Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, Indikator

3 min read

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter merupakan proses mengatur atau mengelola persediaan uang sebuah negara untuk dapat mencapai suatu tujuan tertentu, seperti inflasi yang terkontrol, meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau meningkatkan kesempatan kerja.

Kebijakan moneter meliputi langkah-langkah kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia atau bank sentral untuk mengubah penawaran uang atau mengubah suku bunga yang ada, dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran dalam perekonomian.

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan akhir sebuah kebijakan moneter adalah suatu kondisi ekonomi makro yang tercapai. Tujuan tersebut tidak sama dari waktu ke waktu serta tidak sama dari satu negara dengan negara lainnya.

Tujuan kebijakan moneter tidak statis, namun bersifat dinamis karena selalu disesuaikan dengan kebutuhan perekonomian suatu negara.

Akan tetapi, kebanyakan negara menetapkan empat hal yang menjadi tujuan dari kebijakan moneter, yaitu:

  1. Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan.
  2. Kestabilan harga.
  3. Keseimbangan neraca pembayaran.
  4. Kesempatan kerja.
Baca juga: 8 Sumber Keuangan Negara dan Contohnya

Berikut akan dijelaskan secara lebih detail tujuan dari kebijakan moneter, yaitu:

  • Memperniagakan mata uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dalam perekonomian.
  • Distribusi likuiditas yang optimal dalam rangka menggapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan pada berbagai sektor ekonomi.
  • Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas perekonomian dan kestabilan tingkat harga.
  • Menjaga stabilitas ekonomi, artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
  • Menjaga kestabilan harga. Harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar.
  • Membantu pemerintah untuk melaksanakan kewajibannya yang belum terealisasikan melalui sumber penerimaan yang normal.
  • Meningkatkan kesempatan kerja. Pada saat perekonomian stabil maka pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat.
  • Memperbaiki neraca Perdagangan Kerja Masyarakat. Dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri atau sebaliknya.

Tujuan-tujuan tersebut sebenarnya saling berhubungan satu sama lainnya, tetapi dalam prakteknya sulit dicapai secara bersamaan.

Jika pemerintah hanya terfokus pada 1 tujuan artinya tujuan lain akan terbengkalai. Dapat juga pemerintah melakukan hal sebaliknya, yaitu mengupayakan agar semua tujuan tercapai, namun hasilnya tidak akan optimal (adanya konflik antar tujuan).

Sehingga, pada UU No.3 tahun 2004 tercatat bahwa Bank Indonesia sebagai eksekutor kebijakan moneter memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Instrumen Kebijakan Moneter

Instrumen-instrumen yang biasa digunakan oleh pemerintah dalam pengambilan kebijakan moneter:

Kebijakan Operasi Pasar Terbuka 

Operasi pasar terbuka adalah salah satu kebijakan yang diambil bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar.

Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau membeli surat berharga di pasar modal.

Kebijakan Cadangan Kas

Bank sentral dapat membuat peraturan untuk menaikkan atau menurunkan cadangan kas (cash ratio). Bank umum, menerima uang dari nasabah dalam bentuk giro, deposito, tabungan, sertifikat deposito, dan jenis tabungan lainnya.

Terdapat persentase tertentu dari uang yang disetorkan nasabah dan tidak boleh dipinjamkan.

Kebijakan Kredit Ketat

Kredit tetap diberikan bank umum, tetapi pemberiannya harus benar-benar didasarkan pada syarat 5C, yaitu Character, Capability, Collateral, Capital, dan Condition of Economy.

Dengan kebijakan kredit ketat, jumlah uang yang beredar dapat diawasi. Langkah kebijakan ini biasa diambil pada saat ekonomi sedang mengalami inflasi.

Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto yaitu pemerintah menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dengan cara mengubah diskonto bank umum.

Jika bank sentral memperhitungkan jumlah uang beredar telah melebihi kebutuhan (gejala inflasi), bank sentral mengeluarkan keputusan untuk menaikkan suku bunga. Dengan menaikkan suku bunga akan merangsang keinginan orang untuk menabung.

Kebijakan Dorongan Moral

Bank sentral dapat juga mempengaruhi jumlah uang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan pada bank umum dan pelaku moneter lainnya. Isi pengumuman, pidato, dan edaran dapat berupa ajakan atau larangan untuk menahan pinjaman tabungan atau pun melepaskan pinjaman.

Jenis dan Indikator

Di Indonesia, kebijakan moneter yang berlaku dibagi menjadi 2 jenis yaitu Kebijakan Moneter Kontraktif dan Ekspansif.

Pengertian kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan moneter yang membatasi atau mengurangi jumlah uang berdar karena perekonomian sedang mengalami kenaikan tingkat inflasi diatas batas normal.

Pengertian kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan moneter yang menambah jumlah uang beredar dengan tujuan untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat pada saat perekonomian sedang resesi.

Dalam menentukan indikator keberhasilan kebijakan moneter, bank sentral dapat menggunakan 3 indikator. Ketiga indikator tersebut adalah:

1. Uang Beredar (Monetary Targeting)

Menetapkan pertumbuhan jumlah uang beredar sebagai sasaran menengah.

Kekurangan: 

  • Penerapannya tergantung kepada kestabilan hubungan antara besaran moneter dengan sasaran akhir (inflasi)
  • Sulit dimengertioleh masyarakat

Kelebihan:

  • Dimungkinkan pelaksanaan kebijakan moneter yang independen sehingga bank sentral dapat fokus pada pencapaian tujuan ( inflasi ).

2. Penargetan Nilai Tukar (Exchange Rate Targeting)

Menyesuaikan dan menetapkan nilai mata uang domestik terhadap mata uang negara-negara besar yang memiliki laju inflasi rendah

Kekurangan:

  • Rentan terhadap tindakan spekulan, gejolak yang terjadi di suatu negara dapat langsung berdampak terhadap perekonomian domestik.

Kelebihan:

  • Sederhana dan mudah dipahami masyarakat.
  • Dapat meredam laju inflasi.
  • Penargetan nilai tukar ditetapkan dengan aturan yang dapat mendisiplinkan kebijakan moneter.

3. Target Inflasi (Inflation Targeting)

Penetapan target inflasi jangka menengah dan komitmen untuk mencapai stabilitas harga sebagai tujuan jangka panjang.

Kekurangan:

  • Sinyal terhadap pencapaian target tidak secepat dengan pendekatan sebelumnya.

Kelebihan: 

  • Target pencapaian sangat jelas dan sederhana.
  • Meningkatkan akuntabilitas bank sentral.
  • Kebijakan moneter dapat difokuskan pada pencapaian kestabilan perekonomian domestik.
  • Tidak bergantung kepada kestabilan hubungan antara besaran moneter dan sasaran akhir (inflasi).

Sekian pembahasan mengenai kebijakan moneter. Pengaturan keluar masuknya keuangan merupakan hal terpenting bagi setiap badan usaha. Untuk itu, diperlukan adanya laporan keuangan yang baik.

Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *