Doa Sholat Jenazah

7 min read

sholat jenazah

Doa sholat jenazah adalah doa ketika kita menyolati jenazah. Kita sebagai umat Islam sudah sepantasnya mengurus jenazah, mulai dari memandikannya, mengkafani, menyolati, sampai menguburkan.

Mengurus jenazah itu hukumnya fardhu kifayah. Fardhu kifayah adalah kewajiban yang dituntut dari umat Islam secara bersama – sama atau kolektif, bukan dari perseorangan.

Maksudnya, kewajiban itu akan gugur jika sudah dilakukan oleh sekelompok umat Islam, walaupun yang lainnya tidak. Namun Jika tidak ada yang mengurus jenazah padahal dia mampu, maka semua orang yang kenal dan tahu orang meninggal tersebut akan mendapatkan dosa dari Allah SWT.

Kita juga perlu mengingat bahwa kita semua yang masih hidup akan meninggal dunia dan tidak mungkin kita mengurus jenazah kita sendiri sedang kita sudah tidak berdaya bahkan kita sudah tidak bernyawa.

Rukun Sholat Jenazah

Sholat jenazah memiliki rukun – rukun yang harus dipenuhi, apabila tidak terpenuhi maka sholatnya tidak sah. Rukun – rukun sholat jenazah adalah sebagai berikut :

  1. Niat.
  2. Berdiri bagi yang mampu.
  3. Takbir sebanyak 4x.
  4. Mengangkat tangan pada saat takbir pertama.
  5. Membaca surat Al – Fatihah.
  6. Membaca sholawat Nabi.
  7. Berdoa untuk jenazah.
  8. Salam.

Tata Cara Sholat Jenazah

Sholat jenazah juga memiliki tata cara tersendiri dan berbeda dari sholat – sholet pada umumnya. Berikut adalah tata cara sholat jenazah :

1. Membaca niat untuk sholat jenazah.

Niat di dalam sholat itu perlu, karena semua perbuatan dinilai dari niatnya. Berikut adalah niat sholat jenazah :

doa sholat jenazah laki laki

Niat sholat jenazah untuk jenazah laki – laki :

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

“Saya berniat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat jenazah untuk jenazah perempuan :

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

“Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul ihram, kemudian membaca surat Al – Fatihah.

3. Takbir kedua, kemudian membaca sholawat.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.

Allahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohiima wa ‘alaa aali Ibroohim, innaka hamiidum majiid.

Artinya :

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Muhammad SAW sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Muhammad SAW sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

4. Takbir ketiga, kemudian membaca doa untuk jenazah.

Jika jenazahnya laki – laki :

doa setelah sholat jenazah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ

 وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas.

Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran.

Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.”

Boleh juga membaca doa dengan lebih singkat :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.”

Jika jenazahnya perempuan :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ

 وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas.

Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran.

Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.”

Boleh juga membaca doa dengan lebih singkat :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia.”

5. Takbir keempat, kemudian berdoa kembali untuk orang – orang yang ditinggalkan oleh jenazah.

Jika jenazahnya laki – laki :

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allahumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.

Artinya :

“Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Jika jenazahnya perempuan :

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Allahumma laa tahrimnaa ajrohaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa.

Artinya :

“Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan cobai kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

6. Salam.

السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh.

Artinya :

“Semoga keselamatan rahmat Allah SWT dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian.”

Keutamaan Sholat Jenazah

Sholat jenazah memiliki keutamaan yang sangat besar. Pahalanya adalah satu qirath, yakni sebesar Gunung Uhud. Jika mengiringi jenazah, mensholatkan, dan mengantarkan hingga pemakamannya, maka pahalanya adalah dua qirath.

Sesuai dengan hadis dibawah ini :

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

“Barang siapa mensholatkan jenazah dan tidak mengiringinya sampai ke pemakaman, maka ia akan memperoleh pahala sebesar 1 qirath. Jika dia juga mengiringinya hingga ke pemakamannya, maka ia akan memperoleh dua qirath.”

Ditanyakan : “Apa itu dua qirath?”

Beliau menjawab : “Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud.” (HR Muslim)

Hadis Menyolati Jenazah

Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan tetang sholat jenazah, yaitu :

Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِى غَالِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَلَى جَنَازَةِ رَجُلٍ فَقَامَ حِيَالَ رَأْسِهِ ثُمَّ جَاءُوا بِجَنَازَةِ امْرَأَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ فَقَالُوا يَا أَبَا حَمْزَةَ صَلِّ عَلَيْهَا. فَقَامَ حِيَالَ وَسَطِ السَّرِيرِ. فَقَالَ لَهُ الْعَلاَءُ بْنُ زِيَادٍ هَكَذَا رَأَيْتَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَامَ عَلَى الْجَنَازَةِ مُقَامَكَ مِنْهَا وَمِنَ الرَّجُلِ مُقَامَكَ مِنْهُ قَالَ نَعَمْ. فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ احْفَظُوا

“Abu Ghalib berkata : ‘Saya sholat jenazah laki – laki bersama Anas bin Malik, kemudian ia berdiri lurus dengan kepala mayit’.

Lalu mereka mendatangkan jenazah wanita dari Quraisy, mereka berkata : ‘Wahai Abu Hamzah (nama sebutan Anas bin Malik), sholatkanlah jenazah wanita ini!’

Kemudian Anas berdiri lurus di tengah – tengah tempat jenazah.

A’la bin Ziyad bertanya : ‘Seperti inikah engkau melihat Rasulullah SSAW berdiri di depan jenazah sebagaimana kamu berdiri di depan jenazah laki – laki dan perempuan?’

Anas menawab : ‘Ya’.

Selesai sholat Anas berkata : ‘Jagalah oleh kalian’.” (HR Turmudzi)

Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أرْبَعُونَ رَجُلا، لا يُشْرِكُونَ بِالله شَيْئاً إِلا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ

“Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh empat puluh orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun. Kecuali Allah akan memberikan syafaat kepada jenazah tersebut dengan sebab mereka.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ ثَلَاثَةُ صُفُوفٍ فَقَدْ أَوْجَبَ

“Barang siapa yang mensholatkan jenazah dengan membuat tiga shaf, maka wajib baginya untuk mendapatkan ampunan.” (HR Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh kaum muslimin yang jumlahnya mencapai seratus orang, semuanya mendoakan untuknya. Niscaya mereka bisa memberikan syafa’at untuk si mayit.” (HR Muslim)

Dari Jabir bin Abdillah RA, ia mengatakan :

أنَّ رسولَ الله صلَّى الله عليه وسلَّم صلَّى على أَصْحمَةَ النجاشيِّ، فكبَّر عليه أربعًا

“Rasulullah SAW mensholati Ash – hamah An Najasyi, beliau bertakbir sebanyak empat kali.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Mundzir, ia mengatakan :

أجمَعوا على أنَّ المصلِّي على الجِنازَة يرفع يديه في أوَّل تكبيرة يُكبِّرها

“Ulama ijma bahwa orang yang sholat jenazah disyartiatkan mengangkat tangan di takbir yang pertama.” (Al Ijma, 44)

Dari Nafi’ tentang Ibnu Umar RA, Nafi’ mengatakan :

كان يرفعُ يَديهِ في كلِّ تكبيرةٍ على الجِنازة

“Ibnu Umar RA mengangkat tangannya di setiap kali takbir dalam sholat jenazah.” (HR Ibnu Abi Syaibah)

Dari Ibnu Abbas, ia mengatakan :

أنَّه كان يرفعُ يَديهِ في تكبيراتِ الجِنازة

“Bahwasanya beliau biasa mengangkat kedua tangannya setiap kali takbir di sholat jenazah.”

Dari Ibnu Abbas RA, ia mengatakan :

مَاتَ إِنْسَانٌ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَمَاتَ بِاللَّيْلِ فَدَفَنُوهُ لَيْلًا، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَخْبَرُوهُ فَقَالَ: «مَا مَنَعَكُمْ أَنْ تُعْلِمُونِي؟» قَالُوا: «كَانَ اللَّيْلُ فَكَرِهْنَا ـ وَكَانَتْ ظُلْمَةٌ ـ أَنْ نَشُقَّ عَلَيْكَ»، فَأَتَى قَبْرَهُ فَصَلَّى عَلَيْهِ

“Seseorang yang biasa dikunjungi Rasulullah SAW telah meninggal. Ia meninggal di malam hari, maka ia pun dikuburkan di malam hari. Ketika pagi hari tiba, para sahabat mengabarkan hal ini kepada Rasulullah.

Beliau pun bersabda : ‘Apa yang menghalangi kalian untuk segera memberitahukan aku?’

Para sahabat menjawab : ‘Ketika itu malam hari, kami tidak ingin mengganggumu wahai Rasulullah’.

Maka beliau pun mendatangi kuburannya dan sholat jenazah di sana.” (HR Bukhari)

Dari Thalhah bin Abdillah bin Auf, ia mengatakan :

صليتُ خلفَ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عنهما على جِنازة، فقرَأَ بفاتحةِ الكتابِ، قال: لِيَعْلموا أنَّها سُنَّةٌ

“Aku sholat bermakmum kepada Ibnu Abbas RA dalam sholat jenazah. Beliau membaca surat Al – Fatihah. Beliau lalu berkata : ‘Agar mereka tahu bahwa ini adalah sunah dari Rasulullah SAW’.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ ، خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ ، وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

“Rasulullah SAW mengumumkan kematian An – Najasyi di hari ia wafat. Kemudian beliau keluar ke lapangan lalu menyusun shaf untuk sholat, kemudian bertakbir sebanyak empat kali.” (HR Bukhari)

Dari Abu Umamah Al Bahili RA, ia mengatakan :

أنَّ السُّنَّةَ في الصَّلاةِ على الجِنازة أن يُكبِّرَ الإمامُ، ثم يقرأَ بفاتحةِ الكتابِ- بعدَ التكبيرة الأولى- سِرًّا في نفْسِه، ثم يُصلِّيَ على النبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم، ويُخلِصَ الدُّعاءَ للميِّت في التكبيراتِ، لا يقرأُ فى شىءٍ منهنَّ، ثم يُسلِّم

“Bahwa sunah dalam sholat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca surat Al – Fatihah setelah takbir pertama secara sirr atau lirih. Kemudian bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Lemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa – apa lagi setelah itu. Kemudian salam.” (HR Asy – Syafi’i)

Dari Aisyah, ia mengatakan :

وَاللهِ مَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ بْنِ بَيْضَاءَ وَأَخِيْهِ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ

“Demi, Allah! Tidaklah Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Suhail bin Baidha’ dan saudaranya (Sahl), kecuali di masjid.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Mas’ud RA, ia mengatakan :

ثلاثُ خِلالٍ كان رسولُ اللهِ صلَّى الله عليه وسلَّم يفعلهنَّ، ترَكَهنَّ النَّاسُ؛ إحداهنَّ: التسليمُ على الجِنازة مِثل التَّسليمِ في الصَّلاةِ

“Ada 3 perkara yang dahulu Rasulullah SAW benar – benar melakukannya dan kemudian banyak ditinggalkan orang. Salah satunya salam di sholat jenazah semisal dengan salam dalam sholat yang lain.” (HR Ath Thabrani)

HR Muslim :

انْتَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى قَبْرٍ رَطْبٍ؛ فَصَلَّى عَلَيْهِ وَصَفُّوا خَلْفَهُ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

“Rasulullah SAW pernah berhenti di sebuah kuburan yang masih basah. Ia melaksanakan sholat jenazah di sana dan menyusun shaf untuk sholat. Beliau bertakbir sebanyak empat kali.” (HR Muslim)

HR Bukhari dan Muslim :

لا صلاةَ لِمَن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

“Tidak ada sholat yang tidak membaca surat Al – Fatihah.” (HR Bukhari dan Muslim).

HR Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Hurairah :

“Ketika ada seorang laki – laki meninggal dalam berutang disampaikan kepada Rasulullah SAW, maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar hutangnya. Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar hutang, maka beliau akan mensholatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin : ‘sholatkanlah temanmu ini’.” (HR Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Hurairah)

Hadis Tentang Kematian

Kita sebagai manusia pasti akan mengalami mati. Tidak ada yang dapat memperlambat maupun mempercepat kematian. Berikut adalah beberapa hadis mengenai kematian :

1. HR Bukhari

  • Janganlah menginginkan kematian hanya karena sedang mengalami kesusahan atau kesulitan. Jika memang harus dilakukan, maka ucapkanlah : ‘Ya Allah tetap hidupkanlah aku, dengan kehidupan yang baik bagiku. Tapi wafatkanlah aku jika itu memang yang terbaik untukku’.
  • Percepatlah jenazah ke kuburnya, jika dia adalah orang yang sholeh maka kebaikanlah yang kamu antarkan padanya. Tetapi jika kebalikannya, maka keburukanlah yang kamu tinggalkan dari beban lehermu.

2. HR Muslim

  • Janganlah mati dalam kecuali dalam keadaan sedang berbaik sangka kepada Allah SWT.
  • Allah SWT selalu mencatat segala kebaikan kita. Jika kamu membunuh hewan maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kamu menyembelih hewan maka sembelihlah dengan cara yang juga baik. Asahlah tajam pisau potong, dan kemudian ringankanlah hewan potongnya.
  • Tuntunlah seseorang yang akan menuju ajalnya, dengan ucapan Laailaaha illallah, agar orang tersebut mengikuti apa yang kita ucapkan.

3. HR Bukhari dan Muslim

  • Bagi wanita yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir tidak diperbolehkan untuk berkabung atas kematian dalam waktu lebih dari 3 malam. Kecuali pada kematian suaminya, masa berkabungnya diperbolehkan sampai 4 bulan 10 hari.
  • Ada 3 hal yang mengikuti jenazah setelah ia wafat, yaitu keluarga, harta dan amalnya. Yang dua pasti kembali sedangkan yang satu akan tetap tinggal bersamanya. Yang pulang kembali tentu keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal adalah amalnya.

4. HR Ahmad

  • Tak ada sesuatu hal pun yang dialami oleh anak Adam, dari setiap hal yang diciptakan oleh Allah SWT, yang lebih berat daripada peristiwa kematian. Karena bagi-Nya kematian adalah hal yang paling ringan, dibandingkan dengan kehidupan yang harus dijalani setelah kematian.
  • Mati mendadak karena suatu kesenangan bagi setiap muslim, tetapi penyesalan yang besar bagi seseorang yang durhaka. Artinya : Seorang mukmin harus memiliki persiapan dalam menghadapi maut setiap saat, tetapi bagi orang yang durhaka ia tidak memiliki persiapan apapun.
  • Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW : ‘Ya Rasulullah jenazah orang kafir baru saja melewati kami. Apakah kami boleh berdiri?’ Dan Rasulullah SAW pun menjawab : ‘Berdirilah. Karena sesungguhanya kamu bukan berdiri untuk menghormati jenazahnya. Tetapi untuk menghormati Yang Merenggut Nyawanya yaitu Allah SWT.’

5. HR Ath – Thabrani

  • Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW : ‘Ya Rasulullah tolong pesankan sesuatu kepadaku yang dimana hal itu berguna untukku di sisi Allah. Rasulullah SAW kemudian bersabda : Sering-seringlah mengingat kematian, maka kamu akan terhibur dengan segala kelelahan yang dialami di dunia. Dan perbanyaklah bersyukur. Karena sesungguhnya bersyukur adalah, menambah kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT. Kemudian perbanyaklah doa. Karena kamu tidak akan pernah tahu, kapan doamu akan dikabulkan oleh Allah SWT.
  • Cukuplah maut sebagai sebuah pelajaran atau guru, dan cukuplah keyakinan sebagai kekayaan diri.
  • Janganlah kamu mengagumi amal dari seseorang, sampai kamu melihat bagaimana amalnya.

6. An – Nassai

  • Jangan mengingat – ingat orang – orangmu yang telah meninggal dunia, kecuali dengan menyebut – nyebut kebaikan mereka.

7. HR Ad – Dailami

  • Seorang jenazah di dalam kuburnya sama dengan orang yang tenggelam, yang sedang meminta pertolongan. Dia akan menantikan doa dari orang tua, anak, kawan, atau saudara yang dipercayanya. Jika doa itu sampai kepadanya baginya akan lebih disukai daripada dunia dan segala isinya.
  • Sering – seringlah kita mengingat kematian. Karena seorang hamba yang banyak atau sering mengingat kematian, maka hatinya akan dihidupkan oleh Allah SWT dan diringankan baginya rasa sakit dari kematian itu sendiri. Artinya : ‘Seseorang akan mati dengan mudah tanpa harus merasakan sakaratul maut’.

8. HR Asy – Syhaab

  • Jenis kematian yang paling mulia di mata Allah, adalah matinya orang – orang yang termasuk Syuhada.

9. Abu Ya’la

  • Barang siapa yang wafat di hari Jumat atau pada malam Jumat, maka ia akan terpelihara dari fitnah ataupun siksa kubur.

10. Mashabih Assunnah

  • Seorang mayit dapat disiksa di alam kubur karena disebabkan oleh tangis dari keluarganya. Artinya jika keluarda dari jenazah yang ditinggalkan menangis dan menjerit-jerit secara berlebihan. Menangisi dengan cara yang wajar masih diperbolehkan oleh agama. Lalu mengapa jenazah tersebut yang harus menanggung akibatnya? Hal ini karena sebelum ia wafat ia tidak pernah mengajarkan demikian.

Referensi:

bersamadakwah.net/sholat-jenazah/

Doa Ruqyah

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Kamilin

Intan Qothrunnada
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *