Doa 9 Dzulhijjah

6 min read

9 dzulhijjah

9 Dzulhijjah adalah hari arafah dimana pada hari tersebut adalah sebaik – baiknya doa. Maksud dari sebaik – baiknya doa adalah doa yang paling cepat dapat diijabah oleh Allah SWT.

Oleh karena itu kita diperintahkan untuk konsen dalam melakukan ibadah pada hari arafah atau 9 dzulhijjah ini. Apalagi untuk orang yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah.

9 Dzulhijjah juga merupakan hari sebelum umat Islam merayakan Idul Adha (Idul Kurban). Pada hari ini seluruh umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sunah, karena puasa pada hari ini memiliki keutamaan yang besar.

Keutamaan puasa 9 Dzulhijjah atau puasa arafah adalah :

  1. Terlebur dosa yang telah ia lakukan tahun lalu selama setahun penuh dan dosa setahun yang akan datang.
  2. Allah SWT akan menjaga orang yang berpuasa dari perbuatan buruk pada kedua tahun di nomor 1.

Bagi anda yang ingin melaksanakan sunah berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau puasa arafah, berikut adalah niat untuk puasa 9 Dzulhijjah atau puasa arafah yang dapat anda baca ketika sahur atau malam hari sebelum berpuasa di esok hari :

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shauma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aala.

Artinya :

“Saya niat puasa sunah arafah karena Allah Ta’ala.”

Setelah berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari setelah itu seluruh umat Islam merayakan Idul Adha atau Idul Kurban. Banyak umat Islam yang berkurban untuk disembelih dan dibagi – bagikan hasil sembelihannya.

Seperti yang kita ketahui dari kisah Nabi Ibrahim yang harus rela mengorbankan Nabi Ismail. Namun oleh Allah diganti dengan seekor domba yang segar dan siap untuk disembelih.

Bulan Dzulhijjah ini juga merupakan bulan haji. Dimana para umat Islam di seluruh dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima, yaitu haji bagi yang mampu.

Berdoa 9 Dzulhijjah tidak hanya mustajab untuk orang yang sedang haji (wukuf di Arafah). Melainkan mustajab dari berdoa di tanggal 9 Dzulhijjah juga dapat untuk umum, baik untuk orang yang berhaji maupun yang sedang tidak berhaji.

Jika doa tersebut di bacakan oleh orang yang berhaji maka doa tersebut memiliki keutamaan dari segi waktu dan tempat. Namun bagi yang sedang tidak berhaji hanya memiliki keutamaan waktu.

Doa 9 Dzulhijjah

Rasulullah SAW bersabda :

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik – baik doa adalah doa di hari Arafah, dan sebaik – baik dzikir yang aku ucapkan dan juga diucapkan para nabi sebelumku adalah :

Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syaiin Qadiir (Tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang satu saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu).” (HR at – Tirmidzi)

Amalan Bulan Dzulhijjah

Mengingat bulan Dzulhijah merupakan bulan yang suci dan penuh dengan keberkahan, maka kita sebagai umat Islam harus meningkatkan ibadah kita dengan amalan – amalan sholeh.

Amalan – amalan sholeh yang dapat kita lakukan pada bulan Dzulhijjah antara lain :

  1. Berpuasa di bulan Dzulhijjah khususnya di tanggal 9 Dzulhijjah.
  2. Memperbanyak sujud melalui sholat – sholat sunah dan sholat berjamaah pada shaf terdepan.
  3. Memperbanyak berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Insya Allah doa akan diijabah oleh Allah SWT dengan cepat.
  4. Memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid, yaitu :
    Redaksi takbir yang di dalamnya juga terdapat dan memuat tahlil dan tahmid :اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
    Dapat juga ditambah dengan :اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
    Bagi laki – laki sunah mengeraskan takbir dan bagi wanita sunah sebaliknya.
  5. Memperbanyak bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni kita atas segala dosa – dosa dan kesalahan – kesalahan kita.
  6. Memperbanyak bersedekah untuk orang – orang terdekat. Tidak akan miskin orang yang bersedekah membagikan hartanya untuk orang yang lebih membutuhkan.
  7. Memperbanyak infak untuk masjid – masjid, mushola, atau tempat ibadah lainnya.
  8. Selalu berbuat baik kepada kedua orang tua. Ridha Allah SWT tergantung dari ridha kedua orang tua. Jika orang tua sudah meninggal harus mendoakannya agar mereka mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
  9. Meninggalkan perbuatan – perbuatan dosa dan maksiat.
  10. Melaksanakan sholat Idul Adha dan mendengarkan khutbah Idul Adha.
Jika anda haji bacalah Doa Haji

Hadis

Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan tentang bulan Dzulhijjah, yaitu :

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Baqarah ayat 203 :

“Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah SWT dalam beberapa hari yang berbilang yaitu hari – hari Tasyriq tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.” (QS Al – Baqarah : 203)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Hajj ayat 34 dan 36 :

“Dan bagi tiap – tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan kurban, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka.” (QS Al – Hajj : 34)

“Dan telah kami jadikan untuk kamu unta – unta itu sebagian dari syi’ar Allah, karena kamu mendapatkan kebaikan yang banyak padanya. Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan telah terikat. Kemudian apabila telah roboh atau mati, maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya yang tidak meminta – minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta – unta itu kepada kamu, mudah – mudahan kamu bersyukur.” (QS Al – Hajj : 36)

Allah SWT berfirman di dalam QS Al – Kautsar ayat 1 sampai 3 :

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang – orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.” (QS Al – Kausar : 1 – 3)

Allah SWT berfirman di dalam QS At – Taubah ayat 36 :

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah SWT adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu berbuat zalim terhadap dirimu dalam bulan yang empat itu.” (QS At – Taubah : 36)

Rasulullah SAW bersabda :

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah (9 Dzulhijjah).” (HR Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) aku berharap kepada Allah SWT bahwa ia dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) aku berharap kepada Allah SWT bahwa ia akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ -يَعْنِي عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ – قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: “وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِع مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tiada suatu hari pun yang amal shalih pun lebih disukai oleh Allah SWT padanya selain dari hari – hari ini. Yakni sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah.”

Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ 

“Hari yang paling banyak Allah membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ – يَعْنِى أَيَّامُ الْعَشْرِ – قِيْلَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلاً خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ شَيْئٌ

“Tidaklah ada hari – hari di mana amal sholeh di dalamnya lebih dicintai Allah dibanding hari – hari ini yaitu 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Lalu para sahabat berkata : ‘‘Tidak juga jihad di jalan Allah, wahai Rasulullah?’

Rasulullah menjawab : ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar untuk berjihad dengan diri dan hartanya kemudian semuanya itu tidak kembali lagi yaitu mati syahid’.” (HR Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلاَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ، فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْدِ – رواه الطبراني فى المعجم الكبير

“Tidaklah ada hari – hari yang lebih mulia di sisi Allah dan amal – amal sholehh di dalamnya lebih dicintai-Nya dibanding amal – amal sholeh pada 10 hari – hari pertama bulan Dzulhijjah. Oleh karena itu perbanyaklah mengucap tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR at – Thabrani)

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ وَجَدَ سَعَةً لِأَنْ يُضَحِّيَ فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَخْضُرَنَّ مُصَلاَّنَا – رواه الحاكم

“Barang siapa yang diberi keluasan rizki untuk berqurban namun ia tidak berqurban, maka janganlah ia masuk ke dalam tempat sholat kami.’ (HR al – Hakim)

Rasulullah SAW bersabda :

أَحَدُهُمَا: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ ذُنُوبَ سَنَتَيْنِ. وَالثَّانِي: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَعْصِمُهُ فِي هَاتَيْنِ السَّنَتَيْنِ فَلَا يَعْصِي فِيهِمَا

Pertama, Allah SWT akan mengampuni dosa – dosanya yang lalu selama setahun dan pada tahun berikutnya. Kedua, Allah SWT akan menjaganya dari perbuatan buruk pada kedua tahun tersebut.

Dari Abu Qatadah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَوْمَ يَوْمَ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبِلَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

“Puasa pada hari arafah  dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (HR jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi)

Dari Abu Qotadah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman : ‘Apa yang diinginkan oleh mereka?’” (HR Muslim)

Dari Ali RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

“Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah : Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syaiin Qadiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR Ath – Thabrani)

Dari Ikrimah, ia mengatakan :

عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِى هُرَيْرَةَ فِى بَيْتِهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ

“Saya masuk ke rumah Abu Hurairah lalu bertanya tentang puasa hari Arafah bagi jamaah haji yang sedang di Arafah.

Lalu Abu Hurairah menjawab : ‘Rasulullah SAW melarang puasa hari Arafah di Arafah’.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Dari Ibnu Qudamah, ia mengatakan :

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ : ﻭﻻ ﺑﺄﺱ ﺑـ ” ﺍﻟﺘﻌﺮﻳﻒ ” ﻋﺸﻴﺔ ﻋﺮﻓﺔ ﺑﺎﻷﻣﺼﺎﺭ ‏ ﺃﻱ ‏

“Tidak mengapa mendefinisikan kegiatan hari arafah yaitu berlaku di berbagai pelosok tempat atau di mana saja, bukan hanya bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah.” (Al – Mughni 2/129)

Dari Abi Qatadah, ia mengatakan :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ السَّنَةِ وَالسَّنَةِ التِّي تليها

“Puasa dihari Arafah bisa melebur dosa – dosa yang telah lalu selama setahun penuh dan setahun yang akan datang.”

Diriwayatkan seorang laki – laki bertanya kepada Rasulullah SAW :

‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang puasa Arafah?’

Rasulullah menjawab :

إِنِّى أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ – رواه مسلم والترمذي، واللفظ للترمذي

‘Aku berharap kepada Allah SWT agar puasa tersebut dapat menghapus dosa pada tahun yang lalu dan dosa tahun yang akan datang’. (HR Muslim dan at – Tirmidzi)

Dari  Imam Abu Hanifah, ia mengatakan :

 أَنَّ أًصْحَابَ رَسُوْلِ اللهِ قَالُوْا: مَا هَذِهِ اْلأَضَاحِى؟ فَقَالَ: سُنَّةُ أَبِيْكُمْ إِبْرَاهِيْمَ، قَالُوْا: فَمَا لَنَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ، قَالُوْا: فَالصُّوْفُ؟ قَالَ: بِكُلِّ شَعْرَةٍ مِنَ الصُّوْفِ حَسَنَةٌ – رواه الترمذي وأبن ماجة والحاكم وغيرهم

“Suatu kali, Rasulullah SAW ditanya para sahabatnya : ‘Wahai Rasulullah, apakah qurban itu?’.

Rasulullah SAW menjawab : ‘Qurban adalah sunah ayah kalian, yaitu Ibrahim’.

Para sahabat kembali bertanya : ‘Jika kami ber-qurban, apa yang kami dapatkan dari qurban itu?’.

Rasulullah SAW menjawab : ‘Pada setiap helai rambutnya, terdapat kebaikan’.

Para sahabat kembali bertanya : ‘Bagaimana dengan bulu-bulunya?’.

Rasulullah SAW menjawab : ‘Pada setiap helai bulunya juga terdapat kebaikan’.” (HR at – Tirmidzi, Ibnu Majah, al – Hakim, dan yang lainnya)

Al – Bahiy, ia menjelaskan :

ﺍﻟﺒﺎﺟﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

ﻗﻮﻟﻪ : ” ﺃﻓﻀﻞ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ” ﻳﻌﻨﻲ : ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺑﺮﻛﺔ ﻭﺃﻋﻈﻤﻪ ﺛﻮﺍﺑﺎ ﻭﺃﻗﺮﺑﻪ ﺇﺟﺎﺑﺔ ، ﻭﻳﺤﺘﻤﻞ ﺃﻥ ﻳﺮﻳﺪ ﺑﻪ ﺍﻟﺤﺎﺝ ﺧﺎﺻﺔ ؛ ﻷﻥ ﻣﻌﻨﻰ ﺩﻋﺎﺀ ﻳﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﻓﻲ ﺣﻘﻪ ﻳﺼﺢ ، ﻭﺑﻪ ﻳﺨﺘﺺ ، ﻭﺇﻥ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻤﻠﺔ ﺑﻴﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻮﺻﻒ ﺑﻔﻌﻞ ﺍﻟﺤﺎﺝ ﻓﻴﻪ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ” ﺍﻧﺘﻬﻰ .

“Yaitu Allah memperbanyak berkah pada dzikir, memperbesar pahala dan mempercepat terkabulnya. Dimaknai maksudnya adalah khusus bagi para jamaah haji.” (Al – Muntaqi Syarh Al-Muwattha’ 1/358)

Dalam Kitab Al – Muhaddzb Imam As – syairazi terdapat keterangan mengenai hal berikut ini :

ولأن الدعاء في هذا اليوم يعظم ثوابه والصوم يضعفه فكان الإفطار أفضل ويستحب

“Karena berdoa di hari arafah adalah waktu yang mustajab, sedangkan puasa bisa membuat kondisi fisik lemah dan lemas, maka lebih utama bagi jamaah haji di Arafah tidak berpuasa.”

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai bulan Dzulhijjah khususnya pada tanggal 9 Dzulhijjah dan keutamaan – keutamaan bulan tersebut, amalan yang harus kita lakukan di bulan Dzulhijjah serta beberapa hadis yang menjelaskan bulan tersebut.

Semoga kita selalu dapat melaksanakan apa yang diperintah oleh Allah SWT dan dapat menjauhi apa yang telah dilarang oleh Allah SWT. Agar kita termasuk ke dalam orang – orang yang beriman dan beramal sholeh. Dan insya Allah dapat masuk ke dalam surga-Nya. Aamiin.

Referensi:

Mustajabnya Do’a pada Hari Arafah

Doa Ruqyah

Intan Qothrunnada
4 min read

Doa Kamilin

Intan Qothrunnada
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *