Prinsip Ekonomi: Pengertian, Ciri, Tujuan, Macam

3 min read

Prinsip Ekonomi

Secara umum, prinsip ekonomi merupakan suatu usaha untuk mencapai hasil semaksimal mungkin dengan pengorbanan tertentu seminim mungkin.

Dengan kata lain, prinsip ekonomi bertujuan agar manusia mampu memenuhi kebutuhan ekonomi secara efektif dan efisien. Nah, untuk lebih lengkapnya, berikut Tamilchill akan menguraikannya.

Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki penilaian tersendiri mengenai pengertian ekonomi. Berikut pengertian ekonomi menurut para ahli:

1. Abraham Maslow

Menurut Abraham Maslow, pengertian ekonomi merupakan suatu bidang keilmuan yang mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan manusia dengan cara mempersatukan seluruh sumber ekonomi yang tersedia berdasarkan pada teori dan prinsip dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.

2. Adam Smith

Adam Smith mengungkapkan, pengertian ekonomi adalah suatu penyelidikan mengenai kondisi dan sebab adanya atau hadirnya kekayaan negara.

3. Hermawan Kartajaya

Hermawan Kartajaya berpendapat bahwa pengertian ekonomi merupakan suatu wadah yang mana sektor industri sedang melekat diatasnya.

4. Paul Anthony Samuelson

Paul Anthony Samuelson menilai, pengertian ekonomi adalah suatu cara yang digunakan oleh seseorang atau kumpulan orang dalam memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai macam komoditi dan produk serta menyalurkannya agar dapat dikonsumi oleh masyarakat banyak.

5. John Stuar Mill

Sedangkan John Stuar Mill memiliki pendapat sendiri, bahwa pengertian ekonomi merupakan ilmu praktis yang telah mempelajari tentang penagihan dan pengeluaran.

Baca juga: Pelaku Ekonomi

Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi

Ciri-ciri prinsip ekonomi adalah:

  • Bersikap hemat
  • Selalu mengutamakan kebutuhan yang penting
  • Merinci kebutuhan hidup mulai dari yang terpenting hingga yang tidak terlalu penting
  • Bertindak secara rasional dan ekonomis, yakni menentukan kebutuhan dengan perencanaan yang sudah matang
  • Bertindak dengan prinsip “Pengeluaran biaya diikuti dengan hasil yang di dapat”

Tujuan Prinsip Ekonomi

Tujuan utama dari prinsip ekonomi yaitu agar manusia dapat memenuhi kebutuhan ekonominya dengan cara yang efektif dan efisien. Selain itu, terdapat juga beberapa tujuan dan manfaat seperti dibawah ini:

  • Mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin
  • Mencegah terjadinya konsumsi yang boros
  • Memperkecil adanya kerugian akibat kesalahan-kesalahan tertentu
  • Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki

Macam-Macam prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga macam atau jenis. Berikut macam-macam prinsipnya:

1. Prinsip Produsen

Prinsip produsen diterapkan untuk menentukan bahan baku, peralatan produksi, dan biaya produksi dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Prinsip ini berusaha untuk menghasilkan atau menyajikan produk berkualitas sebaik mungkin, dan menekan biaya serendah-rendahnya.

Contoh penerapan prinsip produsen

  • Membuka tempat usaha yang dekat dengan lokasi bahan baku, tenaga kerja, atau daerah pemasaran
  • Menggunakan bahan baku yang berkualitas bagus, namun dengan harga paling murah
  • Menentukan harga jual yang menguntungkan
  • Memaksimalkan sumber daya dengan efisien
  • Menggunakan tenaga kerja yang ahli dan terampil
  • Memakai alat atau mesin dengan produktivitas tinggi, namun dengan biaya yang relatif rendah
  • Menentukan barang dan jasa yang nantinya akan dihasilkan

2. Prinsip Distributor

Prinsip distributor digunakan untuk melakukan berbagai macam usaha agar mampu memenuhi selera dari kosumen. Prinsip ini ditekankan pada promosi atau iklan, pemberian hadiah, dan kegiatan pemasaran lain dengan tujuan untuk memperoleh banyak pelanggan sehingga berpotensi mendapatkan keuntungan yang semakin besar.

Contoh penerapan prinsip distributor

  • Membeli barang dari produsen secara langsung untuk menekan biaya seminim mungkin
  • Memakai sarana distribusi dengan harga yang relatif murah
  • Menyediakan barang dan jasa yang sedang ramai di kalangan konsumen
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen
  • Menyalurkan barang kepada konsumen secara tepat waktu
  • Menentukan lokasi perusahaan yang berada di antara produsen dan konsumen

3. Prinsip Konsumen

Prinsip konsumen adalah jenis prinsip yang digunakan untuk memperoleh produk (barang atau jasa) berkualitas baik, namun dengan harga semurah mungkin.

Contoh penerapan prinsip konsumen

  • Membeli barang yang berkualiatas
  • Membeli barang dengan harga terjangkau atau relatif murah
  • Membeli barang yang awet dan bertahan lama
  • Memilih kualitas barang sebelum membeli
  • Membuat daftar barang yang diperlukan sesuai kebutuhan
  • Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang untuk menekan harga
  • Mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan sesuai dengan kemampuan

10 Prinsip Ekonomi

Berikut akan dijelaskan 10 prinsip ekonomi menurut N. Gregory Mankiw beserta pengertian dan contohnya.

1.  Setiap orang melakukan tarik ulur pilihan (trade-off)

Pahami arti dari trade off. Dalam setiap pengambilan keputusan ekonomi, kita akan dihadapkan pada suatu pilihan, dimana pilihan yang satu mengorbankan pilihan yang lain. Masyarakat mendapatkan hasil optimal dari sumberdaya daya yang ada.

Contoh: Sebagai mahasiswa harus mempertimbangkan antara naik kendaraan pribadi dengan mengeluarkan biaya bensin sekitar Rp.5.000, sedangkan jika naik angkutan umum biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.8.000.

2. Mengorbankan biaya untuk memperoleh sesuatu

Inilah yang disebut dengan opportunity cost (biaya kesempatan). Kita harus memanfaatkan kesempatan untuk menmperoleh sesuatu yang memiliki nilai lebih baik, atau setidaknya sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

3. Berpikir secara rasional

Setiap orang menggunakan pikiran yang rasional dalam memutuskan sesuatu hal. Berpikir secara rasional dapat memberikan pandangan kepada seseorang mengenai keuntungan dan kerugian setiap kesempatan yang dipilih.

4. Tanggap terhadap insentif

Manusia akan bersedia melakukan suatu hal jika dinilai insentif dan dapat memberikan timbal balik atas apa yang dikerjakan.

Contoh: Seseorang akan bekerja sesuai porsi pada saat penghasilannya tetap, namun dia akan bekerja secara ekstra dari sebelumnya pada saat insentif.

5. Perdagangan menguntungkan semua pihak

Prinsip ekonomi ini mengedepankan spesialisasi. Seperti dalam kutipan “Negara yang produksinya tidak optimal akan membeli barang dari negara yang produksinya optimal.”

Contoh: Suatu negara memproduksi barang atau jasa berdasarkan kemampuan terbaik yang dimiliki (kualitas baik, produksi tinggi, biaya produksi rendah). Lalu menjual produk tersebut ke negara lain yang produksinya tidak optimal dalam memproduksi barang tersebut.

6. Pasar adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi

Pasar menjadi suatu tempat terjadinya interaksi antara produsen dan konsumen dalam melakukan tawar-menawar nilai atau harga atas suatu barang. Dalam hal ini, produsen berhak menentukan barang apa yang diproduksi dan siapa yang dipekerjakan, sedangkan konsumen berhak untuk bekerja di perusahaan mana dan membeli barang yang diinginkan.

7. Pemerintah mampu meningkatkan faktor produksi

Intervensi di bidang ekonomi biasanya dilaksanakan oleh pemerintah. Hal ini dapat membantu pedagang-pedagang di pasar sehingga mampu memberikan keuntungan kepada pihak penjual dan pembeli. Intervensi pemerintah tersebut dapat membantu penjual dalam memaksimalkan penghasilan mereka, yaitu dengan menambah barang atau stok dagang.

8. Standar hidup negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa

Penentu standar hidup di suatu negara bergantung pada kemampuan faktor produksi. Negara yang pekerjanya memproduksi barang dan jasa dalam jumlah tertentu dalam satuan waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup yang tinggi, begitupun sebaliknya.

9. Harga akan naik apabila pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak

Tingginya jumlah uang yang beredar di masyarakat membuat nilai uang menjadi merosot. Apabila nilai uang menurun, maka harga barang akan naik.

10. Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran

Trade-off antara inflasi dan pengangguran hanya bersifat sementara, namun dapat berlangsung juga selama bertahun-tahun. Terdapat beberapa negara yang mengalami inflasi, tetapi menjadikan angka pengangguran menurun pada negara tersebut. Namun, hal tersebut tampaknya tidak terjadi di Indonesia.

Demikianlah penjelasan mengenai prinsip ekonomi beserta contoh penerapannya. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *