29 Materi Dasar Akuntansi

Share
Comment 3 reply
29 Materi Dasar Akuntansi

Akuntansi-, Diantara kamu, siapa nih yang hobi banget catat mencatat?

Ada yang penting sedikit langsung catat, pokoknya apa apa di catat deh. Entah itu mencatata pelajaran di sekolah, mencatat barang belanjaan, mencatat hari datang bulan, hingga mencatat keuangan sehari-hari.

Nah, untuk kamu yang hobi mencatat keuangan (contoh: uang jajan, uang belanja, uang spp, dll) Selamat!!!! Berarti kamu sudah tau apa itu akutansi? Tunggu, atau jangan-jangan kalian udah tau akutansi sebelumnya nih.

Wah, kalau belum tenang. Kali ini yuksinau.id berkesempatan untuk membahas materi akutansi.

Yuk langsung saja simak baik-baik ulasan di bawah.

Pengertian Akuntansi

pengertian akuntansi

Sebenarnya ada banyak sekali pengertian dari akutansi yang telah disebutkan oleh beberapa ahli. Namun disini, kita akan menggunakan dua sumber utama yang dapat kita jadikan pedoman untuk mengetahui apa itu pengertian akuntansi.

Yang pertama kita ambil pengertian dari American Accounting Association (AAA).

Akutansi merupakan suatu proses dalam mengidentifikasi, mengukur, sekaligus melaporkan informasi ekonomi guna memungkinkan terdapatnya penilaian dan juga pengambilan keputusan yang jelas dan juga tegas untuk mereka yang memakai informasi tersebut.

Dan yang kedua kita ambil pengertian dari America Institute of Certified Public Accountants (AICPA).

Akuntansi merupakan suatu seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang susai serta dinyatakan dalam satuan mata uang, berbagai kegiatan transaksi serta kejadian yang setidaknya bersifat finansial serta penafsiran hasil-hasilnya.

Dari dua pengertian di atas, secara sederhana, pengertian akuntansi bisa kita kita rangkum menjadi “proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, serta pelaporan informasi ekonomi keuangan yang berfungsi untuk penilaian sekaligus pengambilan keputusan untuk pihak yang membutuhkannya”.

Untuk yang hobi mencatat tentu mereka akan senang mempelajari akutansi ini. Tapi buat kamu yang mendenger kata “mencatat” saja sudah malas gimana mau mempelajarinya coba?

Taukah kamu?
Kata accountant berasal dari bahasa Perancis “compter” yang artinya menghitung.

Tapi, sebetulnya akuntansi ini memiliki banyak manfaat, lho!

Dalam skala besar, akuntansi sangat bermanfaat sebab bisa menunjukan status dan keadaan dari keuangan perusahaan, memperoleh gambaran dari tingkat laba perusahaan, dasar penentuan pajak serta peraturan perusahaan.

Tak hanya itu, dengan adanya akuntansi, kita jadi bisa menetapkan tingkat dari resiko yang berhubungan dengan pinjaman atau kredit.

Bingung? Okay, kita sederhanakan manfaat akutansi di bawah ini ya guys.

Manfaat Akuntansi

manfaat akuntansi

1. Sebagai Informasi Keuangan untuk Pihak yang Membutuhkan

Informasi keuangan yang telah kita rancang pastinya akan mempermudah monitoring keuangan kita kan guys?

Bayangin deh, jika kamu memiliki banyak transaksi keuangan kemudian tidak melakukan pencatatan.

Bisa jadi nantinya kamu akan keluapaan ke mana “pergi”-nya uang-uang yang kamu miliki.

Baru dapat dari orangtua tau tau habis. Wadoo!.

Sekarang bayangin lagi, jika satu perusahaan memiliki 2500 karyawan namun tidak ada sistem akuntansi di dalamnya. Ada kemungkinan pada akhir bulan mereka tidak akan menerima gaji. Wah, berabe dong.

2. Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan

Dengan melaksanakan pencatatan, kita jadi lebih tahu apa yang harus kita lakukan nanti di masa depan.

Sebagai contoh: dengan menggunakan akuntansi, kamu mungkin akan sadar jika keuangan kamu sedang “sekarat” sebab sering digunakan untuk membeli skincare. 🙁

3. Sebagai Bukti Keuangan yang Dapat Dipertanggungjawabkan

Pasti ada waktunya di mana kita memiliki masalah dengan orang lain karena uang.

Biasa saja utang yang tidak kunjung dibayar, atau hal yang lainnya.

Dengan adanya akuntansi ini, maka pencatatan keuangan kamu dapat dipertanggungjawabkan tanpa menebak-nebak harganya.

Manfaat Akutansi
1. Sebagai informasi untuk pihak yang memerlukan.
2. Sebagai media evaluasi keuangan.
3. Sebagai bukti keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan.
4. Membantu melakukan pencatatan keuangan rumah tangga.

4. Membantu Pencatatan Ekonomi Keluarga

Selepas kamu dewasa dan habis itu menikah, tentu masalah keuangan adalah masalah yang cukup sensitif dan diperhitungkan dalam  rumah tangga.

Sehingga, akuntansi akan sangat dibutuhkan dan bermanfaat.

Kenapa?

Jelas sebab selepasmembangun rumah tangga, banyak keperluan yang nantinya harus diperhitungkan. Pengeluaran tersebut tentunya harus diperhitungkan dengan pemasukan kita dan pasangan. Supaya tidak ada istilah “besar pasak daripada  tiang”.

Sejarah Singkat Akuntansi

materi akuntansi

Sejarah akutansi tercatat lewat tokoh penting bernama Luca Patiolo yang dijuluki sebagai bapak akuntansi di akhir abad ke 15 tepatnya ditahun 1494.

Selanjtunya keberadaan akutansi ini diperjelas dengan terbitnya buku yang membahas mengenai pencatatan serta pembukuan secara berpasangan atau yang dikenal dengan istilah double entry system, debet – kredit dalam buku yang berjudul  “Summa De Aritmatica, Geometrica, Proporpioni et Proportionalita”.

Kata debet dan kredit asalnya dari Bahasa latin debere yang berarti percaya atau mempercaya serta credere yang berarti berutang.

Gagasan Luca Paliolo itulah sehingga beliau diangkat menjadi bapak Akuntansi.

Akuntansi lalu berkembang sangat pesat di berbagai negara Eropa yang dikenal dengan Tata Buku Konvensional, yang dibawa oleh para ahli yang terinspirasi dari buku karangan Luca Paliolo.

Tata buku pada awalnya hanya ada satu, yakni tata buku tunggal. Sebab keperluan rakyat yang semakin kompleks, muncullah tata buku berpasangan.

Perkembangan system Amerika selanjutnya muncul dan disebut sebagai system Anglo Saxon yang sering kita kenal dengan istilah accounting atau akuntansi.

Bidang-bidang Akuntansi

tujuan akuntansi

Adapun beberapa bidang dari akuntansi yang telah diakui dan dikelompokkan menjadi 13 bidang, antara lain:

  1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
  2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
  3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
  4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
  5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
  6. System Informasi Akuntansi (Accounting Information System)
  7. Akuntansi Penganggaran (Budgeting)
  8. Akuntansi Pemerintahan (Government Accounting)
  9. Akuntansi Public (Public Accounting)
  10. Akuntansi Pendidik
  11. Akuntansi Perilaku
  12. Akuntansi Forensik
  13. Akuntansi Intern

Siklus Akuntansi

siklus akuntansi adalah

1. Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Pada dasarnya, dalam pembuatan laporan keuangan, maka setiap perusahaan akan memalu beberapa tahapan yang dikenal dengan siklus akuntansi perusahaan.

Tahapan tersebut antara lain seperti:

  1. Menganalisis sekaligus mencatat kegiatan transaksi ke dalam jurnal.
  2. Memindahkan aktivitas transaksi (posting) ke dalam buku besar.
  3. Menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan.
  4. Menyiapkan sekaligus menganalisis data penyesuaian.
  5. Menyiapkan kertas kerja akhir periode yang bersifat opsional.
  6. Membuat ayat jurnal penyesuaian serta memindahkannya ke buku besar.
  7. Menyiapkan daftar saldo yang sudah disesuaikan.
  8. Menyiapkan laporan keuangan.
  9. Membuat ayat jurnal penutup serta memindahkannya ke dalam buku besar.
  10. Menyiapkan daftar saldo sesudah penutupan.

2. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Dalam pembuatan laporan keuangan terutama pada perusahaan dagang memiliki prinsip yang sama.

Hanya saja ada sesdikit tambahaan jurnal khusus. Sebab hal itu guna menampung transaksi yang banyak dan juga berulang pada perusahaan dagang.

A. Tahap pencatatan

  1. Transaksi baik dengan internal maupun transkasi eksternal
  2. Pengumpulan dari berbagai bukti transkasi
  3. Pencatatan ke jurnal umum, jurnal khusus serta buku besar pembantu.
  4. Merekapitulasi jurnal umum serta jurnal khusus.

B. Tahap pengikhtisaran

  1. Membentuk Neraca Saldo
  2. Merancang Ayat Jurnal Penyesuaian
  3. Menciptakan Kertas Kerja (Worksheet) dalam wujud Neraca Lajur

C. Tahap Pelaporan Keuangan

  1. Penyusunan Laporan Keuangan
    1. Laporan Laba Rugi
    2. Laporan Perubahan Modal
    3. Laporan Neraca
    4. Laporan Arus Kas
  2. Merancang Ayat Jurnal Penutup
  3. Menciptakan Neraca Saldo selepas Penutupan
  4. Merancang Ayat Jurnal Pembalik

Laporan Keuangan Perusahaan

belajar akuntansi

Akutansi juga disebut sebagai bahasa bisnis. Karena merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi seputar keuangan terhadap pihak yang memerlukan.

Nah, dalam menyampaikan informasi tersebut maka harus dibuat laporan keuangan.

Laporan keuangan ini terdiri dari 4 jenis yang berbeda, diantaranya yaitu laporan neraca atau posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, serta laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Laporan posisi keuangan

Pengertian: sebuah daftar ekonomis yang di dalamnya berisi informasi mengenai asset hutan serta modal perusahaan dalam waktu tertentu.

2. Laporan laba rugi

Pengertian: laporan yang berisikan informasi seputar pendapatan serta beban pada waktu tertentu sehingga bisa diketahui jumlah laba atau rugi yang di dapatkan oleh perusahaan.

3. Laporan arus kas

Pengertian: laporan yang fungsinya untuk mengevaluasi kinerja dari perusahaan lewat struktur keuangan serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas di waktu yang akan datang.

Terdapat tiga komponen aliran kas pada laporan arus kas (statement of cash flow), antara lain:

  • Aliran kas yang asalnya dari operasional perusahaan
  • Aliran kas yang asalnya dari kegiatan investasi
  • Aliran kas yang asalnya dari kegiatan pendanaan

4. Catatan atas laporan keuangan

Pengertian: daftar rincian yang terdapat di dalam laporan keuangan yang berfungsi untuk menerangkan tentang rincian suatu produksi.

Jenis-jenis Akun dalam Akuntansi

akuntansi keuangan

Dalam mengelompokan atau mencatat transaksi yang sejenis, maka akan memerlukan nama akun atau perkiraan atau rekening.

Nah, jenis akun itu dibagi menjadi dua macam, antara lain:

1. Akun real (real account)

Pengertian: akun permanen yang di mana saldonya pada akhir tahun periode akuntansi akan digeserkan ke neraca.

Contoh: asset, kewajiban setaekuitas.

  • Asset

Asset lancar: kas, surat berharga, piutang usaha serta piutang wesel.

Asset tetap: tanah, gedung, kendaraan, mesin dan juga peralatan.

Asset tetap tak berwujud: hak paten, hak cipta, goodwill, franchise.

  • Kewajiban

Kewajiban jangka pendek: kewajiban usaha, kewajiban wesel.

Kewajiban jangka panjang seperti: kewajiban hipotik serta obligasi.

  • Modal/ekuitas

Contoh: modal sendiri laba di tahan serta modal saham.

2. Akun nominal (nominal account)

Pengertian: akun di mana saldonya akan digeserkan ke laba rugi di akhir periode akuntansi sebagai dasar dalam penyusunan laporan laba rugi.

  • Pendapatan

Pendapatan usaha: pendapatan jasa salon

Pendapatan di luar usaha: pendapatan bunga.

  • Beban

Beban usaha: beban gaji, beban listrik, dan beban sewa.

Beban di luar usaha: beban bunga.

Aturan Debit dan Kredit

fungsi akuntansi

Pengertian Debit merupakan penurunan atau kenaikan yang tergantung pada akun yang berpengaruh.

Sementara pengertian kredit merupakan penurunan atau kenaikan yang tergantung pada akunnya.

Terdapat perbedaan antara akun Neraca, akun Laba Rugi, serta akun Prive.

Tetapi, secara umum aturan dari debit dan kredit dengan saldo normal dari berbagai akun tersebut ialah sebagai berikut:

Perhatikan Akun Neraca berikut ini :

Perhatikan Akun Neraca

Sisi akun untuk mencatat kenaikan serta saldo normal digambarkan dengan warna hijau. Serta jumlah debit harus selalu sama dengan adanya jumlah kredit pada setiap ayat jurnal.

Perhatikan akun Laporan Laba Rugi berikut ini :

Perhatikan akun Laporan Laba Rugi

Akun KAS yang termasuk dalam akun ASET serta disajikan dalam neraca mengalami penurunan sebesar Rp. 1.800.000, sehingga diposisikan pada sisi KREDIT.

Sementara Beban Promosi yang disajikan pada laporan laba rugi, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.800.000 sehingga diposisikan pada sisi DEBIT.

Manganalisis dan Mencatat Transaksi

Seperti yang kita tahu, bahwa akuntansi merupakanseni pencatatan.

Proses atau tahapan dalam menganalisis dan juga mencatat transaksi yang berlangsung dalam akutansi ialah sebagai berikut:

  • Membaca dengan cermat dari uraian atau penjelasan mengenai transaksi untuk menentukan apakah akun aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, serta beban dipengaruhi oleh transaksi itu.
  • Untuk tap-tiap akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut, tentukan apakah akun itu mengalami penurunan atau kenaikan.
  • Menentukan apakah setiap ada kenaikan atau penurunan tersebut dicatat sebagai DEBIT atau KREDIT.
  • Mencatat transaksi dengan memanfaatkan pemakaian ayat jurnal.
  • Melaksanakan posting ayat jurnal secara periodik ke dalam akun terkait dalam buku besar.
  • Merancang daftar saldo yang belum disesuaikan di akhir periode.

Persamaan Dasar Akuntansi

Pengertian: hubungan antara harta, hutang dengan modal yang dipunyai oleh suatu perusahaan.

Tujuan dari persamaan dasar akuntansi yaitu sebagai dasar dari pencatatan dalam sistem akuntansi. Hal itu berarti setiap kali berlangsung transkasi, maka harus dicatat dalam dua aspek yakni sisi kiri (aktiva) dan pasiva.

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS

Persamaan dasar akuntansi merupakan keseimbangan antara sisi aktiva dengan sisi kanan pasiva, perubahan yang timbul karena kondisi transaksi keuangan. Sehingga keseimbangannya harus terus di pertahankan.

Jenis-jenis Ayat Jurnal Penyesuaian

Masing-masing ayat jurnal akan saling mempengaruhi akun neraca serta laporan laba rugi.

Jenis-jenis dari ayat jurnal penyesuaian antara lain:

  • Beban dibayar di muka (beban yang ditangguhkan)
  • Pendapatan yang diperoleh di muka (pendapatan yang ditangguhkan).
  • Pendapatan yang akan diterima.
  • Beban yang harus dibayar.
  • Beban depresiasi.

Ayat Jurnal Penutup

Manfaat, tujuan, serta fungsi ayat jurnal penutup antara lain:

  • Memindahkan saldo akun pendapatan akun pendapatan ke dalam ikhtisar Laba Rugi.
  • Memindahkan saldo akun beban ke dalam ikhtisar Laba Rugi.
  • Memindahkan saldo Ikhtisar Laba Rugi ke dalam Modal.
  • Memindahkan saldo akun penarikan ke dalam Modal.

Jurnal Khusus

Pada akuntansi dasar jurnal, terdapat dua jurnal yaitu akuntansi dasar jurnal umum dan jurnal khusus.

Berikut beberapa contoh dari pencatatan jurnal khusus:

  • Memberikan jasa dengan cara kredit, dicatat dalam jurnal penjualan atau pendapatan.
  • Menerima kas dari semua sumber, dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
  • Membeli barang dengan cara kredit, dicatat dalam jurnal pembelian.
  • Mengeluarkan kas guna melakukan pembayaran, dan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.

Syarat Pengiriman

FOB Titik Pengiriman

Pengertian: hak kepemilikan yang beralih pada pembeli apabila barang dagang yang dikirimkan terhadap pihak freight carrier. Biaya transportasi akan dibayarkan oleh pembeli.

FOB Tujuan

Pengertina: hak kepemilikan yang beralih terhadap pembeli apabila barang dagang dikirimkan pada pihak pembeli. Biaya transportasi akan dibayarkan oleh Penjual.

Bentuk Rekonsiliasi Bank

Saldo kas menurut Laporan bank. Ditambah dengan penambahan oleh pihak perusahaan yang tidak timbul dalam laporan bank, dikurangi dengan pengurangan oleh pihak perusahaan yang tidak ada dalam laporan bank.

Saldo kas menurut catatan perusahaan. Ditambah dengan penambahan oleh pihak bank yang tidak dicatat oleh perusahaan, dikurangi dengan pengurangan oleh pihak bank yang tidak dicatat oleh pihak perusahaan.

Metode Penentuan Biaya Persediaan

Terdapat 3 metode dalam penentuan biaya persediaan, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP/FIFO)
  • Metode Masuk Terakhir, Keluar Pertama (MTKP/LIFO)
  • Metode Biaya Rata-rata tertimbang

Penghitungan Bunga

Untuk dapat menghitung tingkat bunga, rumus matematis yang dipakai yaitu:

BUNGA = Jumlah Pokok X Tingkat Bunga X Waktu

Metode Penentuan Depresiasi Tahunan

Contoh perhitungan dengan menggunakan rumus depresiasi tahunan:

  • Metode Garis Lurus

Rumus penentuan depresiasi tahunan dengan mamakai metode garis lurus yaitu:

Metode Garis Lurus = (Biaya Estimasi – Estimasi Nilai Sisa) / Estimasi Umur

  • Metode Saldo Menurun Berganda

Rumus penentuan depresiasi tahunan dengan mamakai metode saldo menurun berganda yaitu:

Metode Saldo Menurun Berganda = Tarif Depresiasi X Nilai Buku Pada Awal Periode

Penyesuaian Atas Laba (Rugi) Bersih Dengan Menggunakan Metode Tidak Langsung

Bentuk implementasi materi penyesuaian atas laba (rugi) bersih dengan menggunakan metode tidak langsung adalah seperti berikut ini:

implementasi materi penyesuaian

Rasio Marjin Kontribusi

Pengertian Rasio Marjin Kontribusi ialah perbandingan antara selisih penjualan dengan biaya variabel dan dibandingkan dengan penjualan.

Dan jika kita tulis dalam suatu rumus matematika yakni sebagai berikut:

Rasio Margin Kontribusi = (Penjualan-Biaya Variabel) / Penjualan

Titik Impas Penjualan (Unit)

Rumus untuk mencari Titik Impas Penjualan ialah seperti berikut:

BEP (Unit) = Biaya Tetap / Marjin Kontribusi Per Unit

Penjualan (Unit)

Rumus yang biasanya dipakai untuk mencari unit yaitu:

(Biaya Tetap + Target Laba) / Marjin Kontribusi Per Unit

Margin Keamanan

Rumus untuk mencari margin keamanan:

Marjin Keamanan = (Penjualan – Penjualan pada Titik Impas) / Penjualan

Operating Leverage dalam Akuntansi

Pengertian Operating Leverage ialah perbandingan antara marjin kontribusi dengan laba operasional. Serta jika dijabarkan lagi dengan menggunakansuatu rumus ialah seperti berikut ini:

Operating Leverage = Marjin Kontribusi / Laba Operasional

Tingkat Pengembalian Investasi

Rumus untuk mencari Tingkat Pengembalian Investasi:

ROI = Laba Operasional / Jumlah Investasi Aset

Alternatif perhitungan lainnya yaitu:

ROI = ( Laba Operasional / Penjualan ) X ( Penjualan / Jumlah Investasi Aset )

Metode Analisis Investasi Modal

Terdapat dua macam metode yang secara umum dipakai, yakni:

1. Metode yang Mangabaikan Nilai Kini :

  • Metode Tingkat Pengembalian Rata-rata
  • Metode Pengembalian Kas

2. Metode yang Menggunakan Nilai Kini

  • Metode Nilai Kini Bersih
  • Metode Tingkat Pengembalian Internal

Rata-rata Tingkat Pengembalian

Pengertian dari Rata-rata Tingkat Pengembalian ialah hasil pembagian Estimasi Rata-rata Laba Tahunan dengan Rata-rata Investasi.

JIka diilustrasikan dengan suatu rumus matematis yaitu seperti rumus di bawah ini:

Estimasi Rata-rata Laba Tahunan / Rata-rata Investasi

Baca juga ulasan: Pembangunan Ekonomi

Indeks Nilai Kini dalam Akuntansi

Rumus untuk menghitung Indeks Nilai Kini yaitu seperti berikut ini:

Jumlah Nilai Kini dari Arus Kas Bersih / Jumlah yang Akan Diinvestasikan

Faktor Nilai Kini untuk Anuitas sebesar Rp 1

Rumus yang biasa dipakai untuk menghitung nilai Faktor Nilai Kini untuk Anuitas sebesar Rp 1 yaitu:

Jumlah yang akan Di-investasikan / Arus Kas Bersih Setara Setahun

Itu tadi penjelasan singkat mengenai materi akutansi dasar. Semoga bermenfaat. Terima kasih telah berkunjung :)).

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.