Kumpulan Contoh Kliping yang Baik dan Benar

Share
Comment 0 reply
Kumpulan Contoh Kliping yang Baik dan Benar

Kebanyakan siswa SD (Sekolah Dasar) sudah mulai mengenal kliping. Oleh sebab itu, mereka perlu mencari contoh kliping terlebih dahulu sebelum mulai mengeksekusi tugasnya. Kegiatan ini tidak sebatas untuk anak SD saja, bahkan orang dewasa juga masih kerap melakukannya.

Mungkin setiap orang memiliki alasan tersendiri mengapa mereka melakukan kliping. Sumber informasi untuk membuat kliping juga bermacam-macam. Meskipun terlihat mudah, ada beberapa hal yang patut diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan ini.

Pengertian Kliping

Pengertian Kliping

Pada dasarnya kliping merupakan kegiatan memotong bagian-bagian informasi tertentu dari suatu majalah, surat kabar, buku, atau novel untuk ditempel kembali pada buku biasa maupun kertas lainnya. Biasanya potongan-potongan tersebut berisi tentang topik yang sama.

Kegiatan ini sangat populer di kalangan siswa, sebagai tugas sekolah. Tak heran jika tiba-tiba mereka gencar mencari koran atau majalah untuk menggunting artikel yang berisi informasi sesuai dengan topik tertentu.

Setelah berhasil menemukan informasi, mereka akan langsung menggunting halaman-halaman yang berisi hal senada. Barulah, potongan-potongan informasi ini akan tersusun lagi dalam sebuah buku atau kertas yang masih kosong.

Sebagian orang menganggap kegiatan membuat kliping sangat menarik hingga menjadikannya sebagai hobi. Secara tidak langsung, pembuatan kliping juga menstimulasi sisi kreatif seseorang dan kejelian dalam menyerap informasi penting dari berbagai sumber.

Baca: Jenis dan Macam Berita

Tujuan Kliping

Tujuan Kliping

Setiap orang mempunyai alasan berbeda mengapa mereka melakukan kegiatan kliping. Apapun alasannya, mereka harus paham betul tentang tujuan sebenarnya dari pembuatan kliping. Ada banyak contoh kliping yang menjadi inspirasi bagi pemula.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengumpulkan informasi mengenai tema tertentu yang berasal dari banyak sumber kemudian menggabungkannya menjadi satu. Di balik tujuan ini, beberapa orang memiliki alasan antara lain sebagai hobi, tugas sekolah, penyusunan laporan dan sebagainya.

Baca: Paragraf Narasi

Cara Membuat Kliping yang Benar

Cara Membuat Kliping yang Benar

Demi menyajikan kliping yang memikat, maka harus memperhatikan langkah-langkah dasar pembuatannya. Dengan begitu, hasilnya akan lebih memuaskan dan sesuai dengan tujuan awal. Cara untuk membuat kliping dengan benar antara lain:

1. Pilih Tema

Tema termasuk hal utama yang perlu dipertimbangkan ketika akan membuat kliping. Tanpa tema, sangat sulit untuk memfokuskan hasil karya kliping dan mencari sumber informasi yang berkaitan. Oleh karena itu, sebaiknya menentukan tema dari awal merupakan langkah pertama yang krusial.

Agar tidak kesulitan dalam membuat kliping, ada baiknya memilih tema yang sesuai dengan keahlian di bidang masing-masing individu. Misalnya, orang yang memang memiliki keahlian dalam bidang teknologi bisa mencari berbagai informasi dari media cetak yang mengusung topik tentang teknologi.

Bukan hanya tema saja, mengoleksi gambar-gambar yang berkaitan dengan topik tersebut akan menunjang tampilan kliping menjadi lebih bagus. Tentu saja gambar yang layak untuk melengkapi karya kliping harus memiliki kualitas tinggi dan memudahkan pembaca dalam memahaminya.

2. Kumpulkan Bahan

Mengumpulkan data sebagai bahan kliping  dapat berasal dari bermacam-macam sumber seperti koran, majalah, buku, novel atau media cetak lainnya. Data dari internet pun bisa menjadi bahan untuk kliping, dengan syarat mencetaknya terlebih dahulu.

Meskipun data dari internet bisa untuk menyusun kliping, pencarian informasi dari media cetak masih jauh lebih baik. Pastikan media cetak berisi informasi yang relevan dengan topik kliping mulai dari keluaran tahun-tahun lalu hingga yang terbaru.

Baca: Teks Ulasan

3. Siapkan Alat

Alat-alat untuk membuat karya kliping meliputi penggaris, lem dan gunting. Media untuk menempelkan potongan kliping bisa menggunakan kertas HVS, volio, buku gambar atau buku tulis. Bila perlu siapkan juga spidol dan aksesoris lainnya untuk menghias hasil karya ini.

4. Pengguntingan

Apabila semua bahan informasi dari media cetak sudah terkumpul, kini saatnya mulai menggunting bahan-bahan tersebut. Langkah selanjutnya ialah menempelkan potongan bahan pada media kertas atau buku menggunakan lem.

5. Penempelan

Proses penempelan artikel yang sudah terpotong  tadi harus mengikuti susunan yang sistematis supaya terlihat rapi dan cantik. Urutan penyusunan materi kliping bisa berdasarkan periode terbitnya. Yang terpenting, cantumkan sumber artikel baik dari media cetak maupun internet.

6. Hiasan

Hiasan-hiasan tambahan pada sampul kliping dapat menambah nilai estetika. Sampul yang menarik biasanya sangat berpotensi untuk menggugah minat dan rasa pembaca. Di luar sana ada banyak contoh kliping dengan hiasan bernilai seni sebagai sumber inspirasi.

7. Daftar Isi

Sisakan satu atau 2 halaman pada kertas yang sudah terjilid atau buku berisi potongan artikel tadi untuk membuat daftar isi. Dengan adanya daftar isi, pembaca lebih mudah dalam menemukan halaman yang berisi informasi tertentu.

Baca: Teks Eksplanasi

Sistematika Penyusunan Kliping

Sistematika Penyusunan Kliping

Layaknya penyusunan karya tulis, proses pembuatan kliping juga harus mengikuti sistematika yang tepat. Karya yang tersusun secara sistematis akan terlihat elegan dan rapi. Berikut ini sistematika dalam penyusunan kliping.

1. Sampul

Semua karya kliping yang terdiri dari berbagai halaman sudah pasti memiliki sampul. Walaupun media untuk menempelkan potongan kliping berupa kertas, sangat penting untuk menjilid kertas-kertas sekaligus mendesain sampul. Sampul harus mendeskripsikan isi kliping secara keseluruhan.

Dengan begitu, pembaca dapat menunjukkan rasa ketertarikannya dari desain sampul yang bagus. Selain itu gambaran sekilas yang ada pada sampul dapat menjadi tolok ukur apakah isi kliping secara keseluruhan sudah sesuai dengan sampulnya atau belum.

2. Kata Pengantar

Kata pengantar dalam kliping tidaklah wajib. Namun untuk menyempurnakan hasil karya kliping, sah-sah saja menyertakan kata pengantar di dalamnya. Isi dari kata pengantar tidak jauh berbeda dengan yang ada pada makalah atau karya tulis lainnya.

3. Daftar Isi

Pentingnya daftar isi dalam sebuah kliping, karena ia membantu pembaca mencari artikel tertentu dengan lebih cepat dan mudah, tanpa harus membuka halaman dari awal satu per satu. Selain itu, daftar isi juga menjadi nilai tambah pada sebuah karya kliping.

4. Pembahasan

Inti dari kliping terletak pada pembahasannya. Pembahasan sudah pasti harus sesuai dengan judul yang tertera pada sampul kliping. Idealnya, isi kliping ini mencantumkan dari mana artikel berasal. Penyusunan artikel yang sistematis tentu lebih apik. Pastikan bahasan tersebut berkualitas dan berbobot.

5. Kesimpulan serta Saran

Bagian kesimpulan berisi sedikit ulasan singkat mengenai pembahasan dari kliping. Penting juga menyertakan saran dalam karya kliping ini untuk mengekspos sudut pandang pembuat kliping mengenai pembahasan tertentu. .

6. Daftar Pustaka

Sama seperti karya tulis lainnya, kliping yang profesional juga perlu menyertakan daftar pustaka. Semua sumber-sumber bahan kliping entah berupa media cetak atau digital tertera dalam halaman daftar pustaka.

Baca: Teks Deskripsi

Kumpulan Gambar Contoh Kliping yang Baik

Untuk menciptakan karya kliping yang sistematis dan benar, tidak hanya memahami peraturan dalam menyusunnya tetapi juga harus memperbanyak referensi. Sekarang membuat kliping tidak perlu bingung, karena sudah banyak sumber inspirasi dari gambar-gambar kliping dengan tema bervariasi di bawah ini.

contoh kliping berita terkini contoh kliping kesehatan terbaru contoh kliping ham contoh kliping koran contoh kliping kesehatan contoh kliping korona covid 19 contoh kliping korona contoh kliping media contoh kliping parenting contoh kliping pendidikan

Sekilas, pembuatan kliping terlihat simpel hanya dengan menggunting bahan berisi informasi tertentu lalu menempelkannya pada media lain. Ternyata contoh kliping yang profesional harus sistematis. Perlu usaha dan ketekunan mulai dari pencarian bahan hingga penyusunannya menjadi karya yang bernilai.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.