Pengertian Kewirausahaan

Share
Comment 0 reply
Pengertian Kewirausahaan

X

Advertisements

Loading...

Pengertian kewirausahaan secara singkat yaitu suatu proses dalam menciptakan sesuatu yang baru dan inovatif serta bermanfaat untuk orang lain sehingga memiliki nilai lebih.

Sementara orang yang mempunyai semangat dan memiliki kemampuan untuk melakukan kewirausahaan disebut sebagai wirausaha.

Kemampuan kewirausahaan yang dimaksud ialah dimana seorang wirausaha yang memiliki jiwa dagang, serta mempunyai kemampuan dalam mengolah uang serta memutar uang agar dapat memperbesar usahanya.

Selengkapnya mengenai kewirausahaan ada di bawah ini.

Pengertian Kewirausahaan

pengertian kewirausahaan secara umum

Advertisement

a. Secara Umum

Selain pengertian kewirausahaan di atas, ada juga beberapa pengertian kewirausahaan secara umum lainnya yaitu:

“Segala upaya yang berhubungan dengan penciptaan aktivitas atau kegiatan atau bisnis atas dasar kemauan sendiri ataupun kelompok lewat pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki.”

“Sikap mental dari seseorang yang memiliki kreativitas, bercipta aktif, serta daya guna untuk menciptakan sesuatu yang unik dan juga baru.”

“Kewirausahaan mempunyai proses dinamis untuk menciptakan sesuatu yang diikuti dengan tenggang waktu, modal, risiko, dan juga resiko.”

“Suatu proses dalam mengidentifikasi, mengembangkan, mewujudkan visi dan misi di dalam kehidupan. -wikipedia”

b. Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian kewirausahaan menurut para ahli, antara lain:

1. S. Wijandi

“Kewirausahaan merupakan sifat keberanian, keutamaan pada keteladanan ketika mengambil resiko dengan tekat pada kemampuan sendiri.”

2. Eddy Soeryanto Soegoto

“Kewirausahaan merupakan usaha kreatif yang dikerjakan dengan didasari inovasi guna menghasilkan sesuatu baru, bermanfaat, mempunyai nilai tambah, hingga menciptakan lapangan kerja.”

3. Drs. Joko Untoro

“Kewirausahaan merupakan suatu keberanian dalam mengerjakan upaya guna memenuhi kebutuhan hidup yang dikerjakan oleh seseorang dengan didasari kemampuan yang memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya sendiri dan juga orang lain.”

4. Ahmad Sanusi

“Kewirausahaan  merupakan sebuah nilai yang terwujud pada perilaku dan menjadi sumber daya, tujuan, tenaga penggerak, siasat, proses, kiat, serta hasil bisnis.”

5. Siswanto Sudomo

“Kewirausahaan merupakan segala sesuatu penting terkait seorang wirausaha atau orang yang mempunyai sifat pekerja keras serta rela berkorban untuk memusatkan segala daya serta berani dalam mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya.”

6. Peter Drucker

“Pengertian kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dari yang lain.”

7. Soeharto Prawiro

“Kewirausahaan merupakan sebuah nilai yang diperlukan dalam memulai usaha sekaligus mengembangkan usaha tersebut.”

8. Zimmerer

Advertisement

“Kewirausahaan merupakan suatu proses penerapan kreativitas serta inovasi untuk memecahkan persoalan serta menemukan peluang dalam memperbaiki kehidupan bisnis.”

9. Kasmir

“Wirausaha merupakan seseorang yang memiliki jiwa pemberani dalam mengambil resiko serta mampu membuka suatu usaha dalam berbagai kesempatan yang ada.”

10. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

“Kewirausahaan berasal dari gabungan kata wira & usaha. “Wira” berarti pejuang serta “usaha” yang artinya bekerja, berbuat amal, serta berbuat sesuatu.”

11. Arif F. Hadipranata

“Wirausaha merupakan seseorang yang berani untuk mengambil resiko yang diperlukan dalam mengelola sekaligus mengatur semua urusan dan juga menerima sejumlah keuntungan financial serta non financial.”

12. Harvey Leibenstein

“Kewirausahaan meliputi beragam kegiatan yang dibutuhkan guna melaksanakan serta menciptakan perusahaan ketika pasar belum terbentuk/ belum teridentifikasi secara jelas. Atau beberapa komponen fungsi produksinya belum juga teridentifikasi secara penuh.”

Karakteristik Kewirausahaan

karakteristik kewirausahaan

Berikut ini adalah beberapa ciri atau karakteristik kewirausahaan, diantaranya yaitu:

1. Memiliki Keberanian dan Daya Kreasi yang Tinggi

Selain harus memiliki kreatifitas yang tinggi, setiap pebisnis juga harus mempunyai keberanian dalam berkreasi.

Selain itu, seseorang yang mempunyai keberanian untuk memulai juga tidak akan takut akan resiko kegagalan yang dapat terjadi kapan saja.

Namun bukan berarti kalian berani tanpa melakukan pertimbangan serta perencanaan yang matang.

2. Memiliki Daya Analisis yang Baik

Sorang wirausaha hars memiliki daya analisis yang baik seperti dapat memperhitungkan persaingan, untung rugi, nilai jual jasa dan barang atau serta analisis pasar yang lain.

Kemampuan ini diperlukan untuk meminimalisir kerugian yang nanti akan terjadi.

3. Memiliki Semangat Tinggi & Kemauan Keras

Tingkat semangat yang tinggi dan kemauan yang keras berfungsi untuk menumbuhkan rasa percaya diri apabila nantinya yang sedang dikerjakan akan membuahkan hasil. Sehingga ia bertekad untuk mewujudkan apa yang diinginkan.

4. Membuat Keputusan & Melaksanakannya

Pebisnis yang hebat ialah mereka yang dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat guna menghasilkan sesuatu.

Jiwa kewirausahaan tau apa yang harus perhitungan setiap ia mengambil keputusan dan mengerjakan keputusan tersebut sesuai yang telah disepakati.

Dengan mengerjakan keputusan cepat dapat meminimalisir hilangnya peluang yang ada.

5. Berjiwa Pemimpin & Tidak Berperilaku Konsumtif

Jiwa pemimpin disini bermaksud mampu untuk mengendalikan dirinya sendiri serta anggotanya untuk mengambil keputusan.

Dan juga tidak berperilaku konsumtif dimana pengeluaran harus lebih kecil dibandingkan pemasukan.

Dengan begitu, bisnis yang dibangun akan semakin berkembang serta bisa terus memanfaatkan keuntungan untuk dijadikan modal bisnis yang lebih besar.

Advertisement

6. Mempunyai Pengabdian yang Besar pada Bisnisnya

Pebisnis yang tengah memulai bisnisnya harus siap untuk mengesampingkan kepentingan yang dapat ditunda demi pekerjaanya.

Walaupun banyak orang menyebutkan jika seorang pebisnis tidak mempunyai waktu yang mengikat, tetapi perlu diketahui jika untuk menekuni bisnis justru akan membutuhkan waktu banyak untuk belajar, memahami serta menjalankan bisnis agar berjalan dengan baik.

Sifat Kewirausahaan

pengertian kewirausahaan menurut para ahli

Untuk dapat menjadi seorang wirausaha handal & profesional, maka kalian harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  • Senantiasa berupaya agar terus berprestasi, berorientasi terhadap laba, mempunyai ketekunan & ketabahan, tekad yang kuat, bekerja keras, energik serta berinisiatif.
  • Bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu pada jasa atau produk di dalam bisnisnya yang dinilai merugikan pelanggan.
  • Mempunyai persepsi serta cara pandang yang berorientasi terhadap jangka panjang atau masa depan.
  • Mampu dalam menerima kritik & saran yang baik dan membangun (tidak berdebat).
  • Memiliki sikap yang jujur, santun, serta berani dalam mengambil keputusan.
  • Mempunyai keyakinan, individualitas, kemandirian,  dan juga optimisme.
  • Mempunyai inovasi, fleksibel, dan dapat diandalkan.
  • Mempunyai skill komunikasi yang baik.
  • Mempunyai jaringan bisnis yang luas.
  • Mengenal dan yakin akan produknya.
  • Suka akan tantangan.

Info: Apabila kamu ingin mencoba wirausaha digital, maka kami sarankan agar mengikuti akademi bisnis digital.

Teori Kewirausahaan

Entrepreneurship

Berikut ini adalah beberapa teori kewirausahaan umum yang harus kalian ketahui, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Kirzerian Entrepreneur

Teori kirzer berfokus pada kinerja manusia, sifat ulet, keseriusan, kesungguhan untuk mandiri dalam berusaha. Sehingga maju mundurnya dalam usaha tersebut bergantung pada usaha dari pebisnis itu sendiri.

2. Neo Klasik

 Teori satu ini memandang perusahaan sebagai teknologis.

Yang mana manajemen hanya akan mengetahui biaya serta penerimaan perusahaan. Serta sekedar melakukan kalkulasi matematis guna menentukan nilai optimal dari variabel keputusan.

3. Teori Perilaku

 Teori terakhir fokus terhadap bagaimana seorang wirausahawan mempunyai kecakapan dalam:

  • Mengorganisasikan usaha.
  • Mengatur keuangan dan hal terkait.
  • Membangun jaringan.
  • Memasarkan produk.

Serta membutuhkan pribadi yang supel sekaligus pandai bergaul agar dapat memajukan usahanya.

Tujuan Kewirausahaan

tujuan kewirausahaan

Setiap mengerjakan sesuatu pastinya memiliki tujuan, begitu pula dengan kewirausahaan. Berikut adalah beberapa tujuan dari kewirausahaan, antara lain:

Advertisement

  1. Untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri serta masyarakat yang berada disekitar bisnis dengan cara membuka lapangan kerja baru.
  2. Membantu dalam memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain sehingga dapat membantu mereka untuk bisa menjadi seorang pengusaha mandiri.
  3. Untuk membantu para pebisnis muda untuk berinovasi dan juga berkreasi. Dengan demikian, bisnis yang dioperasikan dapat berkembang maju.
  4. Untuk menciptakan suatu jaringan bisnis baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di lingkungan sekitar supaya jumlah pengangguran dapat berkurang.
  5. Untuk mengembangkan dan juga menularkan semangat wirausaha kepada orang lain supaya mereka dapat ikut berpartisipasi dalam berwirausaha.
  6. Menumbuhkan serta mengembangkan kesadaran kewirausahaan yang kokoh.
  7. Berbagi ilmu dan juga informasi apa pun yang berhubungan dengan kewirausahaan.
  8. Meningkatkan kuwalitas dalam bentuk inovasi serta kreasi supaya dapat tercipta dinamika dalam kewirausahaan/ dunia bisnis sehingga kemakmuran bisa tercapai.

Manfaat Kewirausahaan

manfaat kewirausahaan

Sudah menjadi rahasia umu jika pebisnis atau pengusaha kerap kali dianggap sebagai blok bangunan ekonomi.

Atas dasar itulah kewirausahaan memiliki banyak manfaat untuk para pengusaha lain, organisasi serta ekonomi secara keseluruhan.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa manfaat kewirausahaan, antara lain:

1. Pertumbuhan kemampuan manajerial

Salah satu manfaat paling signifikan dari kewirausahaan yaitu membantu untuk mengidentifikasi serta mengembangkan bakat manajerial.

Sehingga seorang wirausahawan dapat menimbang pilihannya, menganalisis pilihannya serta memilih alternatif terbaik.

Sepanjang jalan, setiap pengusaha bahkan bisa mempelajari fungsi serta teknik manajerial baru. Yang mana hal itu akan sangat membantu untuk pengembangan keseluruhan kemampuan manajerial terhadap suatu ekonomi.

2. Meningkatkan standar hidup yang lebih baik

Pengusaha nantinya akan meluncurkan produk serta layanan guna memenuhi kebutuhan dan kemewahan pelanggan, walaupun itu bukan barang atau jasa umum. Bahkan persyaratan niche juga dipenuhi oleh pengusaha.

Hal tersebut dapat menghasilkan standar hidup yang lebih baik untuk anggota masyarakat.

3. Pembangunan ekonomi

Pengusaha merupakan salah satu peran peran yang paling penting dalam pertumbuhan perekonomian nasional di negara mana pun.

Pengusaha ini menjadi percikan yang menyulut api dari pembangunan ekonomi pada suatu negara. Pengusaha tidak hanya menginvestasikan modalnya sendiri namun juga akan menarik modal dari pasar.

Pengusaha nantinya akan memanfaatkan tabungan ini secara produktif lalu memobilisasi serta mengubahnya menjadi sumber daya yang produktif.

Sumber daya maupun modal keuangan yang sudah terkumpul inilah yang menjadi dasar dari penciptaan kekayaan terhadap dunia perekonomian.

Faktor Kegagalan Kewirausahaan

wirausahawan

Menurut pendapat dari Zimmerer (dalam Suryana, 2003: 44-45) terdapat beberapa faktor yang memicu gagalnya dalam wirausaha, diantaranya yaitu:

  • Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten/ tidak mempunyai kemampuan serta pengetahuan dalam mengelola usaha.
  • Manajemen keuangan yang tidak tertata. Faktor yang paling utama agar perusahaan dapat berjalan dengan baik yaitu dapat memelihara aliran kas dimana dapat mengatur pengeluaran serta penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas menimbulkan operasional menjadi tidak lancar.
  • Kurang berpengalaman baik dalam skill mengkoordinasikan.
  • Kurang skill dalam mengelola sumber daya manusia.
  • Kurang skill dalam mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Perencanaan yang kurang matang.
  • Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan ini erat kaitannya dengan efisiensi serta efektivitas. Kurang pengawasan daapat menyebabkan pemakaian alat menjadi tidak efisien serta tidak efektif.
  • Lokasi yang tidak memadai/ tidak strategis.
  • Sikap yang kurang sungguh – sungguh sehingga usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal.
  • Ketidakmampuan untuk melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang atau bahkan tidak siap dalam menghadapi perubahan maka berpeluang besar untuk gagal. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya dapat diperoleh jika pebisnis berani untuk mengadakan perubahan serta mampu membuat peralihan setiap waktu.
Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.