Doa Zakat Fitrah

6 min read

Doa Zakat Fitrah

Doa zakat fitrah adalah doa yang dibacakan ketika kita hendak melaksanakan zakat fitrah yang dilakukan ketika hendak datangnya idul fitri atau pada bulan suci Ramadhan.

Zakat fitrah sendiri adalah zakat diri yang diwajibkan atas diri sendiri setiap individu baik laki – laki maupun perempuan yang beragama islam dan berkemampuan dengan syarat – syarat yang telah ditetapkan.

Diberi nama zakat fitrah karena fitrah ini memiliki arti yang merujuk pada keadaan manusia ketika ia baru saja diiciptakan atau suci. Sehingga dengan adanya zakat fitrah ini diharapkan manusia akan kembali fitrah dengan izin Allah SWT.

Rukun Zakat Fitrah

  1. Niat untuk melaksanakan zakat fitrah.
  2. Muzakki -> Orang yang mengeluarkan zakat fitrah.
  3. Mustahiq -> Orang yang berhak menerima zakat fitrah.
  4. Sesuatu yang dizakatkan dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan.

Keempat rukun tersebut harus ada jika ingin melakukan zakat fitrah. Jika tidak ada salah satunya maka zakat fitrah tidak akan pernah terjadi.

Niat atau Doa Zakat Fitrah

Ada beberapa niat dan doa untuk zakat fitrah berdasarkan zakat itu untuk siapa yang mengeluarkan, yaitu :

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

niat zakat fitrah dan doa zakat fitrah

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu anahrija zakaatal fitri ‘annafsii fardhoo lillahi ta’alaa.

Artinya :

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

doa zakat fitrah mewakili orang lain

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaitu anahrija zakaatal fitri ‘anii wa ‘anjamii’ maa yalza munii nafaqaa tuhum syar’aa fardho lillahi ta’alaa.

Artinya :

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya :

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya :

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya :

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘ala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya :

“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘ala.”

Orang yang Wajib Zakat Fitrah

Adapun orang – orang yang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah adalah setiap muslim baik itu untuk dirinya maupun keluarga yang telah menjadi tanggungannya.

Meski demikian tetap ada syarat – syarat yang menyebabkan orang tersebut wajib membayar zakat fitrah. Syarat – syarat orang yang diwajibkan membayar zakat fitrah adalah :

  1. Seseorang yang memiliki kelebihan dalam hal makanan maupun harta dari tanggungannya pada malam dan pagi di saat idul fitri.
  2. Seorang anak yang dilahirkan sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadhan dan hidup selepas terbenamnya matahari.
  3. Seseorang yang meninggal dunia selepas terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadan.
  4. Seseorang yang memeluk agama Islam sebelum terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.

Penerima Zakat Fitrah

Jika ada orang – orang yang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah pasti ada pula orang – orang yang berhak untuk menerima zakat fitrah tersebut.

Terdapat 8 golongan orang yang diwajibkan sebagai penerima zakat, yakni :

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil
  4. Hamba Sahaya
  5. Muallaf
  6. Fisabilillah
  7. Gharimin
  8. Ibnu Sabil

Ke delapan golongan tersebut adalah wajib menerima zakat. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa golongan yang utama dan harus didahulukan dalam menerima zakat fitrah adalah golongan fakir dan miskin.

Pendapat trsebut disandarkan dengan alasan bahwa nilai atau jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuan dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut serta dalam merayakan hari raya idul fitri dan saling berbagi sesama umat Islam.

Doa Menerima Zakat Fitrah

Saat menerima zakat fitrah, seorang penerima disunnahkan untuk mendoakan pemberi zakat dengan doa – doa yang baik. Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa pun. Doa tersebut contohnya adalah sebagai berikut :

doa menerima zakat fitrah

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Ajarak allahu fiimaa a’toita, wabaaroka fiima abqoita waja’alahu laka tohuuroon.

Artinya :

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Besar Zakat Fitrah

Berapa sih besarnya zakat fitrah yang harus kita keluarkan agar kita dapat kembali fitrah ? Menurut para ulama besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan sesuai dengan penafsiran terhadap hadist adalah sebesar 1 sha’.

Dimana 1 sha’ sama dengan 4 mud dan 4 mud sama dengan 675 gram, jadi kira – kira 1 sha’ itu adalah 2,7 kg atau 3,5 liter. Yang termasuk ke dalam 1 sha’ tersebut adalah makanan pokok seperti beras, tepung, gandum, kurma, dan aqith atau yang biasanya dikonsumsi di daerah tersebut.

Waktu Zakat Fitrah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa zakat fitrah ini dilakukan ketika hendak datangnya idul fitri atau pada bulan suci Ramadhan. Dengan batas akhir atau paling lambat sebelum orang – orang selesai menunaikan sholat Ied.

Jika zakat fitrah dikeluarkan melewati batas akhir penyerahan, maka yang diserahkan tersebut tidak akan masuk kedalam kategori zakat fitrah melainkan hanya sedekah biasa.

Beberapa kategori waktu untuk menyerahkan zakat fitrah, yaitu :

  1. Waktu wajib -> Waktu dimana kita wajib untuk mengeluarkan zakat fitrah yaitu ketika matahari sudah terbenam di akhir bulan Ramadhan.
  2. Waktu afdhal -> Waktu yang dilaksanakan ketika kita telah selesai melaksanakan sholat subuh sampai sebelum mengerjakan sholat ied.
  3. Waktu mubah atau waktu yang diperbolehkan -> Waktu yang dimulai dari hari pertama datangnya bulan Ramadhan hingga batas akhir bulan Ramadhan.
  4. Waktu makruh -> Waktu mengeluarkan zakat fitrah sesudah melaksanakan sholat ied akan tetapi sebelum terbenamnya matahari pada waktu idul fitri tersebut.
  5. Waktu haram -> Waktu dimana pengeluarannya dilakukan setelah terbenamnya matahari pada hari idul fitri tersebut.
Mungkin anda memerlukan informasi tentang Doa Niat Puasa Ramadhan

Dalil Doa Zakat Fitrah

“Dan dirikanlah sholat serta tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang – orang yang ruku’.” (QS Al – Baqarah : 43)

“Dan dirikanlah sholat serta tunaikanlah zakat dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu sendiri. Tentu kamu akan mendapat pahala di sisi Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa – apa yang kamu kerjakan.” (QS Al – Baqarah : 110)

“Dan wajib untuk mengqadla bagi orang yang telah mengakhirkan pembayaran zakat fitrah. Hingga melebihi hari raya idul fitri dengan segera karena kesalahannya dengan melakukan pengakhiran tersebut. Dari sini juga bisa dipahami bahwasanya seandainya pengakhiran itu bukan karena kesalahan yang sengaja dibuat layaknya lupa. Maka dia tidak harus mengqadlanya dengan segera.” (Ibnu Hajar al Haitsami, Tuhfah al Muhtaj ila Syarh al Minhaj)

“Dan tidak boleh mengakhirkan zakat fitrah hingga melewati hari raya idul fitri. Oleh karena itu apabila seseorang mengakhirkannya, dia akan berdosa serta wajib untuk mengqadlanya.” (Abu Ishaq as Syirazi, at Tanbih fi fiqh asy Syafi’i)

“Adapun mengakhirkan zakat fitrah hingga lewat hari raya idul fitri, menurut Ibnu Ruslan ini adalah haram sesuai dengan kesepakatan para ulama, karena ini adalah zakat. Oleh sebab itu, pengakhiran zakat fitrah hingga lewat hari raya idul fitri ini mengharuskan adanya dosa. Seperti ketika kita mengeluarkan atau meninggalkan sholat hingga lewat waktunya.” (al Azhim Abadi, ‘Aun al ma’bud Syarh Sunani Abi Dawud)

“Perumpamaan zakat fitrah di bulan suci Ramadlan adalah seperti sujud sahwi dalam ibadah sholat. Dimana zakat fitrah ini akan menyempurnakan kekurangan yang ada saat berpuasa layaknya sujud sahwi yang menyempurnakan kekurangan yang ada dalam sholat.” (Imam Waki’ Ibnu Al Jarrah)

Hadist Doa Zakat Fitrah

Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, ia berkata : “Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk hamba sahaya, orang merdeka, orang dewasa, dan anak kecil dari orang yang kamu sediakan makanan mereka yang termasuk tanggunganmu.” (HR Daaruquthni, hadits hasan)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, ia berkata : “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan sebesar 1 sha’ dari buah kurma, atau 1 sha’ dari sya’iir. Untuk seorang hamba dan seorang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang dewasa dari kaum muslilmin.” (HR Al – Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Umar bin Nafi’ dari ayahnya dari Ibnu Umar, ia berkata : “Rasulullah SAW telah mewajibkan adanya zakat fitrah 1 sha’ dari kurma atau 1 sha’ dari sya’iir. Untuk seorang hamba dan seorang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang dewasa dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar di tunaikan atau dikeluarkannya zakat tersebut sebelum manusia keluar untuk sholat ied.” (HR Al – Bukhari, Abu Daud, dan Nasa’i)

Diriwayatkan dari Nafi’, ia berkata : “Bahwa Ibnu Umar menyerahkan zakat fitrahnya kepada mereka yang memang berhak menerimanya yaitu panitia penerima zakat fitrah atau amil. Dan mereka para sahabat menyerahkan zakat fitrah tersebut sehari atau dua hari sebelum datangnya bulan idul fitri.” (HR Al – Bukhari)

Diriwayatkan dari Nafi’, ia berkata : “Bahwa sesungguhnya Abdullah bin Umar menyuruh orang mengeluarkan zakat fitrah kepada petugas. Zakat fitrah di kumpulkan di amil dalam waktu dua hari atau tiga hari sebelum hari raya fitri.” (HR Malik)

Diriwayatkan dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda : “Tangan di atas (memberi dan menolong) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta – minta). Mulailah orang yang menjadi tanggunganmu (keluarga dan yang lainnya) dan sebaik – baik sedekah adalah yang di keluarkan dari kelebihan kekayaan yang di perlukan oleh sebagian keluarga.” (HR Al – Bukhari dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata : “Rasulullah SAW telah memfardhukan zakat fitrah untuk membersihkan diri seseorang yang shaum dari perbuatan yang sia – sia. Dan dari perkataan keji dan untuk memberikan makanan kepada orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum sholat ied, maka ia berarti zakat yang di terim. Dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah sholat ied, maka itu berarti sedekah seperti sedekab biasa bukan termasuk zakat fitrah.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan Daaruquthni)

Hikmah dan Manfaat Zakat FItrah

Wujud bersyukur kita sebagai umat muslim kepada Allah SWT karena kita telah selesai menjalankan perintah wajibnya yaitu berpuasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan.

  1. Wujud bersyukurnya kita kepada Allah SWT karena Dia telah memberikan kenikmatan – kenikmatan kepada kita yang tiada tara seperti kesehatan, umur yang panjang, kecukupan, dan lain sebagainya.
  2. Wujud berbagi antara umat Islam.
  3. Bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik untuk orang kaya maupun orang miskin sehingga keduanya dapat benkonsentrasi penuh dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT dan bersukacita atas segala anugrah – anugrah-Nya.
  4. Fitrah atau kembali bersihnya diri kita dari berbagai macam dosa – dosa yang telah kita perbuat sebelumnya.
  5. Dapat mempererat persaudaraan sesama umat Islam.
  6. Dapat memberikan makanan untuk para fakir dan miskin agar mereka juga dapat ikut merayakan hari raya idul fitri dan ikut merasakan kemenangan yang sedang kita rasakan.
  7. Dapat menghindarkan diri dari sifat kikir dan cinta terhadap dunia secara berlebihan.
  8. Dapat mensucikan diri kita dari perbuatan – perbatan yang tidak bermanfaat atau tercela dan sia – sia.
  9. Tidak merasakan khawatir atas dirinya maupun harta yang ia miliki, sehingga membuat hidup menjadi lebih tenang.

Referensi:

id.wikipedia.org/wiki/Zakat_Fitrah

Doa Ruqyah

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Kamilin

Intan Qothrunnada
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *