Ahmad Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama

Pengertian Sosialisasi

8 min read

Sosialisasi Adalah

Sosialisasi merupakan salah satu rantai yang penting di antara sistem sosial. Pasalnya sosialisasi mencakup interaksi sosial dan tingkah laku sosial seorang individu. Kali ini kita akan belajar tentang pengertian sosialisasi beserta proses, tahapan, tujuan, fungsi, dan contohnya.

Sosialisasi itu sendiri ditentukan oleh lingkungan sosial, interaksi sosial, faktor ekonomi, dan kebudayaan tempat seorang individu tinggal.

Dengan adanya sosialisasi, seorang individu dapat menjadi manusia yang berbudaya dan taat terhadap nilai dan norma yang berlaku.

Sebenarnya, apa pengertian sosialisasi itu ? Simak artikel ini lebih lanjut.

Pengertian Sosialisasi

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses penanaman dan pembentukan kebiasaan dari generasi ke generasi guna untuk menciptakan sikap dan perilaku individu sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Sosialisasi juga dapat disebut sebagai proses pembelajaran seumur hidup. Belajar mengenai segala sesuatu yang ada di sekitar kita setiap harinya.

Sosialisasi ini sudah di mulai sejak kita lahir ke dunia. Seperti saat orang tua kita mengajari kita untuk berbicara, berjalan, makan, dan lain sebagainya.

Proses Sosialisasi

Proses Sosialisasi

Proses sosialisasi atau proses penanaman dan pembentukan kebiasaan seorang individu meliputi 3 tahap, yaitu :

1. Internalisasi

Internalisasi adalah proses penanaman dan pembentukan kebiasaan seorang individu sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku sejak ia lahir sampai ia meninggal dunia.

2. Enkulturasi

Enkulturasi adalah proses pengembangan dari nilai dan norma yang sudah tertanam dalam diri seorang individu.

Pengembangan tersebut bertujuan agar seorang individu menerapkan dan melaksanakannya di dalam kehidupan sehari – hari mereka.

3. Pendewasaan Diri

Pendewasaan diri adalah proses berlangsungnya internalisasi dan enkulturasi secara terus – menerus yang akan membentuk kebiasaan seorang individu.

Jika seorang individu telah memiliki kebiasaan baik secara utuh, maka ia dapat dikatakan dewasa dan siap untuk memegang peran di dalam kehidupan bermasyarakat.

Tujuan Sosialisasi

Tujuan Sosialisasi

Sosialisasi jelas memiliki tujuan, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Mewariskan nilai dan norma sosial yang telah ada.
  2. Memberikan keterampilan kepada seorang individu agar dapat hidup di dalam masyarakat.
  3. Menanamkan nilai – nilai dan kepercayaan untuk seorang individu yang mempunyai tugas pokok di dalam kehidupan bermasyarakat.
  4. Menjadikan seorang individu dapat hidup dengan baik di tengah – tengah masyarakat dengan nilai dan norma yang telah tertanam.
  5. Menjadikan seorang individu mampu menjadi anggota masyarakat yang baik dengan adanya sosialisasi atau interaksi antar warga.
  6. Agar setiap anggota masyarakat dapat memahami suatu lingkungan sosial dan budaya, baik lingkungan tempat tinggal seorang individu maupun lingkungan yang baru.
  7. Menjadikan seorang individu mampu berperan aktif dan positif dalam kehidupan bermasyarakat di setiap harinya.
  8. Menjadikan seorang individu dapat menyesuaikan tingkah laku dan sopan santunnya dimana pun ia berada.
  9. Kemampuan seorang individu dalam berkomunikasi dapat berkembang secara efektif. Seperti kemampuan membaca, menulis, dan lain sebagainya.
  10. Untuk melatih pengetahuan dan keterampilan seorang individu dalam melangsungkan hidup bermasyarakat.
  11. Fungsi – fungsi organik seorang individu juga dapat berkembang melalui introspeksi yang tepat.

Dengan mengetahui tujuan sosialisasi, kita akan lebih mengerti lagi tentang pengertian nya.

Fungsi Sosialisasi

Fungsi Sosialisasi

Sosialisasi memiliki fungsi umum yang dapat dilihat dari 2 sudut pandang, yaitu :

1. Sudut Pandang Individu

Untuk seorang individu sosialisasi berfungsi sebagai sarana pengenalan, pengakuan, dan penyesuaian diri terhadap nilai – nilai dan norma sosial yang ada.

Dengan adanya hal tersebut maka seorang individu akan menjadi masyarakat yang baik.

Di mana masyarakat yang baik adalah masyarakat yang dapat melaksanakan aturan yang ada dilingkungannya dan dapat membantu masyarakat lain yang sedang dalam kesusahan.

2. Sudut Pandang Masyarakat

Untuk masyarakat sosialisasi berfungsi sebagai sarana pelestarian, penyebarluasan, dan pewarisan nilai – nilai serta norma sosial.

Dengan demikian nilai – nilai dan norma sosial tersebut akan terus menerus terpelihara dari generasi ke generasi di dalam kehidupan masyarakat itu sendiri.

Jenis Sosialisasi

Jenis Sosialisasi

Sosialisasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang ada di dalam keluarga.

Sosialisasi ini juga merupakan sosialisasi pertama yang akan dijalani oleh seorang individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota keluarga yang baik.

Sosialisasi primer ini akan berlangsung saat seorang individu belum masuk sekolah yaitu sekitar 1 – 5 tahun.

Dalam usia tersebut seorang individu akan mulai mengenal satu persatu dari anggota keluarganya dan lingkungan hidup di keluarganya.

Ia juga akan mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya tersebut.

Sosialisasi ini menjadi pintu bagi seorang individu untuk memasuki keanggotaannya di masyarakat luas.

2. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat.

Sosialisasi ini memiliki 2 bentuk, yaitu :

  • Resosialisasi; proses di mana seorang individu akan diberi suatu identitas diri mereka  yang baru.
  • Desosialisasi; proses di mana seorang individu akan mengalami pencabutan identitas diri mereka yang lama.

Kedua proses tersebut akan berlangsung secara menyeluruh, baik di tempat tinggal maupun di tempat kerja.

Dan di dalam 2 tempat tersebut akan ada sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dan jangkauan waktu tertentu.

Tahapan Sosialisasi

Tahapan Sosialisasi

Sosialisasi dapat berlangsung melalui beberapa tahapan, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan ini adalah tahap sosialisasi primer. Di mana seorang individu akan mulai berinteraksi dengan individu lain yang dekat dengannya.

Tahap ini meliputi pembelajaran bahasa. Seperti interaksi antara anak dengan orang tuanya di dalam satu keluarga inti. Anak tersebut akan belajar mengucap kata – kata lalu kemudian ia akan berbicara.

2. Tahap Bermain

Tahap bermain ini adalah tahap di mana seorang anak akan mempelajari perannya dan peran yang dimainkan oleh orang lain.

Peran yang dimaksud adalah peran yang dipraktekkan melalui aktivitas bermain nya atau si anak beraktivitas sekadar meniru apa yang ia lihat.

Seperti seorang anak laki – laki yang meniru bapaknya yang sedang bekerja, seorang anak perempuan yang meniru ibunya sedang menyapu, mencuci, dan lain sebagainya.

3. Tahap Bertindak

Tahap bertindak ini adalah tahap di mana seorang anak akan mulai memiliki kesadaran sebagai diri. Egonya mulai menonjol dengan sikap ke-aku-annya.

Seperti seorang anak yang akan buang air kecil lalu ia pergi ke kamar mandi. Hal tersebut dilakukan oleh anak atas kesadaran bahwa jika buang air kecil di sembarang tempat akan mengakibatkan bau.

4. Tahap Penerimaan

Tahap penerimaan ini adalah tahap di mana seorang individu sadar akan adanya norma dan hukum di masyarakat.

Dirinya juga sadar jika ia memiliki hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat.

Seperti seorang individu akan menerima bahwa ia adalah orang Indonesia, kemudian membangun visi tentang apa yang ingin dilakukannya untuk kemajuan Indonesia.

Keempat tahapan tersebut akan dilalui setiap individu dari mulai ia kecil sampai ia dewasa secara pemikiran.

Jika seorang individu sudah sampai pada tahap penerimaan, maka ia sudah boleh dikatakan dewasa.

Tahap kedewasaan ini juga ditandai dengan kemampuan seorang individu yang melakukan refleksi terhadap dunia sosialnya.

Seperti seorang individu yang meragukan apa yang diyakini sebelumnya dan mempertanyakan apa makna kehidupan yang dijalaninya.

Pola Sosialisasi

Pola Sosialisasi

Terdapat 2 pola sosialisasi, yaitu :

1. Sosialisasi Represif

Sosialisasi represif (repressive socialization) adalah sosialisasi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan.

Contoh lainnya adalah penekanan pada kepatuhan anak terhadap orang tuanya, penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal, dan berisi perintah, serta penekanan – penekanan sosialisasi lainnya.

Peran keluarga pada sosialisasi ini adalah sebagai significant other.

2. Sosialisasi Partisipatoris

Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization) adalah sosialisasi di mana anak akan diberikan imbalan jika ia berprilaku baik dan anak akan diberikan hukuman jika ia berperilaku buruk.

Imbalan dan hukuman tersebut sifatnya hanya simbolik. Karena pada proses sosialisasi ini anak akan diberi kebebasan.

Penekanan pada sosialisasi ini terletak pada interaksi dan komunikasi yang bersifat lisan. Pusat dari sosialisasi ini adalah anak dan keperluan anak tersebut.

Peran keluarga pada sosialisasi ini adalah sebagai generalized other.

Agen Sosialisasi

Agen Sosialisasi

Agen sosialisasi adalah pihak – pihak yang melaksanakan dan melakukan sosialisasi. Terdapat 4 agen sosialisasi yang utama, yaitu :

1. Keluarga (Kinship)

Agen sosialisasi dari keluarga inti (nuclear family) meliputi bapak, ibu, kakak, dan adik saudara kandung maupun saudara angkat yang belum menikah dan tinggal bersama di dalam suatu rumah.

Agen sosialisasinya diperluas pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan (extended family) meliput beberapa keluarga seperti kakek, nenek, tante, dan om di samping anggota keluarga inti.

Pada tahap awal, peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga ini sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam lingkungan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.

Keluarga adalah agen sosialisasi yang pertama dan paling utama di dalam kehidupan seorang individu yang baru.

Pasalnya keluarga akan memperkenalkan nilai dan norma yang ada di masyarakat untuk pertama kalinya.

Keluargalah yang akan membentuk pribadi seorang individu yang baru menjadi ke yang lebih baik untuk keluarga itu sendiri, masyarakat, teman, dan untuk semuanya.

Ketika seorang individu merasa ditolak oleh masyarakat maka keluargalah yang akan menjadi tempat utama untuk mencari kehangatan dan perlindungan sukarela tanpa meminta bayaran kembali kepada anggotanya.

2. Teman Pergaulan

Teman pergaulan atau sering juga disebut teman bermain adalah salah satu agen sosialisasi pertama kali yang akan  didapatkan seorang individu ketika ia mampu berpergian ke luar rumah.

Peranan teman bermain ini sangatlah berpengaruh saat anak beranjak remaja. Pasalnya anak akan lebih banyak berada di luar rumah.

Proses sosialisasi ini dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang – orang yang seusia dengan dirinya.

Dengan demikian anak akan dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan mengenai orang – orang yang kedudukannya sederajat dengannya.

3. Lembaga Pendidikan Formal (Sekolah)

Di dalam lembaga pendidikan formal ini, seorang individu akan belajar membaca, menulis, dan berhitung.

Selain itu seorang individu akan mempelajari mengenai aturan – aturan kemandirian (independence), universalisme, kekhasan (specificity). dan prestasi (achievement).

Di sini seorang anak harus melakukan tugasnya sendiri. Berbeda dengan di lingkungan rumah, karena seorang anak dibantu orang tua dalam melaksanakan berbagai pekerjaannya.

4. Media Massa

Media massa termasuk ke dalam media cetak seperti surat kabar, majalah, dan tabloid, dan media elektronik seperti radio, televisi, video, dan film.

Pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.

5. Agen Lain

Selain dari keempat agen tersebut sosialisasi juga dilakukan oleh tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, lingkungan pekerjaan, dan institusi agama.

Semuanya akan membantu seorang individu dalam membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan yang pantas maupun tidak pantas dilakukan.

Dari semua agen sosialisasi tersebut mereka menyampaikan pesan – pesan yang berbeda dan tidak selamanya sejalan satu sama lain.

Apa yang diajarkan keluarga mungkin saja berbeda dan bisa jadi bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agen sosialisasi lainnya.

Seperti di rumah anak – anak diajarkan untuk tidak merokok, meminum minman keras, dan menggunakan obat – obatan terlarang atau narkoba, akan tetapi mereka dengan mudah mempelajarinya dari teman – teman sebayanya.

Proses sosialisasi ini akan berjalan dengan lancar apabila pesan – pesan yang disampaikan oleh agen sosialisasi itu tidak bertentangan dan saling mendukung satu sama lain.

Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan.

Media Sosialisasi

Media Sosialisasi

Salah satu contoh media sosialisasi adalah organisasi. Organisasi itu sendiri adalah berkumpulnya sekelompok individu dalam suatu wadah untuk mencapai tujuan yang sama.

Organisasi tersebut merupakan wadah yang menampung aspirasi, harapan, cita – cita, dan keinginan dari orang – orang anggota organisasi tersebut.

Organisasi memiliki karakter tersendiri, seperti jati diri, sejarah, kisah, aspirasi harapan, cita – cita, suka maupun duka banyak orang.

Organisasi mempunyai visi dan misi yang jelas serta tujuan yang jelas pula. Peranan organisasi sangatlah penting dalam suatu masyarakat.

Pasalnya organisasi ini dapat membantu dan mengajak masyarakat untuk lebih aktif di dalam lingkungan hidupnya.

Selain itu, organisasi juga dapat mendukung proses sosialisasi yang berjalan di sebuah lingkungan bermasyrakat.

Media sosialisasi ini adalah sebagai zoon politicon yang memiliki arti bahwa kita sebagai mahluk sosial yang hidup secara berkelompok dan tidak dapat hidup sendiri.

Pasalnya manusia akan merasa membutuhkan satu sama lainnya dan organisasi itu penting untuk pergaula seorang individu.

Melalui organisasi seorang individu dapat memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak dapat dan tidak mungkin untuk dilakukannya sendiri.

Baca juga: Kebudayaan

Syarat Terjadinya Sosialisasi

Syarat Terjadinya Sosialisasi

Melalui sosialisasi masyarakat akan mampu dan dapat berpartisipasi dalam kepentingan kehidupan bermasyarakat.

Sosialisasi juga dapat menciptakan generasi selanjutnya yang taat akan nilai – nilai dan norma – norma yang berlaku di masyarakat maupun di Indonesia.

Terdapat beberapa faktor syarat terjadinya sosialisasi, di antaranya adalah sebagai berikut ini :

1. Apa yang akan disosialisasikan ?

Ini merupakan informasi yang penting yang akan diberikan kepada masyarakat berupa nilai, norma, dan peran mereka dalam bermasyarakat.

2. Bagaimana cara mensosialisasikan informasi tersebut ?

Hal ini akan melibatkan proses pembelajaran yang akan disampaikan.

3. Siapa yang mensosialisasikannya ?

Yang melakukan sosialisasi tersebut dapat dari pihak institusi, media massa, individu maupun kelompok.

Contoh Sosialisasi

Contoh Sosialisasi

Terdapat banyak sekali contoh sosialisasi yang selalu ada di kehidupan sehari – hari kita.

Berikut adalah beberapa contoh sosialisasi yang ada di keluarga, masyarakat, maupun di sekolahan :

  1. Seorang ibu yang mengajari anak perempuannya untuk memasak. Saat itu ibu akan memberitahukan resep agar masakan menjadi enak di makan.
  2. Seorang anak yang sedang dinasehati oleh bapaknya. Saat itu anak akan diajarkan mengenai sopan santun yang harus ia lakukan terhadap orang yang lebih tua, atau hal lain yang belum anak ketahui.
  3. Kakak yang sedang mengajari adiknya suatu pelajaran. Saat itu kakak akan menjelaskan pelajaran yang belum diketahui oleh adik.
  4. Bertegur sapa dengan tetangga saat berpapasan.
  5. Berdiskusi dengan tetangga untuk memajukan desa tempat tinggal kita.
  6. Saat kita melaksanakan kegiatan yang telah disepakati secara bersama, seperti kegiatan kerja bakti dan lainnya.
  7. Datang melayat saat ada tetangga yang meninggal dunia.
  8. Menghadiri suatu acara, baik itu acara keluarga, rapat, ulang tahun, pernikahan, atau yang lainnya.
  9. Melaksanakan ibadah di luar rumah, seperti sholat berjamaah.
  10. Seorang guru yang sedang menerangkan pelajaran kepada muridnya.
  11. Seorang murid bercerita dengan murid yang lain mengenai apa yang dialaminya semalam.

Dan masih banyak lagi contoh sosialisasi yang ada di sekitar kita.

Tanya Jawab

Apa itu sosialisasi ?

Sosialisasi adalah proses penanaman dan pembentukan kebiasaan dari generasi ke generasi guna untuk menciptakan sikap dan perilaku individu sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Apa yang dimaksud dengan sosialisasi politik ?

Pengertian sosialisasi politik adalah sosialisasi yang dilakukan agar seorang individu dapat mempelajari politik, baik secara disadari maupun tidak disadari oleh masing – masing individu tersebut.

Mengapa keluarga dianggap sebagai media sosialisasi yang pertama dan utama ?

Karena keluarga adalah orang pertama yang akan mengajarkan seorang individu dalam bersosialisasi.

Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi sosialisasi ?

  1. Sifat dasar dari masing – masing individu tersebut.
  2. Lingkungan sekitar seorang individu, baik di lingkungan tempat tinggal maupun tempat baru.
  3. Motivasi dalam menjalani kehidupan.
  4. Perbedaan dari masing – masing individu. Karena pada dasarnya setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda – beda.

Jelaskan fungsi sosialisasi yang diemban pranata keluarga ?

  1. Fungsi reproduksi; keluarga merupakan sarana untuk memperoleh keturunan secara sehat, terencana, terhormat, sesuai dengan ajaran agama, dan sah di mata hukum.
  2. Fungsi pendidikan; keluarga akan mengajarkan seorang individu yang baru untuk belajar untuk yang pertama kalinya.
  3. Fungsi keagamaan; suatu keluarga pasti menganut agama tertentu dan agama tersebut akan diwariskan kepada anak – anaknya.
  4. Fungsi ekonomi; keluarga merupakan suatu wadah dalam usaha mengembangkan serta mengatur potensi dan kemampuan ekonomi mereka.
  5. Fungsi perlindungan; keluarga akan senantiasa melindungi satu sama lain yang termasuk di dalam anggotanya.

Bagaimana sosialisasi dapat mempengaruhi kepribadian seseorang ?

Secara sengaja maupun tidak sengaja seorang individu akan terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

Terpengaruh di sini memiliki arti kita akan merasa itu hal yang wajar dan akan meniru gaya hidup atau perbuatan disekeliling nya yang dirasa itu sudah benar.

Mengapa keluarga dikatakan agen pertama dalam sosialisasi politik ?

Karena keluarga lah yang akan mengajarkan sosialisasi politik untuk yang pertama kalinya.

Apa yang dimaksud dengan sosialisasi primer ?

Sosialisasi primer adalah sosialisasi yang ada di dalam keluarga yang merupakan sosialisasi pertama kali yang akan dijalani oleh seorang individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota keluarga yang baik.

Ahmad Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama

Kenakalan Remaja

Tiyas
10 min read

Nilai Sosial

Ahmad
2 min read

One Reply to “Pengertian Sosialisasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *