Evaluasi adalah

Share
Comment 0 reply
Evaluasi adalah

Secara singkat, arti evaluasi adalah suatu penilaian kerja. Evaluasi ini sangat diperlukan di berbagai bidang dalam kehidupan manusia agar bisa meningkatkan efektivitas dan juga produktivitas. Baik itu di dalam lingkup individu, kelompok, hingga lingkungan kerja.

Di dalam proses evaluasi, maka terdapat beberapa informasi yang diperoleh, seperti:

  • Tingkat kemajuan sebuah aktivitas.
  • Tingkat pencapaian sebuah aktivitas yang sesuai dengan tujuannya.
  • Beberapa hal yang harus dikerjakan.

Untuk informasi lebih lengkap terkait evaluasi, simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Evaluasi

evaluasi adalah brainly

1. Secara Umum

Evaluasi adalah pengukuran serta perbaikan suatu kegiatan, misalnya membandingkan hasil kegiatan kemudian menganalisisnya.

Evaluasi ini kerap dikerjakan di dalam sebuah perusahaan, organisasi, hingga komunitas tertentu selepas mengerjakan kegiatan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan juga mutu.

2. Secara Bahasa & Harfiah

Secara bahasa, kata evaluasi asalnya dari bahasa inggris “evaluation” yang berarti penilaian atau penaksiran.

Sementara secara harfiah, evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai pada suatu hal atau objek melihat dari acuan tertentu untuk meraih suatu tujuan.

Evaluasi ini diselenggarakan guna memadukan dan mengumpulkan data dengan standar tujuan yang ingin diraih sehingga bisa menjadi dasar ketika mengambil keputusan.

Di dalam istilah perusahaan, evaluasi adalah suatu proses pengukuran akan efektivitas strategi yang digerakan guna meraih tujuan perusahaan.

Hasil dari evaluasi tersebut kemudian akan dimanfaatkan sebagai analisis program berikutnya.

3. Menurut Para Ahli

Selain pengertian di atas, berikut ini ada beberapa pengertian evaluasi menurut para ahli, antara lain:

a. Raka Joni (1975)

Suatu proses guna mempertimbangkan sesuatu barang, hal maupun gejala dengan cara mempertimbangkan berbagai faktor yang kemudian disebut sebagai Value Judgment.

b. Norman E. Gronlund (1976)

Sebuah proses yang sistematis guna membuat atau menentukan keputusan hingga sejauh mana tujuan -tujuan pengajaran sudah diraih oleh siswa.

c. Anne Anastasi (1978)

Suatu proses sistematis gune menentukan sejauh mana tujuan instruksional yang sudah diraih oleh seseorang. Evaluasi ini menjadi kegiatan yang bertujuan untuk menilai sesuatu secara sistematik, terencana, dan juga terarah berdasarkan tujuan yang jelas.

d. William A.Mehrens & Irlin J. Lehmann (1978)

Sebuah proses mendapatkan, merencanakan, serta menyediakan informasi yang sangat dibutuhkan untuk membuat berbagai alternatif keputusan.

e. Nurkancana (1983)

Suatu kegiatan yang dikerjakan berkenaan dengan proses guna menentukan nilai dari suatu hal.

f. Sajekti Rusi (1988)

Proses dalam menilai sesuatu, yang meliputi deskripsi tingkah laku siswa baik itu secara kuantitatif (pengukuran) ataupun kualitatif (penilaian).

g. Abdul Basir (1996)

Suatu proses dalam pengumpulan data yang informatif, deskriptif, prediktif yang dikerjakan secara sistematik serta bertahap guna menentukan kebijaksanaan di dalam upaya untuk memperbaiki pendidikan.

h. Suharsimi Arikunto (2003)

Serangkaian aktivitas yang memiliki tujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan sebuah program pendidikan.

i. A.D Rooijakkers

Sebuah upaya atau proses di dalam menentukan nilai – nilai. Secara khusus evaluasi / penilaian juga didefinisikan sebagai suatu proses pemberian nilai yang dilihat berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk kebutuhan pengambilan keputusan.

j. Worthen and Sanders

Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga. Sesuatu tersebut dapat berwujud program atau informasi, produksi dan alternatif prosedur tertentu.

k. Stufflebeam dkk

The proses of obtaining, delineating, and providing useful information for judging decision alternative“. Artinya: Evaluasi adalah suatu proses, penggambaran, perolehan, serta penyedia informasi yang bermanfaat serta alternatif keputusan.

l. Purwanto

Pemberian nilai kepada kualitas tertentu. Serta evaluasi juga bisa dipandang sebagai proses merencanakan, mendapatkan, serta menyediakan informasi yang dibutuhkan di dalam membuat keputusan alternatif.

m. Sudjiono

Suatu interpretasi / penafsiran yang sumbernya berasal dari data – data kuantitatif. Data kuantitatif sendiri adalah hasil – hasil dari pengukuran.

Fungsi Evaluasi

contoh evaluasi

Suatu laporan berhasil dibuat melalui proses evaluasi. Maka dari itu, evaluasi mempunyai beberapa fungsinya sebagai berikut ini:

1. Fungsi Penempatan

Proses evaluasi ini memiliki fungsi guna mengetahui posisi terbaik pada seseorang sesuai dengan kapabilitas serta kapasitas yang ia miliki.

Dengan adanya evaluasi, manajemen perusahaan bisa menempatkan masing – masing karyawan pada posisi yang paling tepat sehingga dapat menghasilkan kinerja yang maksimal.

2. Fungsi Pengukuran Keberhasilan

Mengukur keberhasilan suatu aktivitas / program adalah fungsi evaluasi yang paling utama.

Pengukuran tingkat keberhasilan dikerjakan di dalam beberapa komponen, termasuk juga metode yang dipakai, pemakaian media, serta pencapaian tujuan.

3. Fungsi Diagnosis

Evaluasi juga bisa dipakai guna mengetahui kelebihan serta kekurangan seseorang atau suatu alat pada bidang kompetensi tertentu.

Contoh fungsi diagnosis dari aktivitas evaluasi ialah untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan seorang siswa di dalam mata pelajaran yang ia pelajari.

4. Fungsi Seleksi

Lewat fungsi selektif, aktivitas evaluasi bisa dipakai untuk menyeleksi metode, seseorang, hingga alat sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Sebagai contohnya dalammemutuskan apakah seseorang layak / tidak untuk diterima kerja, naik jabatan, atau lainnya.

Tujuan Evaluasi

tujuan evaluasi adalah

Di dalam sebuah lingkup organisasi, perusahaan atau kegiatan struktural lainnya, aktivitas evaluasi beberapa kali diselenggarakan. Hal tersebut tak lepas dari tujuan dari diadakannya evaluasi itu sendiri.

Kegiatan evaluasi ini dinilai sangat penting dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Berikut adalah beberapa tujuan evaluasi, antara lain:

  • Dimanfaatkan untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas metode atau cara yang sudah diterapkan.
  • Guna mengetahui tingkat pemahaman atau penguasaan seseorang pada kompetensi yang sudah ditetapkan.
  • Dapat menjadi umpan balik informasi yang baik pada pelaksana sehingga dapat memperbaiki kekurangan yang sudah ada.
  • Supaya dapat mengetahui kesulitan maupun rintangan yang tengah dihadapi oleh seseorang di dalam pekerjaanya sehingga bisa dilakukan diagnosis serta kemungkinan untuk memberikan remedial teaching.

Selain itu, di dalam lingkup sekolah, evaluasi juga memiliki beberapa tujuan seperti:

1. Bagi Sekolah

  • Untuk mengetahui keadaan pembelajaran yang ada di lingkup sekolah sudah benar atau belum.
  • Informasi dari guru terkait kesesuaian kurikulum.
  • Informasi penilaian dari tahun ke tahun yang bisa dipakai sebagai pedoman.
  • Untuk mengetahui proses belajar mengajar sudah tepat atau belum.

2. Bagi siswa

  • Untuk menentukan apakah hasil kerja atau belajar memuaskan atau tidak.

3. Bagi Guru

  • Guru akan menentukan apakah metode yang dipakai untuk mengajar sudah tepat atau belum.
  • Guru dapat menentukan siswa yang memenuhi syarat untuk lanjut atau tinggal.
  • Guru akan menentukan apakah materi yang diajarkan sudah benar atau belum.

Evaluasi pendidikan atau pembelajaran adalah aktivitas menilai yang terjadi di dalam aktivitas pendidikan. Evaluasi satu ini dikerjakan oleh guru terhadap hasil tes yang akan menetapkan standar keberhasilan.

Jenis – Jenis Evaluasi

evaluasi kbbi

Evaluasi terbagi menjadi dua jenis yang berbeda, diantaranya yaitu:

1. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah sebuah penilaian pada hasil – hasil yang sudah diraih selama berjalannya sebuah kegiatan atau program kerja.

Pada umumnya, waktu dalam pengerjaan evaluasi satu ini dikerjakan dengan rutin seperti per bulan ataupun per tahun, sesuai dengan kebutuhan informasi dari hasil penilaian.

Manfaat dari jenis evaluasi ini adalah memberikan umpan balik pada manajer program terkait dengan kemajuan hasil yang sudah diraih dan hambatan – hambatan apa saja yang dihadapi selama berlangsungnya kegiatan / program kerja itu.

2. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif adalah sebuah penilaian dari berbagai hasil yang sudah diraih selama berlangsungnya suatu kegiatan / program kerja (secara keseluruhan dari awal hingga akhir kegiatan).

Waktu pengerjaan hasil evaluasi jenis ini diadakan ketika akhir kegiatan sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan oleh kegiatan / program kerja.

Kriteria Evaluasi

evaluasi pembelajaran adalah

Berikut ini adalah beberapa kriteria yang diperhatikan pada saat melakukan evaluasi, antara lain:

  • Efektifitas: Berfungsi untuk mengidentifikasi apakah pencapaian tujuan yang diinginkan sudah optimal.
  • Efisiensi: Menyangkut apakah manfaat yang diinginkan benar – benar bermanfaat / bernilai dari program publik sebagai fasilitas yang bisa memadai secara efektif.
  • Responsivitas: Menyangkut mengkaji apakah hasil kebijakan sudah memuaskan kebutuhan atau keinginan, preferensi, hingga nilai kelompok tertentu pada penggunaan sebuah sumber daya.

Tahap – Tahap Evaluasi

evaluation

Hasil akhir dari kegiatan evaluasi diharapkan mampu untuk dipakai sebagai pedoman perbaikan di masa mendatang.

Maka dari itu, ada beberapa tahapan evaluasi yang perlu diperhatikan, supaya kegiatan evaluasi dapat berjalan dengan lancar, antara lain:

1. Apa saja yang akan dievaluasi

Hasil akhir sebuah aktivitas atau program kerja selalu berhubungan dengan evaluasi.

Maka dari itu, sebelum dilakukan evaluasi, hendaknya menggambarkan dengan jelas poin penting apa saja yang perlu untuk dievaluasi.

2. Merancang Kegiatan Evaluasi

Rancangan kegiatan ini nantinya akan memudahkan proses kegiatan evaluasi.

Tak hanya menghindari pembicaraan yang melenceng (out of topic), rancangan kegiatan evaluasi juga akan membuat pembahasan menjadi lebih intens.

Berbagai hal yang diperhatikan sebelum merancang kegiatan evaluasi seperti:

  • Desain evaluasi seperti apa yang akan dikerjakan.
  • Data apa saja yang dibutuhkan.
  • Tahapan kerja apa yang sudah dilalui.
  • Siapa saja yang dilibatkan.
  • Dan apa saja yang dihasilkan harus jelas.

3. Pengumpulan Data Evaluasi

Selepas menentukan rancangan kegiatan evaluasi, berikutnya ialah proses pengumpulan data yang dibutuhkan selama aktivitas evaluasi.

Dengan adanya proses pengumpulan data, membuat proses evaluasi akan dapat berjalan lebih efisien dan juga efektif.

4. Analisis Data dan Pengolahannya

Apabila data yang dibutuhkan selama proses evaluasi sudah dikumpulkan, maka tahap berikutnya adalah menganalisis data yang sudah diterima.

Data yang sudah terkumpul lalu diolah serta dikelompokkan supaya mudah dianalisis sehingga akan menghasilkan hasil akhir sesuai dengan fakta data.

Hasil dari analisis data tersebut lalu dibandingkan dengan harapan / rencana awal kegiatan.

5. Pelaporan Hasil Evaluasi

Sama halnya pada proses akhir dalam sebuah kegiatan, evaluasi berakhir dengan adanya laporan hasil kegiatan evaluasi.

Hal satu ini sangat penting dilakukan sebab hasil akhir laporan akan dipakai sebagai dokumen oleh pihak yang berkepentingan.

Oleh sebab itu, hasil evaluasi harus didokumentasikan secara tertulis supaya dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Baca juga: Pantun Jenaka

Metode Evaluasi

evaluation report

Kegiatan evaluasi bisa dikerjakan dengan memakai beberapa metode, tergantung dengan bidang yang akan dievaluasi serta output yang diinginkan.

Berikut ini adalah beberapa metode untuk mengerjakan evaluasi kinerja yang dapat diimplementasikan di dalam suatu perusahaan, antara lain:

1. Metode Evaluasi 360 Derajat

Dengan memakai metode satu ini, kalian akan memperoleh umpan balik (feedback) ganda.

Artinya tak hanya berasal dari pimpinan perusahaan atau instansi, melainkan juga dari kolega dan juga konsumen.

Proses evaluasi satu ini dikerjakan satu tahun sekali terhadap semua elemen organisasi.

Adapun beberapa tujuan metode ini, yakni untuk:

  • Mengenali arah strategis terkait pengembangan organisasi.
  • Memberikan feedback mengenai keunggulan serta kekurangan kinerja organisasi.
  • Meningkatkan kolaborasi serta saling pengertian diantara unit organisasi.
  • Mengembangkan proses pembelajaran di dalam hal keterbukaan pada menerima kritik.
  • Memberikan penghargaan atas tercapainya suatu prestasi serta memberikan insentif.

Untuk melakukan evaluasi kinerja 360 derajat, terdapat 3 hal yang harus kalian perhatikan, seperti:

a. Jenis informasi yang diperlukan

Kalian memerlukan informasi dari para konsumen eksternal dan internal, staf maupun karyawan unit organisasi, serta para jajaran manajemen.

Hal tersebut disebabkan proses evaluasi ini memerlukan keterlibatan semua stakeholder.

b. Metode Pengumpulan Informasi

Di dalam proses pengumpulan informasi, terdapat 5 metode yang perlu kalian lakukan, diantaranya yaitu:

  • Evaluasi dari pelanggan eksternal: Mengerjakan survei kepuasan pelanggan mengenai kemudahan akses, kepuasan dari pada sisi administrasi, sikap karyawan, kenyamanan lingkungan, serta cara dalam menyikapi outcome. Caranya yakni dengan menyediakan kotak kritik serta saran.
  • Evaluasi antar unit internal: Mengevaluasi kerja yang mencangkup lima hal, antara lain:
    • Kualitas pelayanan.
    • Partisipasi.
    • Profesionalisme.
    • Peningkatan kegiatan.
    • Dan semangat kelompok.
      Setiap poin diatas evaluasi diberi nilai 1 (paling buruk) sampai 10 (sempurna).
  • Evaluasi mandiri: Mewajibkan masing – masing bidang di dalam organisasi untuk mengerjakan evaluasi internal pada kinerja mereka sendiri (self-evaluation) dengan memakai penilaian serta alat yang sama dengan evaluasi antar unit.
  • Evaluasi manajemen: Dilakukan terhadap tim yang terdiri atas manajer umum, manajer fungsional, serta pimpinan eksekutif. Pada proses satu ini, mereka harus memberikan feedback atas capaian yang ada di dalam masing – masing tanggung jawabnya.
  • Evaluasi manajemen senior: Dikerjakan oleh semua unit organisasi pada kinerja para manajer senior, termasuk dari pimpinan tertinggi. Evaluasi ini dilakukan pada kepemimpinan, komunikasi, strategi perencanaan, hubungan eksternal, gaya manajemen, serta semangat kelompok.

c. Umpan Balik Evaluasi

Umpan balik dapat berwujud nilai evaluasi mandiri, mean hasil evaluasi antar unit organisasi, serta hasil penilaian pada organisasi secara keseluruhan.

2. Metode Evaluasi Program & Kebijakan

Untuk kegiatan yang berwujud program atau kebijakan, kalian dapat mengerjakan evaluasi dengan tiga pendekatan seperti berikut:

a. Evaluasi Semu / Pseudo Evaluation

Evaluasi semu dikerjakan dengan memakai metode deskriptif tanpa perlu bertanya secara langsung pada kelompok, perorangan, serta masyarakat.

Jenis evaluasi satu ini dilakukan dengan tampilan teknik sajian grafik, tabel, angka indeks, analisis seri terinterupsi, analisis diskontinue-regresi, serta analisis seri terkontrol.

b. Evaluasi Formal

Kalian perlu mengerjakan evaluasi formal berdasarkan program atau kebijakan yang dituju serta para pembuat kebijakan / administrator program telah mengumumkannya.

Metode satu ini dapat dikerjakan dengan memakai teknik klarifikasi nilai, analisis dampak silang, pemetaan sasaran, pemetaan hambatan, serta discounting.

3. Metode Evaluasi Keputusan Teoretis

Terdapat dua jenis informasi yang dipakai, yaitu:

  • Informasi finansial yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja dilihat dari anggaran yang dibuat dibandingkan dengan kinerja aktual.
  • Informasi non-finansial yang diperlukan guna mengukur efisiensi proses internal, kepuasan pelanggan, serta efektivitas pengeluaran.

Perlu kalian catat jika evaluasi berbeda dengan pengukuran serta penilaian.

Evaluasi merupakan proses untuk menentukan nilai. Sementara pengukuran adalah membandingkan hasil dengan standar yang telah ditetapkan. Serta penilaian merupakan pengambilan keputusan dengan memakai informasi hasil pengukuran.

4. Metode Evaluasi Analisis Biaya-Manfaat

Metode evaluasi yang menggunakan analisis biaya-manfaat dikerjakan dengan cara mengidentifikasikan berbagai komponen yang termasuk manfaat (benefit) serta yang tergolong biaya (cost).

Beberapa komponen itu dapat bersifat nyata (tangible) ataupun tidak nyata (intangible).

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.