Contoh Teks Ulasan Singkat Film, Novel, Buku, Cerpen

Diposting pada

Hari ini kita akan membahas contoh teks ulasan secara singkat dan tentunya lengkap. Sehingga kami berharap kumpulan contoh paragraf ulasan dibawah dapat memberikan kamu inspirasi untuk membuat teks ulasan sendiri. Sebelum masuk ke contohnya, lebih biak kita pahami terlebih dahulu pengertian, ciri, dan struktur teks ulasan.

Pengertian Teks Ulasan adalah teks yang berisi ulasan/penilaian/review terhadap suatu karya (film, novel, buku, cerpen, drama). Disaat mengulas sebuah karya, kita harus bersikap kritis agar berkontribusi untuk kemajuan karya tersebut ke depannya.

Adapun tujuan teks ulasan untuk menunjukan sudut pandang atau keberpihakan penulis terhadap suatu hal atau atau karya sementara.

Ciri-ciri Teks Ulasan

Yang membedakan teks ulasan dengan teks cerita sejarah maupun teks lain adalah di dalamnya mempunyai ciri-ciri:

  • Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Tafsiran, Evaluasi, dan Rangkuman.
  • Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini penulis terhadap suatu karya atau produk .
  • Opininya berdasarkan fakta yang di-interpretasi-kan.
  • Dikenal dengan istilah lain yaitu resensi.

Struktur Teks Ulasan

  1. Orientasi, yaitu pengenalan gambaran umum tentang sebuah karya yang akan di review atau ulas. Sehingga membuat pembaca mengetahui mengenai apa yang akan diulas.
  2. Tafsiran, yaitu gambaran detail mengenai sebuah karya yang diulas, contohnya: keunikan, keunggulan, kualitas, bagian karya, dan lainnya.
  3. Evaluasi, yaitu pandangan dari pengulas terhadap hasil karya yang diulas. Dilakukan setelah melakukan tafsiran, sehingga pengulas bisa memberi bagian yang mempunyai nilai dan bagian yang kurang.
  4. Rangkuman, yaitu kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Pengulas umumnya memberikan komentar apakah film atau drama yang baru saja di-ulas berkualitas atau tidak.
Belajar selengkapnya mengenai materi ini di: Teks Ulasan LENGKAP: Pengertian, Ciri, Struktur, Contoh.

Contoh Teks Ulasan Film Singkat (Sang Pemimpi)

contoh teks ulasan film

Informasi umum:

  • Judul: Sang Pemimpi
  • Sutradara: Riri Riza
  • Produser: Mira Lesmana
  • Penulis: Salma Aristo, Riri Riza , Mira Lesmana
  • Musik: Said Effendi
  • Distributor: Miles film dan Mizan Production
  • Rilis: 17 desember 2009
  • Durasi: 120 menit
  • Bahasa: Indonesia
  • Anggaran: Rp 11 miliar
  • Prekuel: Laskar Pelangi
  • Sekuel: Edensor

Pemain :

  • Vikri Setiawan sebagai Ikal remaja.
  • Lukman Sardi sebagai Ikal dewasa (juga dalam Laskar Pelangi).
  • Zulfanny memerankan Ikal kecil (juga dalam Laskar Pelangi)
  • Rendy Ahmad sebagai Arai remaja.
  • Nazriel Ilham (Ariel “NOAH”) sebagai Arai dewasa.
  • Sandy Pranatha sebagai Arai kecil.
  • Azwir Fitrianto sebagai Jimbron remaja.
  • Mathias Muchus sebagai Seman Said Harun, Ayah Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).
  • Rieke Diah Pitaloka sebagai Ibu Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).
  • Nugie sebagai Pak Balia, seorang guru muda pengajar sastra yang inspiratif
  • Landung Simatupang sebagai Pak Mustar, kepala sekolah yang keras dan galak.
  • Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala, gadis Melayu nan cantik
  • Yayu Unru sebagai Bang Rokib, pelaut Melayu yang berpengalaman.
  • Jay Wijayanto sebagai Bang Zaitun, pemusik Melayu lokal yang lihai soal asmara.

Orientasi 1:

Sang Pemimpi merupakan sebuah film Indonesia (th 2009) yang diadaptasi dari tetralogi novel Laskar Pelangi kedua, Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Film ini merupakan sekuel dari film Laskar Pelangi yang bercerita mengenai kehidupannya di Belitong disaat dia SMA.

Orientasi 2:

Tiga tokoh utama di film Sang Pemimpi yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron. Ikal ialah Andrea Hirata sendiri, Arai merupakan saudara jauhnya yang menjadi yatim piatu saat masih kecil. Arai disebut sebagai simpai karena dia merupakan orang terakhir yang masih hidup di keluarganya, dan dia diangkat menjadi anak oleh ayah Ikal.

Jimbron adalah teman Ikal dan Arai yang sangat ter-obsesi dengan kuda dan gagap ketika sedang antusias dengan sesuatu maupun ketika gugup. Ketiga orang ini melalui kisah persahabatan semenjak kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Manggar, SMA Negeri pertama yang ada di Belitong.

Tafsiran Isi 1:

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ikal dan Arai mesti bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan saat dini hari lalu pergi ke sekolah setelah menyelesaikan pekerjaan. Meskipun begitu, mereka tetap giat belajar sehingga selalu menduduki peringkat 5 teratas dari 160 murid di sekolah. Sekolah mereka berada 30 km dari rumah Ikal dan Arai sehingga keduanya harus menyewa kamar dan jauh dari orang tua.

Tafsiran Isi 2:

Andrea Hirata di bukunya menceritakan bahwa Iklan dan kedua temannya merupakan remaja yang nakal. Mereka sangat dibenci oleh Pak Mustar, Kepala Sekolah SMA Negeri Manggar tersebut. Tetapi lain halnya dengan guru bernama Pak Balia, dialah yang memberikan mimpi-mimpi untuk muridnya. Khususnya kepada Ikal, Arai dan Jimbron.

Tafsiran Isi 3:

Di Film Sang Pemimpi, saat SMA banyak kenakalan yang dilakukan oleh Arai dan Akal. Mereka pernah mengejek Pak Mustar ketika upacara bendera hingga Pak Mustar marah. Mereka juga pernah menyusup ke bioskop, padahal tidak diizinkan oleh sekolah untuk masuk dan menonton film dewasa tersebut. Pak Mustar yang mengetahui hal itu memberi hukuman kepada Ikal dan Arai keesokan harinya.

Tafsiran Isi 4:

Film ini memiliki kelebihan yaitu menceritakan persahabatan dan rasa setia kawan yang baik sekaligus mencakup arti pentingnya pendidikan, kisahnya pun sangat mengharukan. Hidup mandiri dan terpisah dari orang tua dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas tetapi memiliki cita-cita yang tinggi.

Tafsiran Isi 5:

Yang disayangkan bahwa alur cerita di dalam film ini tidak jelas karena waktunya dibolak-balik sehingga ceritanya membuat bingung penonton.

Evaluasi:

Film ini sangat memotivasi para pelajar terutama pelajar SMA, kisah yang mengharukan tetapi menyenangkan ketika dilihat, sekaligus bercerita mengenai persahabatan dan rasa setia kawan yang bagus, dan juga menyadarkan pentingnya pendidikan yang dijelaskan begitu dalam.

Banyak juga kejadian lucu yang menarik untuk penontonnya. Penonton film Sang Pemimpi mencapai 2 juta lebih penonton dan menjadi film terlaris sepanjang masa, film ini dapat dilihat oleh semua kalangan.

Rangkuman:

Hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari film ini bahwa sifat pantang menyerah dan terus semangat bisa mengalahkan segala ketidakmungkinan selama kita mau berusaha semaksimal mungkin, sekaligus rasa setia, saling percaya, dan saling menjaga merupakan kuncul dari menjalin hubungan yang sejati dengan sahabat. Dan mimpi merupakan hal yang sangat penting, karena mimpi adalah anak tangga pertama untuk mencapai kesuksesan.

Contoh Teks Ulasan Novel Singkat Beserta Strukturnya

contoh teks ulasan novel singkat

Identitas Novel:

  • Judul novel: Surat untukmu Sahabat
  • Penulis: Bunga Riska Nizam
  • Penerbit: Aletta Pictures
  • Jenis buku: Fiksi
  • Tahun terbit: 2013 (cetakan ke-5)
  • Tempat terbit: Jakarta
  • Ukuran novel: 13 cm x 19 cm
  • Tebal halaman: 120 halaman
  • Harga buku: Rp. 40.000,00

Orientasi:

Novel ini merupakan karya Bunga R. Nizam yang bercerita mengenai surat terakhir untuk sahabat. Dia bernama Keke. Ketika itu, terakhir kalinya Andini, Fachda, Dinda, Ida, dan Maya merayakan ulang tahun Keke. Saat dia dinyatakan bebas dari kanker yang menggerogoti tubuhnya.

Berselang waktu, semuanya menjadi terasa baru. Setelah tiga tahun bersama di SMP Al-Kamal, alhasil tahun ini mereka ber-enam tidak lagi duduk di sekolah yang sama. Berpisah sekolah bukan berarti kami kehilangan arah dalam persahabatan yang telah kami bangun sejak SMP dulu.

Tafsiran:

Ketika itu, Keke tidak lagi mampu menahan kesedihannya ketika ia menyaksikan rambutnya memenuhi genggaman tangan. Hal ini menunjukkan bahwa kami juga merasakannya. Ketika itu, kami kehilangan seorang sahabat akhir tahun lalu di tanggal 25 Desember 2006, berat untuk membayangkan.

Hari ini kami ber-lima akan berkumpul dan bertemu di pemakaman Keke pukul 16.00 sore. Syifa kebagian membawa kue ultah, Ida menyiapkan lilin, sementara yang lain menyiapkan kebutuhan berziarah seperti payung, bunga, dan air.

Selain kami ber-lima, ziarah juga dilakukan oleh Kak Kiki, Kak Cika, dan Pak Jody. Hari ini, Ida yang paling awal sampai ditempat sempat melihat ibu kandung Keke berziarah dan menangis di pusaranya.

Ida menyaksikan pemandangan yang mengharukan karena saat menceritakan hal tersebut saja matanya ikut berkaca-kaca. Tanpa terasa satu jam telah berlalu dan kami masih berada di pusara Keke.

Bercerita mengenai suatu hari, ketika Keke masih dirawat di rumah sakit. Menurut Kak Cika, setelah kami pergi pamit untuk sholat maghrib, keke sempat membuka mata dan menyampaikan pesannya meski tidak bisa diucapkan dalam bahasa lisan yang jelas.

Keke memainkan jarinya membentuk angka satu dan empat. Pak Jodi sempat memberikan secarik kertas dan pena yang akhirnya menjadi pesan terakhir yang Keke sampaikan.

Tidak lama setelah itu, Keke berpulang ke hadapan Illahi. Kami tidak ada disisinya ketika Keke pergi karena sedang berdoa bersama meminta yang terbaik untuk Keke. Akhirnya kami ber-enam berkumpul bersama. Hari natal dipilih karena waktu inilah diliburkan dari segala aktivitas. Apalagi Dinda yang sudah siap bergabung untuk membaca surat dari Keke yang baru dibaca sepeninggal nya.

Dengan seluruh yang bercampur di dalam dada, kami terdiam dan berusaha membuka telinga lebar-lebar. Setelah membaca surat Keke, kami semua akhirnya “merenovasi” semua harapan dan mencoba menyisipkan permohonan di dalam segala hal yang kami capai

Evaluasi:

Kekurangan:

Terdapat beberapa penulisan yang salah, serta penulisan yang kurang menarik dan susah untuk dimengerti. Sedangkan, kelemahan yang dimiliki novel ini diantaranya kata-kata pengemis yang kadang kala membuat para pembaca berimajinasi lain dalam menafsirkan dan kata kiasan “pengemis”.

Kelebihan:

Novel ini bisa membuat pembaca “terhanyut” dalam cerita yang diceritakan. Apalagi tema yang diangkat yaitu tentang persahabatan sangatlah bagus untuk bahan pembelajaran kehidupan. Kosakata yang digunakan juga bisa membuat pembaca larut dalam cerita dan akhirnya pembaca lebih mudah memahami isi novel tersebut.

Rangkuman:

Namun dengan mengesampingkan kekurangan novel tersebut, kisah yang diangkat mengajarkan tentang arti persahabatan yang sebenarnya. Dan novel ini juga sangat cocok untuk para remaja Indonesia. Karena terdapat berbagai macam makna yang bisa mendatangkan motivasi untuk diri sendiri agar mudah bersahabat dan setia.

Contoh Teks Ulasan Cerpen Singkat

contoh teks ulasan cerpen

Judul cerpen: Ketika Sebuah Persahabatan Dipertaruhkan

Orientasi:

Cerpen ini adalah karya dari Arief Setiawan, bercerita mengenai kisah cinta remaja yang sedang ditimpa sebuah masalah yang  rumit. Tebal cerpen ini yaitu 3 lembar.

Tafsiran:

Cerpen ini berawal dari 2 murid SMP yaitu “Aku” sebagai Adit dan seorang cewek bernama Dewi. Pertemuan mereka berawal ketika SMP, Aku sebagai Adit diselamatkan oleh Dewi ketika aku “dipalak” oleh temen sekelasku yaitu Riki. Tetapi akhirnya setelah melewati beberapa tahap hubungan, mereka menjadi teman. Sejak saat itu mereka berdua menjadi dekat dan sering curhat satu sama lain.

Sikap Dewi yang baik kepada Adit menyebabkan Adit mulai muncul perasaan suka terhadap Dewi. Tetapi mereka harus berpisah akibat sekolah yang berbeda. Disaat SMA Adit mempunyai seorang pacar, tetapi mereka putus dan akhirnya Adit berpacaran dengan Dewi.

Hubungan mereka mempunyai masalah karena mantan pacar Adit meminta “balikan”. Disitulah timbul konflik. Tetapi, Adit mengambil keputusan yang salah dengan kembali ke mantan pacarnya dan meninggalkan Dewi seorang diri tanpa diberi penjelasan.

Tokoh utamanya yaitu Adit dan Dewi. Adit merupakan orang yang tidak teguh pendiriannya dan selalu menyesal di belakang dengan keputusan yang diraihnya.

Sedangkan dewi merupakan seorang wanita yang baik, tegas, dan berani membela kebenaran, dan dialah yang disakiti oleh keputusan yang diambil oleh Adit.

Terdapat banyak kesalahan penulisan di cerpen ini. Pertama, di awal paragraf awal cerpen terdapat kata “acuh”. Tetapi setelah diperhatikan lagi makna kalimat utuh nya, kita akan tahu bahwa terdapat kesalahan penggunaan kata “acuh” yang dalam kata lain sama dengan “peduli”. Jadi, kata “acuh” yang benar dirubah menjadi “tidak acuh” atau “tak acuh”.

Kedua, soal EYD, diantaranya kata-kata seperti: “dikelas”, “dihidupku”, “dihatiku”, “dimasa”, “dikotaku”, “dikampus”, “di elu-elukan”,  “sekedar”,  “didepanku”, dan “akupun”. yang semestinya ditulis demikian: “di kelas”, “di hidupku”, “di hatiku”, “di masa”, “di kotaku”, “di kampus”, “dielu-elukan”, “sekadar”, “di depanku”, dan “aku pun”.

Ketiga, penulisan kalimat dialog. Pelajari pola dan aturan (termasuk tanda baca dan lain sebagainya) yang berhubungan dengan kalimat dialog di dalam sebuah prosa.

Di suatu cerpen, lebih baik dialog tidak dibuat seperti dialog dalam suatu naskah drama. Namun disini penulis justru melakukannya, alhasil cerpen ini terlihat kurang rapi. Diharapkan agar penulis mempelajari kembali penulisan kalimat dialog dalam prosa (cerpen/novel) yang baik dan benar.

Kemudian, untuk kata-kata yang tidak baku seperti “palak”, “gak”, “udah”, “ngasih”, “kebayang”, dan lainnya terutama yang sering ditemukan dalam dialog sebaiknya ditulis dengan huruf miring. Walau tidak ada aturan wajib untuk hal ini.

Ada 2 pendapat yang berbeda, dimana salah satunya memperbolehkan diketik dengan huruf biasa. Tetapi, sebaiknya menggunakan aturan pertama, yaitu kata-kata yang tidak baku dan dari bahasa asing diketik menggunakan huruf miring.

Selain itu, penggunaan tanda baca tidak perlu kita tulis secara berlebihan, misalnya rangkap dua, tiga, atau empat. Menambahkan emoticon pada tulisan, termasuk cerpen, juga tidak disarankan. Terakhir, untuk penulisan judul, sebaiknya tidak dengan huruf kapital seluruhnya.

Evaluasi:

Cerpen ini sangat menarik dan menggambarkan isi cerita yang sangat dalam, seperti tokoh Adit yang mengumbar perasaan secara indah dan mengena. Hal ini membuat pembaca cerpen merasakan kebahagiaan, pengkhianatan, kesedihan, dan penyesalan yang dialami tokoh di dalam cerita pendek.

Kekurangan cerita ini yaitu tidak cocok dibaca oleh anak-anak dibawah umur karena menggambarkan cerita cinta remaja dan adegan-adegan kekerasan yang dialami oleh tokoh. Ditambah lagi cerita ini juga kurang memberikan pendidikan moral yang baik.

Rangkuman:

Cerpen “Ketika Sebuah Persahabatan Dipertaruhkan” kurang bermanfaat untuk pelajar dibawah umur. Namun, dalam cerita ini masih ada pelajaran moral seperti persahabatan yang didasari dengan rasa kasih sayang antar sesama manusia, tanpa memikirkan perbedaan gender.

Untuk kamu yang ingin dibuatkan Contoh Teks Ulasan tentang suatu tema maupun karya, silahkan sampaikan permintaan lewat komentar dibawah. Yuksinau.id sebisa mungkin membantu tugas kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *