Doa Hari Senin

3 min read

doa hari senin

Doa hari senin adalah doa yang dipanjatkan ketika hari senin. Hari senin sendiri adalah hari kedua dalam penanggalan Islam yang berasal dari bahasa Arab Itsnaini dan memiliki arti kedua.

Penamaan hari dalam bahasa Arab memang didasarkan pada urutan angka. Mulai dari angka pertama Wahid atau pertama yaitu hari Ahad (minggu) hingga Sab’atun atau ketujuh yaitu hari Sabti (sabtu).

Semua hari sama istimewanya, namun banyak yang membenci hari senin dikarenakan hari senin adalah hari dimana semua aktivitas dimulai kembali. Seperti sekolah, bekerja, maupun yang lainnya.

Contents

Doa Hari Senin

Berikut adalah doa yang dapat dipanjatkan ketika hari senin :

tek doa hari senin

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي لَمْ يُشْهِدْ أَحَدًا حِيْنَ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ, وَلاَ اتَّخَذَ مُعِيْنًا حِيْنَ بَرَأَ النَّسَمَاتِ,

 وَ لَمْ يُشَارَكْ فِي اْلإِلَهِيَّةِ وَ لَمْ يُظَاهَرْ فِي الْوَحْدَانِيَّةِ,

 كَلَّتِ اْلأَلْسُنُ عَنْ غَايَةِ صِفَتِهِ, وَ الْعُقُوْلُ عَنْ كُنْهِ مَعْرِفَتِهِ, وَ تَوَاضَعَتِ الْجَبَابِرَةُ لِهَيْبَتِهِ, وَ عَنَتِ الْوُجُوْهُ لِخَشْيَتِهِ, وَ انْقَادَ كُلُّ عَظِيْمٍ لِعَظَمَتِهِ

Alhamdulillāhil ladzī lam yusyhid ahadan hīna fatharas samāwāti wal ardh. Wa lattakha dza mu’īnan hīna bara’an nasamāt.

Wa lam yusyārak fil ilā hiyyah, wa lam yuzhāhar fil wahdāniyyah.

Kallatil alsunu’an ghāyati shifatih, wal ‘uqūlu ‘ankunhi ma’rifatih, wa tawādha ‘atil jabābiratu lihabatih. Wa ‘anatil wujūhu likhasy-yatih, wanqāda kullu ‘azhīmin li’azhamath.

Artinya :

“Segala puji bagi Allah SWT yang tidak mempersaksikan kepada satu pun makhluk-Nya ketika Dia menciptakan seluruh langit dan bumi dan tidak dibantu ketika Dia sebarkan jiwa. Dia tidak disekutui ketuhanan-Nya dan tidak dikalahkan dalam keesaan-Nya.

Menjadi kelu segala lidah untuk mengungkapkan kedalaman sifat-Nya, menjadi lemah semua akal untuk memahami hakikat ma’rifat-Nya. Para penguasa kejam tunduk kepada kehebatan-Nya dan semua wajah menunduk karena takut kepada-Nya juga semua yang diagungkan tunduk kepada kebesaran-Nya.

Segala puji kepunyaan Allah dengan beruntun lagi terus – menerus dengan berturut – turut dan selamanya. Sholawat Allah kepada Rasul-Nya selama – lamanya dan salam-Nya dengan terus – menerus tidak berkesudahan.”

فَلَكَ الْحَمْدُ مُتَوَاتِرًا مُتَّسِقًا وَ مُتَوَالِيًا مُسْتَوْسِقًا, وَ صَلَوَاتُهُ عَلَى رَسُولِهِ أَبَدًا وَ سَلاَمُهُ دَائِمًا سَرْمَدًا.

 اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوَّلَ يَوْمِي هَذَا صَلاَحًا, وَ أَوْسَطَهُ فَلاَحًا, وَ آخِرَهُ نَجَاحًا. وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ يَوْمٍ أَوَّلُهُ فَزَعٌ, وَ أَوْسَطُهُ جَزَعٌ, وَ آخِرَهُ وَجَعٌ

Falakal hamdu mutawaatiran muttasiqan wa mutawaaliyan mustausiqaa, wa shalawaatuhu ‘ala rasuulihi abadan wa salaamuhu daa ‘iimaan sarmadaa.

Allahummaj’al awwala yaumii haadzaa shalaahaa, wa ausathahu falaahaa, wa aakhirahu najaahaa, wa a’uudzu bika min yaumin awwaluhu faza’, wa ausathahu jaza’ wa aakhiruhu waja’.

Artinya :

“Ya Allah jadikanlah permulaan hariku kemashlahatan, pertengahannya keberhasilan, dan akhirnya keberuntungan.

Aku berlindung kepada-Mu dari hari yang diawali ketakutan tengahnya gelisah, dan akhirnya kesakitan.”

اللَّهُمَّ أَوْلِنِي فِي كُلِّ يَوْمِ اثْنَيْنِ نِعْمَتَيْنِ ثِنْتَيْنِ, سَعَادَةًً فِي أَوَّلِهِ بِطَاعَتِكَ, وَ نِعْمَةً فِي آخِرِهِ بِمَغْفِرَتِكَ, يَا مَنْ هُوَ اْلإِلَهُ وَ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ سِوَاهُ

Allaahumma aulinii fii kulli yaumitsnaini ni’mataini, sa’aadatan fii awwalihi bithaa’atik, wa ni’matan fii aakhirihi bimaghfiratik, yaa man huwal ilaahu walaa yaghfirudz dzunuuba siwaah.

Artinya :

“Ya Allah berikanlah padaku pada setiap hari senin dua kenikmatan, yaitu keberuntungan pada awalnya dengan taat kepada-Mu dan kenikmatan diakhirnya dengan ampunan-Mu, wahai Tuhan dan tidak ada yang mengampuni dosa – dosa selain Dia.”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ لِكُلِّ نَذْرٍ نَذَرْتُهُ, وَ كُلِّ وَعْدٍ وَعَدْتُهُ, وَ كُلِّ عَهْدٍ عَاهَدْتُهُ ثُمَّ لَمْ أَفِ بِهِ.

 وَ أَسْأَلُكَ فِي مَظَالِمِ عِبَادِكَ عِنْدِي, فَأَيُّمَا عَبْدٍ مِنْ عَبِيْدِكَ أَوْ أَمَةٍ مِنْ إِمَائِكَ, كَانَتْ لَهُ قِبَلِي مَظْلِمَةٌ ظَلَمْتُهَا إِيَّاهُ فِي نَفْسِهِ أَوْ فِي عِرْضِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي أَهْلِهِ وَ وَلَدِهِ

 أَوْ غِيْبَةٌ اِغْتَبْتُهُ بِهَا, أَوْ تَحَامُلٌ عَلَيْهِ بِمَيْلٍ أَوْ هَوًى أَوْ أَنَفَةٍ أَوْ حَمِيَّةٍ أَوْ رِيَاءٍ أَوْ عَصَبِيَّةٍ, غَائِبًا كَانَ أَوْ شَاهِدًا, وَ حَيًّا كَانَ أَوْ

مَيِّتًا, فَقَصُرَتْ يَدِي وَ ضَاقَ وُسْعِي عَنْ رَدِّهَا إِلَيْهِ وَ التَّحَلُّلِ مِنْهُ

Allhumma innî astaghfiruka lukulli nadzrin nadzartuh, wa kulli wa‘din wa‘adtuh, wa kulli ‘ahdin ‘âhadtuhu tsumma lam afi bih.

Wa as`aluka fi mazhâlimi ‘ibâdika ‘indî, fa`ayyumâ ‘abdin min ‘abîdika au amatin min imâ`ik, kânat lahu qibalî mazhlimatun zhalamtuhâ iyyâhu fî nafsihi au fî ‘irdhihi au fî mâlihi au fî ahlihi wa waladih.

Au ghîbatun ightabtuhu bihâ, au tahâmulum ‘alaihi bimailin au hawan au anafatin au hamiyyatin au riyâ`in au ‘ashabiyyah.

Ghâ`iban kâna au syâhidâ, wa hayyan kâna au mayyitâ, faqashurat yadî wa dhâqa wus‘î ‘an raddihâ ilaihi wat tahalluli minh.

Artinya :

“Ya Allah aku memohon ampun untuk setiap nadzar yang kuikrarkan, setiap janji yang kuucapkan dan setiap akad yang kuikatkan. Kemudian aku tidak menyempurnakannya.

Dan aku memohon kepada-Mu tentang kedzalimanku kepada hamba – hamba-Mu, hamba yang mana saja yang baginya ada kezaliman dariku, baik lelaki maupun perempuan yang telah kuzalimi pada dirinya.

Pada kehormatannya, pada hartanya, pada keluarganya atau anaknya, atau umpatan yang telah kuumpatkan dengannya. Atau berupa penekanan atasnya dengan tindakan memalingkan, hawa nafsu, kekasaran, kesombongan, pamer atau karena rasa kesukuan, baik di belakang ataupun dihadapan, baik masih hidup ataupun telah mati.

Kemudian tanganku ini terasa pendek dan dadaku terasa sempit untuk mengembalikannya kepadanya atau meminta penghalalan darinya.”

 فَأَسْأَلُكَ يَا مَنْ يَمِْلكُ الْحَاجَاتِ, وَ هِيَ مُسْتَجِيْبَةٌ لِمَشِيْئَتِهِ, وَ مُسْرِعَةٌ إِلَى إِرَادَتِهِ, أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ,

 وَ أَنْ تُرْضِيَهُ عَنِّي بِمَا شِئْتَ, وَتَهَبَ لِي مِنْ عِنْدِكَ رَحْمَةً إِنَّهُ لاَ تَنْقُصُكَ الْمَغْفِرَةُ, وَ لاَ تَضُرُّكَ الْمَوْهِبَةُ, يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Fa as`aluka yâ man yamlikul hâjât, wa hiya mustajîbatun limasyî`atih, wa musri‘atun ilâ irâdatih, an tushalliya ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad.

Wa an turdhiyahu ‘annî bimâ syi`t, wa tahaba lî min ‘indika rahmatan innahu lâ tanqushukal maghfirah, walâ tadhurrukal mauhibah, yâ arhamar râhimîn.

Artinya :

“Maka aku mohon kepada-Mu wahai Tuhan yang memiliki segala hajat dan hajat – hajat itu dikabulkan karena kehendak-Nya dan segera kepada iradah-Nya, Engkau curahkan sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

Dan Engkau jadikan orang itu rela kepadaku dengan apa yang Engkau kehendaki, dan Engkau berikan kepadaku kasih dari sisi-Mu, sungguh pengampunan itu tidak akan mengurangi kemuliaan-Mu, dan pemberian itu tidak akan menjadi madarat buat-Mu, wahai yang maha pengasih dari semua yang mengasihi.”

اللَّهُمَّ أَوْلِنِي فِي كُلِّ يَوْمِ اثْنَيْنِ نِعْمَتَيْنِ ثِنْتَيْنِ, سَعَادَةًً فِي أَوَّلِهِ بِطَاعَتِكَ, وَ نِعْمَةً فِي آخِرِهِ بِمَغْفِرَتِكَ, يَا مَنْ هُوَ اْلإِلَهُ وَ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ سِوَاهُ

Allâhumma aulinî fî kulli yaumitsnain ni‘mataini tsintain, sa‘âdatan fî awwalihi bithâ‘atik, wa ni‘matan fî ãkhirihi bimaghfiratik, yâ man huwal ilâhu walâ yaghfirudz dzunûba siwâh.

Artinya :

“Ya Allah berikanlah padaku pada setiap hari senin dua kenikmatan, yaitu keberuntungan pada awalnya dengan ketaatan kepada-Mu. Dan kenikmatan di akhirnya dengan ampunan-Mu, wahai yang Dia adalah Tuhan, dan tidak ada yang mengampuni dosa – dosa selain Dia.”

Ketika hari jumat bacalah Doa Hari Jumat

Keistimewaan Hari Senin

Ada beberapa keistimewaan dari hari senin menurut pandangan Islam, yaitu :

  1. Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari senin dan meninggal pada hari senin pula.
  2. Rasulullah diutus sebagai Rasul dan mendapat mukjizat berupa kitab suci Al – Qur’an pada hari senin.
  3. Saat Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah beliau tiba di hari senin.
  4. Hari yang baik untuk melakukan amalan – amalan sunah karena pada saat itulah pintu – pintu surga sedang dibuka.
  5. Malaikat melaporkan amalan manusia juga pada hari senin.
  6. Hari dimana Allah SWT menciptakan pepohonan.
  7. Nabi Musa AS bertemu dengan Allah SWT di Bukit Thursina.
  8. Oleh karena itu perbanyaklah beramal dan berdoa serta beribadah di hari senin, bukan malah tidak menyukainya.

Hadis

Berikut adalah hadis yang menganjurkan kita untuk berdoa :

Allah berfirman di dalam QS Gafir ayat 60 :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

Wa qāla rabbukumud’ụnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn.

Artinya :

“Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang – orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

Referensi:

Doa Hari Senin Lengkap Beserta Latin Dan Terjemahnya

Doa Kamilin

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Saat Haid

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Hari Jumat

Intan Qothrunnada
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *