Gerak Pada Tumbuhan

Share
Comment 0 reply
Gerak Pada Tumbuhan

Tumbuhan mengerjakan sebuah gerakan sebab terdapat rangsangan, namun gerak pada tumbuhan yang dilakukan sangatlah terbatas, tidak seperti manusia maupun hewan.

Gerak pada tumbuhan hanya dikerjakan pada bagian tertentu, contohnya seperti akar, ujung tunas, hingga daun.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), adapun beberapa rangsangan yang dapat mempengaruhi gerak pada tumbuhan, diantaranya yaitu:

  • cahaya
  • air
  • sentuhan
  • suhu
  • gravitasi
  • dan zat kimia.

Untuk arah geraknya yang ditentukan oleh rangsangan sendiri akan bergerak menuju ataupun menjauhi sumber rangsangan.

Contoh gerak pada tumbuhan yang paling mudah kalian jumpai adalah menutupnya daun putri malu ketika disentuh dan gerak batang tumbuhan yang mengikuti arah sinar matahari.

Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yakni:

  • Gerak endonom (autonom).
  • Dan gerak etionom (esionom).

Berikut ini akan kami berikan ulasan lengkapnya pada masing – masing jenis gerak yang ada di atas.

1. Gerak Endonom (Autonom)

contoh gerak pada tumbuhan

Gerak endonom merupakan gerakan tumbuhan yang dipengaruhi dengan rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan.

Jenis gerakan satu ini juga sering disebut sebagai gerak otonom atau gerak spontan.

Contoh gerakan endonom ini ada pada gerakan pertumbuhan dari bagian – bagian tumbuhan seperti batang, akar, daun sebab adanya pengaruh dari pertumbuhan.

Di dalam gerak endonom sendiri dibagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Endonom Nutasi

Gerakan nutasi adalah gerakan spontan (gerakan aliran sitoplasma yang ada pada tanaman air hydrilla verticillata).

b. Endonom Higroskopis

Gerak higroskopis merupakan jenis gerak yang ada pada tumbuhan akibat dari adanya perubahan kadar air di dalam sel tumbuhan, sehingga menimbulkan penyusutan yang tak merata di bagian sel tumbuhan.

Contoh gerakan higroskopis:

  • Membukanya kotak – kotak sporangium pada tumbuhan paku.
  • Pecahnya buah polong – polongan yang sudah kering.
Baca juga: Pteridophyta

2. Gerak Etionom (Esionom)

Gerak esionom atau etionom adalah gerak yang dipengaruhi oleh rangsangan yang berasal dari luar tubuh atau faktor eksternal.

Penyebab dari gerakan ini dapat berasal dari faktor rangsang air, sentuhan, suhu, cahaya, zat kimia, ataupun gravitasi.

Secara garis besar, gerak etionom ini terbagi ke dalam tiga jenis yang berbeda, yakni tropisme, nasti, dan taktis. Berikut penjelasannya:

a. Tropisme

geotropisme negatif dan positif

Mengutip dari diktat dengan judul Gerak pada Tumbuhan (2017) karya dari I Wayan Wiraatmaja, gerak tropisme adalah suatu gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi dengan arah datangnya rangsangan dari luar.

Tropisme sendiri asalnya dari bahasa Bahasa Yunani trope yang berarti membelok.

Apabila gerak tumbuhan itu mengikuti arah datangnya rangsangan, maka gerakan tersebut disebut sebagai tropisme positif. Sementara apabila arah gerakannya menjauhi rangsangan, maka gerakan tersebut disebut sebagai tropisme negatif.

Contoh gerak tropisme yaitu:

  • Gerak batang tanaman yang menghadap menuju arah sinar matahari.
  • Gerakan pada akar tanaman menuju pusat bumi.
  • Gerak akar tanaman menuju arah sumber air.
  • Serta gerak membelitnya batang tanaman bersulur.

Pada gerak tropisme dibagi lagi ke dalam lima jenis, antara lain:

1. Fototropisme

Gerak fototropisme dikarenakan adanya rangsangan yang berupa sinar matahari. Contohnya adalah daun tanaman yang mengikuti arah datangnya dari sinar matahari.

2. Geotropisme

Gerak tumbuhan geotropisme disebabkan oleh terdapat rangsangan berwujud gaya gravitasi bumi. Contohnya adalah gerak pertumbuhan akar yang semakin dalam menuju tanah.

3. Tigmotropisme

Gerak tigmotropisme dikarenakan adanya rangsangan yang berupa sentuhan. Contohnya adalah gerakan tanaman dengan pertumbuhan yang merambat.

4. Kemotropisme

Gerak kemotropisme dikarenakan oleh adanya rangsangan yang berwujud zat kimia. Contohnya adalah gerak akar tanaman ke arah pupuk yang diberikan pada tanah atau gerakan menuju unsur hara.

5. Hidrotropisme

Gerak hidrotropisme disebabkan oleh adanya rangsangan yang berupa air. Contohnya adalah gerak akar tanaman menuju ke arah tanah yang basah.

b. Nasti

rangkuman gerak pada tumbuhan

Gerak nasti adalah suatu gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan.

Arah geraknya berlangsung akibat adanya perbedaan tekanan turgor, yang mana tekanan turgor menimbulkan tumbuhan yang mengembung.

Kata nasti sendiri asalnya dari Bahasa Yunani yaitu nastos yang berarti dipaksa mendekat.

Pada umumnya, gerak nasti ini dipengaruhi oleh gerak tanaman itu sendiri.

Contoh gerak nasti yaitu:

  • Menutupnya daun putri malu ketika disentuh.
  • Daun majemuk yang ada pada tanaman polong yang menutup ketika waktu malam hari.
  • Gerakan buka tutupnya stomata.
  • Serta gerak buka tutupnya bunga yang terjadi pada pukul empat.

Pada gerak nasti sendiri dibagi menjadi empat jenis yang berbeda, diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Tigmonasti

Gerak tigmonasti disebabkan oleh adanya rangsangan yang berupa sentuhan maupun tekanan. Contohnya adalah daun putri malu yang menutup ketika disentuh.

Gerakan tigmonasti ini juga sering kali disebut sebagai seismonasti.

2. Niktinasti

Gerak tumbuhan niktinasti disebabkan oleh adanya rangsangan yang berupa gelap. Contohnya adalah daun tanaman polong yang menutup pada waktu malam hari.

3. Fotonasti

Gerak fotonasti disebabkan oleh adanya rangsangan yang berupa cahaya matahari. Contohnya adalah bunga pukul empat yang mekar di waktu sore hari serta akan menutup pada waktu pagi hari.

4. Termonasti

Gerak tumbuhan termonasti disebabkan oleh adanya rangsangan yang berupa suhu. Contohnya adalah bunga tulip yang akan mekar pada waktu suhunya sesuai.

c. Taksis

gerak pada tumbuhan beserta gambarnya

Gerak taksis adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi dengan arah datangnya rangsangan berasal dari luar.

Semua atau beberapa bagian tanaman ini akan berpindah tempat serta arah gerakannya dipengaruhi dengan arah datangnya rangsangan.

Pada gerak taksis ini sendiri dibagi ke dalam dua jenis yang berbeda, antara lain:

1. Fototaksis

Gerak fototaksis disebabkan oleh adanya rangsangan yang berupa cahaya. Contohnya adalah gerak klorofil tanaman menuju arah datangnya cahaya.

2. Kemotaksis

Gerak tumbuhan kemotaksis disebabkan oleh adanya rangsangan yang berupa zat kimia. Contohnya adalah gerak spermatozoa menuju sel telur di dalam tanaman lumut.

Rangkuman gerak pada tumbuhan:

  • Gerak endonom (rangsangan yang asalnya dari dalam tumbuhan, contohnya seperti pergerakan kloroplas).
  • Gerakan higroskopis (rangsangan sebab adanya perubahan kadar air, contohnya seperti pada tumbuhan paku).
  • Dan gerak esionom (rangsangan yang asalnya dari luar tanaman, contohnya adalah gerak tropisme, taksis, serta nasti).
  • Setiap gerakan pada tumbuhan dapat dipengaruhi oleh cahaya, air, sentuhan, gravitas kadar zat kimia, dan suhu.
Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.