yang telah engkau tanam
Kini sudah tumbuh bersemi

Terpujilah wahai engkau wahai guruku yang menjadi pahlawan hidupku

Contoh Puisi Tentang Alam

Pantai

contoh puisi pendidikan

Ketika berada di tepi pantai

Ku mencoba untuk memejamkan mata

Melepaskan seluruh penat dan beban yang dirasa

Nampak hamparan luas dari pasir

Yang dihiasi bersama cangkang – cangkang kerang yang sangat indah

Gulungan ombak juga terlihat menerjang pasir yang begitu indah dilihat

Nelayan yang sedang menjala ikan turut menambah indah pemandangan pantai waktu itu

Contoh Puisi Ibu

Maafkan Aku, Ibu

Akulah adalah sang pengukir mimpi
Yang sedang menghendaki pergi asal dari suatu sunyi
Yang terhanyut dengan rasa gelisah
Serta ditelan dengan rasa bersalah
Ibu, kau merupakan matahariku
Terang di dalam gelapku

Kau menuntunku berada di jalur berliku
Yang penuh dengan batu
Ucapanmu seperti kamus di dalam hidupku
Aku berteduh di dalam naungan doamu
Memohon ampunan dari dirimu

Sebab ridho dari Allah merupakan ridho darimu
Aku senang mempunyai mu wahai Ibu
Sebab engkau adalah sinar hidupku
Kaulah kunci asal kesuksesanku
Ibu, maafkan aku

Contoh Puisi Tentang Corona

Virus Corona

Corona, dirimu kecil namun berbahaya
Dahulu kami hidup dengan tenang
Sekarang, kami menjadi susah sebab kehadiran dirimu

Kami tidak dapat ke sekolah
Tidak dapat menemui guru kami
Tidak dapat bermain dengan kawan
Corona pergilah kamu
dari bumi tercinta

Marilah kita bersatu untuk melawan corona
Kita tidak boleh menyerah begitu saja
Mari bersama menjaga pola hidup yang sehat dan bersih
Jangan lupa untuk berdoa supaya kita terhindar dari corona

Contoh Puisi Guru

Doa Kami Selalu Untukmu Guruku Tercinta

Ketika kami bertemu bersamamu di dalam kelas, kami sangat senang

Beragam tantangan telah engkau berikan kepada kami supaya kami menjadi cerdas

Engkau memberikan motivasi serta ilmu supaya kami pandai

Kau selalu memberikan kami hal yang terbaik

Tutur katamu mampu untuk membuka pikiran dan wawasan kami supaya senantiasa berkembang

Guruku engkau sangat bijaksana serta bersahaja

Kaulah yang membantu kami untuk menemukan tujuan hidup serta cita – cita kami

Guruku sekarang kami mengerti bagaimana caranya harus berjuang

Terima kasih mendalam aku ucapkan untukmu wahai guruku

Tanpamu kami bukan apa – apa

Kami amat bahagia sebab adanya kehadiranmu di dalam hidup kami

Kami menjadi dapat mengetahui banyak hal yang sebelumnya kita tidak mengetahui itu

Engkau merupakan kenangan terindah kami yang tak akan terlupakan

Kami selalu mendoakan kebahagiaan di dalam hidupmu dan juga umur yang panjang

Doa kami senantiasa menyertaimu wahai guruku tercinta

Contoh Puisi Balada

Balada Orang – Orang Tercinta
Karya: W.S. Rendra

balada

Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan
dengan secuil redup harapan

Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang
di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita
memahami satu sama lain

Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?

Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa
rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil
yang dulu termaafkan

Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu
membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta

Contoh Puisi Ode

Teratai
Karya: Sanusi Pane

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia

Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia

Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga Zaman

Contoh Puisi Elegi

Cemara Derai

Pohon – pohon cemara terlihat berkeliaran jauh
Ia merasa waktu itu akan segera malam
Terdapat cabang di dalam jendela
Terkena angin berhembus yang menekan

Saya dapat bertahan
Sudah berapa lama aku bukan menjadi anak kecil?
Namun terdapat bahannya
yang tidak lagi menjadi dasar dalam perhitungan

hidup hanya waktu untuk menunda kekalahan
Lebih terasing dari cinta sekolah menengah
dan Anda tahu, beberapa masih tidak terucapkan
Sebelum pada akhirnya kita akan menyerah

Contoh Puisi Sahabat

Sebentar Lagi Kawan

Untuk waktu sekarang ini, tahan sebentar lagi kawan,

Sebentar lagi serta bersabarlah

Langkah saat ini akan membawa dalam pemberhentian suatu tujuan

Suatu perjalanan yang nantinya akan berujung kepada keindahan

Tidak usah kalian khawatir akan bagaimana nanti kedepannya

Kita hanya butuh untuk menjalaninya secara ikhlas

Bahkan terdapat air mata, tetapi hal itu bukanlah air mata duka

Hewan – hewan juga terdapat suatu masa dimana mereka akan berhijrah

Sebentar lagi kawan, perjalanan kita akan sampai

Suatu perjalanan yang di ujungnya berupa keindahan

Dari awal perjalanan satu ini kita melaluinya dengan keindahan

Semacam kisah – kisah yang sudah terukir dengan indah

Penghentian yang terakhir serta dapat kita peroleh seluruhnya berupa kenangan

Dalam penghujung pemberhentian kelak kita nanti akan selalu mengingatnya pada sinar sang rembulan

Contoh Puisi Satire

Jangan Ganggu Kesetiaanku
Oleh: Iringan Bayu Senja

Jangan hunuskan senyum manismu kepadaku…
Kerana aku tahu itu hanyalah bernilai semu…
Jangan berikan lirikan mata elangmu kepadaku…
Karena aku tahu bahwa itu juga memiliki nilai yang palsu…

Jangan jua engkau menebarkan tawa untukku…
Karena aku pun tahu itu hanya basa – basimu…
Jangan juga kau tawarkan apapun kepadaku…
Karena aku tahu itu hanya akan menyakiti orang terkasihmu…

Sedang aku, kalaupun yang kau tawarkan asalnya dari hatimu…
Maka tetap saja aku tidak akan mau…
Aku akan menjadikan kehidupan kasihku atas dirimu,..

Berlalulah serta biarkan peradaban waktu…
Menjawab seluruh maumu…
Aku telah setia namun kau masih selingkuh jua…

Contoh Puisi Romansa

Kasmaran
Oleh: Malik Abdul

Semerbak melati tercium menyapa hidungku di waktu pagi hari ini
Capung yang kecil terlihat berterbangan menari – nari kesana – kemari
Sekejap mata aku merindukan akan kehadiranmu
Sejenak mengingatkanku dengan keindahanmu
Sebab tidak ada satu pun alasan
Dari apapun semua keindahan yang ada di dunia
Hanyalah kamulah yang aku cari
Sampai kapan pun tetap akan ku nanti
Walaupun harus kencang berlari
Aku akan selalu setia hingga mati

Contoh Puisi Serenada

Serenada Biru
Karya: W.S. Rendra

(1)
Alang-alang dan rumputan
bulan mabuk di atasnya.
Alang-alang dan rumputan
angin membawa bau rambutnya.

(2)
Mega putih
selalu berubah rupa.
Membayangkan rupa
yang datang derita.

(3)
Ketika hujan datang
malamnya sudah tua:
angin sangat garang
dinginnya tak terkira.

Aku bangkit dari tidurku
dan menatap langit kelabu.

Wahai, janganlah angin itu
menyingkap selimut kekasihku!

Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru

contoh puisi anak

Untuk contoh puisi lama, kalian dapat melihat contoh yang ada di bab atas “contoh puisi lama”.

1. Puisi Baru Berdasarkan Isinya

Puisi baru terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan isinya, berikut contohnya masing – masing:

a. Himne

Tuhan

Di dalam diam aku sebut nama-Mu
Benar sungguh aku sangat takut dengan murka-Mu
Aku harap tuhan
Akan selalu menyayangiku
Sebab hanya kehendak-Mu aku bisa tercipta
Aku hanya bisa
Berharap serta berdoa
Pada-Mu tuhan
Kasih sayang-Mu adalah hal yang kuharapkan

b. Elegi

Senja di Pelabuhan Kecil
Karya: Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

c. Balada

Minggu Kelabu

Minggu pagi yang kelabu
Aku berjalan dengan tidak tentu
Angin sejuk terasa menerpa rambutku
Bawalah aku menuju tepi jalan itu
Bus berhenti tepat di hadapanku
Aku mulai melangkahkan kakiku naik, kemudian duduk dibangku
Kubuka jendela kaca
Pandanganku terlihat terlempar keluar sana
Mataku terbelalak
Ketika melihat balihonya
Ya, itu dia, Dia yang membuat aku seperti ini
Dia yang menghancurkan hidupku
Dia yang memporak – porandakan keluargaku
Sebab ia, kami menjadi miskin
Sebab ia, kami melarat
Aku gapai wajahnya
Aku cakar dia dengan menggunakan kuku – kukuku
Hahahahaha
Aku ketawa penuh dengan rasa puas

d. Epigram

Hari ini tidak ada tempat untuk berdiri
Sikap lamban yang artinya mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang ada di hadapan depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti akan tergilas

e. Romance

Cinta begitu akan terasa bahagia
Jika kita senantiasa bersama
Cinta tidak akan terasa indah
Jika kita jauh terpisah
Cinta akan menjadi abadi
Jika  kita saling berbagi
Cinta akan sejati
Jika kita saling mengerti

f. Ode

Pak De

Asri nian taman itu
Kembang yang nampak warna – warni bertebaran
Kupu – kupu nampak berterbangan
Di sela – sela dedaunan hijau
Terdengar suara dentangan cangkul yang beradu bersama batu
Di bawah pokok palem taman tersebut
Sesosok pria tua terlihat
Penuh dengan peluh yang bercucuran
Dari pagi sampai petang
Tidak kenal dengan lelah yang merawat tumbuhan
Itu lah pak de
Pria tua yang bersahaja
Sebab ia, teman tersebut sekarang ini
Menjadi indah asri

g. Satire

Aku bertanya
namun beberapa pertanyaanku
membentur jidat dari para penyair salon,
yang bersajak mengenai rembulan dan anggur,
sedangkan ketidakadilan berlangsung
di sampingnya,
serta delapan juta kanak – kanak yang tidak mengenyam pendidikan,
termangu – mangu di kaki dewi kesenian

2. Puisi Baru Berdasarkan Bentuknya

Puisi baru terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan bentuknya, berikut contohnya masing – masing:

a. Distikon

Oleh: Or. Mandank

Berkali kita gagal
Ulangi lagi serta cari akal

Berkali – kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh

b. Quatrain

Oleh: A.M. Daeng Myala

Mendatang – datang jua
Kenangan masa lalu
Menghilang muncul jua
Yang dahulu terasa sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu – sendu

c. Sextet

Merindu Bahagia
Oleh: Ipih

Apabila hari sudah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku akan rasa tenggelam
Di dalam laut yang tak terbatas
Menangis hati yang teriris sedih

d. Stanza (Octav)

Awan
Oleh: Sanusi Pane

Awan datang terlihat melayang perlahan
Serasa bermimpi, terasa berangan
Bertambah lama, akan lupa di diri
Bertambah halus yang akhirnya seri
Serta bentuk menjadi hilang
Di dalam langit biru gemilang
Demikian juga jiwaku yang lenyap sekarang
Di dalam kehidupan teguh tenang

e. Septima

Indonesia Tumpah Darahku
Oleh: Muhammad Yamin

Duduk di tepi pantai dengan tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih warna putih di pasir terderai
Nampaklah sebuah pulau di lautan hijau
Gunung – gemunung yang bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya

f. Soneta

Gembala
Oleh: Muhammad Yamin

Perasaan siapa ta‘kan nyala (a)
Melihat anak berelagu dendang (b)
Seorang saja di tengah padang (b)
Tiada berbaju buka kepala (a)

Beginilah nasib anak gembala (a)
Berteduh di bawah kayu nan rindang (b)
Semenjak pagi meninggalkan kandang (b)
Pulang ke rumah di senja kala (a)

Jauh sedikit sesayup sampai (a)
Terdengar olehku bunyi serunai (a)
Melagukan alam nan molek permai (a)

Wahai gembala di segara hijau (c)
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau (c)
Maulah aku menurutkan dikau (c)

g. Quint

Oleh: Or. Mandank

Hanya pada Tuan
Satu – satunya perasaan
Hanya bisa saya utarakan

Kepada tuan
Yang sempat merasakan
Satu – satu kegelisahan
Yang saya kerahkan
Hanya bisa saya kisahkan

Kepada tuan
Yang sempat di resah – gelisah kan
Satu – satu kenyataan
Yang dapat dirasakan
Hanya bisa saya nyatakan

Kepada tuan
Yang enggan untuk menerima kenyataan

Contoh Puisi Cinta

Aku, Kau, dan Cintaku Padamu

Aku tak tahu secara pasti
Kapan cinta itu hadir di dalam hidupku,
Seperti masing  – masing orang yang bertanya;
Kapan detik pertama kali kehidupan dimulai?

Aku hanya mengetahui akan satu hal yang pasti
Jika aku semestinya mampu
Membangun bahtera serta meyakini
Satu dayung kepadamu,
Serta akan kita laju
Setiap detik waktu
Yang akan kita lukiskan
Bersama warna yang rindu

Contoh Puisi Pahlawan

Membalas Jasa Sang Pahlawan

Engkaulah Pahlawan yang berani
Mengorbankan diri sendiri bagi kami
Masa ingin sekali membalas jasamu ingin kujalani
Namun..…
Tidak terdapat satu cara pun yang bisa aku peroleh

Wahai Pahlawanku…..
Dirimu yang sangat berjasa terhadap diriku dan negeri ini
Diriku yang lemah tidak berdaya dalam membalas jasa – jasamu
Membalas jasamu merupakan salah satu impianku
Ingin ku membalasnya dengan cara apa pun itu

Contoh Puisi Kontemporer

Kontemporer

Puisi kontemporer terbagi ke dalam beberapa jenis, berikut masing – masing contohnya:

a. Puisi Mantra

Shang Hai

ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping

mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring

b. Puisi Mbeling

Hoax

hoax
negeri ini diselimuti hoax
pemberi kebenaran yang hoax
penyampai bukti yang hoax
tidak sepaham yang hoax
pembela haq hoax

c. Puisi Konkret

Cinta

contoh puisi konkret

d. Puisi Mini Kata

Reformasi

RR R

RRRRRR

R

RRRRRRRRRR

RRRRRRRRR

RRRRRRRRR

!!! REFORMASI !!!

e. Puisi Tanpa Kata

Mati

———————m——————

———-a——————————

—————————-t————

—————i—————–i!!!!!!!

f. Puisi Supra Kata

sadar rasa rasa sadar
rada sadar rasa dadar
rasa sasar rada dadar
dara rasa sara rada
dasa sadar rasa sadar
rasa sadar rasa sadar rasa sadar rasa sayang sayange

g. Puisi Multilingual

Dua Jembatan: Mirabeau & Asemka
Oleh: Remy Sylado

Mengapa orang mau mendengar Apollonaire
Yang berkisah tentang kebohongan dunia
-Et Sous le pount Mirabeau coule la Seine
-Et nouns amours
-?

Mengapa tak mau dengan Remifasolasido
Yang berkisah tentang kejujuran dunia
-Ning ngisore kreteg Asemka iku
-Akeh umbele Cino
-?

h. Puisi Idiom Baru

Tidak

keheningan
bukanlah sepi
kesepian
bukanlah sunyi
penderitaan
bukanlah luka
pertanyaan
bukanlah ketidakpercayaan
menghilang
bukanlah ketakutan
firasat
jadi pertanda
kau pergi
tuk selamanya!

Contoh Puisi Bali Anyar

Siwaratri
Oleh: .Bli wayan

peteng pitu catur dasi
mangaran siwaratri
batara siwa malaksana yoga murti
siwa siwa siwa maha déwa
saksiang ja jagran titiang batara siwa.
mangda lebur dosan titiang batara siwa.
pajati bilwa lan padma maka siwaratri sarana.
upawasa lan jagra brata maka siwaratri sadana
siwa siwa om nama siwaya

Contoh Puisi Kemerdekaan

Perjuangan Panjang

Malam – malam yang penuh akan pertarungan

Kemana siang kami, tidak kembali

Malam akan menjadi semakin pekat, serta akan menjadi semakin keruh permasalahannya

Diskusi yang tak kunjung berakhir

Lelah, penat kami haru terus beradu mulut

Memaki, tidak ada benci di dalam hati

Hanya dalam satu kata sepakat yang sangat alot

Di dalam kalimat yang tertahan

Kesepakatan yang tak kunjung usai

Untuk tanah air yang kian lelah dengan penjajah

Merdeka merupakan satu harga mati yang harus segera dibayar sah

Contoh Puisi Perpisahan

Kenangan Bersama Sekolah

Amat banyak kenangan yang aku alami di ruang lingkup ini

Disini aku mengerti dengan arti perjuangan

Disini pula aku mengerti akan artinya kebersamaan

Kenangan yang aku alami bersama guru dan juga sahabat

Banyak sekali hal yang telah mengajariku akan artinya perjuangan

Duhai guru serta sahabatku

Olehmu aku mengerti

Olehmu aku tau

Terimakasih

Kau sudah melukiskan seluruhnya di dalam kehidupanku

Contoh Puisi Naratif

Ibu Terbunuh

Ibu musang yang ada di pohon tua sedang terlindung Meliang
Dua anaknya tetap juga mati.

Membual yang berkaitan dengan sabit malam mengatakan padanya jika hal itu telah dekat
Selamat makan, anak – anak kecil, sayang.

Matanya terucap kata selamat tinggal, ia menolak
Dia pergi ke desa – desa, semak – semak, bertaruh di setiap harinya guna menjalani hidup.

Colic menyanyikan berita hangat mengenai balas dendam warga
Ia juga membelai ujung bulu, namun juga melambai.

Soaring pun menyanyikan kolik hingga mati secara tiba – tiba
Guna menusuk tunas daun yang sedang mengomel
Musang yang tertangkap oleh seorang wanita terbunuh di hari selanjutnya.

Ia tak pulang, yang akan merebut kekayaan di hariannya.
Ibu yang baik, kematian yang baik, bangkai yang telah mati pula daun tua.

Saya tak tahu apakah Merapla akan menangis juga
Serta anak – anak akan bertanya pada ibu angin tenggara

Lalu sendirian pada saat di pohon Meliang tua
Anak – anak musang mati, keduanya pun mati.

Serta jalannya seluruh acara
Tanpa dukungan dari satu dosa, tanpa.

Contoh Puisi Cita – Cita

Cita – Citaku Menjadi Arsitek

Akan kubangun sebuah rumah yang indah
Dengan desain sederhana yang megah.

Akan kubangun taman yang dipenuhi bunga
Dengan warna – warni membuat ceria.

Akan kubangun rumah dengan kolam di dalamnya,
Agar setiap hari aku bisa berenang.

Contoh Puisi Chairil Anwar

Chairil Anwar

Hampa

Kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.

Sepi.

Tambah ini menanti jadi mencekik…..
Memberat – mencekung punda…..
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

Contoh Puisi Perjuangan

Hiruk Pikuk

Kasihanilah

Para bapak yang tidak bisa melihat anak mereka tumbuh berkembang

Kasihanilah

Petani yang sekarang telah acuh dengan lahan mereka

Benih yang bersaing kepada benalu, tidak satupun mata yang turutu peduli

Indonesia kini menahan lapar, merangkak guna berdiri sendiri

Hentakan langkah dengan kejam, hujan peluru

Tidak menimbulkan jeda mimpi kami yang terus terajut kokoh

Siang malam tidak terdapat beda kami dengan memohon tiada henti

Ketakutan tersebut bukan dari jiwa kami

Bambu – bambu telah diubah untuk dijadikan peluru

Tubuh kerdil manusia Indonesia menggentarkan mereka yang nampak perkasa

Contoh Puisi Alam

Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit semua
Kemarau tersebut perlahan datang terhadapmu
Tumbuh secara perlahan
Berhembus dengan amat panjang
Mulai menyapu lautan

Mengekal tanah dengan berbongkahan untuk menyapu hutan!
Mengekal tanah dengan berbongkahan! Datang kepadamu
Ia, kemarau tersebut datang dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan -Nya.
Dari tangan yang dingin serta tidak menyapa yang senyap.
Yang tidak menoleh barang sekejap.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.