Pasar Oligopoli

Share
Comment 0 reply

Pasar oligopoli merupakan pasar dengan persaingan yang tidak sempurna.

Dikatakan tidak sempurna karena di dalam area pasar tersebut, jumlah produsen dengan jumlah konsumen tidaklah sebanding.

Sehingga untuk tetap bertahan, para pebisnis harus terus menerus memasarkan produk mereka guna menarik perhatian para pembeli.

Dalam hal ini, mari kita ambil contoh produknya, yaitu rokok. Di Indonesia, angka perokok aktif sangatlah tinggi.

Coba bandingkan dengan perusahaan yang memproduksi rokok, jumlah produsen sangat tidak sebanding dengan banyaknya konsumen.

Lebih lengkapnya, mari ketahui tujuan, ciri-ciri, jenis, contoh, dan kelemahan dari pasar oligopoli.

Tujuan Oligopoli

strategi pasar oligopoli

Tujuan dari pasar oligopoli yaitu agar para konsumen menentukan sendiri produk yang mereka inginkan.

Dengan begini, produsen sadar betul untuk meningkatkan kualitas produk serta memenuhi kebutuhan konsumen.

Pastinya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen. Karena produsen harus terus membuat produk yang lebih baik dari sebelumnya.

Memang terlihat tidak mudah, namun jika strategi pemasaran dilakukan dengan tepat, maka produsen akan mendapatkan keuntungan yang lebih.

Ciri-Ciri Pasar Oligopoli

Untuk mengetahui lebih detail mengenai pasar oligopoli, ketahui ciri-cirinya seperti di bawah ini:

1. Produk yang Dijual Homogen

Dalam oligopoli, produk yang dijual bersifat homogen atau seragam. Selain itu, sifatnya juga saling menggantikan satu sama lain.

Seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu rokok. Kita sendiri tahu, rokok memiliki banyak variasi, sehingga jika satu produk tidak laku, maka bisa digantikan dengan variasi lainnya.

Ini bertujuan untuk menghindari konsumen berpindah ke vapor atau produk lainnya.

2. Memiliki 2 Produsen atau Lebih

Oligopoli sendiri dijalankan oleh 2 produsen atau lebih. Setidaknya, kurang dari 10 produsen.

Ya, inilah persaingan tidak sempurna. Memiliki sedikit produsen, namun jumlah konsumen sangat banyak dan beragam.

3. Kebijakan Produsen Utama Menjadi Acuan

Kebijakan produsen utama dari pasar oligopoli biasanya dijadikan acuan oleh produsen lainnya.

Jadi, produsen lain hanya perlu mengikuti kebijakan dari produsen utama.

Misalnya saja untuk penarikan produk lama, ketentuan penetapan harga produk, dan perubahan fungsi.

4. Produsen Baru Sulit Masuk

Produsen yang baru saja masuk akan sangat sulit untuk bersaing di pasar oligopoli.

Pernyataan tersebut ada benarnya, karena produsen utama sudah memainkan harga produk, sehingga produsen baru akan kesulitan untuk bersaing dengan harga produsen yang sudah ada.

Kalaupun dipaksakan, produsen baru kemungkinan akan mendapatkan keuntungan yang terbilang kecil.

5. Harga Barang Hampir Sama

Barang yang dijual dalam pasar oligopoli memiliki harga yang hampir sama.

Perbedaan harga antara masing-masing produk terbilang sangat tipis, sehingga seperti tidak ada perbedaan harga bagi para konsumen.

Intinya, selisih harganya tidak terlalu besar, mengingat jumlah produsen yang sedikit.

Lagi-lagi, produsen utama menjadi acuan dalam menetapkan harga produk. Biasanya, produsen lainnya tinggal menyesuaikan saja.

6. Strategi Pemasaran Harus Matang

Strategi pemasaran dalam oligopoli juga harus matang. Karena sedikitnya jumlah produsen dan produk yang tidak terlalu banyak, maka persaingan menjadi lebih ketat pastinya.

Untuk menghindari konsumen berpindah ke produk lain, maka promosi dan pemasaran harus gencar dilakukan.

Pelajari juga: Ekonomi Mikro dan Makro

Jenis-Jenis Pasar Oligopoli

Sementara itu, kamu dapat memahami jenis-jenis pasar oligopoli seperti berikut ini:

1. Pasar Oligopoli Murni (Homogen)

Seperti dijelaskan di awal, dalam oligopoli homogen, barang yang dipasarkan hanya memiliki satu macam, meskipun memiliki banyak varian atau pilihan.

Selain itu, perbedaan harga di antara satu produk dan produk lainnya juga tidak terpaut jauh.

Oligopoli murni memiliki kecenderungan untuk berpatok pada produsen utama.

Jadi, produsen lainnya mengikuti kebijakan dan keputusan yang diambil oleh produsen utama.

Misal jika produsen utama memutuskan perubahan harga, maka produsen lain akan mengikuti harga yang ditetapkan oleh produsen utama.

2. Pasar Oligopoli Terdiferensiasi

Sementara oligopoli terdiferensiasi yaitu jenis pasar yang menjual barang hanya satu macam, namun harganya tidak perlu menyesuaikan dengan harga produsen lainnya.

Bisa dikatakan, perbedaan harga pada oligopoli terdiferensiasi cukup terasa.

Dalam hal ini, contoh produknya yaitu smartphone. Kita sendiri tahu, produk smartphone tidaklah banyak, namun produk ini memiliki banyak sekali konsumen.

Meskipun hanya smartphone, namun harga jualnya cukup berbeda dari satu produsen dengan produsen lainnya.

Info: Untuk belajar trik teknologi terbaru, kunjungi ngutek.com

3. Pasar Oligopoli Kolusi

Oligopuli kolusi merupakan suatu pasar di mana para produsen bekerja sama ketika mereka hendak menaikkan harga produk atau tetap membiarkan harganya stagnan.

4. Pasar Oligopoli Non Kolusi

Berbeda dengan kolusi, oligopoli non kolusi yaitu jika terdapat produsen yang ingin memainkan harga, maka produsen tersebut perlu melihat perkembangan produsen lainnya sebagai kompetitor usaha.

Dengan tujuan agar tetap berkembang dan produsen lain tidak dapat mengikuti jejaknya.

Contoh- Contoh Pasar Oligopoli

contoh pasar oligopoli murni

Selain berisi produk homogen, pasar oligopoli juga diproduksi secara besar-besaran oleh perusahaan yang jumlahnya tidak sampai 10 unit.

Adapun contoh-contoh perusahaan yang bergerak dalam jenis pasar ini yaitu:

  1. Industri Kendaraan Bermotor
  2. Industri Semen
  3. Jasa Penerbangan
  4. Rokok
  5. Layanan Telekomunikasi

Kelemahan Pasar Oligopoli

Perlu diketahui, oligopoli juga memiliki kelemahan bagi produsen itu sendiri. Adapun kelemahannya yaitu:

1. Produsen Utama Sangat Mempengaruhi Pasar

Produsen utama sangat mempengaruhi kondisi pasar. Sedangkan produsen lainnya harus menyesuaikan dengan kebijakan atau keputusan produsen utama.

2. Produsen Baru Akan Kesulitan

Produsen baru pastinya akan kesulitan jika bersaing dengan produsen yang sudah ada. Terlebih persaingan antara produsen juga sangat ketat.

3. Perlu Strategi Marketing yang Bagus

Ketatnya persaingan antar produsen mengharuskan para produsen selalu melakukan inovasi terhadap produknya.

Selain itu, strategi pemasaran juga harus dipikirkan dengan matang. Tujuannya agar konsumen tahu produk yang dibuat oleh produsen dan tertarik untuk menggunakannya.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.