Inflasi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, Indikator

7 min read

inflasi

Jumpa lagi bareng kita, yuksinau.id yang senantiasa membahas mengenai segala ilmu pengetahuan yang pastinya perlu kalian ketahui. Dan kali ini yuksinau.id berkesempatan untuk memberikan materi seputar inflasi.

Yuk langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian

materi inflasi

Secara Umum

Secara umum, arti dari inflasi ialah suatu kondisi perkonomian di mana harga dari berbagai barang mengalami kenaikan secara terus menerus dalam kurun waktu yang panjang.

Inflasi ini merupakan penyebab utama dari penurunan mata uang secara continue.

Menurut Ahli

Adapun beberapa pengertian yang disebutkan oleh pakar dan para ahli mengenai pengertian inflasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini kumpulan dari pengertian inflation menurut ahli secara lengkap:

Parkin dan Bade

Inflasi merupakan pergeseran tingkatan harga ke arah atas.

Secara mendasar hal tersebut berkaitan dengan harga yang kerap disebutkan dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk mendapatkan barang tersebut.

Marcus

inflation merupakan suatu nilai ketika tingkat dari sebuah harga barang maupun jasa yang tengah mengalami kenaikan.

Rahardja

Inflasi merupakan sebuah kecenderungan atas harga yang bergerak secara meningkat dan terus-menerus dalam harga pada umumnya.

Saat harga sebagian besar barang pada umumnya tengah mengalami kenaikan itulah yang disebut sebagai inflation.

Bambang dan Aristanti (2007)

inflation merupakan suatu proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus.

Terjadinya inflation akan menimbulkan penurunan daya beli masyarakat.

Hal tersebutterjadi sebab di dalam inflation akan berlangsung penurunan tingkat pendapatan tiap individu.

Nanga

Inflasi merupakan selengkapnya kunjungi 26 Pengertian Inflasi Menurut Ahli

Penyebab Inflasi

penyebab inflasi

Sesuai dengan pengertian di atas, inflation ini tidak begitu saja terjadi. Melainkan terdapat berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya inflasi.

Pada umumnya, inflation terjadi karena adanya kenaikan permintaan dan serta biaya produksi yang tinggi serta berlangsung secara terus menerus.

Selengkapnya, berikut faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflation:

1. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Saah satu penyebab terjadinya inflasi yakni adanya kenaikan permintaan dalam jenis barang maupun jasa tertentu.

Dengan catatan, kenaikan permintan barang atau jas tersebut terjadi secara agregat atau menyeluruh (agregat demand).

Hal tersebut juga dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor, diantaranya yaitu:

  • Meningkatnya jumlah belanja pemerintah
  • Meningkatnya jumlah permintaan barang untuk diekspor
  • Meningkatnya jumlah permintaan barang untuk swasta

2. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Kemudian, inflasi juga terjadi karena adanya peningkatan dari biaya produksi.

Dan, peningkatan biaya produksi itu disebabkan karena adanya kenaikan pada harga bahan baku.

Sebagai contoh:

  • Harga bahan bakar naik
  • Upah buruh naik

3. Tingginya Peredaran Uang

Faktor terakhir yang dapat menyebabkan terjadinya inflation ialah berdarnya uang yang berlebih daripada yang dibutuhkan di dalam masyarakat.

Ketika jumlah barang yang diminta tetap sementara uang yang beredar membludak, maka hal tersebut dapat menjadikan berbagai harga barang ataupun jasa naik 100%.

Peredaran uang yang berlebih dapat disebabkan oleh pemerinta yang menerapkan sistem anggaran defisit.

Yang mana sistem tersebut mengatasi kekurangan anggaran dengan mencetak uang baru.

Sehingga, jumlah uang yang beredar dalam masyarakat semakin meningkat dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya inflasi.

Jenis-jenis Inflasi

inflasi 2019

Berdasarkan jenisnya, inflasi terbagi menjadi tiga, diantaranya yaitu: tingkat keparahan, penyebab, dan sumbernya.

Berikut penjelasannya:

1. Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya, inflation dibagi lagi menjadi 4 macam, yaitu:

  • Inflasi Ringan

Pengertian: inflation yang belum mengganggu kegiatan perekonomian negara dan mudah untuk dikendalikan.

Ciri: Adanya kenaikan harga dari barang maupun jasa secara umum, yakni di bawah 10% per tahun serta masih bisa dikendalikan.

  • Inflasi Sedang

Pengertian: inflasi yang belum mengganggu kegiatan perekonomian negara, namun bisa menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang berpengahsilan tetap.

Ciri: inflasi sedang berada pada kisaran 10% – 30% per tahun.

  • Inflasi Berat

Pengertian: inflation yang menimbulkan kekacauan dalam perekonomian suatu negara. Dengan keadaan seperti ini, masyarakat pada umumnya lebih memilih untuk menyimpan barang daripada menabung, sebab bunganya jauh lebih rendah ketimbang nilai inflation.

Ciri: inflasi berat berada pada kisaran 30% – 100% per tahun.

  • Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Pengertian: inflation yang menimbulkan kekacauan dalam perekonomian suatu negara dan sangat susah untuk dikendalikan sekalipu telah menetapkan kebijakan moneter dan fiskal.

Ciri: inflation sangat berat berada pada kisaran 100% ke atas per tahun.

2. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya, inflation dibagi lagi menjadi 3 macam, yaitu:

  • Demand pull inflation

Pengertian: inflasi yang disebabkan karena adanya permintaan barang maupun jasa yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dapat dipenuhi oleh pihak produsen.

  • Cost push inflation

Pengertian: inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan biaya produksi sehingga mengakibatkan tingkat penawaran menjadi tinggi.

  • Bottle neck inflation

Pengertian: inflasi campuran yang disebabkan karena beberapa faktor penawaran dan permintaan.

3. Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya, inflation dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu:

  • Domestic inflation

Pengertian: inflasi yang sumbernya dari dalam negeri.

Penyebab:

  1. jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan.
  2. menurunnya jumlah barang atau jasa namun permintaan tetap, sehingga harga mengalami kenaikan.
  • Imported inflation

Pengertian: inflation yang sumbernya dari luar negeri.

Penyebab: suatu negara yang melakukan perdagangan bebas di mana terdapat kenaikan harga di luar negeri.

Contoh: China melakukan impor barang ke luar negeri. Namun, harga barang modal di negara tersebut naik, sehingga kenaikan tersebut akan mengakibatkan inflation bagi China.

Dampak Inflasi

inflasi 2018

Menurut penjelasan di atas, kondisi perekonomian dalam suatu negara memberikan dampak postof maupun negatif untuk negara tersebut.

Nah, berikut merupakan dampak dari terjadinya inflasi secara umum:

1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Taukah kamu? ternyata inflation juga dapat memberikan dampak positif juga kepada pendapatan masyarakat lho.

Hal itu dapat terjadi saat inflation lunak terjadi malah akan mendorong para pengusaha untuk terus memperluas produksi sehingga akan meningkatkan perekonomiannya.

Tetapi, dampak negatif juga akan dirasakan bagi mereka yang berpenghasilan tetap sebab nilai uangnya tetap sementara harga barang atau jasa meningkat.

2. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

  • Kemampuan ekspor dalam suatu negara akan menurun sebab biaya untuk ekspor akan jauh lebih mahal.
  • Daya saing barang ekspor juga akan mengalami penurunan, sehingga pada akhirnya pendapatan dari devisa pun juga berkurang.

3. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Sperti penjelasan sebelumnya, saat terjadi inflation minat dalam menabung akan berkurang.

Sebab, pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil. Sementara penabung harus tetap membayar biaya administrasi tabungan.

Pada umumnya, inflasi bisa menyebabkan menurunnya investasi pada sebuah negara, mendorong kenaikan suku bunga, ketidakstabilan ekonomi, kegagalan pelaksanaan pembangunan, mendorong penanaman modal yang sifatnya spekulatif, defisit neraca pembayaran, serta merosotnya tingkat kehidupan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

4. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Kondisi inflation akan menyebabkan perhitungan pada penetapan harga pokok akan menjadi susah sebab dapat menjadikannya terlalu kecil atau bahkan terlalu besar.

Presentasi inflation pada masa depan tak jarang tidak bisa diprediksi dengan tepat dan akurat.

Sehingga hal tersebut akan membikin proses dari penetapan harga pokok dan jual menjadi tidak akurat juga.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, terjadinya inflation akan membuat beberapa produsen akan kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Sebab kekacauan ekonomi sedang terjadi.

Contoh dampak inflasi

Berikut contoh dampak positif dan negatif inflation dalam suattu negara.

Contoh dampak positif Inflasi

  1. Peredaran atau perputaran barang akan lebih cepat.
  2. Produksi berabgai barang akan bertambah, sebab keuntungan pengusaha juga bertambah.
  3. Kesempatan kerja bertambah, sebab adanya tambahan investasi.
  4. Pendapatan nominal akan bertambah, namun riil berkurang, sebab kenaikan pendapatan kecil.
  5. Apabila inflation ringan, bisa meningkatkan pendapatan nasional serta membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan juga mengadakan investasi.

Contoh dampak negatif Inflasi

  1. Harga barang dan jasa akan naik.
  2. Nilai serta kepercayaan kepada mata uang akan berkurang.
  3. Menyebabkan munculnya tindakan spekulasi.
  4. Banyaknya proyek pembangunan yang macet atau terlantar.
  5. Kesadaran untuk menabung akan menurun.

Teori Inflasi

teori

Terdapat tiga teori inflation yang dapat menjab pertanyaan “kenapa inflasi dapat terjadi?”. Simak baik-baik ulasan di bawah..

1. Terori Kuantitas

Sesuai dengan penjelasan di atas, semakin banyak uang yang beredar di masyarakat, maka berbagai harga barang dan jasa juga akan naik.

2. Teori Keynes

Inflasi dapat terjadi apabila terdapat suatu golongan masyarakat yang menginginkan hidup melebihi batas kemampuan ekonominya dengan membelanjakan barang dan jasa secara berlebihan.

Hal itu sesuai dengan hukum ekonomi, di mana “semakin banyak permintaan sementara penawaran tetap, maka harga-harga akan naik”.

3. Teori Struktural

Teori ini menyebutkan bahwa inflation terjadi pada saat produsen tidak dapat mengantisipasi dengan cepat terjadinya kenaikan pada permintaan akibat adanya pertambahan penduduk.

Indikator Inflasi

indikator

Indikator yang kerap digunakan untuk mengukur tingkat inflation ialah Indeks Harga Konsumen (IHK).

Perubahan IHK dari masa ke masa akan menggambarakan pergeseran harga dari paket barang serta jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Penentuan barang dan juga jasa dalam keranjang IHK dilaksanakan pada dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Selanjutnya, pihak BPS akan memantau perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional daserta modern kepada beberapa jenis barang atau jasa pada tiap-tiap kota.

Indikator inflation lainnya berdasarkan international best practice antara lain:

1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB).

Harga Perdagangan Besar dari sebuah komoditas yaitu harga transaksi yang berlangsung antara penjual atau pedagang besar pertama dengan pembeli ataupun pedagang besar selanjutnya dalam jumlah yang lebih besar pada pasar pertama atas suatu komoditas.

[Penjelasan lebih lanjut tentang IHPB bisa dilihat dalam web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id]

2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)

Menunjukan pengukuran level harga barang akhir (final goods) serta jasa yang diproduksi pada sebuah ekonomi (negeri).

Deflator PDB diperoleh dengan membagi PDB atas dasar harga nominal kepada PDB atas dasar harga konstan.

Cara Mengatasi Inflasi

cara mengatasi

Untuk mengatasi terjadinya inflation, maka kita harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.

Secara teoritis, untuk mengatasi inflation cukuplah mudah, yakni dengan cara mengatasi pokok pangkalnya dan diikuti dengan mengurangi jumlah uang yang beredar.

Berikut ini kebijakan yang diharapkan mampu untuk mengatasi inflation:

1. Kebijakan Moneter

Semua kebijakan pemerintah dalam bidang moneter memiliki tujuan untuk menjaga kestabilan moneter guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kebijakan ini meliputi:

  • Politik diskonto, mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan suku bunga bank, yang diharapkan mampu untuk menurunkan permintaan kredit.
  • Menaikan cadangan kas, sehingga akan mengurangi jumlah uang yang diedarkan oleh bank umum.
  • Operasi pasar terbuka, mengurangi jumlah uang beredar dengan menggunakan cara menjual SBI.
  • Kredit selektif, politik bank sentral mengurangi jumlah uang beredar dengan cara mempertegas pemberian kredit.
  • Politik sanering, pilitk ini dilaksanakan apabila telah terjadi hiper inflation, hal tersebut pernah dilakukan Bank Indonesia pada tanggal 13 Desember 1965 di mana BI melakukan pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp.1

2. Kebijakan Fiskal

Kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan beberapa cara, diantaranya yaitu:

  • Menaikkan tarif pajak, hal tersebut diharapkan mampu mengendalikan masyarakat spaya menyetor uang lebih banyak pada pemerintah sebagai pembayaran pajak, sehingga bisa menurunkan jumlah uang yang beredar.
  • Mengatur penerimaan sekaligus pengeluaran pemerintah.
  • Melakukan pinjaman pemerintah, contoh: pemerintah yang memotong gaji pegawai negeri sebesar 10% untuk ditabung, hal tersebut berlangsung dalam masa orde lama.

3. Kebijakan Non Moneter

Kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan beberapa cara, diantaranya yaitu:

  • Menaikan hasil produksi, pemerintah akan memberikan subsidi pada industri agar lebih produktif serta dapat menghasilkan barang yang lebih banyak. Hal itu akan menimbulkan penurunan harga terhadap barang.
  • Pengawasan harga, kebijakan pemerintah dalam menentukan harga maksimum untuk barang tertentu.
  • Kebijakan upah, pemerintah akan menghimbau serikat buruh untuk tidak meminta kenaikan upah saat tengah mengalami inflation.

Cara Menghitung Laju Inflasi

cara menghitung

Untuk mengetahui tingkat harga secara makro, pada umumnya memakai pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Indeks (CPI).

Indeks Harga Konsumen (IHK) didefiniskan sebagai suatu indeks harga dari biaya segolongan barang konsumsi dimana tiap-tiap barang dikasih bobot sesuai dengan proporsi belanja masyarakat untuk komoditi yang berkaitan.

Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah presentase yang dipakai guna menganalisis laju atau tingkat inflation.

IHK juga merupakan indikator yang dipakai oleh pemerintah dalam mengukur inflation di negara Indonesia.

GNP deflaktor merupakan rasio GNP nominal di tahun tertentu kepada GNP riil pada tahun selanjutnya.

Hal tersebut adalah ukuran inflation dari periode di mana harga dasar untuk perhitungan GNP riil dipakai hingga GNP yang sekarang.

Perhitungan dengan cara ini melibatkan seluruh barang yang diproduksi.

Indeks Harga Produsen (IHP) tersebut juga mengukur harga barang yang dibeli oleh produsen yang di dalamnya termasuk bahan mentah dan juga barang setengah jadi.

Tak hanya itu, IHP juga dipakai dalam mengukur indeks harga pada awal distribusi.

Rumus menghitung IHK:

IHK = Pn/Po X 100

Diketahui:

Pn = Harga sekarang

Po = Harga di tahun dasar

Contoh soal:

Harga pada jenis barang tertentu di tahun 2005 sebesar Rp 10.000,00 per satu unit, sementara harga di tahun dasar Rp 8.000,00 per satu unit.

Maka indeks harga di tahun 2005 yaitu?

Jawab:

IHK = Rp 10.000,00 / Rp 8.000,00 x 100 = 125

Inflasi di Indonesia

inflasi di indonesia

Taukah kamu? Indonesia juga mengalami inflasi lho.

Dengan adanya berabgai macam masalah yang muncul di negara kita, tentunya akan bisa mempengaruhi tingkat inflasi.

Nah, kamu harus tau nih beberapa faktor yang menjadi penyebab inflation di indonesia, diantaranya yaitu:

1. Peningkatan Kebutuhan

Perkembangan ekonomi yang cukup cepat akan membuat peningkatan harga properti sebesar 30% yang mana akan berimbas dalam peningkatan kebutuhan yang cukup tinggi.

2. Inflasi Dorongan Biaya

Peningkatan yang terjadi pada biaya perusahaan juga akan berdampak kepada konsumen.

Adapun beberapa faktor yang meyebabkan inflation doronga biaya, diantaranya seperti:

  1. Meningkatnya Upah
  2. Meningkatnya bahan baku
  3. Meningkatnya harga impor
  4. Meningkatnya pajak yang harus dikeluarkan

3. Mencetak Banyak Uang

Mencetak banyak uang berarti jumlah uang yang beredar di masyarakat juga banyak. Sebab, jumlah uang yang beredar sangat berperan dalam menentukan harga.

4. Meningkatnya Harga Rumah

Kenaikan harga rumah maupun properti secara tak langsung akan menimbulkan terjadinya inflasi.

Saat harga rumah naik, tentunya kekayaan seseorang juga dapat naik jika rumah tersebut dijual.

Dengan bertambahnya kekayaan, demand akan barang tertentu akan naik sehingga akan menimbulkan demand-pull inflation.

Itulah ulasan singkat mengenai inflasi, semoga dapat membantu kegiatan belajar kalian ya. Terima kasih telah berkunjung :)).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *