Doa Taubat

7 min read

doa taubat

Banyak cara untuk bertaubat salah satunya berdoa dengan doa taubat. Taubat berasal dari bahasa Arab yaitu taaba – yatuubu – taubatan yang memiliki arti kembali.

Sedangkan menurut istilah taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT dari segala perbuatan dosa yang pernah ia lakukan, baik itu secara sengaja ataupun tidak sengaja, dahulu, sekarang, dan yang akan datang.

Atau taubat dapat juga diartikan sebagai suatu tindakan yang kita lakukan setelah kita melakukan sebuah kesalahan atau dosa atau penebusan dosa.

Dengan bertaubat kita pasti berharap agar dosa tersebut segera diampuni dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Karena pada hakekatnya kita sebagai manusia pasti akan melakukan dosa.

Walaupun kita melakukan dosa bukan berarti dosa itu tidak akan terampuni. Dosa itu pasti akan diampuni oleh Allah SWT, jika kita mau bertaubat dengan sungguh – sungguh.

Allah SWT pasti akan mengampuni semua dosa hamba – hamba-Nya, mengingat sifat baik Allah Yang Maha Pemaaf. Selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup maka kita jangan pernah berputus asa untuk bertaubat.

Sedangkan dosa tersebut adalah konsekuensi dari perbuatan manusia yang melakukan sesuatu pelanggaran dari aturan – aturan yang sudah ditetapkan di dalam ajaran agama.

Seperti melakukan larangan Allah SWT yaitu tidak melaksanakan sholat wajib 5 waktu, mencuri, berzina, membunuh sesama, fitnah atau menuduh orang lain tanpa bukti, minum minuman keras, dan lain sebagainya.

Doa Taubat dari Al – Qur’an

Terdapat beberapa doa taubat yang di ambil dari kitab suci Al – Qur’an, yaitu :

1. QS Nuh ayat 28

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Rabbigh-firlii wali waalidayya, wa liman dakhola baitiya mu’-minan, wa lil mu’-miniina wal mu’-minaati, wa laa tazididz-dzaalimiina illaa tabaara.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah aku, ibu – bapakku, orang – orang mukmin yang masuk ke rumahku, dan semua orang yang beriman baik laki – laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang – orang yang dzalim itu selain kebinasaan.” (QS Nuh : 28)

2. QS Hud ayat 47

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya :

“Dia (Nuh) berkata : “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak tahu akan hakikatnya. Jikalau Engkau tidak mengampuniku, dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.” (QS Hud : 47)

3. QS Al – Baqarah ayat 127 dan 128

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya :

“Ya Allah, terimalah amal dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS Al – Baqarah : 127)

وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya :

“Dan terimalah taubat kami. Sungguh, Engkaulah Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun.” (QS Al – Baqarah : 128)

4. QS Al – A’raf ayat 23

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya :

“Ya Allah, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak memberikan ampunan dan rahmat-Mu kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang – orang yang merugi dan celaka.” (QS Al – A’raf : 23)

Doa Taubat dari Hadist

Terdapat pula beberapa doa taubat yang di ambil dari hadist – hadist, yaitu :

1. HR Abu Dawud, At – Tirmidzi, dan Al – Hakim

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘azhiima-lladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaih.

Artinya :

“Aku minta ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus – menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.” (HR Abu Dawud, At – Tirmidzi, dan Al – Hakim)

2. HR Bukhari dan Muslim

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِيْ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allaahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiron, wa laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min ‘indika, warhamnii, innaka antal ghofuurur-rohiim.

Artinya :

“Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa – dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. HR Ahmad, At – Tirmidzi, Abu Dawud, An – Nasa’i, dan  Al – Bukhari

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَىَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbighfir lii wa tub ‘alayya, innaka antat – tawwaabur – rahiim.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosa – dosaku dan terimalah taubat dariku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun.” (HR Ahmad, At – Tirmidzi, Abu Dawud, An – Nasa’i, dan  Al – Bukhari)

Syarat Taubat

Terdapat pula syarat – syarat taubat yang akan di terima oleh Allah SWT, menurut kesalahan apa yang kita perbuat dan dengan siapa kita berbuat salah, yaitu :

Diri Sendiri dengan Sang Pencipta

Jika dosa yang dilakukan itu berada dalam koridor hubungannya dengan Allah SWT, maka terdapat empat syarat yang harus dipenuhi agar taubatnya dapat diterima, yaitu :

  1. Menyesal terhadap perbuatan maksiat apa yang telah kita perbuat (nadam).
  2. Meninggalkan perbuatan maksiat tersebut.
  3. Berjanji dan bertekad dengan sungguh – sungguh tidak akan mengulangi lagi perbuatan maksiat tersebut.
  4. Mengikutinya dengan perbuatan baik. Karena perbuatan baik akan menghapus keburukan. Yang terdapat di surat Hud ayat 114.

Diri Sendiri dengan Orang Lain

Jika dosanya dilakukan terhadap sesama manusia, maka syaratnya adalah yang empat tersebut dan harus ditambah dengan dua syarat berikut ini :

  1. Meminta maaf terhadap orang yang didzalimi atau dianiaya atau dirugikan.
  2. Mengganti kerugian setimbang dengan kerugian yang dialami orang tersebut, yang diakibatkan perbuatan dzolim atau meminta kerelaannya.

Ketika seseorang telah bertaubat, maka hatinya akan bersih. Bersih dari segala sifat – sifat yang bisa membawanya ke jurang neraka.

Taubat juga merupakan sumber kedamaian dan ketenangan hati. Dari ketenangan itu diharapkan akan muncul solusi dari segala problematika hidup yang kita hadapi.

Tahapan Taubat

Ada pula tahapan – tahapan taubat, yaitu :

1. At – Taubah (Sifat Orang – Orang Mu’min)

At – Taubah adalah tingkatan taubat yang paling rendah yaitu taubatnya orang – orang yang bermaksiat kepada Allah SWT.

Kemudian mereka merasa sakit karena perbuatan dosa tersebut, baik dengan merasakan kesusahan dalam hatinya maupun terkena musibah karena perbuatan dosa – dosanya.

Kemudian dia menyesal dan menyadari kesalahanya, lalu minta ampun kepada Allah SWT.

2. Al – Inabah (Sifat Para Kekasih Allah SWT)

Al – Inabah adalah taubat yang dilakukan bukan karena menyesal melakukan dosa tetapi karena lalai dalam beribadah kepada Allah SWT.

Karena mereka para auliya’ dan muqorrobin tersebut adalah orang – orang yang telah mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan dosa.

Taubat tingkatan ini adalah seperti taubatnya Umar bin Khotthob ketika terlambat melakukan sholat ashar berjama’ah.

Dan seperti taubatnya Ali bin Abi Tholib yang mensedekahkan kebun miliknya karena terganggu sholatnya oleh burung yang bermain di dekat tempat sujudnya.

3. Al – Aubah (Sifat Para Nabi Allah SWT)

Al – Aubah adalah taubat yang dilakukan bukan karena dosa dan kelalaian dalam beribadah tetapi karena melihat keadaan masyarakat dan kaumnya.

Karena para Nabi biasanya tidak pernah melakukan dosa dan juga tidak pernah lalai dalam beribadah kepada Allah SWT.

Mereka bertaubat karena merasa prihatin dan sakit atas kemaksiatan dan penyimpangan yang dilakukan oleh para kaumnya.

Kriteria Taubat

Ada dua kriteria orang yang bertaubat, yaitu :

  1. Orang yang bertaubat setelah melakukan kesalahan, maka orang ini akan diampuni dosanya.
  2. Taubatnya seseorang ketika hampir mati atau sedang sekarat. Taubat semacam ini sudah tidak dapat diterima.

Proses Taubat

Taubat juga memiliki proses, yaitu :

  1. Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah SWT yang terdapat di QS An – Nahl ayat 53.
  2. Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblis dan dari kejahatan makhluk lainnya yang terdapat di QS An – Nas ayat 1 sampai 6, QS Al – Falaq ayat 1 sampai 5, dan QS An – Nahl ayat 98.
  3. Segeralah berbuat baik atau mengadakan perbaikan dengan sungguh – sungguh sesuai keadaan. Tidak melampaui batas, dan hasilnya tidak boleh diminta segera yang terdapat di QS Al – A’raf ayat 35, QS Hud ayat 112, QS Al – Isra’ ayat 17 sampai 19, QS Al – Anbiya ayat 90 dan 37, dan QS Az – Zumar ayat 39.
  4. Sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai yang ada di QS An – Najm ayat 24 dan 25.
  5. Menggunakan akal dengan sebaik – baiknya agar tak dimurkai oleh Allah SWT yang terdapat di QS Yunus ayat 100.
  6. Menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk yang terdapat di QS Hud ayat 46 dan QS Ar – Rum ayat 29.
  7. Selalu membaca ayat – ayat alam semesta Al – Qur’an yang terdapat di QS Ali – Imran ayat 190 dan 191.
  8. Mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik yang terdapat di QS Az – Zumar ayat 18.
  9. Bertanya kepada yang berpengetahuan jika belum tahu atau bahkan tidak tahu yang terdapat di QS An – Nahl ayat 43.
  10. Bersabar yang terdapat di QS Al – Baqarah ayat 155 sampai 157, karena kalau tidak sabar orang beriman dan bertakwa tidak akan mendapat pahala yang terdapat di QS Al – Qasas ayat 30.
  11. Melakukan sholat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar yang terdapat di QS Al – Ankabut ayat 45.
  12. Bertebaran di muka bumi setelah selesai sholat untuk mencari karunia Allah SWT dengan selalu mengingatnya agar beruntung yang terdapat di QS Al – Jumuah ayat 9 dan 10.
  13. Terus menerus berbuat baik agar terus menerus diberi hikmah yang terdapat di QS Yusuf ayat 22, QS Al – Qasas ayat 4, QS Al – Furqan ayat 69 sampai 71, QS At – Taubah ayat 11,  dan QS Al – mukmin ayat 7.
Anda juga dapat taubat dengan Sholat Taubat.

Keutamaan Taubat

Jika kita melakukan sesuatu yang disukai Allah SWT maka pasti kita akan mendapatkan keuntungan. Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa kita dapat dengan kita bertaubat kepada Allah SWT :

  1. Taubat berfungsi sebagai pendekatan diri kepada Allah SWT.
  2. Dicintai oleh Allah SWT.
  3. Dilapangkan rejeki dan dipermudah dalam segala urusan,
  4. Disucikan hatinya dari segala dosa – dosa yang telah ia perbuat.
  5. Dapat diterima amalan – amalan baik para hamba Allah SWT atas kesalahan – kesalahannya.
  6. Akan mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT.
  7. Berbagai macam kejelekan seseorang akan diganti dengan berbagai kebaikan.

Hadist Doa Taubat

Terdapat beberapa hadist yang menjelaskan tentang betapa hebatnya taubat itu. Berikut adalah beberapa hadist tersebut :

Hadist Menurut Firman Allah SWT

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah SWT, hai orang – orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An – Nur : 31)

“Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang – orang yang taubat dan menyukai orang – orang mensucikan diri.” (QS Al – Baqarah : 22)

“Hai orang – orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah SWT dengan taubat yang semurni – murninya.” (QS At – Tahrim : 8)

“Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengampuni dosa karena mempersekutukan-Nya atau syirik, dan Dia Mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia Kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah SWT, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang teramat besar.” (QS An – Nisa : 48)

“Selain orang – orang yang taubat sesudah berbuat kesalahan dan mengadakan perbaikan, sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS Ali Imran : 89)

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah SWT dari orang – orang yang mengerjakan kejahatan hingga apabila datang ajal dan setelah kepada seorang diantara mereka, barulah ia mengatakan : ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.’ Dan tidak pula diterima taubat orang – orang yang mati sedang mereka dalam kekafiran. Bagi orang – orang itu telah kami sediakan siksaan yang pedih.” (QS An – Nisa : 18)

“Maka sesudah para nabi – nabi datanglah suatu generasi yang menyia – nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam kebinasaan. Kecuali orang – orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal sholeh maka mereka itulah orang – orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS Maryam : 59 – 60)

“Dialah Allah yang menerima taubat dari hamba – hamba-Nya dan Maha mengampuni berbagai kesalahan.” (QS Asy – Syuura : 25)

“Dan barang siapa yang melakukan dosa – dosa itu niscaya dia akan menemui pembalasannya. Akan dilipatgandakan siksa mereka pada hari kiamat dan mereka akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina. Kecuali orang – orang yang bertaubat dan beriman serta beramal sholeh maka mereka itulah orang – orang yang digantikan oleh Allah SWT keburukan – keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al – Furqaan : 68 – 70)

“Dan barang siapa yang bertaubat dan beramal sholeh maka sesungguhnya Allah SWT akan menerima taubatnya.” (QS Al – Furqaan : 71)

“Dan orang – orang yang mengerjakan dosa – dosa kemudian bertaubat sesudahnya dan beriman maka sesungguhnya Tuhanmu benar – benar Maha Pengampun dan Penyayang.” (QS Al – A’raaf : 153)

Hadist Menurut Sabda Nabi Muhammad SAW

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

Artinya :

“Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya, adalah doa yang akan dikabulkan walaupun orang yang didoakannya berada di hadapan orang yang mendoakannya, seperti berdoa dengan hatinya, atau dengan lisan, tetapi tidak terdengar oleh orang yang didoakan.” (‘Aunul Ma’buud)

“Allah SWT membuka pintu taubat di pagi hari agar bertaubat pelaku dosa di malam hari, dan Allah SWT membuka pintu taubat di sore hari agar bertaubat pelaku dosa di siang hari.”

“Demi Allah, Allah SWT lebih gembira dengan taubat hamba-Nya dari pada seseorang di antara kamu yang menemukan kembali miliknya yang hilang di tengah padang. Barang siapa mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Barang siapa mendekatiku sehasta, maka aku mendekatinya selangkah. Barang siapa mendekati-Ku dengan berjalan maka Aku mendekatinya dengan berlari.” (HR Muslim)

“Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak.” (HR Ibnu Maajah)

“Sesungguhnya hatiku lupa atau tidak ingat kepada Allah SWT padahal sesungguhnya aku minta ampun kepada-Nya dalam sehari 100x.” (HR Muslim)

“Maksud Nabi lupa”, karena beliau senantiasa memperbanyak dzikir, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan waspada. Jadi, apabila sebagian waktu yang lewat tidak melakukan dzikir, maka beliau menganggapnya dosa. Kemudian beliau cepat – cepat membaca istighfar.”

“Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah SWT, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya 100x dalam sehari.” (HR Muslim)

“Demi Allah! Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah SWT dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70x.” (HR Al – Bukhari)

“Barang siapa yang membaca salah satu doa taubat di atas maka Allah SWT akan mengampuninya, sekalipun dia pernah lari dari perang.”

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai doa taubat ini. Semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca semuanya. Terima kasih 🙂

Referensi:

www.doaharian.id/2018/04/bacaan-doa-taubat-istighfar.html

Doa Ruqyah

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Kamilin

Intan Qothrunnada
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *