Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Sosiologi: Fungsi, Pengertian, Sejarah, Sifat, Ciri, Objek Kajian

9 min read

fungsi sosiologi

Fungsi Sosiologi- Sosiologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang manusia sebagai mahluk sosial serta interaksi antar manusia yang terjadi di dalam kehidupan lingkungan masyarakat.

Kata sosiologi ini sendiri jika kita lihat dari segi etimologis, istilah sosiologi berasal dari bahasa latin “Socius” serta bahasa Yunani “Logos”.

Kata Socius memiliki arti sebagai “masyarakat atau kawan”, serta Logos yang berarti “berbincang atau berbicara”.

Sehingga bisa kita tarik kesimpulannya bahwa sosiologi yakni membicarakan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.

Penjelasan tersebutdapat kita jabarkan lagi.

Sehingga sosiologi berarti suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari sekaligus membahas kehidupan manusia di lingkungan masyarakat.

Ataupun bisa di definisikan juga sebagai suatu ilmu pengetahuan mengengai kehidupan manusia yang mempunyai hubungan, kepentingan, serta budaya.

Dalam mempelajari objek kajiannya yakni tak lain adalah masyarakat, maka bisa kita disimpulkan bahwa sosiologi memfokuskan pambahasannya pada:

  • Hubungan timbal balik antar manusia dengan manusia, serta manusia dengan lainnya.
  • Hubungan seorang individu dengan kelompok.
  • Hubungan kelompok dengan kelompok.
  • Proses yang timbul dari hubungan tersebut di dalam lingkungan masyarakat.

Adapaun pengertian sosiologi menurut beberapa para ahli,

Sejarah

sejarah sosiologi

Munculnya sosiologi sebagai pertanda ilmu pengetahuan memberikan alasan tersendiri untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

Kelahiran dari sosiologi tidak lepas dari deretan ahli filsafat seperti Aristoteles dan juga Plato.

Sebelum sosiologi muncul sebagai ilmu pengetahuan, para ahli sosiologi sudah merancang bagimana ilmu pengetahuan akan mampu memberikan kontribusi untuk masyarakat.

Guna dapat mencapai hidup bahagia, dan kebahagian itulah yang menjadi latar belakang bagi sejarah sosiologi di lahirkan.

Adapun istilah untuk ilmu sosiologi yang pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte yang hingga sekarang kita kenal dengan sebutan Bapak Sosiologi Dunia.

Aguste Comte memberikan pernyataan bahwa objek dari kajian sosiolodgi merupakan manusia ataupun masyarakat yang dipandang.

Kedua hal itu saling berhubungan secara keseluruhan.

Jauh sebelum Auguste Comte memberikan pandangan terhadap ilmu sosiologi, di dalam perkembangan yang ada di dunia Arab (Islam).

Kajian masyarakat sudah diperkenalkan oleh Ibnu Khaldun di Tahun 1332 hingga tahun 1406.

Dalam buku Muqaddimah karya dari Ibnu Khaldun.

Adapun pemikiran sosiologis yang lebih terperinci dan juga sangat maju sehingga beliau sering kali disebut sebagai peletak batu pertama dalam sejarah kajian ilmu sosiologi sebagai suatu ilmu.

Sejarah Awal Perkembangan Sosiologi

Sosiologi tumbuh dari adanya gejolak sosial semenjak adanya revolusi industri dan juga revolusi Perancis.

Revolusi ini memicu terjadinya urbanisasi, pengekploitasian pekerja anak-anak, demokratisasi dan hal yang lain.

Tradisi lama juga tidak mampu untuk menjawab lagi aas perubahan tersebut.

Pada waktu yang bersamaan berkembang metode ilmiah dalam bidang ilmu kimia dan fisika.

Banyak rahasia alam yang kemudia terungkap.

Sebab, tradisi tidak lagi bisa menjawab berbagai persoalan perubahan dalam kehidupan mahluk sosial.

Sehingga dicarilah metode ilmiah (seperti metode ilmiah dalam ilmu alam) untuk memberikan jawaban atas persoalan yang terjadi.

Dari situlah, awal mula dari perkembangan lahirnya Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan.

Sejarah Sosiologi Abad ke-19

Atas terjadinya dinamika oleh kelompok sosial yang terjadi di Negara Prancis, Auguste Comte seorang cedekiawan kelahiran tahun 1798 merasakan kekhawatiran atas keadaan negaranya khusunya pada saat terjadi Revolusi Prancis.

Kemudian, hal itu banyak memicu timbulnya dampak negatif dari perubahan sosial.

Salah satunya ialah terjadinya konflik antar kelas di dalam masyarakat yang seolah akan memberikan arah terhadapt aksi anarkisme di dalam kehidupan masyarakat.

Konflik ini juga di dasari oleh ketidaktahuan dari masyarakatnya dalam mengatasi perubahan atau humkum seperti yang bisa digunakan guna mengatur stabilitas masyarakat.

Atas dasar inilah, Comte pada awal abad 19 melakukan instrumen penelitian sosial mengenai masyarakat yang perlu ditingkatkan menjadi sebuah ilmu yang mandiri atau berdiri sendiri. Dengan melakukan penelitian sosial yang didasarkan pada metode ilmiah.

Hal tersebutlah yang memicu lahirnya sosiologi sebagai ilmu pengetahuan pada awal abad 19. Dengan pendiri sekaligus pencipta tak lain adalah Auguste Comte, sebagimana hal tersebut telah disebutkan dalam bukunya yang berjudul Cours de Philosophie Positive.

Sosiologi di Indonesia

Sebelum terjadinya gejolak dalam Perang Dunia II, perkembangan ilmu sosiologi yang telah ada dalam kajian keilmuan hanya dianggap sebatas pembantu untuk keperluan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Khususnya kejadian ini berlaku di Indonesia.

Meski demikian, sesudah Indonesia merdeka, tepatnya pada waktu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sosiologi kemudian mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Perkembangan tersebutlah yang menjadi cikal bakal lahirnya sejarah Ilmu Sosiologi sebagai Ilmu pengetahuan di Indonesia.

Sebagai pelaksanaan materi penyampaian Ilmu Sosiologi, dilakukan pertama kali dalam sistem perkuliahan Sosiologi, yang diberikan oleh filsafat yang bernama Soenario Kolopaking di Tahun 1948.

Perkuliahan sosiologi ini pertama kali terdapat di Indonesia tepatnya di dalam Akademi Ilmu Politik Yogyakarta, yang sekarang telah berubah menajdi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM (Univeritas Gajah Madah).

Maka tak heran jika jurusan sosiologi pertama sekaligus yang tertua di Indonesia ialah Jurusan Sosiologi di UGM.

Sejarah Akhir Perkembangan Sosiologi

Sejarah akhir dari perkembangan Ilmu Sosiologi sebagai Ilmu pengetahuan diawali dengan kemunculan paradigama yang menyatakan bahwa pembangunan yang ada di dalam perkembangan suatu negara.

Bukan hanya di ukur dengan pembangunan infrastruktur, atau pembangunan SDAnya saja, melainkan yang  jauh lebih penting ialah pembangunan dalam SDM (Sumber Daya Manusia).

Dengan keadaan tersebut, sosiologi yang dianggap sebagai ilmu pengetahuan pada akhirnya memberikan solusi atas permasalah tersebut.

Salah satunya dengan cara memberikan berbagai cabang dalam Ilmu Pengetahuan Sosiologi.

Cabang Ilmu Sosiologi Sebagai Sejarah Akhir

Hingga sampai sekarang banyak sekali cabang dalam Ilmu Sosiologi. Diantaranya dari cabang tersebut ialah sebagai berikut:

  • Sosiologi Politik, cabang ilmu sosiologi yang memberikan konsep tentang gambaran manusia dalam berpolitik.
  • Sosiologi Pendidikan, cabang yang memperluas pandangan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan dengan cangkupan pendidikan.
  • Sosiologi Budaya, studi ini dilakukan guna melahirkan kesejahtreaan dalam masyarakat, khususnya dalam upaya membentuk pandangan tentang kebudayaan.
  • Sosiologi Agama, muncul dengan dasar bahwa agama juga memiliki peran yang penting di dalam setiap tingkah laku manusia.
  • Sosiologi Industri, pembahasan tentang sosiologi industri merupakan hal tentang perubahan prilaku masyarakat terhadap sektor industri.
  • Sosiologi Ekonomi, berhubungan dalam bidang ilmu ekonomi sebagai akibat dari adanya hubungan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat.
  • Sosiologi Kesehatan, pandangan kepada sosiologi sebagai bagian yang penting atas keberlangsungan manusia tanpa adanya penyakit (kesehatan).
  • Sosiologi Militer, secara singkat cabang studi ini akan memberikan ulasan mengenai hubungan antara manusia dan dunia militer atau ketahanan di dalam beregara.
  • Sosiologi Perkotaan, cabang ilmu sosiologi yang akan memberikan ulasan tentang studi dan kajian perubahan sosial masyarakat di perkotaan.
  • Sosiologi Pedesaan, studi sosiologi yang akan memberikan ulasan tentang hubungan manusia dengan sektor masyarakat desa.
  • Sosiologi Hukum, cabng studi sosiologi yang akan memberikan ulasan tentang masyarakat serta hukum yang harus seimbang.
  • Sosiologi Pertanian, kajian tentang struktural dan juga organisasi pertanian dalam perkembangan masyarakat.
  • Sosiologi Sastra, pembahasan tentang hasil karya dari masyarakat dalam upaya untuk memenuhi kepuasaan atau hasrat manusia dalam berkreasi.
  • Sosiologi Olahraga, penjabaran tentang studi sosiologi yang satu ini ialah dengan sitem perolahragaan dalam masyarakat. Yang nantinya akan memberikan ulasan tentang masyarakat di lingkungan kesehatannya.

Sifat Dasar

contoh sosiologi

Berikut merupakan sifat dasar dari sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan, diantaranya yaitu:

  • Sosiologi adalah ilmu sosial, yang dimaksud sebab nantinya akan membahas sekaligus mempelajari hubungan antar manusia atau masyarakat.
  • Sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum, yang dimaksud sosiologi nantinya akan mempelajari sekaligus membahas tentang berbagai gejala yang terjadi dalam interaksi manusia.
  • Sosiologi adalah suatu ilmu yang membahas mengenai nilai yang baik dan buruk.
  • Sosiologi bisa menjadi ilmu pengetahuan yang murni ataupun terapan.
  • Sosiologi adalah ilmu abstrak, yang dimaksud hanya menunjukan bentuk serta pola dari kejadian-kejadian di dalam lingkungan masyarakat.
  • Sosiologi memiliki tujuan guna menghasilkan pengertian serta beragam pola yang umum pada interaksi manusia.
    Sebab sosiologi meneliti sekaligus mencari prinsip dan juga norma umum yang berasal dari interaksi manusia dan juga sifat, bentuk, serta struktur dalam masyarakat.

Ciri Utama Sosiologi

sosiologi menurut para ahli

Berikut merupakan ciri utama sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan, diantaranya yaitu:

  • Sosiologi bersifat empiris, yang dimaksud ialah sosiologi dilatar belakangi pada observasi atau pengamatan dan juga penalaran akal sehat, sehingga hasilnya tidak berdasarkan spekulatif atau hanya mengira-ngira.
  • Sosiologi bersifat empiris, yang dimaksud ialah sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan yang selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dan juga hasil dari pengamatan.
    Abstraksi sendiri adalah kerangka yang berasal dari unsur-unsur yang diperoleh dalam pengamatan, yang kemudian disusun secara logis yang memiliki tujuan untuk menjabarkan atas hubungan antara sebab-akibat.
  • Sosiologi bersifat kumulatif, yang dimaksud ialah teori-teori yang di bentuk berdasarkan kepada teori yang sudah ada sebelumnya, kemudian di perbaiki, dan diperluas lagi serta diperhalus lagi denganteori yang telah ada.
  • Sosiologi bersifat non-etis, yang dimaksud ialah bukan mencari baik-buruknya dalam suatu fakta.
    Namun menjelaskanmengenai fakta tersebut lewat suatu penelitian terhadap suatu peristiwa.

Fungsi

fungsi sosiologi

Berikut beberapa fungsi sosiologi yang akan yuksinau.id berikan untuk kalian semua, diantaranya yaitu:

  • Fungsi Sosiologi di dalam Perencanaan Sosial

Perencanaan sosial disini berarti sebagai usaha dalam mempersiapkan masa depan dari seorang individu di dalam lingkunganmasyarakat.

Perencanaan sosial ini memiliki tujuan untuk mengatasi berbagai macam kemungkinan yang nantinya muncul saat masalah terjadi dan dapat mengalami perubahan sosial dalam masyarakat.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahawa perencanaan sosial ini bersifat guna mengantisipasi atau mencegah serta mempersiapkan apabila nantinya terjadi sesuatu.

Fungsi sosiologi dalam perencanaan sosial diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan sosial adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui segala perubahan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat.
  2. Perencanaan dimanfaatkan untuk mengantisipasi maupun mencegah berbagai masalah yang dapat saja muncul dalam kehidupan masyarakat.
  3. Perencanaan sosial adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui segala perkembangan masyarakat.
  4. Sebab sosiologi membahas hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok serta kelompok dengan individu, sehingga suatu perencanaan akan disusun berdasarkan fakta.
  5. Sosiologi bisa memahami perkembangan dari suatu lingkungan masyarakat dalam berbagai tempat, baik itu di desa ataupun di kota, sehingga dengan sosiologi proses menyusun perencanaan sosial bisa dilakukan dengan benar.
  • b. Fungsi Sosiologi di dalam Penelitian

Penelitian disini bisa diartikan sebagai usaha dalam upaya untuk meningkatkan ilmu pengetahuan ataupun menemukan ilmu baru.

Dalam sosiologi penelitian memilii fungsi untuk memberikan suatu gambaran tentang kehidupan di dalam masyarakat.

Serta kegiatan penelitiannya akan selalu membahas berbagai gejala yang ada di lingkungan masyarakat.

Dengan dilakukannya penelitian diharapkan akan memperoleh suatu rencana guna menyelesaikan permasalah sosial.

Adapun berbagai fungsi sosiologi pada perencanaan sosial diantaranya:

  1. Mempertimbangkan berbagai gejala sosial yang terjadi di dalam masyarakat.
  2. Memahami berbagai pola dari tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat.
  3. Melihat adanya berbagai perubahan pada tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat.
  4. Memahami segala macam kode, simbol dan juga istilah yang menjadi objek dalam penelitian.
  5. Berfikir secara rasional serta selalu bersikap hati-hati.
  • c. Fungsi Sosiologi di dalam Pembangunan

Pembangunan disini bisa diartikan sebagai adanya perubahan yang dilakukan secara terencana dan juga terarah.

Sebagai suatu proses pembangunan yang memilik tujuan guna meningkatkan kehidupan masyarakat menuju arah yang lebih baik lagi.

Baik dari segi material ataupun segi spiritual.

Fungsi sosiologi dalam pembangunan merupakan lamgkah guna memberikan berbagai macam data sosial. Yang dibutuhkan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan dan juga tahapan penilaian pembangunan.

  1. Dalam tahapan perencanaan yang di perhatikan yakni mengenai apa saja yang nantinya akan menjadi kebutuhan sosial
  2. Sementara dalam tahapan pelaksanaan yang di perhatikan yakni kekuatan sosial yang terdapat di dalam masyarakat dan juga proses dari perubahan sosial yang terjadi.
  3. Serta dalam tahapan penilaian untuk menganalisis setiap dampak dari pembangunan yang nantinya akan didilakukan.
  • d. Fungsi Sosiologi Dalam Memecahkan Permasalahan Sosial

Permasalahan ini dapat didefinisikan sebagai suatu kesulitan yang timbul serta perlu diselesaikan melalu berbagai macam solusinya.

Pada umumnya, masalah timbul sebab terdaat kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang di inginkan.

Masalah sosial dalam masyarakat umumnya selalu berkaitan dengan berbagai nilai serta lembaga masyarakat.

Disebut sebagai masalah sosial. Sebab masalah itu bisa mengganggu suasana dari keharmonisan kehidupan di dalam masyarakat.

Sehingga masalah sosial harus menemui solusi untuk mengatasinya, agar keharmonisan dalam kehidupan masyarakat bisa terus tercipta sekaligus terjaga.

Dengan sosiologi maka kita bisa memahami berbagai konflik sosial, perubahan sosial yang timbul dalam masyarakat sehingga bisa memudahkan kita dalam mencari solusi dari pemecahan masalah sosial tersebut.

Adapun metode dalam memecahkan masalah sosial yang terjadi, diantaranya yaitu:

  1. Metode Antisifatif, yakni suatu metode yang bersifat sebagai pencegah serta mempersiapkan sesuatu apabila nantinya terjadi kemungkinan yang bisa saja mengganggu keharmonisan dalam lingkungan masyarakat.
  2. Metode Restitusif, yakni suatu metode yang memberikan penghargaan atau apreasiai kepada individu yang dapat mematuhi peraturan atau norma yang ada.
  3. Metode Repersif, yakni suatu metode yang dapat membuat jera kepada seseorang yang melakukan pelanggaran.
  • E. Kedudukan Sosiologi diantara Ilmu-Ilmu Pengetahuan Lainnya

Berikut merupakan kedudukan ilmu sosiologi dengan ilmu pengetahuan lainnya, contohnya yaitu:

a. Sosiologi dengan Ilmu Sejarah

Sosiologi dengan ilmu sosial mempelajari sekaligus mengulas mengenai kejadian dan juga hubungan yang di alami oleh individu atau kelompok sebagai anggota masyarakat. Sejarah dalam memfokuskan berbaga kejadian ataupun peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu.

Sementara sosiologi sendiri memfokuskan peristiwa yang menjadi proses kemasyarakatan yang timbul diantara hubungan seseorang atau kelompok di dalam situasi dan juga kondisi yang berbeda.

b. Sosiologi dan Ilmu-Ilmu Pasti

Sosiologi memiliki hubungan dengan ilmu pasti yang tak lain kita kenal sebagai matematika.

Dalam penelitian sosiologi biasanya selalu ada berbagai angka matematika, contohnya saja data dalam bentuk statistik atuapun diagram.

c. Sosiologi Dan Ilmu Ekonomi

Ekonomi bisa disebut sebagai suatu ilmu yang mempelajari mengenai usaha manusia dalam  memenuhi kebutuhan dan juga keinginan hidupnya.

Contohnya seperti produksi, sumber daya, konsumsi dan yang lainnya. Ekonomi disini akan membatasi penelitian pada kejadian tertentu saja.

Sementara sosiologi membahas sekaligus mempelajari berbagai unsur di dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Sehingga sosiologi tak hanya ada dalam suatu peristiwa saja.

d. Sosiologi dan Ilmu Antropologi

Hubungan keduanya antara  Sosiologi dan Ilmu Antropologi bisa di katakan sangat dekat.

Sosiologi sebagai objek kajiannya manusia dan juga masyarakat secara luas, sementara untuk antropologi objek kajiannya hanya budaya serta manusianya saja.

Objek Kajian

objek kajian

Sebagai suatu ilmu pengetahuan, sosiologi mempunyai beberapa objek. Berikut penjalasannya untuk kalian semua:

  1. Objek material sosiologi merupakan kehidupan sosial, gejala-gejala, serta proses dari hubungan antar manusia yang saling mempengaruhi kesatuan dari hidup manusia itu sendiri.
  2. Objek formal sosiologi ditekankan kepada manusia sebagai makhluk sosial ataupun masyarakat.
    Dengan begitu, objek formal sosiologi merupakan hubungan antar manusia dengan proses yang muncul dari akibat hubungan manusia di dalam lingkungan masyarakat.
  3. Objek budaya, yakni faktor yang dapat mempengaruhi interaksi antar manusia di dalam lingkungan masyarakat.
  4. Objek agama, yakni faktor yang bisa memicu dalam interaksi sosial masyarakat dan juga dapat mempengaruhi hubungan manusia di dalam kehidupan masyarakat.

Sehingga, dari penjabaran di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa objek kajian dari sosiologi yaitu:

  1. Hubungan timbal balik yang terjadai antara manusia dengan manusia lainnya.
  2. Hubungan antara individu dengan kelompok yang lain.
  3. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
  4. Sifat-sifat dari berbagai macam kelompok sosial yang juga memiliki berbagai macam corak yang berbeda.

Tujuan

tujuan

1. Sebagai Analisis Proses Sosiolisasi.

Francis Brown menyatakan bahwa “Sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh keseluruhan lingkungan budaya sebagai tempat dan cara individu memperoleh dan mengorganisasikan pengalamannya”.

2. Sebagai Analisis Kedudukan Pendidikan Dalam Masyarakat.

L.A. Cook mengutamakan fungsidari lembaga pendidikan di dalam masyarakat sekaligus menganalisis tentang hubungan sosial antar sekolah dengan berbagai aspek yang ada dimasyarakat.

Contohnya: penyelidikan mengenai hubungan antara masyarakat pedesaan dengan sekolah rendah dan juga menengah ataupun meneliti dari fungsi sekolah yang berhubungan dengan struktur sosial di dalam lingkungan masyarakat tertentu.

3. Sebagai Analisis Sosial Disekolah Dan Antara Sekolah Dengan Masyarakat.

Sosiologi diupayakan dalam menganalisis berbagai pola dari interaksi sosial serta peranan sosial di dalam masyarakat sekolah dan juga hubungan orang-orang di dalam sekolah dengan berbagai kelompok di luar sekolah.

4. Sebagai Alat Kemajuan Dan Perkembangan Sosial.

Pendidikan dianggap sebagai suatu badan yang mampu memperbaiki kehidupan masyarakat dimana pendidikan digunakan sebagai alat guna mencapai kemajuan sosial.

Sekolah disini bisa dijadikan sebagai alat kontrol sosial yang nantinya akn membawa kebudayaan ke arah puncak tertinggi.

5. Sebagai Dasar Menentukan Tujuan Pendidikan.

Sejumlah ahli menganggap bahwasannya sosiologi pendidikan digunakan sebagai alat dalam menganalisis tujuan pendidikan secara objektif.

Dimana untuk mencoba mencapai sebuah filsafat pendidikan yang dilatar belakngi oleh analisis masyarakat dengan kebutuhan manusia.

6. Sebagai Sosiologi Terapan.

Para ahli sosiologi pendidikan mengenakan segala sesuatu yang telah diketahui dalam bidang sosiologi dan juga pendidikan kemudian mengkombinasikan ke dalam suatu ilmu baru.

Dengan cara menerapkan bebrapa prinsip dari  sosiologi terhadap seluruh proses pendidikan.

7. Sebagai Latihan Bagi Petugas Pendidikan.

Sosiologi bisa memberikan sumbangan yang amat berharga dalam hal menganalisis pendidikan.

Hal tersebut untuk memahami hubungan diantara manusia di dalam sekolah dan juga struktur masyarakat tempat sekolah itu berjalan.

Sosiologi pendidikan tak hanya mengulas tentnag permasalah sosial yang terjadi di dalam pendidikan melainkan juga tujuan dari pendidikan itu sendiri. Serta bahan kurikulum, pokok-pokok praktis, etis dan yang lainnya.

Demikianlah ulasan singkat mengenai fungsi sosiologi, semoga dapat membantu kegiatan belajar kalian ya.

Ahmad Manarul Seorang pemimpi yang ingin bermanfaat untuk banyak orang. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Jangan berhenti belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *