Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Perbedaan Saham dan Obligasi

2 min read

Perbedaan Saham dan Obligasi

Banyak orang menganggap bahwa saham dan obligasi merupakan hal yang sama. Keduanya memang memiliki persamaan karena sama-sama jenis investasi. Akan tetapi, terdapat perbedaan mendasar diantara keduanya. Lalu, apa sih perbedaan saham dan obligasi?

Nah, bagi para investor, Anda harus memahami kedua perbedaan tersebut agar nantinya tidak keliru dalam menentukan pilihan investasi.

Dikarenakan saham dan obligasi bertolak belakang berdasarkan jangka waktu, sistem perpajakan, resiko, keuntungan, kerugian, hingga hak kepemilikan.

Pengertian Saham dan Obligasi

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Apabila Anda membeli saham, sejatinya Anda membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Sehingga Anda berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen, apabila perusahaan membukukan keuntungan.

Sedangkan obligasi adalah bentuk surat hutang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Setelah mengetahui pengertian saham dan obligasi, tentunya Anda telah mengenali sedikit perbedaan dari keduanya. Untuk lebih memahami perbedaannya, berikut perbedaan saham dan obligasi dalam bentuk tabel.

PerbedaanSahamObligasi
FungsiSebagai bukti kepemilikkan suatu aset
perusahaan yang memiliki besaran
yang ditetapkan
Sebagai bukti atas pengakuan hutang suatu
perusahaan terhadap pemberi modal
dengan jumlah tertentu
Asal PenghasilanPemegang saham menerima bagian
pendapatan perusahaan dengan jumlah
yang tidak pasti (tergantung jumlah
keuntungan yang diperoleh perusahaan)
Pemegang saham menerima bunga
dengan jumlah yang ditetapkan
Fluktuasi HargaHarga saham dipengaruhi oleh kondisi
ekonomi mikro dan makro sehingga
bersifat fluktuatif
Harga obligasi cenderung stabil namun sensitif
terhadap perubahan inflasi dan bunga
Besar KeuntunganTergantung besaran keuntungan perusahaanPenghasilan selalu stabil dan ditetapkan
tanpa terpengaruh oleh untung rugi
suatu perusahaan tersebut
Jangka WaktuTidak memiliki keterbatasan waktu
dalam penggunaannya
Waktunya terbatas dengan ketetapan
tanggal jatuh tempo
Sisi PerpajakanPembagian keuntungan kepada pemilik
saham adalah setelah terpotong pajak
Tanpa pajak, bunga obligasi sudah dapat
dibagikan kepada pemegang bunga obligasi
Hak Suara Atas
Perusahaan
Pemegang saham memiliki hak memberikan
suara terhadap kebijakan perusahaan
Pemegang obligasi tidak memiliki hak
menyampaikan suara terhadap
kebijakan perusahaan
Jika Terjadi Likuidasi
(Kebangkrutan)
Hak klaim inferior terhadap pemegang
saham diberikan saat terjadi likuidasi.
Hal ini berisiko kepada pemegang saham
bahwa adanya kemungkinan kehilangan
seluruh modal yang ditanamkan di perusahaan
Hak klaim kepada pemegang obligasi dapat
dilakukan lebih dini dengan mendapatkan
sebagian atau seluruh aset perusahaan

Persamaan Saham dan Obligasi

Selain dari perbedaannya, saham dan obligasi ternyata memiliki persamaan. Namun, hanya saham jenis preferen saja yang mirip dengan sistem obligasi. Disini perbedaan.info akan terangkan persamaannya seperti dibawah ini:

  • Pendapatan yang stabil selama ada sekuritas.
  • Memiliki klaim atas laba dan aktiva di masa depan, pada saat ini.
  • Memiliki hak tebus.
  • Adanya kesepakatan konverbilitas sehingga keduanya dapat ditukar dengan sekuritas berbentuk lain, khususnya saham biasa.

Contoh Saham dan Obligasi

Berikut contoh saham dan obligasi untuk memantapkan pemahaman Anda mengenai kedua hal tersebut. Adapun contoh penggunannya:

Contoh Penggunaan Saham

Perusahaan X mengeluarkan 2000 lembar saham, dengan nilai Rp.100.000,- tiap lembar. Mr Boy membeli 500 lembar saham seharga Rp.25.000.000,-. Nah, sekarang Mr Boy telah memiliki 25 persen dari perusahaan X, dan berhak mendapatkan 25% keuntungan bersih perusahaan X. Perusahaan X juga memiliki tambahan modal sebesar Rp.25.000.000,- dari Mr Boy.

Contoh Penggunaan Obligasi

Pemerintah menerbitkan 200 lembar obligasi. Tertera pada dokumen obligasi tersebut sebagai berikut:

  • Harga pokok Rp.20.000.000
  • Kupon bunga sebesar 15%
  • Jangka waktu obligasi 5 tahun
  • Periode pembayaran adalah triwulan

Mr Son membeli selembar obligasi ini. Mr Son membayar harga pokok obligasi sebesar Rp.20.000.000,-. Setelah memegang obligasi tersebut, Mr Son mendapatkan bunga sebesar 15% per tahunnya, namun dibayarkan setiap 3 bulan. Bunga yang didapatkan Mr Boy per tahunnya adalah sebesar Rp.3.000.000,-, dibayarkan oleh pemerintah setiap 3 bulan sebesar Rp.750.000,-. Setelah 5 tahun, masa obligasi ini akan habis dan Mr Son akan mendapatkan uangnya kembali, yaitu sebesar Rp.20.000.000,-.

Jika obligasi yang dikeluarkan terjual habis, maka pemerintah mendapatkan modal uang sebesar 100 x Rp.20.000.000 = Rp 2.000.000.000,- (2 milyar rupiah).

Dalam dunia investasi, saham bersifat high risk, high reward, sedangkan obligasi bersifat low risk, low reward. Demikianlah penjelasan mengenai saham dan obligasi beserta contohnya.

Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *