Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

1 min read

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Perbedaan senyawa organik dan anorganik meliputi asal, stuktur, unsur – unsur yang terkandung didalamnya, dan sifat – sifat yang di miliki oleh kedua senyawa tersebut, serta masih banyak lagi akan kami bahas dalam artikel ini.

Pengertian Senyawa Organik dan Anorganik

1. Senyawa Organik

Senyawa Organik

Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia dimana molekulnya mengandung karbon, kecuali oksida karbon, karbonat, dam karbida.

Bahan organik dihasilkan melalui proses fotosintesis oleh tumbuhan berklorofil. Sehingga penyusun utama dari bahan organik adalah unsur karbon dalam bentuk senyawa polisacharida, seperti pati, sellulosa, hemi-sellulosa, bahan pektin, dan lignin.

Selain itu beberapa bahan organik tanah mengandung protein dan senyawa nitrogen lainnya.

Bahan organik secara umum dibedakan atas bahan organik yang relatif sulit didekomposisi. Karena disusun oleh senyawa siklik yang sulit diputus dan dirombak menjadi senyawa yang lebih sederhana.

2. Senyawa Anorganik

Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik adalah senyawa yang tidak memiliki atom karbon. Senyawa dapat dibentuk oleh unsur logam dan logam, non-logam dan logam, dan sebagainya.

Senyawa anorganik memiliki dua jenis yaitu

  • Poliatimok
    Poliatimok adalah senyawa yang memiliki lebih dari 3 jenis unsur.
  • Binner
    Binner adalah senyawa yang terdiri dari 2 unsur yitu unsur logam dan non-logam.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Untuk lebih jelasnya sudah kami rangkumkan perbedaan senyawa organik dan anorganik dalam tabel berikut ini.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik
PembedaSenyawa OrganikSenyawa Anorganik
AsalKebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis.Berasal dari sumber daya alam mineral (bukan makhluk hidup).
StrukturLebih rumitSederhana
Unsur KarbonSemua Senyawa Organik mengandung unsur karbon.Tidak semua Senyawa Anorganik mengandung unsur karbon.
Unsur Atom LogamAdaTidak ada
TerbakarLebih mudah terbakarTidak mudah terbakar
LarutDapat larut hanya dalam pelarut organik.Dapat larut dalam pelarut organik maupun pelarut air.
ReaksiLambatCepat
SifatUmumnya bersifat non-elektrolit.Umumnya bersifat elektrolit (konduktor listrik dalam larutannya).
Titik Lebur dan Titik DIdihRendahTinggi
PenyusunC, H, O, N, S, P, F, Cl, dan lain – lain.Hampir semua unsur
Ikatan KimiaCovalentIonik dan Covalent Polar
IsomerAdaTidak ada
ContohProtein, karbohidrat, lemak, asam lemak, asam format, vitamin, polimer, dan lain sebagainya.Garam, asam kakodilat, asam karbonat, kalsium kloridina, amoniak, dan lain sebagainya.

Note :

  1. Sifat non-elektrolit yang dimiliki senyawa organik artinya senyawa organik tidak mampu terionisasi sehingga tidak dapat menghasilkan gelembung gas.
  2. Sedangkan sifat elektrolit yang dimiliki senyawa anorganik artinya senyawa anorganik mampu terionisasi sehingga tidak dapat menghasilkan gelembung gas.

Sekian yang dapat kami sampaikan mengenai perbedaan senyawa organik dan anorganik. Terima kasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *