Doa Gelisah

4 min read

doa gelisah

Setiap orang pasti dapat mengalami kegelisahan, kecemasan, kegelisahan, galau, dan perasaan negatif yang lainnya. Dan ketika kita sedang gelisah, cemas, hati tidak tenang, galau, gundah atau lain sebagainya maka kita dianjurkan untuk berdoa dengan doa gelisah.

Diharapkan dengan berdoa kepada Allah SWT maka hati dan pikiran kita kembali menjadi tenang atas kehendak-Nya. Tidak dipungkiri bahwa perasaan gelisah, cemas, khawatir, galau, dan lain sebagainya sering muncul secara tiba – tiba.

Perasaan negatif tersebut bermacam – macam penyebabnya. Biasanya disebabkan oleh sesuatu yang tidak baik, seperti mendapat masalah, musibah, cobaan, dan lain sebagainya yang tidak kunjung selesai. Maka hati sulit untuk tenang kembali.

Karena suasana hati manusia itu kasat mata dan mudah sekali berubah – ubah. Selain perasaan di atas hati manusia juga dapat merasa senang, tenang, gembira, dan yang lainnya.

Doa Gelisah

Berikut adalah doa yang dapat diamalkan ketika kita sedang gelisah, cemas, tidak enak hati, galau, khawatir, dan perasaan negatif lainnya :

doa menenangkan hati dan pikiran yang gelisah

أَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Allahumma inni as aluka nafsaan bika muthma innah tu’minu biliqooika watardho biqodoika wataqna’u bi’athoika.

Artinya :

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

أَللّٰهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الْرِّجَالِ

Allahumma Inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola’id daini, wa gholabatir rijali.

Artinya :

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang – orang (jahat).”

اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِالْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ و شَمَاتَةِ الْاَعْدَاءِ

Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala’. Wa darkish shaqa’. Wa suu il qadhaa’. Wa shamaamatil a’daa’.

Artinya :

“Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari menemui penderitaan, dari takdir yang buruk serta dari keberhasilan musuh.”

اللهُمَّ لا سَهْلَ إلا مَا جَعَلتَهُ سَهْلا وَ أنتَ تَجْعَلُ الحزْنَ إذا شِئْتَ سَهْلا

Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna iza syi’ta sahla.

Artinya :

“Ya Allah, tidak ada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah dan perkara yang susah dapat Engkau jadikan mudah, jika Engkau mengkehendakinya.”

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

Allahumma inni a’uuzubika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.

Artinya :

“Ya Allah, hamba berlindung pada Engkau dari rasa sedih dan gelisah, aku memohon perlindungan daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung pada Engkau dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung pada Engkau dari hutang-hutang serta penindasan orang.”

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ بْنُ عَبْدِكَ بْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي ، وَجِلاَءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي

Allahumma ini abduka ibnu abdika ibnu amatika, nasiyati bi yadika, maadin fiya khukmuka, adlun fiyya qadhauka, asaluka bikulli ismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fi kitabika, aw allamtahu ahadan min khalqika, awista’tsarta bihi fi ilmil ghaibi ‘indaka. An taj’al qur’aana rabi’a qalbi, wa nuura sadri, wa jila’a khuzni, wa dzahaba hammi.

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambamu, anak dari hambamu dan hamba sahayamu. Nyawaku di tanganmu, hukummu kepadaku telah terjadi, keputusanmu kepadaku begitu adil. Aku meminta kepadamu dengan semua nama yang engkau miliki, nama yang telah engkau berikan kepada diri-Mu sendiri, atau nama yang telah Engkau turunkan melalui kitab-Mu, atau nama yang telah engkau ajarkan kepada salah satu dari ciptaan-Mu. Atau nama yang telah engkau kuasai dalam ilmu ghaib milikmu. Jadikanlah Al – Qur’an sebagai bagian dari hati kami, menyinari hati kami, menghilangkan kesedihan dan kegelisahan kami.”

Doa Gelisah dalam Al – Qur’an

Selain doa gelisah tersebut di atas kita juga dapat membaca surat di dalam Al – Qur’an berikut ini :

  1. Membaca surat Al – Fatihah sebanyak 7x.
  2. Membaca surat Al – Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi).
  3. Membaca 2 ayat terakhir dari surat Al – Baqarah, yaitu ayat 285 dan 286.
  4. Membaca surat Al – Ikhlas, Al – Falaq, dan An – Naas.
  5. Membaca surat Ar – Ra’d ayat 2.
  6. Membaca surat Al – Quraisy.
Baca juga : Doa Penenang Hati

Agar Hati Tidak Gelisah

Agar hati tidak gelisah dan mengganggu kegiatan kita sehari – hari, maka kita perlu menstabilkan emosi. Berikut adalah beberapa cara agar tidak mudah gelisah :

  1. Menyingkirkan beban hati yang tidak diperlukan.
  2. Berfikirlah positif setiap saat.
  3. Tarik nafas dalam – dalam dan berdiam diri.
  4. Membangun dinding hati agar tidak mudah menerima hal – hal buruk.
  5. Selalu sempatkan waktu untuk menenangkan diri dalam keheningan.
  6. Selalu berbuat baik kepada sesama.
  7. Senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Hadis

Berikut adalah beberapa hadis yang menjelaskan tentang gelisah dan perasaan negatif lainnya :

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Isra’ ayat 82 :

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا

“Dan Kami turunkan dari Al – Qur’an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang – orang yang beriman. Dan Al – Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang – orang yang dzalim selain kerugian.” (QS Al – Isra’ : 82)

Allah SWT berfirman di dalam QS Ar – Ra’d ayat 28 :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang – orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah SWT, ketahuilah dengan mengingat Allah SWT hati menjadi tenang.” (QS Ar – Ra’d : 28)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Baqarah ayat 186 :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila parahamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, sesungguhnya Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al – Baqarah : 186)

Allah SWT berfirman di dalam QS Mukmin ayat 60 :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Rabbmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang – orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Mukmin : 60)

Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al – Baqarah ini di suatu malam, maka Allah SWT akan melindunginya dari berbagai keburukan, penyakit, rasa khawatir, dan gelisah.”

Rasulullah SAW bersabda :

“Tidak ada sesuatu yang bisa melindungi seorang mukmin melebihi dari dua surat itu. Yakni, ketika seorang mukmin berlindung kepada Allah SWT. Dan membaca dua surat ini, maka Allah SWT akan melindungi dan membentenginya dari berbagai keburukan penyakit.”

Imam Thabrani dari Abu Umamah, ia mengatakan :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ قَالَ لِرَجُلٍ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً ، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ , وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

“Sesungguhnya Rasulullah SAW berkata mengajari seseorang. Katakanlah : ‘Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika’.”

Syaikhul Islam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Zadul Ma’ad mengatakan :

“Al – Qur’an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat. Dan tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufiq untuk menjadikannya sebagai obat. Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya dan meletakkan pada sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna, keyakinan yang kokoh, dan menyempurnakan syaratnya, niscaya penyakit apapun tidak akan mampu menghadapinya selama – lamanya.”

Dalam Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah, ia mengatakan :

سئل سفيان بن عيينة عن غَمٍّ لا يُعْرَفُ سبَبُه قال: هو ذنب همَمْتَ به في سِرِّك ولم تفعله فجزيت هماًّ به. فالذنوب لها عقوبات السِّرُّ بالسِّرِّ والعلانية بالعلانية

“Sufyan bin ‘Uyainah ditanya mengenai kegeliasahan yang tidak diketahui penyebabnya. Ia menjawab, ‘itu karena dosa atau maksiat yang engkau ingin lakukan dalam kesendirian dan belum engkau lakukan. Engkau akan dibalas dan ditimpa dengan kegelisahan. Demikianlah hukuman dosa itu setimpal, dilakukan dalam kesendirian maka hukumannya juga dalam kesendirian. Begitu juga jika terang – terangan maka hukumannya juga akan nampak terang – terangan.”

Referensi:

http://www.doaharianislami.com/2019/02/doa-agar-hati-merasa-tenang-dan-tidak.html

Doa Kamilin

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Saat Haid

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Hari Jumat

Intan Qothrunnada
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *