Contoh Puisi

11 min read

contoh puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima, dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna. Puisi terbagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi modern. Puisi lama masih terikat dengan jumlah baris, bait, ataupun rima (sajak). Puisi lama adalah pantun dan syair. Puisi modern tidak terikat pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya. Sehingga puisi modern disebut puisi bebas. Dibawah ini penjelasan mengenai puisi disertai dengan contoh.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Ada banyak sekali pengertian puisi menurut masing-masung ahli, berikut adalah beberapa diantaranya :

  1. H. B. Jassin
    Menurut H. B. Jassin, pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung suatu fikiran-fikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.
  2. Herman Waluyo
    Menurut Herman Waluyo, pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.
  3. Sumardi
    Menurut Sumardi, pengertian puisi adalah kerya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan kata-kata bermakna kiasan (imajinatif).
  4. Theodore Watts-Dunton
    Menurut Theodore Watts-Dunton, pengertian puisi adalah suatu ekspresi yang kongkret dan bersifat artistik dari sebuah pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.
  5. James Reevas
    Menurut James Reevas, pengertian puisi adalah bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.
  6. Panuti Sudjiman
    Menurut Panuti Sudjiman, pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang bahasanya terikat oleh suatu irama, matra, rima, dalam penyusunan larik dan batinya.

Unsur-unsur Puisi

Suatu puisi dibentuk oleh struktur batin dan struktur fisik yang ada di dalamnya sehingga menjadi satu kesatuan. Adapun unsur-unsur dalam puisi adalah sebagai berikut :

A. Struktur Batin
Struktur batin puisi disebut juga sebagai hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal, seperti :

  1. Tema / Makna (sense)
    Tema merupakan unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair dimana medianya berupa bahasa.
  2. Rasa (feeling)
    Rasa adalah sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Pada umunya, ungkapan rasa ini sangat berkaitan dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial, dan lain-lain.
  3. Nada (tone)
    Nada merupakan sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat berkaitan dengan makna dan rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat menyampaikan suatu puisi dengan nada mendikte, menggurui, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap audiens.
  4. Tujuan (intention)
    Tujuan atau maksud atau amanat adalah suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada audiensnya.

B. Struktur Fisik
Struktur fisik suatu puisi disebut juga dengan metode penyampaian hakikat suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal berikut ini.

  1. Perwajahan Puisi (tipografi)
    Tipografi adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwajahan puisi ini sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu sendiri.
  2. Diksi
    Diksi adalah pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya sehingga efek yang didapatkan sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh penyair.
  3. Imaji
    Imaji adalah susunan kata dalam puisi yang bisa mengungkapkan pengalaman indrawi sang penyair (pendengaran, penglihatan, dan perasaan) sehingga dapat memengaruhi audiens seolah-olah merasakan yang dialami sang penyair.
  4. Kata Konkret
    Kata konkret adalah bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata-kata yang digunakan umumnya berbentuk kiasan (imajinatif), misalnya penggunaan kata “salju” untuk menjelaskan kebekuan jiwa.
  5. Gaya Bahasa
    Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini disebut juga dengan majas (metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain-lain).
  6. Rima atau Irama
    Irama atau rima adalah adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di awal, tengah, maupun di akhir puisi. Beberapa bentuk rima yaitu:

    1. Onomatope : yaitu tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya “ng” yang mengandung efek magis.
    2. Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya.
    3. Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.

Jenis-jenis Puisi

jenis-jenis puisi

Jenis-jenis puisi dapat dikelompokan berdasar jamannya. Mengacu pada pengertian puisi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis puisi tersebut:

A. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh berbagai aturan seperti; jumlah kata dalam baris puisi, jumlah baris dalam satu bait puisi, persajakan, jumlah suku kata dalam setiap baris, irama puisi.

Beberapa yang termasuk dalam puisi lama diantaranya adalah :

1. Mantra : yaitu ucapan-ucapan yang dipercaya memiliki kekuatan magis.

Contoh Mantra :

Gelang-gelang si gali-gali
Malukut kapada padi
Air susu keruh asalmu jadi
Aku sapa tidak berbunyi

2. Pantun : yaitu bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik dengan rima akhir a-b-a-b.

Contoh Pantun :

Asam kadis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

3. Karmina : yaitu pantun kilat dimana bentuknya lebih pendek dari pantun.

Contoh Pantun :

Air panas di dalam panci
Kurang pantas memuji diri
Gelatik mematuk ubi
Cantik itu yang berbudi

4. Seloka : yaitu pantun berkait yang berasal dari Melayu klasik yang berisi pepatah.

Contoh Seloka :

Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung tiada malam siang
Hingga setapak taida renggang
Tulang sendi  habis berguncang

5. Gurindam : yaitu puisi yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat dengan rima yang sama.

Contoh Gurindam :

Pikir dahulu sebelum berkata
Supaya terelak silang sengketa

Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat

6. Syair : yaitu puisi yang terdiri dari empat baris dengan bunyi akhiran yang sama.

Contoh Syair :

Berkatalah dengan sopan
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu taida pernah habis dieja
Sebagai bekal sepanjang usia

7. Talibun : yaitu pantun yang lebih dari empat baris dan memiliki rima a-b-c-a-b-c.

Contoh Talibun :

Orang Padang memintal benang
Disusun baru dilipat
Dilipat baru dipertiga
Kalau direntang malah panjang
Elok dipintal agar disingkat
Begitu pula kasih kita

B. Puisi Baru

Puisi baru adalah jenis puisi yang lebih bebas dibanding puisi lama, baik dalam jumlah baris, suku kata, maupun rima. Beberapa yang termasuk dalam puisi baru diantaranya adalah.

1. Balada : Sajak sederhana yang mengisahkan tentang cerita rakyat yang mengharukan, yang terkadang dinyanyikan atau disajikan dalam bentuk dialog.

Contoh Puisi Balada:

Balada Orang-orang Tercinta
(Karya W.S Rendra)

Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan dengan secuil redup harapan

Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita memahami satu sama lain

Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?

Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil yang dulu termaafkan

Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta

2. Himne (gita puja) : Sejenis nyanyian pujaan, biasanya pujaan ditujukan untuk Tuhan atau Dewa.

Contoh Puisi Himne:

Doa
(Karya Taufiq Ismail)

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami
Ampunilah
Aamiin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMU bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu
Ampunilah kami
Ampunilah
Aamiin

3. Ode : Puisi lirik berisikan sanjungan kepada orang yang berjasa dengan nada agung dan tema serius.

Contoh Puisi Ode :

Generasi Sekarang
(Karya Asmara Hadi)

Generasi sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa

Mencipatakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia

4. Epigram : Puisi yang berisi tentang tuntunan atau ajaran hidup.

Contoh Puisi Epigram :

Pagi
(Karya Chairil Anwar)

Jangan biarkan sekuntum bunga itu
Layu sebelum matahari membelainya
Dengan menggemakan semburat jingga
Ultra dalam irama nuansa cinta-semesta

Lihatlah bagaimana alam begitu perkasa
Memainkan peran-Nya
Dalam rindu dendam yang terbungkus
Kasih sayang memberi semburat
Makna seribu pesona

5. Romansa : Jenis puisi cerita yang berisi luapan perasaan cinta kasih.

Contoh Puisi Romansa :

Aku, Kamu, Kalian
(Karya Diangga C.A)

Untukmu kekasih yang selalu menyebutku pecinta terbaik
Jika nanti aku datang dengan segenggam cinta yang manis, percayalah itu bukan untukmu
Untukmu kekasih yang selalu menyebutku kopi pagi
Jika nanti aku datang dengan segelas kopi pahit, percayalah itu bukan untukku
Nuansa hati yang selalu hingar bingar dengan rayuanmu
Tapi aku bukan Dia, manis

6. Elegi : Syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita, khususnya pada peristiwa kematian.

Contoh Puisi Elegi :

Derai-derai Cemara
(Karya Chairil Anwar)

Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Aku orangnya bisa tahan
Sudah beberapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan lagi

Hidup hanyalah menunda kekalahan
Tambah hanyalah menunda kekalahan
Tambah terasaing dari cinta sekolah rendah
Dan tahu, ada yang tetap tak diucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah

7. Setire : Puisi yang menggunakan gaya bahasa yang berisi sindiran atau kritik dan disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.

Contoh Puisi Setire :

Aku Bertanya
(Karya W.S. Rendra)

Aku bertanya..
Tetapi pertanyaan-pertanyaanku
Membentur jidat penyair-penyair salon
Yang bersajak tentang anggur dan rembulan

Sementara ketidakadilan terjadi
Di sampingnya
Dan delapan juta kanak-kanak tenpa pendidikan
Termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian

8. Distikon : Puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 2 baris (puisi dua seuntai).

Contoh Puisi Distikon :

Hutan Karet
(Karya Joko Pinurbo)

Daun-daun karet berserakan
Berserakan di hamparan waktu

Suara monyet di dahan-dahan
Suara kalong menghalau petang

Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan
Berloncatan di semak-semak rindu

Dan sebuah jalan melingkar-lingkar
Membelit kenangan terjal

Sesaat sebelum surya berlalu
Masih kudengar suara beduk bertalu-talu

9. Terzina : Puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 3 baris (puisi tiga seuntai).

Contoh Puisi Terzina :

Aku Ingin
(Karya Sapardi Djoko Damono)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

10. Kuatren atau Quatrain : Puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 4 baris (puisi empat seuntai).

Contoh Puisi Kuatren :

Hujan Bulan Juni
(Karya Sapardi Djoko Damono)

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

11. Kuint : Puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 5 baris (puisi lima seuntai).

Contoh Puisi Kuint :

Mampir
(Karya Joko Pinurbo)

Tadi aku mampir ke tubuhmu
Tapi tubuhmu sedang sepi
Dan aku tidak berani mengetuk pintunya
Jendela di luka lambungmu masih terbuka
Dan aku tidak berani melongoknya

12. Sekstet : Puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 6 baris (puisi enam seuntai).

Contoh Puisi Sekstet :

Pendaratan Malam
(Karya Sitor Situmorang)

Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar
Bila fajar bawa berita
Kayu apung istirahat mereka
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar

13. Septima : Puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 7 baris (puisi tujuh seuntai).

Contoh Puisi Septima :

Pasien
(Karya Joko Pinurbo)

Seperti pasien keluar masuk rumah sakit jiwa
Kau rajin keluar masuk telepon genggam
Melacak jejak suara tak dikenal yang mengajakmu
Kencan di kuburan pada malam purnama
Aku pakai celana merah. Lekas datang, ya
Kutengok ranjangmu : tubuhmu sedang membeku
Menjadi telepon genggam raksasa

14. Oktaf atau Stanza : Puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari 8 baris (puisi delapan seuntai).

Contoh Puisi Oktaf atau Stanza :

Mata Hitam
(Karya W.S. Rendra)

Dua mata hitam adalah matahari yang biru
Dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu
Rindu bukanlah milik perempuan melulu
Dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu
Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi
Kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi
Dua mata hitam adalah rumah yang temaram
Secangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam

15. Soneta : Puisi yang terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi 2, dimana 2 bait pertama masing-masing 4 baris dan 2 bait masing-masing tiga baris.

Contoh Puisi Soneta :

Pagi-Pagi
(Karya M. Yamin)

Teja dan cerawat masih gemilang
Memuramkan bintang mulia raya
Menjadi pudar padam cahaya
Timbul tenggelam berulang-ulang

Fajar di timur datang menjelang
Membawa permata ke atas dunia
Seri-berseri sepantun mulia
Berbagi warna, bersilang-silang

Lambatlaun serta berdandan
Timbul matahari dengan pelahan
Menyinari bumi dengan keindahan

Segala bunga harumkan pandan
Kembang terbuka, bagus gubahan
Dibasahi embun, titik di dahan

C. Puisi Kontemporer

Puisi kontemporer adalah jenis puisi yang berusaha keluar dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Jenis puisi ini selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tidak lagi mementingkan tentang irama, gaya bahasa, dan hal-hal lainnya yang umumnya terdapat pada puisi lama dan baru.

Beberapa yang termasuk dalam puisi kontemporer diantaranya adalah :

1. Puisi Mantra : Yaitu puisi yang mengambil sifat-sifat dari mantra.

Contoh Puisi Mantra :

Shang Hai
(Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Ping di atas pong
Pong di atas ping
Ping ping bilang pong
Pong pong bilang ping

Mau pong? Bilang ping
Mau mau bilang pong
Mau ping? Bilang pong
Mau mau bilang ping

Ya pong ya ping
Ya ping ya pong
Tak ya pong tak ya ping
Ya tak ping ya tak pong
Sembilu jarakMu merancap nyaring

2. Puisi Mbeling : Yaitu puisi yang sudah tidak mengikuti aturan dan ketentuan umum dalam puisi.

Contoh Puisi Mbeling :

Sajak Sikat Gigi
(Karya Yudhistira Ardi Nugraha)

Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
Di dalam tidur ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka

Ketika ia bangun pagi hari
Sikat gigi tinggal sepotong
Sepotong yang hilang itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
Dan ia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu berlebih-lebihan

3. Puisi Konkret : Puisi yang lebih mengutamakan bentuk grafis (wajah dan bentuk lain) dan tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media.

Contoh Puisi Konkret :

contoh puisi konkret

Macam-macam Contoh Puisi

macam-macam contoh puisi

1. Contoh Puisi Ibu

Tangisan Air Mata Bunda
(Karya Monika Sebentina)

Dalam senyum kau sembunyikan letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
Tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa memberi harapan baru bagiku

Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku
Bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
Bukan juga uang yang kau minta dalam kemenanganku
Tapi keinginan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata padaku
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersamamu
Aku menyayangimu anakku dengan ketulusan hatiku

Ibu
(Karya Chairil Anwar)

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati aku dengan penawar dan semangat
Dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada tuhan

Namun…

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu

Ibu…

Aku sayang padamu…
Tuhanku…
Aku memohon pada-Mu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…

2. Contoh Puisi Cinta

Dari The Forerunner
(Karya Khalil Gibran)

Mereka berkata tentang serigala dan tikus
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan hering
Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yang sama
Dan berdamai diantara satu sama lain
Dalam kehadiran bangkai-bangkai mati itu

Oh cinta, yang tangan lembutnya
Mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga
Akan maruah dan kebanggan

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini
Biarkan rasa lapar menggigitku
Biarkan rasa haus membakarku
Biarkan aku mati dan binasa
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi
Dan mangkuk yang tidak kau berkati

Cinta Yang Agung
(Karya Khalil Gibran)

Adalah ketika kamu memikirkan air mata
Dan masih peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu
Dan kamu masih menunggu dengan setia

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
Dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata
‘Aku turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi…
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya…
Tapi…ketika cinta itu mati…kamu tidak perlu mati bersamanya…

Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang…
Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

3. Contoh Puisi Pendidikan

Buku
(Karya Erni Ristyanti)

Buku…
Kau adalah sumber ilmu
Dimana aku belajar dan membaca
Dari aku tak tahu sampai tahu

Buku…
Kau adalah jendela ilmu
Jendela menuju kehidupan yang lebih sukses
Menuju kehidupan yang lebih indah

Halaman demi halaman
Lembar demi lembar
Kubaca dengan serius
Hingga aku lupa waktu

Terimakaih demi halaman
Engkau temaniku
Dari kecil hingga besar
Tuk menggapai cita-citaku

Apa Kabar Pendidikan Negeriku
(Karya Dian Hartati)

Sampai detik ini saya tidak tahu
Apakan titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu
Dapat menyambung lambungku, istriku dan anak-anakku
Tujuh belas tahun sudah segudang uang di lumbung ayah-ibuku
Kuhabiskan di meja pendidikan
Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan

Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah
Namun tidak memberiku otak berilian dan keterampilan nan sepadan
Aku hanya terampil menyontek garapan temanku
Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang

Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta
Apa kabar pendidikan negeriku
Adakah kini sudah berbenah
Sehingga anak cucuku akan bisa merasai sekolah nan indah
Dan masa depan nan cerah?

4. Contoh Puisi Sahabat

Rindu Sahabat
(Karya Verrenika Asmarantaka)

Di kala malam datang
Di saat itulah aku selalu merindukanmu
Kamu yang dulu selalu bersamaku
Kini telah jauh di negeri orang
Kita terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh

Andai kau tau
Aku di sini selalu merindumu
Aku rindu pada sosok dirimu yang begitu ceria
Entah bagaimana keadaanmu sekarang

Hanya potret gambarmu yang bisa menepis rindu ini
Kau adalah sahabat terbaikku
Jangan lupakan aku
Walau raga kita jauh, tetapi kita tetap satu tujuan

Bintang Untuk Sahabat
(Karya Siti Halimah)

Malam nan suci dan sepi
Menarikku untuk keluar dari rumah
Kupandangi langit malam
Ternyata bertaburkan bintang yang tak terhitung jumlahnya

Andaikan ku seorang bidadari
Kan kubawa diriku dan sahabatku untuk menari di atas sana

Kuraih sebuah bintang terindah
Dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku

5. Contoh Puisi Guru

Guru Pahlawan Masa Kini
(Karya Ibnudin)

Wahai guruku tercinta
Engkau adalah pahlawan masa kini
Juangmu untuk mendidik bangsa
Sungguh tak kira tak ternilai

Bukan lagi soal besar atau kecil
Apa-apa yang kau beri
Juga bukan seberapa luas dan sempit
Segala daya juangmu

Tapi samudra pengetahuanmu
Memberikan kami banyak pelajaran
Bak pahlawan yang menyelamatkan rakyatnya
Engkau guru adalah pahlawan mas kini

Guru
(Karya Khalil Gibran)

Barangsiapa mahu menjadi guru
Biarkan dia memulai mengajar dirinya sendiri
Sebelum mengajar orang lain
Dan biarkan dia mengajar dengan teladan sebelum mengajar dengan kata-kata
Sebab merekan yang mengajar dirinya sendiri dengan memperbetulkan perbuatan-perbuatannya sendiri
Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan
Daripada mereka yang hanya mengejar orang lain
Dan memperbetulkan perbuatan-perbuatan orang lain

6. Contoh Puisi Anak

Impianku
(Karya Rendi)

Aku punya impian di masa depan
Kelak ingin menjadi orang besar
Mengharumkan nama orang tua
Mengukir prestasi bangsa dan agama

Mulai detik ini…
Harapan ku bersama teman-temanku
Menggapai bersama cita-cita
Menorehkan tulisan pada buku sejarah
Membaca, menulis dan prestasi
Demi suatu hari yang dinantikan
Mewujudkan mimpi-mimpi bersama

Taman Bungaku
(Karya Ni Komang Juniari)

Taman bungaku
Bila kupandang
Hatipun senang
Taman cantik
Sangatlah menarik

Taman bungaku
Berserilah selalu
Jangan pernah kau layu
Karena aku kan sedih sedu

Oh angin dari segala rindu
Mampirlah ke tamanku
Sebarkanlah harum bungaku
Ke segala penjuru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *