Lembaga Pendidikan

Share
Comment 0 reply
Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan dapat diartikan sebagai lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan guna mengubah tingkah laku dari seorang individu ke arah yang lebih baik lewat interaksi sosial bersama lingkungan sekitar.

Dengan kata lain, lembaga satu ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat umum sebab mampu menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup dari seseorang.

Selengkapnya terkait lembaga pendidikan, simak ulasan yang ada di bawah ini baik – baik.

Pengertian Lembaga Pendidikan

contoh lembaga pendidikan

1. Secara Umum

Secara umum, lembaga pendidikan dapat diartikan menjadi:

  • Suatu lembaga yang menawarkan pendidikan formal dari jenjang prasekolah hingga perguruan tinggi yang bersifat umum / khusus.
  • Sebuah institusi sosial yang menjadi agen sosialisasi lanjutan selepas lembaga keluarga. Di dalam lembaga pendidikan, seorang anak nantinya akan dikenalkan mengenai kehidupan bermasyarakat secara lebih luas.
  • Suatu institusi atau tempat dimana proses pendidikan / belajar – mengajar itu berlangsung, diantaranya seperti pendidikan di dalam keluarga, sekolah, dan juga masyarakat.
  • Sebuah organisasi yang diciptakan guna meraih tujuan tertentu, yaitu transfer ilmu pengetahuan dan budaya pada seorang individu untuk mengubah tingkah laku seseorang agar menjadi lebih dewasa dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Pendidikan memberikan arah pada pertumbuhan serta perkembangan manusia dan uga lingkungannya. Pertumbuhan serta perkembangan akan berubah dengan seiring waktu. Sehingga harus terorganisasi serta diarahkan ke tujuan akhir pendidikan yang sudah ditetapkan.

Berbagai lembaga pendidikan sebagai penyalur pendidikan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dari tuntutan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat.

2. Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian lembaga pendidikan menurut para ahli, antara lain:

1. Kemdikbud RI

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan ialah usaha sadar serta terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran.

Supaya peserta didik dengan aktif mau mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, pengendalian diri, akhlak mulia, kecerdasan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk dirinya, masyarakat, bangsa, serta negara.

2. KBBI

Pendidikan berasal dari kata didik. Mendidik berarti memelihara serta memberi latihan. Di dalam memberi latihan perlu adanya ajaran, tuntutan, serta bimbingan mengenai akhlak serta kecerdasan pikiran.

3. Prof. Dr. Umar Tirtarahardja & Drs. La Sula

Tempat berlangsungnya pendidikan, terutama pada tiga lingkungan utama pendidikan yaitu keluarga, sekolah, serta masyarakat.

4. Bahasa Inggris

Education yang berasal dari bahasa Latin educare yang artinya melatih atau membentuk. Pendidikan merupakan suatu proses membimbing manusia dari kegelapan ke arah kecerdasan pengetahuan / dari tidak tahu akan menjadi tahu.

5. Enung K. Rukiyati & Fenti Himawati

Sebuah wadah / tempat berlangsungnya suatu proses pendidikan yang bersamaan dengan proses pembudayaan.

6. Hasbullah

Suatu tempat berlangsungnya proses pendidikan yang mencangkup pendidikan keluarga, sekolah, dan juga masyarakat.

7. Drs. H. Abu Ahmadi & Dra. Nur Uhbiyati

Suatu badan usaha yang bergerak serta bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan pada peserta didik.

Tujuan Lembaga Pendidikan

lembaga pendidikan sekolah

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari lembaga pendidikan, antara lain:

  • Mengerjakan aktivitas belajar – mengajar pada peserta didik, baik di dalam keluarga, sekolah, atau lingkungan hidupnya.
  • Memberikan bimbingan konseling pada setiap peserta didik.
  • Melaksanakan aktivitas pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikan dan juga kurikulum yang berlaku.
  • Membina kerjasama yang baik diantara pihak sekolah bersama orang tua, serta masyarakat.

Fungsi Lembaga Pendidikan

lembaga pendidikan islam

Fungsi dari lembaga pendidikan dibagi ke dalam tiga kategori yang berbeda, yaitu fungsi umum, fungsi manifes, dan fungsi laten, berikut penjelasannya.

1. Fungsi Umum

a. Fungsi Sosialisasi

Adanya lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat besar di dalam proses sosialisasi peserta didik bersama lingkungan masyarakat.

Fungsi sosialisasi itu dikerjakan melalui beragam program dan kurikulum pendidikan yang ada di sekolah sehingga transmisi nilai – nilai budaya dapat selaras dengan pendidikan lainnya.

b. Fungsi Pengendalian Sosial

Lembaga ini juga memiliki peran dalam hal kontrol sosial dengan cara menanamkan nilai – nilai, norma, dan juga loyalitas tatanan tradisional pada peserta didik.

Dengan fungsi kontrol sosial itu, maka diharapkan setiap peserta didik memiliki karakter yang berkualitas sehingga tatanan masyarakat dapat tercipta dengan harmonis.

c. Melestarikan Budaya

Kelestarian budaya di dalam warga Indonesia yang sangat bervariasi pastinya harus dilestarikan.

Di dalam hal tersebut, lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat penting di dalam mengajarkan keanekaragaman budaya nasional tersebut pada para peserta didik.

d. Seleksi, Pelatihan, & Pengembangan Manusia

Lembaga satu ini juga memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting pada proses seleksi, pelatihan, dan mengembangkan individu yang berkualitas untuk dimanfaatkan dalam dunia kerja serta dunia bisnis.

Contoh:

Pada saat proses masuk perguruan tinggi yang mengharuskan setiap peserta didik mengikuti ujian. Peserta didik yang telah lulus seleksi ujian tersebut kemudian akan memperoleh pendidikan, dilatih, serta dituntut agar dapat menjadi individu yang berkualitas.

e. Perubahan Sosial

Dengan adanya lembaga pendidikan serta seluruh kegiatannya, maka hal tersebut akan mempengaruhi kehidupan sosial secara umum.

Hal itu dapat berlangsung sebab adanya nilai – nilai, norma, keyakinan, dan pola pikir yang telah ditanamkan kepada para peserta didik yang menciptakan kepribadiannya sehingga akan mempengaruhi tingkah lakunya di kehidupan masyarakat.

Melalui pendidikan, para peserta didik juga akan memperoleh kemampuan berpikir dengan mandiri, kritis, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi rintangan.

Dengan begitu, diharapkan untuk para peserta didik dapat berperan menjadi jalan perubahan di dalam masyarakat.

Secara fundamental, lembaga pendidikan berfungsi untuk mengatur pemenuhan kebutuhan kepada pendidikan.

2. Fungsi Manifes

Fungsi manifes merupakan fungsi yang tercantum di dalam kurikulum sekolah.

Menurut Horton & Hunt, berikut adalah fungsi manifes dari lembaga pendidikan, yaitu:

  • Mempersiapkan anggota masyarakat guna mencari nafkah, dengan adanya bekal keterampilan yang didapatkan dari lembaga pendidikan seperti sekolah, sehingga seseorang itu siap untuk bekerja.
  • Melestarikan kebudayaan pada masyarakat, lembaga pendidikan mengajarkan tentang variasi kebudayaan yang ada di dalam masyarakat.
  • Mengembangkan bakat dari seseorang untuk kepuasan pribadi serta untuk kepentingan masyarakat.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu untuk partisipasi di dalam demokrasi.

3. Fungsi Laten

a. Mempertahankan sistem kelas sosial

Lembaga sekolah diharapkan mensosialisasikan terhadap para anak didik guna menerima perbedaan status yang ada di masyarakat.

Sekolah juga diharapkan untuk menghilangkan perbedaan kelas sosial dilihat dari status sosial peserta didik dalam masyarakat.

b. Mengurangi pengendalian orang tua

Keikutsertaan anak di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah dapat mengurangi pengendalian dari orang tua. Sebab yang berperan ketika pengajaran serta pendidikan di sekolah ialah guru.

c. Memperpanjang masa remaja

Sekolah memungkinkan untuk memperpanjang masa remaja serta penundaan masa dewasa.

Serta juga terdapat fungsi pendidikan menurut David Popenoe, yaitu:

  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih serta mengajarkan peranan sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sebagai sumber inovasi sosial.

Jenis – Jenis Lembaga Pendidikan

manfaat lembaga pendidikan

Jenis lembaga pendidikan ada tiga macam, yaitu formal, non formal, serta informal, berikut informasi selengkapnya.

1. Lembaga Formal

Lembaga formal adalah salah satu jenis lembaga yang memberikan pendidikan dengan cara terstruktur dan berjenjang pada para peserta didiknya.

Pada pelaksanaannya, lembaga itu akan memberlakukan beberapa syarat khusus sesuai dengan ketetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Ciri lembaga formal:

  • Proses belajar diatur secara tertib serta terstruktur.
  • Diselenggarakan di dalam sebuah kelas terpisah menurut jenjangnya.
  • Adanya jangka belajar tertentu.
  • Terdapat persyaratan usia.
  • Ada jadwal waktu untuk belajar.
  • Pada materi pembelajaran lebih banyak bersifat akademis intelektual serta berkesinambungan.
  • Materi pembelajaran disusun berdasarkan kurikulum kemudian dijabarkan di dalam suatu silabus.
  • Guru mengajarkan dengan memakai metode, media, dan urutan pengajaran tertentu.
  • Sekolah memiliki anggaran pendidikan yang dirancang pada kurun waktu tertentu.
  • Memiliki sistem rapor, evaluasi belajar / ijazah.

Contoh lembaga formal:

  • Sekolah Dasar (SD).
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP).
  • Sekolah Menegah Atas (SMA).
  • Perguruan Tinggi (PT).

2. Lembaga Non Formal

Lembaga non formal adalah salah satu jenis lembaga yang memberikan pendidikan kepada peserta didik di luar pendidikan formal yang mana memiliki tujuan untuk menambah, mengganti, dan melengkapkan pendidikan formal.

Ciri lembaga non formal:

  • Program yang diciptakan sesuai dengan keperluan di dalam masyarakat.
  • Muncul sebab adanya perubahan cepat di dalam masyarakat.
  • Waktu yang dibutuhkan relatif singkat.
  • Biaya yang relatif lebih murah.
  • Jenjang kelas tak menunjukkan tingkat yang jelas.
  • Usia peserta didik berbeda – beda.
  • Pengerjaan kegiatan disusun lewat perencanaan yang baik.
  • Materi yang diberikan sifatnya praktis / sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat pada waktu itu serta segera bisa dipenuhi lewat pendidikan singkat.
  • Tujuan pendidikan terarah untuk memperoleh pekerjaan atau untuk meningkatkan taraf hidup.
  • Waktu serta tempat belajar disesuaikan dengan yang membutuhkannya.

Contoh lembaga non formal:

  • Lembaga kursus & pelatihan.
  • Kelompok belajar.
  • Majelis taklim.
  • Tempat penitipan anak.
  • Sanggar.

3. Lembaga Informal

Lembaga informal adalah suatu lembaga yang memberikan pendidikan di dalam keluarga dan juga termasuk lingkungan utama di dalam proses pembentukan serta pengembangan karakter dalam diri seseorang.

Ciri lembaga informal:

  • Tidak terikat dengan tempat dan waktu.
  • Tak terikat dengan jenjang usia.
  • BIsa berlangsung tanpa adanya guru atau murid secara khusus.
  • Tidak memakai metode tertentu.
  • Tanpa memakai rencana pembelajaran (kurikulum).

Contoh lembaga informal yaitu pendidikan:

  • Budi Pekerti.
  • Agama.
  • Etika.
  • Moral.
  • Sopan Santun.

Unsur – Unsur Pendidikan

Education

Berikut ini adalah beberapa unsur pendidikan yang harus kalian ketahui, antara lain:

1. Peserta Didik

Peserta didik yang memiliki status sebagai subjek didik sebab ia pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya, dan ingin mengembangkan diri secara terus menerus agar bisa memecahkan beragam masalah di dalam kehidupannya.

2. Pendidik

Pendidik merupakan orang yang memiliki tanggung jawab pada pelaksanaan pendidikan dimana memiliki sasarannya adalah peserta didik.

Peran pendidik ini biasanya ditujukan untuk para orang tua, guru, dan juga pelatih.

3. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan secara umum ialah tujuan dari semua jenis aktivitas selama berlangsungnya berbagai peristiwa pendidikan.

4. Interaktif Edukatif

Interaktif edukatif merupakan adanya interaksi / komunikasi secara timbal balik diantara peserta didik berasma pendidik yang terarah pada tujuan pendidikan.

5. Metode Pendidikan

Di dalam memilih serta menerapkan metode pendidikan, butuh untuk memperhatikan kesesuaian dengan:

(a) tujuan pendidikan;
(b) peserta didik;
(c) pendidik;
(d) situasi serta kondisi lingkungan belajar.

6. Materi Pendidikan

Materi pendidikan ini memiliki peran sebagai sarana pencapaian tujuan pendidikan.

Di dalam materi pendidikan dibagi lagi menjadi dua macam yang meliputi materi inti serta materi lokal, yaitu:

  • Materi inti sifatnya nasional yang mengandung misi pengendalian serta persatuan bangsa.
  • Sementara materi lokal memiliki misi untuk mengembangkan kebhinekaan serta kekayaan budaya sesuai dengan keadaan lingkungan.

7. Lingkungan Pendidikan

Lingkungan pendidikan dibagi lagi menjadi tiga tempat serta biasa disebut tri pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Contoh Lembaga Pendidikan

educational institutions

Berikut ini adalah beberapa contoh pendidikan, antara lain:

1. Lembaga Pendidikan Keluarga

Sebagai transmisi pertama dan juga utama di dalam pendidikan, keluarga mempunyai tugas utama di dalam peletakan dasar untuk pendidikan akhlak serta pandangan hidup keagamaan.

Disebut sebagai hal pertama, sebab keluarga merupakan tempat dimana anak akan pertama kali memperoleh pendidikan.

Sementara disebut sebagai utama sebab hampir seluruh pendidikan awal yang diterima anak berasal dari dalam keluarga.

Oleh sebab itu, keluarga adalah lembaga pendidikan yang tertua dan bersifat informal dan juga kodrati.

1 keluarga merupakan awal mula dari pendidikan sejak manusia itu ada. Ayah dan juga ibu berperan sebagai pendidik, lalu anak sebagai yang terdidik.

Tugas keluarga ialah meletakkan dasar – dasar untuk perkembangan anak berikutnya, supaya si anak bisa berkembang dengan baik.

2. Lembaga Pendidikan Sekolah

Akibat terbatasnya dari kemampuan orang tua di dalam mendidik anaknya, maka dipercayakan tugas mengajar tersebut pada orang dewasa lainnya yang lebih ahli di dalam lembaga pendidikan formal, yakni guru.

Sekolah disini menjadi wahana dari pendidikan, menjadi produsen untuk menghasilkan individu yang berkemampuan secara intelektual dan juga skill.

Oleh sebab itu, sekolah perlu untuk dirancang dan juga dikelola dengan sangat baik.

3. Lembaga Pendidikan Masyarakat

Pendidikan yang ada di dalam lingkungan masyarakat ialah pendidikan nonformal yang dibedakan dari pendidikan di dalam keluarga serta di dalam sekolah.

Lembaga satu ini memiliki tujuan sebagai penambah / pelengkap pendidikan formal serta informal di dalam rangka untuk mendukung pendidikan sepanjang hayat.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.