Niat Puasa Ramadhan

Share
Comment 0 reply
Niat Puasa Ramadhan

Setiap tahunnya sebagai umat islam pastinya sangat menantikan datangnya bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah dimana orang berlomba – lomba untuk berbuat kebaikan. Banyak sekali amalan ibadah yang harus kita kerjakan pada bulan tersebut. Salah satunya adalah puasa yang diawali dengan membaca doa niat puasa ramadhan.

Pengertian Puasa

fasting

Puasa adalah salah satu ibadah yang diajarkan dalam agama Islam dimana secara bahasa, puasa berarti menahan.

Sedangkan secara syariat Islam, puasa merupakan menahan diri dari beragam hal yang dapat membatalkannya.

Waktu puasa ini diawali sejak dari terbit fajar (masuk waktu subuh) sampai terbenamnya matahari (masuk waktu magrib) diikuti dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT.

Berdasarkan waktu pelaksanaan tersebut, puasa ini termasuk ke dalam ibadah yang mudlayyaq.

Mudlayyaq artinya hanya dilakukan dalam sekali waktu (mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari).

Sekali waktu puasa tersebut hanya dapat digunakan untuk satu kali puasa. Tidak ada puasa lagi selepas waktu itu atau berbarengan dengan puasa lainnya.

Oleh sebab itu, puasa juga disebut sebagai ibadah yang sifatnya muwassa’ (waktunya luas).

Hukum Puasa Ramadhan

muslim's fasting

Puasa ramadhan hukumnya adalah wajib yang harus dilaksanakan selama satu bulan ramadhan penuh.

Hal tersebut sesuai dengan dalil yang telah mensyariatkan puasa yang ada pada QS. Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا کُتِبَ عَلَیۡکُمُ الصِّیَامُ کَمَا کُتِبَ عَلَی الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّکُمۡ تَتَّقُوۡنَ

Artinya:

“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang -orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa”. (QS. Al Baqarah ayat 183).

Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan

Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan

Meskipun mata kalian sangat ngantuk sebab harus makan sahur, namun kalian harus tetap semangat untuk menyempurnakan ibadah puasa dengan membaca doa niat puasa di bawah ini.

Bacaan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala”

Artinya:

“Saya niat untuk berpuasa esok hari guna menunaikan kewajiban pada bulan Ramadhan tahun ini, sebab Allah Ta’ala”.

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan

Waktu berbuka merupakan momen yang sangat ditunggu – tunggu. Kesabaran kalian untuk menahan semua godaan akhirnya berbuah manis dengan adanya sajian menu berbuka puasa.

Sebelum kalian minum atau makan, maka sebaiknya kalian membaca doa berbuka puasa terlebih dulu dengan bacaan doa di bawah ini:

Bacaan:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Artinya:

“Ya Allah sebab -Mu, bersama -Mu hamba beriman, serta hanya terhadap -Mu hamba berserah serta dengan rezeki Mu hamba berbuka, atas segala rahmat -Mu, wahai Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Supaya lebih semangat untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan, maka sebaiknya kita mengetahui beberapa keistimewaan di bulan ini.

Bahkan keistimewaan tersebut juga akan memberikan kita banyak sekali berkah pada bulan yang penuh ampunan ini.

Berikut ini adalah beberapa keistimewaannya bulan ramadhan, antara lain:

1. Bulan yang Penuh Berkah

Berkah ramadhan secara garis besar dapat terbagi tiga macam, antara lain:

  • 10 malam pertama yang menjadi periode penuh rahmat dari Allah SWT.
  • 10 hari kedua yang berisi banyak maghfirah (ampunan).
  • 10 hari terakhir sebagai periode pembebas manusia dari api neraka.

Dengan sebutan lain, setiap harinya pada waktu sebulan penuh selalu terdapat berkah yang dapat kita peroleh.

2. Terdapat Malam Seribu Bulan

Lailatul Qadar merupakan satu malam yang sangat penting pada bulan ramadhan, dimana hal tersebut tergambar do dalam Al Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Malam tersebut juga disebut sebagai malam yang mulia. Kita dapat memperoleh keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan.

Hiasi malam – malam di waktu bulan ramadhan kita (khususnya pada waktu 10 hari terakhir) dengan sebanyak – banyaknya beribadah supaya dapat memperoleh malam seribu bulan ini.

3. Bulan Dikabulkannya Doa – doa

Manfaatkan di bulan ramadhan untuk memanjatkan doa dan juga harapan kalian. Kerjakan ibadah puasa dengan baik, kerjakan ibadah wajib dan juga sunnah, serta memperbanyak membaca Al Quran.

Selain kalian dapat memperoleh banyak pahala, pada waktu bulan ramadhan ini peluang doa – doa dikabulkan juga akan semakin besar.

4. Bulan Diturunkannya Al Quran

Bulan ramadhan sebetulnya adalah bulan yang mulia. Di waktu bulan ini, Al Quran diturunkan.

Hal tersebut juga tertera di dalam Surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:

“Bulan ramadhan merupakan bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk untuk umat manusia, penjelasan untuk petunjuk, serta furqan (pembeda).”

5. Setiap Amal Akan Dilipatgandakan Nilainya

Setiap kebaikan pasti juga akan diganjar dengan pahala. Khusus pada bulan ramadhan, setiap amalan serta ibadah yang kita lakukan nilai serta pahalanya juga akan berlipat ganda.

Ditambah lagi terdapat banyak sekali ibadah serta amalan istimewa yang hanya terdapat di dalam bulan ramadhan seperti sholat tarawih serta memberi makan orang yang berbuka puasa. Sehingga terdapat lebih banyak amalan ibadah yang dapat kita kerjakan untuk memperoleh pahala sebanyak – banyaknya.

Baca juga: Doa Bangun Tidur

Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Amalan Sunnah Bulan Ramadhan

Berikut ini adalah beberapa amalan sunnah yang dapat kalian kerjakan pada saat bulan ramadhan, antara lain:

1. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur

Hal tersebut didasarkan dari Abu Darda ra yang menjadi akhlak para Nabi, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Thabrani di dalam al-Mu’jam al-kabir yang menyebutkan jika;

“Terdapat tiga perkara yang termasuk ke dalam akhlak para Nabi; Menyegerakan ifthar (berbuka), mengakhirkan makan sahur, serta meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri pada saat (berdiri) di dalam gerakan shalat)” (Majma’ az Zawaid 2/150).

2. Tadarus Al Qur’an

Di bulan ramadhan, Rasulullah SAW beserta para sahabat mempunyai kebiasaan untuk melebihkan atau merutinkan tadarus Al Qur’an.

Bahkan di waktu bulan Ramadhan, malaikat Jibril juga datang menemui Rasulullah untuk bertadarus Al Qur’an bersama.

Hal tersebut sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, beliau menyebutkan:

“Rasulullah merupakan orang yang paling pemurah terlebih – lebih pada saat bulan Ramadhan, bulan yang mana beliau selalu ditemui oleh Jibril. Jibril menemuinya pada waktu bulan Ramadhan untuk bertadarus Al Qur’an bersama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Memberi Makan Orang yang Berbuka

Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasul SAW yang artinya:

“Siapa yang memberi makan orang yang sudah berpuasa, maka untuknya adalah pahala seperti orang yang sudah berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang sudah berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

4. I’Tikaf di Masjid

Secara bahasa, I’Tikaf berarti menetap pada sesuatu. Semenata secara syar’i, I’tikaf merupakan menetap pada masjid untuk muhasabah serta mencari ridho Allah.

Aktivitas  i’tikaf ini amat dianjurkan di bulan ramadhan, terutama di waktu 10 malam terakhir.

Hal tersebut sesuai dengan hadits di bawah ini:

“Rasuk SAW beri’tikaf di waktu sepuluh hari yang akhir di bulan Ramadhan, sampai wafatnya lalu istri – istri beliau juga beri’tikaf selepas kepergian beliau” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Sholat Qiyyamul Ramadhan (Shalat Tarawih)

Shalat tarawih adalah ibadah sunnah di bulan Ramadhan yang dikerjakan selepas shalat isya.

Untuk jumlah rakaatnya sendiri ada beberapa pendapat yang berbeda.

  • Mazhab Al-Hanafiyah melakukannya sebanyak 8 rakaat.
  • Al-Malikiyah serta Al-Hanabilah melakukannya sebagian 8 rakaat sebagian 20 rakaat.
  • Asy-Syafi’iyah melakukannya sebanyak 20 rakaat.
  • Khalifah dari Bani Umayyah di kota Damaskus, Umar bin Abdul Aziz melakukannya sebanyak 36 rakaat.
  • Serta Ibnu Taimiyah melakukannya sebanyak 40 rakaat.

praying

Selain amalan di atas, berikut ini adalah beberapa anjuran kegiatan dalam waktu 24 jam di bulan ramadhan yang dapat kalian ikuti, antara lain:

1. Bangun tidur dan segera berwudhu.

2. Melakukan sholat tahajud. Ditutup dengan witir apabila selepas tarawih tidak melakukannya.

3. Berdoa sebanyak banyaknya, sebab waktu 1/3 malam adalah waktu yang sangat baik untuk berdoa.

4. Menyiapkan sahur.

5. Sahur berakhir ketika terdengar suara adzan subuh.

6. Sembari menunggu subuh, perbanyak membaca Al Quran dan berdzikir.

7. Untuk yang masih dalam kondisi junub, segera mandi besar. Namun masih tetap diperbolehkan puasa jika belum mandi besar selepas adzan subuh.

8. Menahan segala hawa nafsu yang dapat membatalkan puasa.

9. Pada saat mendengar adzan subuh, kalian dapat melakukan amalan di bawah ini:

  • Menjawab adzan.
  • Bershalawat terhadap rasul SAW selepas mendengar azan, dengan bacaan allahumma sholli ‘ala muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca ketika tasyahud.
  • Minta kepada allah untuk rasul SAW serta keutamaan sebagaimana yang telah disebutkan pada hadits jabir bin ‘abdillah:
    “allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah.”
  • Kemudian membaca: “asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa”, sebagaimana disebutkan pada hadits sa’ad bin abi waqqash.
  • Memanjatkan doa yang diinginkan.

10. Melakukan sholat fajar 2 rakaat.

11. Mengerjakan shalat subuh berjamaah di masjid untuk laki – laki dengan berupaya memperoleh baris pertama bersama dengan imam di masjid.

Sementara untuk wanita lebih baik di dalam rumah, yaitu di dalam kamarnya.

12. Selepas mengerjakan shalat sunnah perbanyak doa dan membaca Al-Qur’an.

13. Selepas sholat subuh berdiam diri di masjid untuk berdzikir dan membaca Al-Qur’an dengan tujuan untuk mengkhatamkannya dalam waktu sebulan.

Atau juga bisa mendengarkan majelis ilmu sampai matahari meninggi (kira – kira 15 menit selepas matahari terbit). Pada saat matahari meninggi tadi, kemudian kerjakan shalat isyraq sebanyak dua raka’at yang mana dijanjikan pahalanya seperti haji dan umrah yang sempurna.

14. Sejak waktu fajar menjalankan rukun puasa dengan menjauhi hal yang dapat membatalkan puasa.

15. Ketika puasa, tinggalkan kegiatan haram seperti berbohong, namimah (adu domba), ghibah, memandang wanita yang tak halal, serta mendengarkan musik.

16. Mengerjakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at minimal.

17. Perbanyak sedekah.

18. Perbanyak membaca Al-Quran dengan tujuan mengkhatamkannya pada bulan Ramadhan.

19. Tetap berkegiatan serta bekerja seperti hari biasa. Sebaik – baik pekerjaan merupakan pekerjaan yang dikerjakan dengan tangan sendiri.

20. Menjelang waktu sholat dzuhur, sempatkan untuk tidur siang meski sebentar. Tidur seperti ini disebut degan qoilulah.

21. Pada saat adzan dzuhur, kerjakan lima amalan pada saat mendengar adzan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas.

22. Mengerjakan shalat rawatib dzuhur serta shalat dzuhur. Shalat rawatib upayakan dilakukan secara rutin sebanyak 12 raka’at dalam waktu sehari.

23. Menyiapkan makan untuk berbuka puasa. Suami juga dianjurkan untuk membantu pekerjaan istri.

24. Mengerjakan shalat sunnah qabliyah Ashar sebanyak dua/ empat rakaat.

25. Dilarang untuk mengerjakan shalat sunnah selepas Shalat ‘Ashar.

26. Mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa bagi orang – orang yang akan berbuka di dalam masjid terdekat. Atau juga dapat menjadi panitia untuk pengurusan buka puasa di dalam masjid.

27. Bermajelis ketika waktu menjelang berbuka.

28. Menyibukan diri dengan berdoa pada saat menunggu waktu berbuka.

29- Memenuhi adab – adab berbuka serta adab makan ketika berbuka, seperti:

  • Menyegerakan waktu berbuka puasa.
  • Berbuka dengan menggunakan ruthab, tamer maupun seteguk air.
  • Sebelum berbuka, ucapkanlah ‘bismillah’ supaya berkah.
  • Berdoa ketika berbuka “‘dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya allah
    (artinya: Rasa haus sudah hilang serta urat – urat sudah basah, serta pahala sudah ditetapkan insya Allah)”.
  • Menggunakan waktu berbuka puasa guna berdoa.
  • Memberi makan kepada yang akan berbuka puasa.
  • Mendoakan orang yang memberi makan orang berpuasa.
  • Minum dengan tiga nafas serta membaca ‘bismillah’.
  • Berdoa selepas makan dengan membaca ‘alhamdulillah’.

30. Menjawab kumandang adzan kemudian diikuti dengan doa setelahnya.

31. Mengerjakan shalat maghrib, lalu melakukan shalat sunnah rawatib ba’diyah Maghrib.

32. Membaca doa dzikir petang.

33. Makan hidangan untuk berbuka puasa, bersama dengan sanak keluarga serta mengucap syukur terhadap Allah atas semua nikmat -Nya.

34. Mempersiapkan shalat Isya serta Tarawih, menggunakan wewangian (untuk pria), serta berjalan menuju masjid.

35. Menjawab adzan, mengerjakan shalat Isya secara berjamaah di masjid, serta mengerjakan shalat sunnah rawatib ba’diyah Isya.

36. Mengerjakan shalat tarawih secara berjamaah dengan sempurna di dalam masjid yang menjadi salah satu keistimewaan Ramadhan.

Salah satu hadis menyebutkan:

“Siapa yang mengerjakan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) atas dasar iman serta mengharapkan pahala dari Allah niscaya dosa – dosanya yang lampau akan diampuni.” (HR. Bukhari)

37. Tidak pergi sampai imam selesai supaya dituliskan pahala shalat semalam suntuk, hal tersebut sesuai dengan sabda Rasul SAW yang artinya:

“Jika terdapat seseorang shalat Tarawih bersama imam sampai imam selesai, maka dianggap (dicatat) telah mengerjakan shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud)

38. Membaca doa selepas sholat Witir.

39. Mengerjakan tadarus Al Qur’an.

40. Apabila tidak terdapat kebutuhan yang mendesak di waktu malam hari, tidur lebih awal supaya dapat bangun di waktu sepertiga malam terakhir. Tidak begadang selain ada keperluan yang mendesak.

Kesimpulan

Banyak sekali keistimewaan dari bulan ramadhan, yang mana di waktu satu bulan itu kita dapat mengumpulkan sebanyak – banyaknya pahala. Bahkan tidurnya orang yang sedang berpuasa juga dihitung menjadi suatu amalan ibadah.

FAQs

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan seputar Niat Puasa Ramadhan, antara lain:

Kapan niat puasa ramadhan dilakukan?

Niat puasa Ramadhan dapat dikerjakan di waktu malam hari, boleh juga di waktu sahur. Yang tidak boleh apabila niat dikerjakan selepas terbitnya fajar. Hal tersebut berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya dapat dilakukan ketika pagi.

Bacaan doa niat puasa ramadhan latin?

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala”

Bacaan niat doa buka puasa ramadhan latin?

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Keistimewaan bulan ramadhan?

Bulan yang penuh berkah, dimana banyak keunggulan yang tidak ada pada bulan bulan yang lain.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.