Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Masyarakat Multikultural: Pengertian, Ciri, Sifat, Jenis, Faktor

8 min read

Masyarakat Multikultural

Jumpa lagi bareng kita, yuksinau.id yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian pelajari. Dan kali ini yuksinau.id berkesempatan untuk membahas materi masyarakat multikultural.

Yuk langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian

materi masyarakat multikultural

Secara Umum

Multikultural merupakan sebuah kata atau istilah yang dipakai dalam menggambarkan pandangan atau anggapan seseorang mengenai berbagai kehidupan yang ada di bumi, atau kebijakan yang menekankan penerimaan keragaman budaya, serta beragam budaya, bergam nilai (multikultural) masyarakat, sistem, budaya, adat istiadat, dan juga politik yang mereka anut.

Multikultural yang berhubungan dengan budaya, memiliki kemungkinan untuk dibatasi oleh konsep nilai-sarat atau mempunyai kepentingan tertentu.

Dan pengertian dari masyarakat multikultural sendiri adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai jenis suku bangsa dan juga budaya.

Dan Masyarakat multikultural juga dapat didefiniskan sebagai segolongan manusia yang memiliki tempat tinggal yangn lengakap dengan beragam jenis kebudayaan dan karakteristik atau ciri tersendiri untuk membedakan masyarakatsatu dengan masyarakat yang lain.

Menurut Para Ahli

Adapun beberapa pengertian dari masyarakat multikural yang disampaikan oleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut:

Nasikun

Suatu masyarakat plural atau multikultural merupakan masyarakat yang terdiri atas dua maupun lebih dari tatanan sosial, masyarakat, ataupun kelompok yang secara kultural, ekonomi, dan juga politik dipisahkan atau diisolasi, serta mempunyai struktur kelembagaan yang berbeda antara satu sama lain.

Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra,( 2007)

Masyarakat multikultural merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas beberapa macam komunitas budaya dengan semua kelebihan yang ada, dengan sedikit adanya perbedaan konsepsi tentang dunia, sebuah sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan

“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”

Azyumardi Azra, (2007)

“Multikulturalisme” pada umumnya merupakan sebuah anggapan atau pandangan dunia yang selanjutnya bisa diartikan ke dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan kepada kenyataan keagamaan, pluralitas, serta multikultural yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

Multikulturalisme bisa juga kita artikan sebagai pandangan atau anggapan dunia yang selanjutnya direalisasikan ke dalam bentuk kesadaran politik.

J. S Furnival

Menurut pendapat yang disampaikan oleh J.S Furnival, masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang terdiri atas dua maupun lebih kelompok atau komunitas yang secara kultural sekaligus ekonomi terfragmentasi serta mempunyai struktur kelembagaan yang berbeda dengan satu sama lain.

Lawrence Blum, dikutip Lubis (2006: 174)

Multikulturalisme termasuk di dalamnya adalah apresiasi, pemahaman, serta penilaian terhadap budaya seseorang, dan penghormatan serta rasa keingintahuan mengenai budaya etnis dari orang lain.

(Suparlan 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)

Menurut pendapat dari Suparlan, masyarakal plural merupakan selengkapnya kunjungi halaman Masyarakat Multikultural Menurut Ahli.

Karakteristik Masyarakat Multikultural

karakteristik masyarakat multikultural

Sobat, sebenarnya, seperti apa sih masyarakat multikultural itu? Menurut Van Den Berghe ini, terdapat 6 karakteristik yang dipunyai oleh masyarakat multikultural.

Apa saja ya, penasaran? Yuk, kita simak baik-baik penjelasannya di bawah ini!

1. Terjadinya segmentasi ke dalam berbagai bentuk kelompok sosial

Keanekaragam yang ada dalam kehidupan masyarakat bisa memicu masyarakat untuk menciptakan kelompok atau golongan tertentu yang didasari dengan identitas yang sama sehingga nantinya akan menghasilkan sub kebudayaan yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.

Sebagai contoh, dalam pulau Jawa ada suku Sunda, Jawa, serta Madura yang mana ketiga dari suku tersebut hidup rukun di pulau Jawa serta mempunyai kebudayaan yang berbeda.

2. Memiliki pembagian struktur sosial ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non-komplementer.

Masyarakat yang berbeda-beda membuat struktur masyarakat pun akan mengalami beragam perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain.

Perbedaan struktur masyarakat itu bisa kita lihat melewati berbegai lembaga sosial yang sifatnya tidak saling melengkapi.

Sebagai conoth, dalam lembaga agama Indonesia yang menaungi beberaga agama dan mempnyai stuktur yang berbeda.

Beberapa lembaga agama itu tidak saling melengkapi sebab memiliki ciri atau karakteristik dari keanekaragaman masyarakat (agama) pun yang berbeda.

3. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).

Masyarakat yang berbeda-beda ini mempunyai dasar atau standar nilai dan juga norma sendiri yang berbeda dan biasanya diwujudkan lewat perilaku pada masyarakat tersebut.

Hal itu dikarenakan ciri atau karakteristik masyarakat yang beragam lalu diselaraskan dengan keadaan lingkungan fisik dan juga sosialnya.

Sebab, keadaan atau kondisi masyarakat yang berbeda-beda tersebut akan membuat kesepakatan bersama yang cenderung susah untuk dikembangkan.

4. Relatif sering terjadi konflik.

Keanekaragama yang terdapat dalam diri masyarakat menjadi salah satu pemicu utama terjadinya konflik. Konflik yang berlangsung sangatlah beragam, mulai dari konflik antar individu hingga konflik antar kelompok.

Hal tersebut dapat disebabkan oleh minimnya toleransi antara satu sama lain, baik dari individu ataupun dari kelompok yang bersangkutan.

5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh karena paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi.

Apabila masyarakat plural dapat terkoordinasi dengan baik, maka integrasi sosial akan sangat mungkin berlangsung.

Namun, apabila integrasi sosial yang ada pada masyarakat muncul karena bukan adanya kesadaran, melainkan karena adanya paksaan dari luar diri atau luar kelompok maka integrasi sosial tidak akan terjadi.

Contoh: peraturan mengenai anti-diskriminasi pada pemakaian fasilitas publik.

Tak haya itu, masyarakat yang mempunyai ketergantungan dalam bidang ekonomi juga dapat mendorong berlangsungnya integrasi sebab adanya suatu kebutuhan tersebut.

Contoh: seorang individu yang bekerja kepada perusahaan atau individu lain yang membuat dirinya harus mentaati semua aturan yang dibuat.

Berlangsungnya keadaan patuh dan integrasi seperti di atas akan muncul sebab terdapat peraturan yang bersifat mengikat individu dalam melaksanakan pekerjaannya serta hal itu berfungsi unuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

6. Adanya dominasi politik

Beberapa kelompok atau golongan tertentu pada masyarakat multikultural bisa mempunyai kekuatan politik yang dapat digunakan untuk mengatur kelompok lain.

Hal tersebut dapat kita sebuat sebagai bentuk penguasaan (dominasi) dari sebuah kelompok terhadao kelompok lain yang tidak mempunyai kekuatan politik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, multikulturalisme merupakan gejala yang ada pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan dalam menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

Ciri-ciri masyarakat multikultural

ciri ciri masyarakat multikultural

Berdasarkan gagasan yang disampaikan oleh Pierre L. Van den Berghe yang merupakan seorang ahli budaya, masyarakat majemuk atau multikultural mempunyai ciri atau karakteristik tertentu.

Berikut merupakab beberapa ciri dari masyarakat majemuk atau multikultural yang disampaikan oleh Pierre L. Van den Berghe:

  • Masyarakat majemuk mempunyai anggota kelompok yang tersegmentasi ke dalam subkultur yang berbeda antara satu sama lain.
  • Masyarakat majemuk mempunyai struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga yang sifatnya nonkomplementer.
  • Masyarakat majemuk kurang menekan dalam hal mengembangkan konsensus terhadap nilai-nilai dasar anggota masyarakatnya secara keseluruhan.
  • Masyarakat plural relatif lebih sering mengalami terjadinya konflik antar kelompok.
  • Masyarakat plural secara relatif menciptakan integrasi sosial secara memaksa atau paksaan ataupun dikarenakan terdapat rasa saling ketergantungan dalam bidang ekonomi.
  • Masyarakat majemuk ada di bawah dominasi sebuah kelompok kepada kelompok lain.

Dari ciri di atas, dapat kita ringkas kembali bahwa masyarakat majemuk memiliki ciri seperti dib bawah:

  • Memiliki lebih dari satu struktur budaya.
  • Nilai dasar merupakan persetujuan atau kesepakatan bersama yang sulit berkembang.
  • Struktur sosial bersifat non-komplementer
  • Terdapat dominasi ekonomi, politik dan juga sosial budaya.
  • Proses integrasi berlangsung dengan kurun waktu yang lambat.
  • Terdapat konflik sosial yang berbau SARA.

Sifat Masyarakat Multikultural

sifat

Menurut gagasa yang disampaikan oleh Pierre L. Van den Berghe, masyarakat multikultural mempunyai beberapa sifat sebagai berikut:

  1. Melewati masa segmentasi ke dalam kelompok subkultur yang berbeda antara satu dengan lainnya.
  2. Mempunyai kerangka struktur sosial yang terbagi menjadi lembaga nonkomplementer.
  3. Kurang menekankan konsensus diantara anggotanya mengenai berbagai nilai dasar.
  4. Relatif sering mengalami perseelisihan atau pertentangan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.
  5. Secara relatif, pertumbuhan integrasi sosial secara paksaan (pemaksaan) serta yang berkaitan akan saling bergantung dalam bidang ekonomi.
  6. Terdapat mayoritas politik oleh satu kelompok atas yang kelompok yang lain.

Jenis-jenis Masyarakat Multikultural

kelompok sosial dalam masyarakat multikultural pdf

Berdasarkan kecenderungan perkembangan dan juga praktik multikulturalisme, masyarakat multikultural terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

Multikulturalisme Isolasionis

Multikulturalisme isolasionis merupakan golongan atau kelompok masyarakat majemuka yang menjalankan kehidupan secara otonom dengan interaksi antar kelompok seminimal mungkin.

Multikulturalisme Akomodatif

Multikulturalisme akomodatif adalah salah satu jenis masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian tertentu kepada kaum minoritas.

Masyarakat ini akan memberi hak kebebasan terhadap setiap kaum minoritas guna mempertahankan apa yang menjadi kebudayaan mereka.

Multikultural Otonomis

Multikultural otonomis adalah salah satu jenis masyarakat multikultural yang hidup bersama serta berusaha menciptakan kesetaraan budaya mereka.

Multikultural Kritikal Atau Interaktif

Multikultural kritikal atau interaktif merupakan adalah salah satu jenis masyarakat yang tidak fokus kepada kehidupan kultural otonom, namun lebih menekankan kepada hal guna menciptakan kultur bersama yang mencerminkan sekaligus menegaskan perspektif dari tiap-tiap kelompok masyarakat.

Multikulturalisme Kosmopolitan

Multikulturalisme kosmopolitan adalah salah satu jenis masyarakat yang berupaya untuk menghilangkan batas kultural pada kehidupan mereka sehingga akan tercipta masyarakat yang tidak terikat ke dalam budaya tertentu.

Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikultural

Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikultural

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengeruhi terbentuknya masyarakat multikultural, diantaranya adalah sebagai berikut:

Faktor Sejarah

Negara kita mempunyai sumber daya alam (SDA) yang begitu melimpah. Tak heran jika terdapat banyak negara asing yang berdatangan sebab ingin menguasai sumber daya alam di Indonesia, contohnya Belanda, Inggris, Portugis dan tak ketinggalan negara Jepang.

Bangsa asing ini menjajah sekaligus menetap di Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan tidak sedikit yang pada akhirnya menikah di Indonesia.

Keadaan yang seperti inilah akan memunculkan kekayaan budaya serta rasa di Indonesia yang akan membentuk masyarakat multikultural.

Faktor Pengaruh Kebudayaan Asing

Globalisasi merupakan sebuah proses penting di dalam penyebaran budaya di dunia, tidak terkecuali untuk negara Indonesia.

Pasalnya, keterbukaannya masyarakat Indonesia lebih mudah dalam menerima pengeruh budaya asing meskipun harus terjadi benturan atau gesekan dengan kebudayaan lokal.

Faktor Geografis

Seperti yang kita tahu, Indonesia diapit oleh dua benua dan juga dua samudra, kondisi geografis yang seperti inilah menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional.

Oleh sebab itu, banyak dari negara asing yang berdatangan ke Indonesia untuk berdagang, contohnya Arab, Cina, India dan yang lainnya.

Kondisi seperti ini akan menambah budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga terbentuklah masyarakat multikultural.

Faktor Fisik Dan Geologi

Apabila dilihat dari struktur geologi, Indonesia berada di antara tiga lempeng yakni lempeng Asia, Australia serta Pasifik.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tiga tipe geologi yaitu tipe Asiatis, Australia serta Peralihan.

Kehidupan masyarakat yang hidup disebuah pulau tentunya berbeda dengan kehidupan masyarakat di pulau lain.

Pada umumnya, rakyat yang hidup dipulau kecil akan sulit dalam mendapatkan sumber daya. Berbeda halnya dengan masyarakat yang tinggal di pulau besar. Hal ini juga yang akan membuat kebudayaan pada tiap-tiap pulau berbeda-beda.

Faktor Agama

Selama ini agama ikut membentuk interaksi yang berlangsung antar individu di dalam suatu tetanan kehidupan.

Agama juga menjadi sign atau simbol sekaligus sejarah yang memperkuat seorang individu yang berdasar dengan aturan sesuai ajaran dalam kitab suci.

Indonesia sendiri mempunyai rakyat dengan karakteristik yang berbeda-beda, baik itu agama dan kepercayaannya sehingga hal tersebut akan membentuk masyarakat multikultural.

Faktor Iklim

Kondisi geografis, iklim maupun cuaca yang beragam dapat mempengaruhi pola perilaku masyarakat dalam menyesuaikan diri ataupun beradaptasi dengan keadaan atau kondisi yang ada.

Faktor Keanekaragaman Ras

Ras adalah suatu sistem klasifikasi guna menggolongkan atau mengelompokkan manusia yang didasari dengan unsur fisik, asal usul geografis dan yang lainnya.

Perbedaan ras juga menjadi salah satu faktor munculnya masyarakat multikultural.

Masyarakat Multikultural di Indonesia

Indonesia

Seperti yang telah kita jelaskan di atas, rakyat Indonesia memiliki keanekaragam yang sangat kaya, mulai dari budaya, bangsa, ras, suku, agama dan juga adat istiadat yang tak lain menjadi modal utama dalam pembentukan masyarakat multikultural.

1. Dilihat dari dampak  adanya masyarakat multikultural di Indonesia

a. Keanekaragaman Ras.

Ras dilatar belaknagi dengan adanya kesamaan karakteristik atau ciri-ciri fisik yang melekat dalam diri seseorang yang membedakan satu orang dengan orang lainnya.

Adapun tiga ras yang akan kami bahas, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ras Mongoloid

Ras mongoloid memiliki ciri seperti berikut:

  • Kulit berwarna kuning sawo matang
  • Rambut lurus
  • Bulu badan sedikit
  • Mata sipit
  • Contoh: orang Jawa dan Cina

2. Ras Kaukasoid

Ras kaukasoid mempunyai ciri seperti beriku:

  • Hidung mancung
  • Kulit bewarna putih
  • Rambut pirang atau coklat
  • Kelopak mata lurus
  • Contoh: orang keturunan Portugis yang ada di Aceh

3. Rasa Negroid

Ras negroid mempunyai ciri seperti berikut:

  • Rambut keriting
  • Kulit bewarna hitam
  • Bibir tebal serta kelopak mata lurus
  • Contoh: Orang Papua,

b. Keanekaragaman suku bangsa

Di indonesia banyak kita jumpai keanekaragama suku bangsa. Suku bahasa yang ditandai dengan terdapat persamaan daerah, bahasa, dan juga adat istiadat juga sering disebut sebagai Etnis yang menjadikan bentuk dari masyarakat multikultural.

Contoh: Sunda,  Batak, Etnis Jawa, Dayak, Bali, dan yang lainnya

c. Keanekaragaman golongan

Golongan yang dilatar belakangi dengan persamaan tujuan atau kepentingan, sementara di Indonesia terdiri atas keanekaragaman kelompok atau golongan yang membentuk masyarakat multikultural.

Contoh: Golongan Pejabat, Golongan Pengusaha, Partai XYZ, dan yang lainnya.

d. Keanekaragaman agama dan kepercayaan

Agama dilatar belakangi dengan apa yang disampaikan oleh tuhan terhadap manusia yang berwujud kitab suci yang menjadi pedoman hidup manusia dalam kehidupan bermasyarakat, serta dalam hubungannya dengan tuhan.

Di Indonesia terdapat beberapa agama yang diakui, diantaranya yaitu: Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan juga Budha.

Disamping itu, juga berkembang pemahaman atau kepercayaan yang berdasar kepada pemaknaan hidup manusia kepada alam semesta yang menghasilkan berbagai pemahaman berwujud filsafat, animisme, dinamisme.

2.Karakteristik masyarakat multikultural di Indonesia

Konflik berlangsung disebabkan adanya perselisihan atau perbedaan yang bisa kita lihat dari masyarakat multikultural termasuk yang ada di negara Indonesia.

Hal tersebut sering kita lihat dalam konflik daerah ataupun perkotaan.

Masyarakat indonesia bisa disebut sebagai masyarakat mutikultural yang belum sempurna, hal tersebut bisa kita lihat melalui beberapa hal di bawah ini:

  • Masih ada dominasi dalam satu kelompok atas kelompok lainnya.
  • Struktur sosial yang ada lebih banyak menguntungkan pihak yang mendominasi.
  • Konflik sosial yang lahir masih sering diwarnai dengan tindak kekerasan.

Masalah yang muncul dalam kehidupan masyarakat multikultural diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Masalah Kultural

1. Loyalitas yang berlebihan

Mementingkan diri sendiri atau kelompok secara berlebihan atau secara membabi buta, yang akan mengakibatkan menghambanyat penyatuan dengan kelompok lain.

2. Etnosentris

Pandangan atau anggapan yang menganggap rendah kebudayaan yang berasal dari kelompok lain.

3. Eksklusivisme

Sikap enggan atau tidak mau berinteraksi dengan kelompok lain. Hal ini akan menjadikan sikap atau sistem yang bersifat tertutup.

b. Masalah Struktural

Pada umumnya, hal ini berkaitan dengan masalah kondisi politik dan juga ekonomi. Kondisi politik yang tidak demokratis akan membuat masyarakat dalam bidang ekonomi yang lemah akan semakin tersudut serta pemerintahnya bersifat otoriter.

Sedangkan. struktur pemerintahan yang kapitalistik cenderung akan memunculkan pengusaha yang menjalin hubungan kolusi dengan pejabat.

Dan dalam masyarakat yang memiliki sitem demokratis dengan ekonomi yang sehat hal tersebut dapat ditekan bahkan dapat menghasilkan Integrasi Nasional.

Demikianlah ulasan singkat mengenai masyarakat multikultural, semoga dapat membantu kegiatan belajar kalian ya. Terima kasih telah berkunjung :).

Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *