Doa Aqiqah

6 min read

doa aqiqah

Doa aqiqah adalah doa yang dipanjatkan ketika dilaksanakan serangkaian acara aqiqah. Aqiqah menurut bahasa memiliki arti memotong atau membelah. Ada juga yang mengartikan aqiqah dengan rambut bayi yang baru lahir dari perut ibunya.

Sedangkan aqiqah menurut terminologi atau menurut hukum syariat adalah salah satu sunah Rasul yang didefinisikan sebagai penyembelihan hewan dalam rangka penebusan seorang anak dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat – syarat yang telah ditentukan.

Dalam pelaksanaan aqiqah tentu harus dibarengi dengan doa aqiqah. Karena dengan berdoa diharapkan semua acara akan lancar dari awal sampai akhir acara. Dan diharapkan agar sang anak senantiasa mendapat karunia dari Allah SWT.

Hewan yang akan di sembelih dalam aqiqah ini adalah kambing. Kriteria untuk kambing yang dijadikan aqiqah ini adalah kambing yang layak atau sama dengan kriteria kambing yang dijadikan sebagai hewan kurban, yaitu memilih yang sehat dan minimal berumur 1/2 tahun.

Jumlah kambing yang di sembelih untuk anak laki – laki adalah 2 ekor dan untuk anak perempuan hanya seekor saja. Hukum aqiqah ini adalah wajib bagi yang mampu dan sunah bagi yang tidak mampu. Jika orang tua tidak mampu maka aqiqah dapat dilaksanakan oleh anak tersebut.

Alangkah baiknya jika aqiqah ini dilaksanakan karena aqiqah merupakan anjuran dari Rasulullah SAW. Dan sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kita kepada Allah SWT karena telah dipercaya untuk menjadi orang tua bagi anak tersebut.

Aqiqah dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah anak dilahirkan, jika masih mampu untuk melakukannya pada hari tersebut. Jika tidak maka boleh setelah itu atau bahkan anak yang mengaqiqahkan dirinya sendiri.

Doa Aqiqah

Berikut adalah beberapa doa saat aqiqah mulai dari niat hingga doa walimah aqiqah :

Niat Aqiqah

أَللَّهُمَّ هَذِهِ عَقِيْقَةُ . . . بْنِ/بِنْتِ . . . فَتَقَبَّلْهَا

Allaahumma haadzihii ‘aqiiqotu . . . bin/binti . . . fataqab balhaa.

Artinya :

“Ya Allah, ini merupakan aqiqah dari . . . bin/binti . . . terima lah ya Allah.”

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Ada dua doa untuk menyembelih hewan aqiqah, yaitu :

. . . بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ

Bismillaahi wallaahu akbar [allahumma minka wa laka] allahumma taqabbal minnii hadzihi aqiiqah . . . (sebutkan nama bayi).

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya . . . (sebutkan nama bayi).”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُم‍َّ رَبِّىْ, هَذِهِ عَقِيْقَةُ . . . بِنْ. . .  دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ. . . بن . . ..مِنَ النَّارِ

Artinya :

“Ya Allah, ya Tuhan kami, hewan ini adalah aqiqah bagi . . . (sebutkan nama bayi), dimana darah dari hewan aqiqah ini untuk menebus darah dari sang anak.

Daging dari hewan aqiqah ini untuk menebus daging sang anak. Tulang hewan ini untuk menebus tulang dari sang anak, kulit hewan untuk menebus kulit anak. Dan juga bulu dari hewan ini adalah untuk menebus rambut dari sang anak.

Ya Allah, semoga engkau jadikan aqiqah ini menjadi tebusan bagi . . . bin/binti . . . (sebutkan namanya) agar terhindar dari panasnya api neraka.”

Doa Mencukur Bayi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillahir rahmanir rahiim, alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, allahumma nuurus samaawaati wa nuurusy syamsi wal qamari, allahumma sirrallaahi nuurun nubuwwati rasuulullaahi shallallaahi ‘alaihi wasallama wal hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, cahaya langit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian, Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Doa Meniup Ubun – Ubun Bayi Setelah di Cukur

اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Allahumma innii a’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy syaithaanir rajiim.

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

Doa Walimah Aqiqah

Doa walimah aqiqah juga ada dua, yaitu :

اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ

 اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamii’is sayyiaati wal ‘ishyaani wahrishu bihadlaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami ‘inaayatika wa ri’aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa ‘alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huquuqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fiimaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadldlaltanaa minal arzaaqi.

Allaahummaj’alnaa wa iyyaahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`aani wa laa taj’alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyaani.

Artinya :

“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak – hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah.

Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ.

اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا. اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ, بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ. واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ.

Artinya :

“Semoga salam dan juga rahmat selalu tercurahkan kepada junjungan kita semua Nabi Muhammad SAW. Teriring juga kepada seluruh keluarga beserta sahabatnya.

Ya Allah, hamba mohon perlindungan bagi anak ini hanya kepada-Mu sebagai tempat hamba meminta dan bergantung dari berbagai macam kejahatan setiap orang yang dengki.

Hamba mohon perlindungan-Mu ya Allah supaya ibu anak – anakku beserta keturunannya dapat terhindar dari syaitan yang terkutuk.

Ya Allah, semoga engkau selalu menjadikan anak ini seorang anak yang saleh. Ya Allah, berikan penambahan serta keberkahan ilmu serta melimpahkan rizki pada orang – orang yang berkah.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau yang sudah mengajarkan semua nama – nama pada Nabi Adam. Dan sungguh, Nabi Muhammad SAW juga sudah memerintahkan kami agar memberikan nama pada anak ini dengan nama yang pantas di negeri ini . . . (sebutkan nama anak).

Ya Allah, ya Tuhan kami, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan juga di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrahim, dimana dirinya adalah orang yang benar dan juga taat pada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang yang mempersekutukan Allah SWT.

Ya Allah, sungguh kami mohon pada-Mu supaya lisan kami selalu berdzikir, hati kami selalu bersyukur, badan kami bersabar, dan memohon supaya istri dapat menolong kami di dalam urusan dunia dan juga urusan akhirat.

Dan kami juga berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang telah diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak untuk beruban, juga dari harta yang dapat menyiksa dan menjadi bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang jika melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan jika ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami. Dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang paling penyayang diantara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah. Tuhan Semesta Alam.”

Tata Cara Aqiqah

Adapun tata cara dalam melakukan aqiqah, yaitu :

  1. Niat untuk melakukan aqiqah.
  2. Melaksanakannya pada hari yang telah dianjurkan, yaitu pada hari ke-7 atau kelipatannya seperti hari ke-14, hari ke-21, dan seterusnya.
  3. Memilih hewan aqiqah (kambing) sesuai dengan syarat yang harus dipenuhi, sama seperti hewan kurban.
  4. Sangat dianjurkan untuk memilih domba putih dan sehat yang berumur minimal 1/2 tahun.
  5. Pembagian daging aqiqah ini harus sudah matang dan siap santap, yaitu 3/4 dari daging aqiqah untuk dikonsumsi bersama keluarga dan 1/3 dibagikan kepada tetangga dan fakir miskin.
  6. Pemberian nama yang baik untuk anak saat aqiqah.
  7. Mencukur rambut sang bayi saat aqiqah berlangsung.
  8. Berdoa saat menyembelih hewan aqiqah dan saat acara aqiqah berlangsung.
Jika anda sedang hamil bacalah Doa Ibu Hamil

Hikmah Aqiqah

Adapun hikmah jika kita melaksanakan sunah yang di anjurkan oleh Rasulullah SAW ini yaitu aqiqah adalah sebagai berikut :

  1. Menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS ketika Allah SWT menebus Nabi Ismail.
  2. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan.
  3. Agar anak mendapat perlindungan dari Allah SWT dan terhindar dari gangguan setan, jin, dan iblis ataupun sejenisnya.
  4. Sebagai bentuk taqarrub atau pendekatan diri kepada Allah SWT.
  5. Sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT atas karunia yang telah Dia berikan yaitu lahirnya seorang anak sebagai penerus dalam keluarga dengan sehat dan selamat.
  6. Sebagai bentuk rasa gembira dan membagikan kebahagiaan tersebut kepada orang lain.
  7. Sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.
  8. Sebagai momen untuk berbagi kepada sesama dan mempererat tali persaudaraan.

Manfaat Aqiqah

Selain hikmah dari melaksanakan aqiiqah ada juga loh manfaat melaksanakan aqiqah, yaitu :

  1. Membebaskan anak dari ketergadaian.
  2. Melepaskan anak dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.
  3. Menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
  4. Pembelaan orang tua pada hari kemudian.
  5. Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya.
  6. Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW.
  7. Memperkuat tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.
  8. Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat.

Hadist Doa Aqiqah

Ada pula hadist mengenai aqiqah, yaitu :

Rasulullah SAW bersabda :

الْغُلاَمُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ اْلسَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسَهُ وَيُسَمَّى

“Seorang anak tergadaikan dengan tebusan aqiqah yang disembelih untuknya di hari yang ke tujuh, dicukur rambut kepalanya dan diberi nama.” (HR Abu Dawud)

Rasulullah SAW bersabda :

العَقِيْقَةُ تُذْبَحُ لِسَبْعٍ أَوْ لأَرْبَعَ عَشَرَةَ أَوْ لإِحْدَ وَ عِشْرِيْنَ

“Aqiqah disembelih pada hari ke-7 atau empat belas atau dua puluh satu.” (HR al – Baihaqi)

Rasulullah SAW bersabda :

“Untuk anak laki – laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing.” (HR Abu Dawud, an – Nasai, dan Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda :

“Tiap – tiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih sebagai tebusan pada hari yang ke-7 dan diberi nama pada hari itu serta dicukur kepalanya.” (HR at – Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap anak itu tergadai dengan aqiqah-Nya, dengan melaksanakan aqiqah berarti kamu melepas segala gangguan setan yang terus mengikutinya sedari lahir. Bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh aqiqahnya.”

Dari Salman bin ‘Amir Ad – Dhabiy, ia berkata bahwa Rasulullaah SAW bersabda :

Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (HR Bukhari)

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (HR Ahmad, Thabrani, dan al – Baihaqi)

Dari Aisyah RA, ia mengatakan :

“Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki – laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan oleh keluarganya dan disedekahkan pada hari ke-7.” (HR al – Bayhaqi)

Dari Aisyah RA, ia mengatakan :

“Rasulullah SAW pernah ber aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya yang dicukur.”  (HR Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal 264)

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai doa aqiqah, syarat aqiqah, hikmah dan manfaat aqiqah, serta beberapa hadist mengenai aqiqah.

Semoga kita mampu mengaqiqahkan anak – anak kita kelak agar mereka dapat terhindar dari godaan setan yang terkutuk dan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. Dan semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih 🙂

Referensi:

www.nu.or.id/post/read/83091/doa-doa-seputar-aqiqah

Doa Ruqyah

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Kamilin

Intan Qothrunnada
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *