Contoh Jurnal

4 min read

Contoh Jurnal

Jurnal merupakan salah satu media yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan artikel. Contoh jurnal ada sangat banyak dan kami akan menyampaikan secara lengkap.

Pengertian dari jurnal sendiri yaitu karya tulis ilmiah yang memiliki isi pembahasan cukup luas dengan isi yang padat.

Umumnya jumlah halaman jurnal memiliki 6 hingga 8 halaman saja. Dengan tiap halaman memiliki pembahasan yang berisi.

Terdapat beberapa jenis jurnal yang sering digunakan, seperti jurnal sekolah, jurnal populer dan masih banyak lainnya. Disetiap jenis memiliki fungsi dan cara membuat yang sedikit berbeda.

Tujuan dari membuat jurnal yaitu digunakan sebagai media mengembangkan keilmuan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan.

Bisa juga menjadi bahan rujukan dalam melakukan penelitian.

Berikut beberapa kerangka dan susunan yang termuat dalam pembuatan jurnal.

Kerangka dan Susunan Jurnal

Hal yang termuat guna menghasilkan karya tulis ilmiah memiliki beberapa kerangka dan susunan jurnal yang benar. Berikut susunan secara umum jurnal ilmiah;

  1. Judul
  2. Abstrak
  3. Pendahuluan
  4. Bahan dan Metode
  5. Hasil
  6. Pembahasan
  7. Kesimpulan
  8. Daftar Pustaka
Baca juga tentang Jurnal Umum yang telah kami bahas secara lengkap di Yuksinau

Cara Membuat Jurnal

Cara dibawah ini dapat anda terapkan ketika hendak membuat jurnal. Berikut beberapa tahapannya;

1. Judul 

Langkah pertama yaitu membuat judul jurnal yang akan ditulis. Semua karya tulis ilmiah sejatinya harus memiliki judul yang tepat dan jelas.

Adanya judul akan memudahkan pembaca dalam mengetahui tema yang hendak dibahas. Diusahakan untuk membuat judul yang menarik dan jelas.

2. Abstrak 

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, apa itu abstrak? Banyak yang mengira bahwa abstrak ini merupakan kesimpulan dari isi tulisan, namun itu kurang tepat.

Abstrak sendiri berbeda dengan kesimpulan. Karena fungsi dari abstrak adalah memberikan gambaran terhadap keseluruhan isi karya. Bukan penarikan kesimpulan dari keseluruhan isi jurnal.

Isi abstrak harus memiliki beberapa kriteria berikut yaitu padat, jelas, ringkas dan obyektif.

Selain itu, abstrak harus berdiri sendiri, dalam artian didalamnya tidak boleh berisi kutipan ataupun catatan kaki.

Untuk total kata abstrak minimal kurang lebih 250 kata. Dengan ketentuan isi seperti tujuan jurnal, metode, hasil serta kesimpulan singkat dari isi karya tulis tersebut.

3. Pendahuluan

Pada bagian ini berisi mengenai sekilas dari tema yang sedang diangkat. Selain itu, agar pembaca paham tentang tujuan serta metode penelitian.

Isi pendahuluan berisi mengenai latar belakang masalah serta ulasan mengenai dari manfaat dari tulisan tersebut.

Untuk pendahuluan sendiri umumnya ditulis sebanyak satu lembar dan bersambung dengan bagian selanjutnya.

4. Bahan dan Metode

Bahan dan Metode berisi tentang tahapan percobaan yang telah dilakukan penulis. Sedangkan pembahasannya mencakup metode penelitian, percobaan dan alat percobaan.

Selain itu juga berisi jenis metode pengumpulan data, tempat, dan tipe pengendalian masalah.

Pada bagian ini harus dijelaskan secara detail, jelas, dan mudah dipahami. Bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca.

5. Hasil

Pada bagian ini, penulis diminta untuk memberikan informasi tulisan yang terbilang cukup singkat.

Dengan isi seperti penjelasan berbentuk teks, tabel atau diagram, maupun gambar-gambar yang relevan.

Data yang ditampilkan haruslah objektif, sehingga tidak boleh memuat interprestasi dari siapapun.

Guna memudahkan pembaca, tampilkan dalam bentuk diagram batang, tabel dan gambar. Dengan ditambah penjelasan atau deskripsi singkat.

6. Pembahasan

Pembahasan jurnal yaitu menjelaskan data yang telah ditampilkan tadi secara teks deskripsi.

Dalam menjelaskannya penulis juga merujuk dari kejadian ketika pengamatan yang dilakukannya. Semisal dari satu variabel dengan variabel lain memiliki hubungan atau korelasi atau tidak.

Dalam penyampaiannya mungkin akan sama dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh orang lain.

Namun bisa juga memiliki hasil yang berbeda dengan peneliti lain. Hal tersebut sah-sah saja dan diperbolehkan. Hal yang terpenting adalah keobjektifan karya tulis jurnal ilmiah.

7. Kesimpulan

Setelah mengulas seluruh isi jurnal yang telah ditulis dengan baik. Tahapan berikutnya yaitu membuat kesimpulan dari keseluruhan isi jurnal.

Kesimpulan berisi penarikan informasi penting yang dihasilkan dari penelitian diatas.

8. Daftar Pusaka 

Daftar pusaka ditulis pada bagian belakang halaman. Bagian ini berisi data-data buku atau literatur yang digunakan sebagai bahan rujukan.

Semisal kutipan, data penelitian terdahulu, statement para ahli ataupun lainnya.

Dengan mengetahui tata cara dalam penulisan jurnal tentu akan mempermudah anda dalam membuat jurnal.

Contoh Jurnal

Contoh Jurnal Akuntansi

Jurnal akuntansi merupajkan jurnal keuangan yang dimasukan atau dicatat didalam sebuah jurnal.

Segala hal transaksi didalam suatu bisnis dicatat dijurnal menggunakan cara pembukuan single-entry atau double-entry..

Entri jurnal biasanya dimasukan sesuai dengan urutan kronologis atau berurutan ataupun dicatat sesuai dengan hari atau tanggal dan saldo debet yang dimasukan sebelum saldo kredit.

Contoh Jurnal Nasional

Contoh Jurnal nasional

Jurnal Nasional adalah jurnal berkala ilmiah yang mempunyai ciri-ciri yaitu.

  • Karya ilmiah ditulis atas memenuhi syarat atau aturan ilmiah dan etika keilmuan.
  • mempunyai terbitan bentuk daring (online).
  • Dibuat dengan profesional: akurasi keberkalaan, kesiapan penunjuk penulisan, identitas, dan lain-lain.
  • Bermaksud menginformasikan/menampung atau mempublikasikan buatan penelitian ilmiah atau konsep ilmiah.
  • Jurnal ini menunjukan untuk masyarakat ilmiah atau peneliti yang disiplin keilmuan yang relevan.
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baku atau bahasa Inggris dengan abstrak bahasa Indonesia didalamnya.
  • Karya ilmiah memuat dari penulis yang berasal dari paling sedikit 2 instuisi yang berbeda.
  • Memiliki dewan indikator dari atas para ahli didalam bidangnya dan paling sedikit dari 2 institusi yang berbeda.

Contoh Jurnal Umum

Contoh jurnal umum

Jurnal umum yaitu jurnal yang berguna untuk mencatat seluruh aktivasi transaksi keuangan secara menyeluruh. perusahaan jasa yang sering menggunakan jurnal umum.

Karenan didalam transaksi perusahaan jasa akan lebih mudah dicatat yang berdasarkan oleh urutan tanggal.

kalau transaksi semakin banyak dan frekuensinya semakin bertambah banyak, jurnal umum dibagi menjadi jurnal khusu. Pembagian jurnal umum bisa dibuat dengan alasan di antaranya:

  • Untuk mengizinkan pengerjaan transaksi ke jurnal yang dilakukan oleh beberapa orang.
  • Memperinhgan pekerjaan pembukuan yang dipindah ke dalam buku besar dan menjalankan transaksi yang dicatat.
  • Berguna untuk pengeleompokan dan pengumpulan yang memiliki frekuensi tinggi pada transaksi yang sama
  • Berguna untuk membuat pengendalian intern

Contoh Jurnal Khusus

Contoh Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah jurnal yang dikelompokan yang sinkron dengan jenis transaksinya.

Didalam proses transaksi, jenis transaksi yang terjadi akan diidentifikasi oleh petugas pembukuan.

Contohnya jika perusahaan melakukan pembelian kredit 50 kali didalam satu bulan, maka petugas akan berusrusan dengan 4 atau 5 akun, semua itu akan tergantung pada kebijakan perusahaan dalam mengklasifikasi transaksinya.

Suatu perusahaan akan menyediakan satu jurnal khusus kredit yang disebut dengan jurnal pembelian.

Jika terjadi suatu transaksi kredit maka petugas akan mencatatnya. maka secara teratur setiap bulan, Semua transaksi akan dijumlahkan lalu semua dipindah ke dalam buku besar.

jenis-jenis jurnal khusus

jurnal khusus dirancang secara khusus sesuai dengan kebutuhanya yang dirancang oleh setiap perusahaan.

Dengan begitu maka setiap jurnal khusus perusahaan akan berbeda satu sengan yang lainnya. jenis-jenis jurnal khusus diantaranya yaitu:

Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas yaitu buku harian yang digunakan khusus mencatat semua transaksi penerimaan tunai yang berupa kas atau cek.

Buku ini sering disebut dengan buku pemasukan kas yang berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang terjadi seperti penerimaan kas atau piutang.

Penerimaan uang dari penjualan barang atau dan lain lain.

Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal ini sering disebut dengan jurnal pengeluaran atau buku kas keluar, jurnal ini berfungsi untuk menulis semua catatan transaksi pengeluaran kas.

Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal khusus untuk mencatat semua transaksi pembayaran tunai menggunakan kas ataupun cek

Jurnal Pembelian

Pembelian

Jurnal pembelian sering disebut dengan buku pembelian yang berfungsi untuk mencatat semua transaksi pembelian suatu barang yang dilakukan dengan cara pembayaran kredit.

jurnal pembelian adalah buku harian khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi-transaksi pembelian barang dagangan dan barang lainnya dengan cara kredit.

Dan jurnal tersebut juga sering disebut dengan jurnal pembelian.

Jurnal Penjualan

Penjualan

Jurnal penjualan adalah buku harian khusus untuk menulis semua transaksi penjualan barang secara kredit. Jurnal ini berfungsi untuk mencatat pembayaran kredit dari penjualan barang atau jasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *