Pengertian Analisis

Share
Comment 0 reply
Pengertian Analisis

Secara tak sadar, pada setiap manusia sudah mencoba menerapkan analisis sejak masih kanak – kanak, pengertian analisis juga sangatlah luas.

Analisis menjadi istilah yang banyak dipakai dalam beberapa bidang ilmu pengetahuan, seperti ilmu sosial, bahasa, pengetahuan alam, ekonomi bisnis, akuntansi, manajemen, dan yang lainnya.

Dengan adanya analisis ini, informasi baru yang didapatkan bisa memunculkan ide dasar, pendapat, maupun prasangka baru.

Selengkapnya terkait analisis, simak baik – baik ulasan di bawah ini.

Pengertian Analisis

pengertian analisis dalam skripsi

1. Secara Umum

Analisis merupakan suatu proses menyadari suatu hal dengan teliti dan juga hati – hati, atau memakai data serta metode statistik guna memahami maupun menerangkan hal tersebut.

Definisi tersebut juga menjadi rumusan umum mengenai analisis.

Adapun turunan dari kata analisis, diantaranya yaitu:

  • Menganalisis: Proses mengerjakan analisis.
  • Penganalisis: Orang yang melakukan proses analisis.
  • Penganalisisan: Proses, hal, metode, serta cara dalam melakukan analisis.

Perbedaan analisa dan analisis menurut KBBI yakni:

  • Analisa: Tidak baku.
  • Analisis: Kata baku.

2. Berdasarkan Bidang

Dalam bidang linguistik, analisis / analisa / analysis merupakan studi mengenai bahasa guna memeriksa secara mendalam struktur bahasa.

Sementara pada kegiatan laboratorium, kata analisa atau analisis diartikan sebagai aktivitas yang dikerjakan di dalam laboratorium guna memeriksa zat pada sampel.

Dan pada perkembangannya, pemakaian analisis kata atau analisis akademisi sorotan, khususnya di kalangan ahli bahasa, pemakaiannya yang harus analisis.

Hal tersebut disebabkan analisis kata merupakan kata pinjaman dari bahasa asing (Inggris) ialah analisis.

Dari akhiran -isys pada saat diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi -isis. Sehingga menjadi keharusan untuk kita meluruskan pemakaian bahasa apa pun dalam rangka menciptakan praktek yang baik.

3. Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian analisis menurut para ahli, antara lain:

1. Komaruddin

Sebuah aktivitas atau kegiatan berfikir guna menguraikan sebuah keseluruhan menjadi komponen sehingga bisa mengenal tanda – tanda komponen, kaitan satu sama lain, serta fungsi masing – masing dalam sebuah keseluruhan yang terpadu.

2. Wiradi

Suatu kegiatan yang memuat aktivitas mengurai, memilah, membedakan sesuatu untuk digolongkan serta dikelompokkan menurut kriteria tertentu kemudian dicari ditaksir makna dan juga kaitannya.

3. Dwi Prastowo Darminto

Penguraian sebuah pokok atas beberapa bagiannya serta penelaahan bagian itu sendiri, dan hubungan antar bagian untuk mendapatkan pengertian yang tepat serta pemahaman arti keseluruhan.

4. Hanif Al Fatta

Tahap awal di dalam pengembangan sistem pada tahap fundamental yang sangat menentukan kualitas sistem informasi yang akan dikembangkan.

5. Anne Gregory

Pengertian analisis adalah sebagai langkah awal dari proses perencanaan.

6. Effrey Liker

Pengertian analisis adalah waktu untuk mengumpulkan bukti serta untuk menemukan sumber pada sebuah masalah, yakni akarnya.

7. Husein Umar

Pengertian analisis adalah sebuah proses kerja dari rentetan tahapan pekerjaan sebelum riset didokumentasikan lewat tahapan penulisan laporan.

8. Mohammad Afdi Nizar

Suatu evaluasi mengenai keadaan dari ayat – ayat yang berhubungan dengan akuntansi serta alasan yang memungkinkan suatu perbedaan yang akan muncul.

9. Robert J. Schreiter, 1991

Pengertian analisis adalah “membaca” teks, yang melokalisasi tanda – tanda yang menempatkan tanda – tanda tersebut di dalam interaksi yang dinamis, serta pesan – pesan yang disampaikan.

10. Minto Rahayu

Sebuah cara membagi sebuah subjek ke dalam beberapa komponen; artinya menanggalkan, melepaskan, dan menguraikan sesuatu yang berkait padu.

11. Rifka Julianty

Suatu penguraian terhadap pokok atas bagiannya serta penelaahan itu sendiri, dan hubungan antara bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat serta pemahaman arti keseluruhan.

12. Kamus Akuntansi

Melakukan evaluasi pada keadaan dari ayat – ayat yang berhubungan dengan akuntansi serta alasan -alasan yang memungkinkan mengenai perbedaan yang muncul.

Fungsi & Tujuan Analisis

pengertian analisis dan contohnya

Dilihat beberapa definisi di atas, maka bisa disimpulkan jika analisis mempunyai tiga fungsi serta tujuan utama.

Tetapi secara spesifik, hal tersebut tergantung dengan bagaimana proses pemakaian metode analisis.

Berikut adalah tiga fungsi dan tujuan utama analisis yang dimaksud, antara lain:

  • Untuk mendapatkan pemahaman lebih detail terkait suatu hal. Pemahaman itu nantinya bisa dijabarkan terhadap publik. Sehingga publik memperoleh yang bermanfaat dari hasil analisis.
  • Menguraikan suatu hal menjadi berbagai komponen kecil yang diketahui hubungan – hubungannya. Lalu uraian komponen itu bisa lebih mudah dipahami, baik setiap bagiannya ataupun secara keseluruhan.
  • Untuk menentukan keputusan. Artinya pengambilan keputusan dilihat dari teori, dugaan, maupun prediksi dari suatu hal yang sebelumnya sudah dipahami dengan metode analisis.

Selain itu, ada 12 macam tujuan dilakukannya analisis pekerjaan, antara lain:

  1. Job description
  2. Job evaluation
  3. Job classification
  4. Job design restructuring
  5. Performance appraisal
  6. Personnel requirement
  7. Worker mobility
  8. Worker training
  9. Efficiency
  10. Human resource planning
  11. Safety
  12. Legal requirements.

Analisis pekerjaan di atas akan menghasilkan sebuah daftar uraian pekerjaan pernyataan tertulis terkait kewajiban pekerja yang juga meliputi tingkat pendidikan, standar kualifikasi, pengalaman minimal yang dibutuhkan, dan karakter pekerjaan itu sendiri.

Jenis – Jenis Analisis

pengertian analisis menurut para ahli

Jenis – jenis analisis dapat dilihat dari teknik penggunaannya. Tetapi sebelum kalian mengetahui teknik – teknik tersebut, kalian juga harus memahami juga jika perbedaan jenis tersebut tergantung dengan metode penelitian / pengumpulan data yang dipakai.

Ada dua macam metode penelitian, yaitu:

  • Metode Penelitian Kuantitatif: Memakai data – data yang diolah secara matematis / dibuat ke dalam bentuk statistik. Metode satu ini bisanya digunakan dalam bidang ilmu pasti (teknik, ekonomi, fisika, kedokteran, dan lainnya).
  • Metode Kualitatif: Metode satu ini lebih mengutamakan kepada pengolahan data secara mendalam. Berbagai data itu dapat berbentuk hasil wawancara, observasi, sumber – sumber literatur, atau sejenisnya. Metode ini lebih banyak memanfaatkan teknik analisis deskriptif.

Nah, berikut ini adalah beberapa jenis analisis yang ada pada metode penelitian kuantitatif, antara lain:

1. Analisis Deskriptif

Menggambarkan data yang didapatkan dengan apa adanya, memakai satuan variabel umum di dalam statistik (seperti mean / rata – rata, median / nilai tengah, modus / nilai yang paling sering muncul, serta standar deviasi / ukuran keragaman data).

2. Analisis Komparatif

Teknik analisis satu ini adalah perbandingan, baik itu diantara satu tema dengan tema yang lain, ataupun beberapa tema terhadap kelompok – kelompok subjek yang berbeda.

Analisis satu ini bisa menemukan persamaan serta perbedaan antara beberapa hal yang dibandingkan.

3. Analisis Korelasi

Kebalikannya dari analisis komparatif, analisis korelasi ini mencari keterkaitan atau hubungan diantara beberapa tema yang berbeda.

Tema – tema yang berbeda itu tak pernah diuji maupun dibuktikan sebelumnya.

4. Analisis Kausalitas

Kausalitas juga memiliki sifat untuk menemukan keterkaitan.

Tetapi pada jenis analisis ini lebih mengkhususkan pencarian informasi mengenai bagaimana hubungan antara setiap tema bisa saling mempengaruhi antara satu sama lain.

Penggunaan Kata Analisis dalam Istilah

analisa

Seperti yang disebutkan di atas, kata analisis sering digunakan dalam berbagai bidang ilmu, mulai dari ilmu bahasa, bisnis, manajemen, ilmu kimia, matematika, sains, dan bidang ilmu lainnya. Berikut ini adalah beberapa contoh istilah yang menggunakan kata analisis:

1. Dalam Bahasa

  • Analisis Wacana: Cara menguraikan wacana atas beberapa bagian yang fungsinya untuk mengerjakan analisis.
  • Analisis Bahasa: Penelaahan yang dikerjakan oleh pakar bahasa guna menggarap data kebahasaan yang didapatkan dari penelitian lapangan / penelitian kepustakaan sampai menemukan kesimpulan.
  • Analisis Deduktif: Penelitian pada kebenaran suatu pernyataan dengan menunjukkan jika pernyataan tersebut sudah tercakup ke dalam pernyataan lain yang sudah ditetapkan kebenarannya.

2. Dalam Bisnis

  • Analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity and threats): Metode yang dipakai guna mengevaluasi kekuatan, kelemahan, ancaman, peluang, dan spekulasi.
  • Analisis Pasar: Analisis pada lokasi, potensi, sifat, serta ciri – ciri pasar.
  • Analisis Jabatan: Evaluasi kemampuan serta kepribadian seseorang berhubungan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

3. Dalam Ilmu Kesehatan

  • Analisis Kekebalan: Menguji kekebalan tubuh dengan memakai antigen-antibodi.
  • Analisis Lambung: Pemeriksaan yang dikerjakan pada isi lambung organisme guna mengetahui pola makannya.

4. Dalam Ilmu Kimia

  • Analisis Ayak: Memilah zat padat menurut ukurannya dengan menggunakan alat pengayak.
  • Analisis Endapan: Pemisahan partikel dilihat dari tingkat pengendapan dalam cairan.

5. Dalam Jurnal

Analisis jurnal sangat penting khususnya untuk mahasiswa yang biasa berkutat dengan kegiatan pembuatan jurnal, agar mahasiswa bisa menulis jurnal dengan lebih sistematis serta komprehensif.

Dalam hal ini, analisis jurnal berfungsi untuk mengetahui pokok pembahasan dari satu jurnal.

Mencari kelebihan serta kelemahan, baik dari data yang digunakan ataupun hasil laporan penelitian. Lalu menemukan cara lebih baik guna memperbaiki penulisan jurnal baru kedepannya.

Kerap kali, seorang penulis memerlukan sumber dari suatu jurnal. Dari situ, analisis jurnal juga dapat dikerjakan guna mencari sumber yang tepat serta sesuai dengan tema tulisan yang tengah dikerjakan.

6. Dalam Keuangan

Laporan keuangan menjadi instrumen paling penting dalam mengambil keputusan bisnis.

Berbagai informasi yang berhubungan dengan performa keuangan seperti:

  • margin laba
  • aset
  • ekuitas
  • sumber dana
  • sampai efektivitas kinerja perusahaan untuk meraih profit.

Sebab memuat informasi penting, laporan keuangan ini menjadi subjek yang tepat untuk dianalisis. Terlebih lagi di dalam usaha perusahaan ketika akan membuat keputusan bisnis.

Analisis keuangan biasanya memakai data dari laporan neraca serta pendapatan.

Lewat analisis keuangan, setidaknya perusahaan bisa mengetahui posisi keuangannya dalam periode tertentu.

Sehingga perusahaan dapat memahami sejauh mana kinerjanya, kelemahan, serta kelebihannya, dan memerlukan pengembangan seperti apa.

Kegiatan analisis akan membuat perusahaan terhindar dari keputusan berdasarkan intuisi / dugaan murni yang tidak dapat dipastikan.

7. Dalam Sistem Informasi

Dalam bidang sistem informasi, analisis dibutuhkan sebelum suatu sistem mulai dibangun.

Analisis nenjadi cara guna mengidentifikasi permasalahan di dalam rencana sistem yang kemudian bisa dijumpai solusinya.

Langkah untuk mengerjakan analisis sistem informasi tak jauh berbeda dengan proses analisis lainnya. Dimulai dari mengidentifikasi permasalahan, menentukan serta memahami pola kerja sistem, lalu menganalisis kesalahan yang ada.

Analisis sistem informasi akan memerlukan banyak data dari beberapa aspek.

Sehingga, seorang analis sistem informasi tak hanya harus memahami mengenai komputer dan pemograman saja, melainkan ilmu komunikasi, aplikasi sistem, teknik olah data, hingga wawasan bisnis menyeluruh.

Baca juga: Pasar Monopoli

Contoh Analisis Kebutuhan

tujuan analisa

Secara teoritis, konsep dari pecahan adalah topik yang lebih sulit daripada bilangan bulat (Mark, 1988). Sebab untuk mempelajari konsep pecahan akan memungkinkan adanya miskonsepsi dalam siswa.

Tak hanya materi pecahan yang memang susah, anak sekolah dasar juga memiliki keinginan besar untuk bermain yang menjadi bagian dari hidupnya.

Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan sehari – hari betapa gembiranya ketika anak – anak menonton film kartun serta membaca komik.

Maka dari itu, perlu untuk dipikirkan sistem pembelajaran yang menyenangkan serta sesuai untuk siswa sekolah dasar ini.

Hal tersebut sesuai dengan yang yang diungkapkan oleh Risman (2003) dalam menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan untuk anak sehingga anak dapat berprestasi ada tiga C yang harus diperhatikan, yakni:

  • children (anak)
  • content (materi)
  • dan context (situasi).

Risman juga menerangkan perlakuan yang tepat serta materi yang sesuai tak akan memiliki efek positif apabila tidak disampaikan pada situasi (context) yang tepat.

Dilihat dari uraian latar belakang diatas, maka butuh adanya tindakan guru dalam mencari serta menerapkan model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep – konsep matematika, terutama konsep pecahan dengan memperhatikan tingkat perkembangan jiwa si anak.

Tahap Pelaksanaan Analisis Diatas

Untuk penerapan media satu ini harus melewati 4 tahapan, antara lain:

1. Tahap Perencanaan (Plan)

Meliputi:

  • Menyusun rencana pembelajaran.
  • Menyusun komik yang akan dipakai sebagai sarana atau media pembelajaran.
  • Menyiapkan alat peraga atau bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tindakan.
  • Menyiapkan lembar observasi yang akan dipakai oleh pengamat ketika pelaksanaan tindakan.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Act)

Pada tahap ini bermaksud melaksanakan pembelajaran konsep pecahan dengan memakai media komik serta mengamati kegiatan siswa serta guru selama pembelajaran berlangsung dengan memakai lembar observasi yang sudah disiapkan.

3. Tahap Penyelidikan (Research)

Di dalam tahap ini mencangkup menghasilkan data (produce data) serta analisis data (analyse data).

Dalam penelitian satu ini, analisis data dikerjakan dalam sebuah proses.

Proses tersebut dalam artian jika pelaksanaannya telah mulai dikerjakan sejak pengumpulan data dilakukan serta dikerjakan secara intensif.

Setiap kali adanya pemberian tindakan berakhir, maka data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis berdasarkan hasil kerja siswa, hasil observasi, hasil terakhir, dan hasil wawancara.

Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian satu ini yakni teknik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman (1992), yakni dengan cara:

  • reduksi data
  • penyajian data
  • penarikan kesimpulan
  • dan verifikasi data.

4. Tahap Refleksi (Reflect)

Pelaksanaan aktivitas refleksi, peneliti mengerjakan diskusi dengan pengamat guna menjaring beberapa hal yang terjadi sebelum serta selama tindakan berlangsung berdasarkan hasil wawancara, hasil pengamatan, hasil tes, serta catatan lapangan dengan subyek penelitian supaya bisa diambil kesimpulan di dalam merencanakan tindakan berikutnya.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.